Tag: Kota Cirebon

  • BLT Minyak Goreng Dapat Perhatian Khusus, Diserahkan Langsung Presiden dan Wapres

    Jakarta – Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, (13/04/2022) mengunjungi Kota Cirebon Setelah berapa hari lalu meninjau salur BLT Minyak Goreng di Jambi. Di Cirebon, Presiden mengunjungi Pasar Harjamukti untuk menyapa para penerima manfaat. Kepada mereka, Presiden berpesan agar bantuan digunakan untuk keperluan mendesak.

    “Boleh untuk menambah modal usaha ya ibu-ibu. Ingat jangan untuk beli pulsa HP,” tutur Kepala Negara.

    Selain mencairkan BLT Minyak Goreng, dalam kunjungan kali ini Presiden juga menyerahkan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada pedagang kaki lima dan para pedagang pasar.

    Selanjutnya Presiden dan rombongan menuju Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya Jokowi mengunjungi Pasar Tanjung dan Pasar Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sana, Presiden kembali menyerahkan sejumlah bantuan sosial kepada para penerima manfaat.

    Di Cirebon, Kemensos mengalokasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp658.271.200.000 (3.291.356 KPM), BLT Minyak Goreng sebesar Rp962.303.700.000 (3.207.679 KPM), PKH tahap I sebesar Rp1.179.286.300.000 (untuk 1.707.511 KPM), dan bantuan ATENSI sebesar Rp850.068.800 (untuk 946 PM yang meliputi Lansia, Disabilitas, yatim, piatu dan yatim-piatu (Yapi).

    Sedangkan bantuan dari Kemensos untuk Kabupaten Brebes berupa BPNT sebesar Rp41.247.200.000 untuk 206.236 KPM, BLT Minyak Goreng sebesar Rp60.946.800.000 untuk 203.156 KPM, dan PKH sebesar Rp75.713.150.000 untuk 110.217 KPM.

    [irp]

    Kemudian juga bantuan ATENSI untuk 211 PM penyandang disabilitas sebesar Rp356.750.000, untuk 182 PM lansia sebesar Rp95.918.800, untuk 363 Yapi sebesar Rp300.400.000, dan Anak yang Memerlukan Pengembangan Fungsi Sosial (AMPFS) Rp97.000.000 untuk 190 PM.

    Sementara di Provinsi Sumatera Barat, selain meresmikan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga menyerahkan secara simbolis BPNT/Sembako, BLT Minyak Goreng, PKH dan ATENSI kepada Penerima Manfaat di Pelataran Pasa Ateh (Pasar Atas) atau Jam Gadang Kota Bukittinggi.

    “Gunakan bantuan untuk keperluan yang bermanfaat, seperti membeli kebutuhan pokok termasuk minyak goreng yang kini harganya tengah meningkat terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata kepada para Penerima Manfaat.

    Dari Pihak Kemensos, Sekretaris Ditjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Beny Sujanto yang Mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, di Kota Bukittinggi, bantuan Kemensos berupa BPNT/Sembako dan BLT Minyak Goreng menjangkau sebanyak 3.144 KPM senilai Rp 2.829.600.000. PKH tahap 2 gelombang I menyasar 616 KPM senilai Rp557.300.000.

    “Ada bantuan Program ATENSI diberikan kepada 5 penerima manfaat Penyandang Disabilitas Rp13.693.200, 5 penerima manfaat lanjut usia Rp9.962.500 dan 2 penerima manfaat yatim piatu Rp2.600.000, bagi Anak yang Memerlukan Pengembangan Fungsi Sosial Rp157.500.000 menjangkau 75 Penerima Manfaat/Anak dan total bantuan di Kota Bukittinggi Rp 3.570.655.700, ” ungkap Beny.

    [irp]

    Beny menjelaskan, untuk BPNT/Sembako, BLT Minyak Goreng, PKH dan ATENSI diluncurkan Kemensos di Provinsi Sumatera Barat total sebesar Rp 386,47 miliar.

    “Dari anggaran itu, untuk BPNT/Sembako Rp194,85 miliar dengan target sasaran 324.758 KPM, BLT Minyak Goreng Rp 97,42 miliar target sasaran 324.758 KPM, PKH Rp 91,98 miliar target sasaran 104.690 KPM, ATENSI Rp2,22 miliar untuk 2.168 KPM (Lansia, Disabilitas, Yatim Piatu dan AMPFS),” tegasnya. []

    [irp]

  • Petani Garam Curhat ke Moeldoko, Ada Apa?

    peloporberita.com/ – Petani garam, mencurahkan isi hati (curhat) kepada Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) H. Moeldoko. Isi curhatan tersebut, mulai dari kebijakan harga eceran tertinggi (HET), impor garam, hingga abrasi. Hal ini, terjadi belum lama ini saat Moeldoko mengunjungi Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

    “Stok garam lokal tidak sepenuhnya memenuhi kriteria atau kualitas yang diinginkan sektor industri, sehingga kita mengimpor.”

    Dihadapan Moeldoko, salah seorang petani garam setempat, Ismail Marzuki (32) menyampaikan bahwa harga garam pernah anjlok hingga di bawah Rp100 per kilogram (kg) dan membuat petani menangis.

    “Sekarang lagi Rp500 per kilo akan tetapi kesulitan produksi karena cuaca. Maka dari itu, perlu ada kebijakan HET garam,” curhat Ismail.

    Menanggapi hal ini, Moeldoko menyampaikan bahwa dirinya akan mengupayakan adanya HET garam.

    “Saya belum bisa menyampaikan ini di sini, karena ini kewenangan ini ada di Kementerian Perdagangan. Nanti akan saya sampaikan kepada beliau pada Kementerian Perdagangan untuk hal ini,” tutur Moeldoko.

    Sementara soal impor garam, Moeldoko menjelaskan bahwa kebutuhan di tahun ini mencapai kurang lebih 4,665 juta ton, di mana 3,077 juta ton merupakan kebutuhan industri.

    “Sedangkan yang dihasilkan garam lokal pada tahun lalu hanyalah 1,5 juta ton. Masih kurang dan jauh dari target. Di sisi lain stok garam lokal tidak sepenuhnya memenuhi kriteria atau kualitas yang diinginkan sektor industri, sehingga kita mengimpor,” ungkapnya.

    Selanjutnya masalah abrasi yang mengancam tambak garam, Moeldoko mengaku akan membicarakannya dengan Kementerian kelautan. Terkait ini, menurutnya sudah ada rencana seperti revitalisasi bibir pantai dan peralihan petani garam ke budidaya ikan nila salin.

    “Di sisi lain kondisi bibir pantai di kawasan pantura mengalami kemunduran dan berbagai tantangan. Makanya, upaya kementrian di antaranya adalah budidaya nila salin, yang termasuk komoditas unggul yang memiliki nilai cukup tinggi,” sebut KSP.

    Petani garam lainnya, Casman menanggapi ucapan KSP Morldoko. Soal peralihan menuju budidaya ikan nila salin, dirinya akan mengikuti aturan pemerintah.

    “Ya, saya ngikut saja. Sebenarnya, dulu sudah pernah budidaya udang tapi bangkrut. Ragu, karena dari kecil sudah jadi petani garam. Tapi kalau keputusan pemerintah seperti itu ya saya pribadi ikut saja,” ucapnya. []

  • KemenkopUKM Siap Dampingi UMKM Desa Bakung Kidul Cirebon Go Internasional

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) memberikan perhatian yang lebih bagi produk-produk UMKM di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki potensi untuk ekspor. Seperti produk UMKM dari desa Bakung Kidul, Jamblang, Cirebon berupa produk rotan, jangkrik dan Tape Bakung.

    Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa Cirebon memang sejak dulu dikenal sebagai penghasil produk rotan berkualitas. Sekitar 80 persen produk rotan yang dieskpor berasal dari Cirebon dimana Desa Bakung Kidul menjadi salah satu desa penyuplai produk rotan.

    Terkait hal ini, KemenkopUKM siap mengadvokasi hasil kerajinan rotan dari Cirebon agar pangsa pasarnya semakin besar terutama untuk pasar ekspor.

    “Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco. Mudah-mudahan dengan sinergi bersama bisa mendukung pengembangan UMKM di sini,” tutur Arif dalam kunjungan kerja ke Desa Bakung Kidul, Jumat, 24 September 2021.

    Dia juga berharap agar produsen rotan dari wilayah ini dapat mendaftarkan diri di Aplikasi Bela Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan teregistrasi dalam aplikasi ini, kesempatan UMKM untuk memasarkan produknya untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah.

    “Jangkrik dulu tidak dilirik namun berkat kreatifitas dari UMKM kita sekarang ini  sering kehabisan stok.”

    Di saat yang sama saat ini juga telah tersedia Pasar Digital (PaDi) untuk UMKM yang digagas oleh Kementerian BUMN. Melalui PaDi ini UMKM juga bisa menawarkan produk-produknya kepada BUMN .

    “Jadi kan pemerintah dan BUMN punya kewajiban membeli produk UMKM melalui laman LKPP dan PaDi, jadi saya harap bapak – ibu bisa masuk ke situ agar bisa memperluas pemasaran. Mudah – mudahan ini bisa dimanfaatkan. Untuk perluasan pemasaran khusus untuk ekspor kita bisa fasilitasi lewat Smesco agar ada pendampingan,” ungkap Arif.

    Selain itu, ia juga mengapresiasi inovasi usaha yang dilakukan oleh kelompok UMKM di desa Bakung Kidul tersebut lantaran dapat membaca peluang usaha dengan sangat baik yaitu dengan membuat usaha budidaya jangkrik.

    Diketahui jangkrik menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki demand yang sangat tinggi. Namun jumlah produsen secara nasional sangat terbatas. Akibatnya permintaan yang tinggi tersebut kerap tidak sebanding dengan pasokan yang ada.

    Menurut Arif inisiasi dari Kuwu Desa Bakung Kidul dengan budidaya jangkrik dan menjadikan sebagai bahan pangan olahan akan membuka kesempatan bagi UMKM di wilayahnya tumbuh lebih agresif. Terlebih dari sisi permintaan jangkrik hidup untuk pakan ikan hias, burung dan lainnya di Jawa saja sangat tinggi.

    Dari dua jenis bisnis UMKM yang banyak dikembangkan di Desa tersebut, Arif Rahman Hakim menegaskan bahwa pihaknya komitmen untuk terus melakukan pendampingan usaha agar dari Desa tersebut muncul UMKM Champion yang bisa menembus pasar ekspor.

    Dukungan lain yang bisa diberikan oleh KemenkopUKM pada UMKM di wilayah ini adalah dari sisi pendanaan untuk penambahan modal kerja. Untuk itu dia berharap agar UMKM-UMKM di desa Bakung Kidul dapat terkonsolidasi dalam satu wadah koperasi agar Kementerian UMKM bisa membantu dari sisi permodalan.

    “Kami punya lembaga namanya LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) untuk membiayai UMKM dengan biaya yang sangat murah yaitu 3 persen. Namun syaratnya bisa akses ke lembaga ini harus dalam wadah koperasi. Sebagai UMKM bapak-ibu perlu membentuk satu organisasi berbentuk koperasi agar bisa akses pembiayaan, agar usaha kita bisa semakin berkembang,” tandasnya.

    Sementara itu Kuwu Desa Bakung Kidul, Bambang Setiawan, mengatakan bahwa memang UMKM yang memproduksi rotan di wilayahnya beberapa sudah berhasil menembus pasar ekspor.

    Namun belakangan permintaan sedikit mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi rata-rata pasokan produk ekspor rotan dari Cirebon mencapai 1.500 kontainer dan diantaranya adalah produk olahan rotan dari wilayahnya.

    Dia berharap pemerintah dapat membantu para UMKM rotan lebih mudah mendapatkan bahan baku serta dukungan pembiayaan untuk tambahan modal kerja. Diakui hingga kini bahan baku menjadi salah satu masalah yang sepenuhnya aman.

    Sebab bahan baku rotan masih mengandalkan pasokan dari wilayah Kalimantan dan Sumatra sehingga biaya logistik cukup tinggi. Sementara pandemi yang berkepanjangan mengakibatkan modal usahanya tergerus.

    “Kita ingin dibantu dari sisi penguatan SDM dan dari sisi permodalan untuk mengembangkan usaha kami. Selain itu juga perlu dukungan teknologi untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayah kami,” sebut Bambang.

    KemenkopUKM Siap Dampingi UMKM Desa Bakung Kidul Cirebon Go Internasional
    KemenkopUKM Siap Dampingi UMKM Desa Bakung Kidul, Cirebon Go Internasional. (Foto:Pelopor.id/KemenkopUKM)

    Terkait dengan hasil budidaya jangkrik, diakuinya bahwa saat ini permintaan pasar ekspor sangat tinggi. Namun pihaknya tidak berani mengambil kesempatan tersebut lantaran keterbatasan produksi. Sementara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja masih sangat kurang. Di Jawa sendiri pangsa pasarnya mencapai Rp50 miliar dalam sebulan.

    “Kalau kita terima tawaran ekspor itu, dipastikan itu akan habis dan kebutuhan untuk wilayah Jawa saja tidak bisa ditutupi. Jadi jangan sampai jangkrik saja kita harus impor apa jadinya nanti,” tandasnya.

    Sementara itu Camat Kecamatan Jamblang, Tarsidi membenarkan bahwa potensi di wilayahnya adalah Rotan dan jangkrik. Namun di masa pandemi permintaannya memang sempat mengalami penurunan.

    Menurutnya hasil budidaya jangkrik dari desa Bakung Kidul tersebut dapat juga diolah menjadi aneka pangan olahan dan produk suplemen kesehatan.

    “Jangkrik dulu tidak dilirik namun berkat kreatifitas dari UMKM kita sekarang ini  sering kehabisan stok,” ucapnya.

    Dia berharap pemerintah pusat melalui KemenkopUKM dapat membantu UMKM di wilayahnya bisa lebih inovatif dan daya saing produknya unggul. Diakui kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas untuk mendampingi seluruh UMKM di Kecamatan Jamblang.

    “Kedatangan pak Sesmen ini kami harap bisa melihat langsung potensi apa yang ada di desa Bakung kidul. Kami akui ketidakberdayaan pemerintah daerah untuk suport UMKM secara keseluruhan, kalau hanya sebatas diklat (pelatihan) bisa diatasi namun untuk hal permodalan kami jujur belum bisa,” pungkasnya. []

  • Wakil Wali Kota: Warga Cirebon Antusias Ikuti Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati menyebut, warganya sangat antusias mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab Vaksinasi massal dilakukan untuk memberikan keamanan bagi warga Kota Cirebon. Hal ini, diungkapkan Eti usai membuka Sinergi Program Vaksinasi Cirebon Sehati, Ekonomi Bangkit di Markas Batalyon Arhanud 14/PWY.

    “Saya lihat tadi warga sangat antusias,” tuturnya Jumat, 25 Juni 2021.

    Menurut Eti, antusias warga untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar mulai Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021 pekan depan merupakan tiket utama.

    “Setelah vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan.”

    Eti menegaskan, bahwa memberikan pemahaman merupakan hal yang sulit. tetapi melihat antusias warga menunjukkan kesadaran masyarakat pentingnya vaksin Covid-19 sangat tinggi.

    Lebih lanjut Eti menegaskan, bahwa vaksinasi massal Covid-19 yang digelar hari ini dilakukan untuk melindungi masyarakat. Dengan vaksinasi massal Covid-19 diharapkan semakin banyak warga yang mendapatkan vaksin sehingga dapat membentuk herd immunity.

    “Kalau vaksin hari ini kurang, kita bisa minta tambah lagi ke pemerintah pusat,” tandas Eti.

    Dalam kesempatan yang sama, Danrem 063 Sunan Gunung Jati, Kolonel (Inf) Elkines Villando Dewangga, meminta kepada warga yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

    “Setelah vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan,” sebut Elkines.

    Selanjutnya, Komandan Batalyon 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka sudah mempersiapkan kegiatan ini sejak H-2 lalu. Hanggar merekapun sudah siap dan pasukan juga telah all out. mengenai hal ini, Baik personil maupun kendaraan digunakan penuh untuk mendukung vaksinasi massal Covid-19.



    Kemudian turut menjelaskan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto. Menurutnya, vaksinasi massal dilakukan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan vaksinasi massal ini, maka sudah sekitar 30 persen vaksinasi Covid-19 diberikan kepada warga Kota Cirebon. Pihaknya juga menargetkan 70 persen warga Kota Cirebon segera divaksin sehingga herd immunity bisa tercapai.

    Bagi warga Kota Cirebon dengan usia 18 tahun ke atas dapat mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dengan mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.id yang dapat diakses mulai Sabtu, 26 Juni 2021. Setiap harinya ditargetkan 2000 vaksin disuntikkan kepada masyarakat Kota Cirebon. []

  • Tekan Penyebaran Covid-19, Pemda Kota Cirebon Gelar Vaksinasi Massal

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal dengan bersinergi bersama TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. Terkait Virus yang mewabah, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menjelaskan, saat ini penyebaran Covid-19 sudah memprihatinkan.

    “Hampir seluruh rumah sakit penuh, bahkan sejumlah pasien terpaksa harus waiting list atau menunggu. Mereka harus menunggu untuk masuk ke ruang perawatan atau tempat isolasi mandiri terpusat yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon,” tuturnya di Balai Kota Cirebon, Kamis, 24 Juni 2021.

    Vaksinasi Massal
    Pemda Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal bersinergi dengan TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)

    Azis menegaskan, upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas yaitu dengan mempercepat proses vaksinasi Covid-19. Percepatan proses vaksinasi dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.



    “Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19,” sebutnya.

    Selanjutnya Azis berpesan kepada setiap RW di Kota Cirebon untuk memanfaatkan kesempatan vaksinasi massal ini. Terutama untuk lansia yang belum mendapatkan vaksin agar segera melaporkan ke gugus tugas yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan sehingga semua terdata. Selain itu, Azis juga meminta dukungan semua elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19.

    “Semua tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat,” tegas Azis.

    Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, vaksinasi massal Covid-19 yang diberi nama Serbuan Vaksinasi Serentak akan digelar mulai besok, Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021.

    Agus Mulyadi
    Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)

    “Digelar di hangar milik Batalyon Arhanud-14/PWY,” sebut Agus.

    Tersedia 12.700 vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat. Masing-masing terdiri dari 5.500 vaksin dari jalur Polres Cirebon Kota dan 7.200 vaksin dari jalur TNI.

    “Semua vaksin sudah ada di Kota Cirebon,” tandas Agus.

    Sedangkan sekitar 200 tenaga medis akan disiagakan setiap hari untuk melayani pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat yang berasal dari tenaga medis TNI, Polri, dan rumah sakit swasta, serta tenaga medis di Pemda Kota Cirebon.

    “Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.”

    Adapun Proses vaksinasinya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada Jumat, Sabtu, dan Senin (25, 26 dan 28 Juni 2021) digelar untuk yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon sebanyak 8 ribu orang.

    Sedangkan tahap kedua digelar pada Selasa, Rabu, dan Kamis (29, 30 Juni dan 1 Juli 2021) untuk masyarakat umum Kota Cirebon usia 18 tahun ke atas dengan cara mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.id/ yang dapat diakses mulai hari Sabtu, 26 Juni 2021, dan mobilisasi masyarakat dengan target minimal 2000 vaksin diberikan setiap harinya.

    Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mobilisasi masyarakat vaksinasi akan dikoordinasi oleh camat, danramil, dan kapolsek di setiap wilayah kecamatan Kota Cirebon.

    “Pendataannya sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” ungkap Agus.



    Sedangkan untuk mendatangkan warga menuju lokasi penyuntikkan vaksin Covid-19 akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri termasuk armada yang mereka miliki.

    “Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi Covid-19,” tandas Agus.

    Terkait hal yang sama, Danyon Arhanud 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka siap untuk menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kota Cirebon.

    “Protokol kesehatan tetap kami jalankan dengan ketat sekalipun banyak masyarakat yang akan mendapatkan vaksin,” ucap Haris. []

  • Wakil Wali Kota Cirebon: Jaga Lingkungan Agar Dipelihara Setiap Hari

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan, Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup harus senantiasa dipelihara setiap hari. Hal ini diungkapkannya usai kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021.

    “Harapan saya ke depannya, kesadaran untuk memelihara lingkungan tidak hanya terpaku di hari peringatan lingkungan hidup saja,” tutur Eti berdasarkan keterangan tertulis.

    Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati
    Kegiatan menanam pohon dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021. (Foto:Pelopor/Pemkot Cirebon)

    Untuk itu, menurut Eti masyarakat senantiasa diedukasi untuk bisa menjalankan kegiatan yang ramah bagi lingkungan.

    “Sekalipun itu tindakan kecil, tentu akan sangat bermanfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

    Seperti menghemat penggunaan air dan energi serta mengelola sampah sejak masih dari rumah dengan cara memilih sampah, ditegaskan Eti merupakan contoh tindakan kecil yang sangat bermanfaat bagi kelestarian bumi. Sinergitas antara masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan diyakininya akan membuat lingkungan semakin baik.



    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini, S.Sos., menjelaskan bahwa penanaman pohon di Taman Air Goa Sunyaragi merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Kota Cirebon.

    “Launching kegiatan sudah kita lakukan di Alun-alun Kejaksan, 6 Juni lalu,” ucap Kadini.

    Sedangkan untuk penanaman pohon menurut Kadini pihaknya sudah mendapatkan bantuan 1.007 pohon terdiri dari 11 jenis yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) 24 perusahaan di Kota Cirebon.  Pohon-pohon tersebut sudah ditanam di sekitar TPA Kopiluhur, permukiman RW 04 Surapandan, dan kawasan Stadion Bima.

    Eti Herawati
    Kegiatan dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Taman Air Goa Sunyaragi, Minggu, 20 Juni 2021. (Foto:Pelopor/Pemkot Cirebon)

    “Hari ini kita tanam di Taman Air Goa Sunyaragi,” sebutnya.

    Dipilihnya Taman Air Goa Sunyaragi sebagai lokasi penanaman pohon lantaran lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Cirebon. Untuk itu kebersihan dan penghijauannya harus dijaga.

    Pada kesempatan yang sama, Pemda Kota Cirebon juga meluncurkan tote bag atau kantong belanja tidak sekali pakai sebagai pengganti kantong plastik.

    “Kita akan bagikan seribu tote bag ke warga Kota Cirebon,” tandas Kadini.

    “kesadaran untuk memelihara lingkungan tidak hanya terpaku di hari peringatan lingkungan hidup saja.”

    Pembagian, direncanakan akan dilakukan pekan depan bersamaan dengan rangkaian terakhir peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 di Kota Cirebon. Pembagian tote bag ini, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi kantong belanja dari plastik.

    “Sambil kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk bisa mengurangi penggunaan sampah plastik,” tandas Kadini. []

  • Diperhijau, Kawasan Bima Kota Cirebon Kembali Ditanami Pohon

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, kawasan Bima kembali diperhijau dengan kegiatan kerja bakti dan penanaman pohon di Kawasan tersebut. Selain itu, target penanaman 1000 pohon pada tahun ini juga sudah tercapai.

    “Kawasan Bima merupakan tempat pelayanan publik yang bisa diakses masyarakat secara langsung dan cuma-cuma,” tutur Agus berdasarkan keterangan Jumat, 18 Juni 2021.

    Penanaman pohon yang digelar di beberapa titik itu, dilakukan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mendukung visi dan misi Kota Cirebon yang hijau dan bersih.

    “Sebanyak 1000 pohon yang ditargetkan ditanam tahun ini di Kota Cirebon sudah tercapai.”

    “Kami berterima kasih kepada semua stakeholder terkait yang telah turut serta dalam kegiatan hari ini,” sebut Agus.

    Selain melakukan penanaman pohon, pada hari yang sama juga dilakukan kerja bakti massal berupa bersih-bersih kawasan Bima. Dengan kegiatan bersih-bersih ini diharapkan bisa mendorong masyarakat, termasuk pedagang kaki lima (PKL) untuk turut bersama-sama menjaga kebersihan di kawasan Bima.

    “Dengan menjaga kebersihan, kita bisa menjaga kesehatan. Kesehatan itu modal penting kita saat ini di masa pandemi Covid-19,” tegas Agus.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini menjelaskan, pohon yang ditanam hari ini di kawasan Bima ada 35 berupa pohon trembesi dan mahoni.


    Baca juga : Pemda Kota Cirebon Vaksinasi Pelaku Usaha di Pusat Perbelanjaan


    “Sebanyak 1000 pohon yang ditargetkan ditanam tahun ini di Kota Cirebon sudah tercapai,” ucap  Kadini.

    Sedangkan untuk pasca penanaman, Kadini menjelaskan mereka akan tetap mengawasi dan mengontrol.

    “Terutama untuk selalu melakukan penyiraman. Apalagi saat musim kemarau. Sehingga pohon tetap bisa hidup dan tumbuh untuk lebih menghijaukan kawasan Bima sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Kota Cirebon,” tandas Kadini. []

  • Pemda Kota Cirebon Vaksinasi Pelaku Usaha di Pusat Perbelanjaan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terus menggencarkan Vaksinasi Covid-19. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemda Cirebon melakukan vaksinasi di Grage City Mall (GCM) dengan sasaran pekerja publik berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM).

    Kasie Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Cirebon Bastijan menjelaskan, sasaran vaksin kali ini adalah pekerja di mal, supermarket, dan toko modern yang ada di Kota Cirebon.

    “Kami memiliki sasaran sejumlah 500 jiwa,” tutur Bastijan berdasarkan keterangan resmi dari laman Pemkot Cirebon pada Kamis, 17 Juni 2021.

    “Dari data DPKUKM itu ada sejumlah 5000 jiwa, hanya, karena ketersediaan vaksin yang ada, maka kami berusaha memberikan proporsi sebesar 10 persen.”

    Bastijan menjelaskan, total sasaran tersebut dibagi menjadi dua jadwal yakni sebanyak 250 jiwa pada Kamis, 17 Juni 2021 di GCM dan Jumat, 18 Juni 2021 vaksinasi dilakukan di Cirebon Super Blok CSB dengan jumlah yang sama, sehingga totalnya 500 jiwa.

    “Hari ini di GCM untuk mereka yang bekerja di mal atau supermarket sekitar GCM ini, antara lain Lotte Mart, Superindo, Indomaret, Alfamart, Living Plaza dan Surya Toserba,” tegasnya.

    Bastijan juga mengungkapkan, jika merujuk pada data yang diterima pihaknya dari DPKUKM, total sasaran adalah 5000 jiwa, namun dengan terbatasnya jumlah vaksin, baru 10 persen yang bisa dilakukan vaksinasi.

    “Dari data DPKUKM itu ada sejumlah 5000 jiwa, hanya, karena ketersediaan vaksin yang ada, maka kami berusaha memberikan proporsi sebesar 10 persen, mudah-mudahan ke depan dapat dilakukan kembali dan semua tervaksin,” tandasnya.

    Adapun tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi tersebut sebanyak 15 petugas dari Puskesmas Pegambiran.

    Dalam kesempatan yang sama, Plt. General Manager Grage Mall dan Grage City mall, Ratu Sukmayani menyampaikan terimakasih kepada Dinkes dan DPKUKM atas kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pekerja mal dan supermarket.



    “Lokasi untuk kegiatan vaksin ini di Hall A GCM, sasarannya pelaku usaha pusat perbelanjaan,” sebutnya.

    Pelaku usaha pusat perbelanjaan yang hari ini divaksin, kata Ratu Sukmayani, merupakan pelaku usaha yang berada di sekitar GCM.

    “Harapan kami dengan divaksinnya teman-teman ini, pelaku usaha sering berinteraksi dengan pelanggan, semoga dengan divaksin dapat meminimalisir penyebaran virus corona. Semoga semua dapat menjalani vaksinasi, sehingga imunitas meningkat,” tegasnya.[]