Tag: Kota Ende

  • Jaket Merah Presiden Saat Saksikan Konser Kebangsaan di Ende Tarik Perhatian

    Jakarta – Jaket berwarna merah yang dipakai Presiden Joko Widodo saat menonton Konser Kebangsaan di Kabupaten Ende, pada Rabu (01/06/2022) malam menarik perhatian. Betapa tidak, Jaket merah berlogokan G20 di bagian depan itu membuat Kepala Negara tampak nyentrik.

    Selain itu, dengan mengenakan jaket ini, Presiden turut mempromosikan Konferensi Tingkat Tinggi KTT G20 yang bakal diselenggarakan di Bali pada Selasa, 15 November sampai Rabu, 16 November 2022 mendatang. Jaket tersebut, kini banyak dijual di e-commerce dengan harga bervariasi di sekitar Rp200-300 ribu rupiah.

    Presiden, terlihat memakai jaket tersebut pada malam terakhir kunjungannya di Kabupaten Ende, pada Rabu (01/06/2022). Saat itu, ia beserta Ibu negara menghabiskan malam bersama masyarakat dengan menonton pagelaran musik bertajuk “Konser Kebangsaan, Membumikan Pancasila dari NTT untuk Nusantara”.

    Konser yang berlangsung di Stadion Marilonga Ende tersebut mengundang sejumlah musisi Indonesia untuk menghibur masyarakat. Salah satu musisi yang hadir adalah Slank yang menyanyikan 17 lagu andalan mereka.

    Jaket merah G20
    Jaket merah G20. (foto:Pelopor.id/Shopee)

    Jokowi beserta istrinya tampak menikmati alunan musik Slank. Sesekali, ia menggerakkan kepala dan kakinya mengikuti irama lagu yang dimainkan. Saat Slank menyanyikan lagu terakhir, Presiden beranjak dari kursi menuju panggung utama untuk menyampaikan apresiasi atas penampilan mereka.

    Selanjutnya, Presiden menikmati penampilan dari Kla Project yang membawakan delapan lagunya. Ketika Katon Bagaskara menyanyikan lagu “Tentang Kita”, ia menuruni panggung dan bersalaman dengan Presiden dan Ibu Iriana, yang juga turut larut dalam alunan lagu Kla Project yang mendayu. Setelah penampilan akhir dari Kla Project, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana meninggalkan Stadion Marilonga.[]

    [irp]

  • Presiden Apresiasi Teknologi Pengolahan Bambu Sistem Laminasi

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi, melihat berbagai produk bambu saat berkunjung ke Kampus Bambu Turetogo, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (01/06/2022). Produk tersebut, seperti sepeda bambu yang dinamai Spedagi, juga bambu laminasi yang dapat digunakan untuk tiang, dinding, hingga lantai.

    Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga melihat paparan tentang konservasi kekayaan bambu endemik Indonesia, dan pentingnya bambu bagi restorasi lahan, konservasi air dan mitigasi perubahan iklim, termasuk melalui penanaman di areal perhutanan sosial dan lahan-lahan kritis.

    Presiden dan Ibu negara, lalu mendapat penjelasan mengenai Kampus Bambu Turetogo dari Ketua Yayasan Bambu Lestari (YBL), Arief Rabik. Dalam penjelasannya, Arief memaparkan sistem laminasi bambu dan teknologi bambu yang bisa menggantikan kayu.

    “Tanggapan Pak Presiden positif, beliau menanyakan tentang beberapa teknologi-teknologi dan bagaimana caranya untuk membangun pabrik berbasis desa dan laminasi. Saya berterima kasih banyak atas kunjungan Pak Presiden ke Kampus Desa Bambu di Turetogo, Flores, Ngada,” tutur Arief usai kunjungan presiden.

    Penasihat Senior Yayasan Bambu Lestari Noer Fauzi Rachman menambahkan, bahwa Kampus Bambu selain tempat melatih mama-mama Bambu, juga tempat untuk melatih pemangku kepentingan lainnya di sektor industri bambu rakyat.

    [irp]

    “Kampus Bambu ini menjadi tempat di mana kita melatih Mama-mama Bambu dan anak muda mulai dari pengalaman pertama melakukan pembibitan bambu berasal dari tunas, pembesaran hingga praktek pengelolaan hutan bambu lestari. Kemudian juga pelatihan bagi pendamping lapangan pandu-pandu bambu, kemudian juga pemerintah daerah, multisektor yang lain, termasuk mengorkestrasi industrinya,” ungkap Noer Fauzi Rachman.

    Dalam kunjungan ini, Presiden juga berdiskusi dengan Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari (YBL) Monica Tanuhandaru dan Ahli Taksonomi Bambu LIPI Profesor Elizabeth Anita Widjaja. Selain itu Presiden dan Ibu Iriana juga berkesempatan meninjau langsung proses pengawetan bambu dan produk hasil olahan bambu. []

    [irp]

  • Menko PMK: Tenun Ikat Khas Lio Warisan Budaya Indonesia

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pergi ke kota Ende untuk mengikuti rangkaian kegiatan upacara peringatan hari Pancasila pada 1 Juni 2022.

    Pada upacara tersebut, Menko Muhadjir diberikan amanat sebagai pembaca doa. Ende sendiri, merupakan salah satu tempat bersejarah dimana Bung Karno pernah diasingkan oleh Belanda.

    Selain itu, Ende juga mempunyai banyak potensi yang masih perlu dioptimalkan seperti pariwisata, kerajinan tenun, dan sumber daya alamnya. Terkait hal ini, sehari sebelumnya atau pada Selasa (31/05/2022), Menko PMK mengunjungi salah satu desa yang ada di Kabupaten Ende yaitu Desa Manulondo.

    Desa Manulondo adalah desa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur yabg terkenal dengan tenun ikat khas Lio dan tergabung di dalam Kelompok Tenun Ikat Asli Kapokale yang dihasilkan dari tangan-tangan perempuan desanya.

    [irp]

    Menko PMK mengatakan, kerajinan tenun ikat ini perlu dilestarikan dan dikembangkan sehingga wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat mengenal dan menggunakan kain tenun ikat tersebut.

    “Kerajinan Tenun Ikat merupakan warisan kekayaan dari indonesia khususnya di wilayah Ende ini, sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan yang mana nantinya wisatawan-wisatawan yang datang dapat menggunakan kain tenun ikat ini,” tutur Muhadjir.

    Disela-sela kunjungannya, Menko Muhadjir juga menyempatkan diri berdialog dengan warga sekitar untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh warga Desa Manulondo untuk melestarikan kebudayaan tenun ikat sehingga bermanfaat untuk kemajuan desa kedepannya.

    “Dengan adanya masukan-masukan dari warga ini, saya akan catat dan coba teruskan kepada Kementerian/Lembaga terkait karena ini sangat penting untuk kemajuan Desa Manulondo kedepannya,” ungkapnya.

    [irp]

    Menurutnya, ada beberapa masukan dari warga terkait dengan pembaruan fasilitas sarana dan prasarana yang layak dalam pembuatan kain tenun ikat ini sehingga kualitasnya dapat terjaga.

    Selanjutnya, Muhadjir Effendy melihat pembangunan Gereja Santo Donatus Bhoanawa. Gereja itu, merupakan bangunan gereja pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan bata interlock berbahan limbah batu bara atau Faba.

    Pembangunan gedung gereja ini, masih berjalan dan sudah menghabiskan kurang lebih 40 ribu bata interlock Faba. Pembangunan gereja Santo Donatus Bhoanawa ditargetkan rampung tahun 2022 ini. []

    [irp]