Tag: Komorbid

  • Dukung Program Ramah Lansia, Siloam Hospitals Bekasi Timur Luncurkan Layanan Golden Care

    Jakarta | Siloam Hospitals Bekasi Timur membuka layanan Golden Care berupa layanan kesehatan untuk warga lanjut usia (lansia) di kota setempat dan sekitarnya. Data manajemen Siloam Hospitals Bekasi Timur menunjukkan, sejak 2020-Januari 2022, tercatat 900 lansia di usia 60-70 tahun yang melakukan rawat jalan pun rawat inap. Kegiatan itu termasuk para lansia dengan kategori pasien komorbid.

    “Layanan Golden Care diadakan khusus bagi masyarakat lansia yang ada di kota Bekasi dan sekitarnya. Layanan ini sekaligus bentuk dukungan kami kepada pemerintah kota dalam menjalankan program Kota Bekasi Ramah Lanjut Usia,” tutur Direktur Utama Siloam Hospitals Bekasi Timur dr. Ervina, MM, MMRS., Selasa (29/03/2022) melalui kegiatan peluncuran dan pengenalan Program ‘Golden Care’ kepada sejumlah komunitas dan relasi Siloam Hospitals.

    Ervina menjelaskan, layanan ‘Golden Care’ Siloam Hospitals Bekasi Timur adalah solusi layanan kesehatan untuk usia lanjut yang dapat merupakan kelanjutan perawatan di rumah sakit serta upaya pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang sudah diderita. Layanan ini dilengkapi 10 kamar VIP dengan fasilitas yang dibuat khusus bagi para lansia, termasuk layanan dokter umum, dokter spesialis dan perawat yang terlatih dalam menangani para lansia.

    Penanganan Penyakit pada Usia Lanjut

    Ada beberapa penyakit yang kerap muncul seiring dengan pertambahan usia, misalnya stroke, diabetes, darah tinggi, dan masih banyak lagi yang harus diawasi kesehatannya agar kondisinya tetap sehat. Hal ini dapat dikontrol dengan rutin konsumsi obat, makanan sehat, olahraga, kelola stres dan lainnya.

    Dalam pemaparan ilmiah yang disampaikan oleh dr. Rezy Sesareza Prakarsa, Sp.N yang bertajuk "Penanganan Stroke pada Lansia" dijelaskan bahwa stroke terjadi ketika ada gangguan oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah. Dampaknya organ otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak itu mati. Hal terburuk dari penyakit ini adalah kematian.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ disebutkan bahwa beberapa faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, antara lain usia (>55tahun), jenis kelamin (terbanyak pada pria), ras tertentu, dan genetik (riwayat stroke di keluarga). Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah, antara lain diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan kurang olahraga.

    Dokter Rezy selaku dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals Bekasi Timur juga menegaskan bahwa periode emas untuk penangan stroke hanya dimiliki dalam waktu 1 jam paska terserang stroke.

    Stroke, Penyakit Lansia yang Harus Ditangani

    Penanganan penyakit stroke, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak pertama kali muncul gejala dan tanda sampai dilakukan penanganan stroke di rumah sakit. Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan.

    “Oleh karena itu, para lansia memerlukan pemeriksaan kesehatan berkala. Apabila ada kesulitan untuk setiap waktu kontrol ke RS, Siloam Hospitals Bekasi Timur memiliki Paket kunjungan rumah bagi lansia senilai Rp 1.000.000, sudah termasuk: pemeriksaan tanda-tanda vital dan rekam jantung (EKG), pemeriksaan laboratorium termasuk: darah lengkap (FBC), urine lengkap, fungsi liver (SGOT, SGPT), fungsi ginjal (Ureum, Creatinine, Asam urat), profil lipid: Total kolesterol, Trigliserida, HDL, LDL, Gula darah puasa, telekonsultasi dokter umum (2 kali), telekonsultasi psikolog (1 kali), pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata di RS (1 kali),” ungkap dr. Sarah Regina Christy, selaku PIC Program Golden Care.

    Diselingi dengan menjawab pertanyaan dari peserta acara, dr. Sarah juga menjelaskan program day care untuk perawatan mandiri pasien lansia di Siloam Hospitals Bekasi Timur. Adapun Paket Day Care Lansia senilai Rp 600.000 per hari, sudah termasuk: kamar rawat inap kelas VIP, makanan bergizi untuk 3x/hari, snack 3x/hari, dan pengawasan medis dari dokter umum dan perawat. Jika memerlukan layanan day care, pasien akan dilakukan assessment terlebih dahulu oleh dokter umum sehari sebelum masuk rumah sakit.

    Untuk informasi lebih lanjut, Sahabat Siloam dapat menghubungi Siloam Hospitals Bekasi Timur, dengan nomor hotline: 021-80611-900, pendaftaran rawat jalan: 0811-9276-658, emergency call & ambulance 24 hours: 1-500-911.[]

  • Penjelasan Soal Komorbid dan Risikonya Bila Terpapar Covid

    Jakarta – Komorbid, disebut bisa memperparah infeksi virus bahkan menyebabkan kematian. Komorbid itu sendiri adalah penyakit bawaan tertentu atau penyerta yang diderita seseorang ketika ia terserang penyakit lainnya.

    Artinya, orang tersebut telah memiliki suatu penyakit terlebih dahulu dan kondisinya diperparah dengan kehadiran penyakit lainnya. Pasien dengan komorbid, berisiko mengalami hambatan dalam proses penyembuhan ketika terserang penyakit lainnya. Ini kerap kali menimbulkan komplikasi serius yang salah satunya berujung kematian. 

    Contohnya, ketika seseorang yang memiliki penyakit diabetes maka ia akan berpotensi mengalami gejala serius bila terinfeksi Covid-19. Penyakit diabetes inilah yang disebut sebagai komorbid.

    Selain diabetes, penyakit lain yang dikategorikan sebagai comorbid di antaranya penyakit jantung, stroke, hipertensi (tekanan darah tinggi), asma, penyakit auto-imun seperti Lupus (SLE), penyakit ginjal, tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), tumor/kanker dan penyakit terkait geriatri (masalah kesehatan yang sering terjadi pada orang lanjut usia akibat proses penuaan)

    Secara lengkap jenis-jenis komorbid ada di dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 413 tahun 2020 dan Kepmenkes nomor 446 tahun 2020. 

    Dikutip dari laman covid19.go.id, Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, penyakit ginjal memiliki risiko kematian 13,7 kali lebih besar dibanding pasien yang tidak memiliki penyakit tersebut.

    Kemudian, Penderita penyakit jantung, memiliki risiko 9 kali lebih besar dibandingkan yang tidak memiliki. Lalu komorbid diabetes mellitus memiliki risiko kematian 8,3 kali lebih besar, hipertensi 6 kali lebih besar, dan penyakit imun memiliki risiko 6 kali lebih besar.

    Mereka yang memiliki penyakit komorbid lebih dari satu, berisiko 6,5 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi Covid-19. Lalu pasien yang memiliki 2 penyakit komorbid, berisiko 15 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi Covid-19 dan yang memiliki lebih atau sama dengan 3 penyakit komorbid berisiko 29 kali lipat lebih tinggi meninggal saat terinfeksi Covid-19. []