Tag: Kinder Joy

  • Pihak Berwenang Izinkan Pabrik Kinder di Belgia Dibuka Kembali

    Jakarta | Badan keamanan kesehatan pangan AFSCA Belgia memberikan izin bersyarat kepada Ferrero untuk pabrik produksinya di Arlon, dengan syarat setelah dilakukan pembersihan. Sebelumnya, pabrik tersebut menjadi pusat kontaminasi Salmonella pada cokelat Kinder yang dijual di Eropa.

    Disebutkan bahwa izin diberikan selama tiga bulan, di mana semua produk akan dianalisis sebelum didistribusikan dan dijual.

    Melansir AFP, Ferrero terpaksa menarik lebih dari 3.000 ton produk Kinder senilai puluhan juta euro, setelah kasus Salmonella dilacak ke cokelat Kinder yang dibuat di pabriknya di Arlon.

    AFSCA memerintahkan pabrik ditutup pada awal April, tepat sebelum periode Paskah yang biasanya menjadi momen produk Kinder laris manis dan terjual habis dari rak supermarket.

    Hampir 400 kasus Salmonella akhirnya terdeteksi di seluruh Uni Eropa (UE) dan Inggris, banyak di antaranya pada anak-anak. Memang tidak ada laporan kematian, namun gejala kontaminasi Salmonella dapat mencakup diare parah dan muntah yang sangat berbahaya bagi anak di bawah 10 tahun.

    Ferrero yang merupakan raksasa penganan Italia, juga membuat penyebaran cokelat Nutella di situs lain. Ferrero mengatakan telah memulai proses pembukaan kembali pabrik Arlon dan mengharapkan produksi akan dimulai kembali dalam beberapa minggu.

    Ditegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan mendalam terhadap pabrik yang memiliki sekitar 1.000 pekerja itu, dan mengambil langkah-langkah agar pencemaran semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi. Ferrero mengatakan, kontaminasi kemungkinan berasal dari filter di tangki susu.

    “Kami benar-benar menyesal atas apa yang terjadi dan ingin meminta maaf sekali lagi kepada semua orang yang terkena dampak,” kata CEO Ferrero Lapo Civiletti.[]

  • Terkait Salmonella BPOM Setop Sementara Peredaran Kinder Joy, ini Bahayanya

    Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menghentikan sementara peredaran produk telur coklat jajanan anak-anak Kinder Joy di Indonesia, menyusul laporan kontaminasi bakteri salmonella dalam produk Kinder yang beredar di Inggris.

    Sebelumnya, produsen Coklat asal Italia, Ferrero, telah menarik produk Kinder dari pasar Inggris. selain itu, BPOM akan melakukan pengujian acak atau random sampling terhadap produk Kinder yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.

    Penghentian sementara produk Kinder Joy dilakukan, hingga diperoleh kepastian produk Kinder yang beredar di Indonesia terbebas dari dugaan pencemaran bakteri Salmonella.

    Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian seperti Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk-produk yang beredar di Indonesia, sama seperti beberapa produk cokelat Kinder yang di tarik di Inggris yakni diproduksi Ferrero.

    Tetapi, produk Kinder yang dijual di Indonesia diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD. BPOM juga menegaskan bahwa beberapa produk merek Kinder Surprise yang telah ditarik lebih dahulu dari peredarannya di sejumlah negara tidak ada di Indonesia.

    Dalam rilis resminya, BPOM menyebut produk Kinder yang terkontaminasi Salmonella memicu sederet dampak seperti diare, demam, hingga kram perut.

    “Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise,” tutur BPOM dalam keterangan, Senin (11/04/2022).

    Kinder, diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

    Bahaya Salmonella

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut. Gejala ini, biasanya berlangsung 6 jam sampai 6 hari setelah infeksi, dan berlangsung selama 4-7 hari.

    Orang yang terinfeksi Salmonella, pada beberapa kasus tidak mengalami gejala selama beberapa minggu, namun ada juga yang mengalami gejala hingga beberapa minggu.

    [irp]

    Beberapa kasus lainnya, infeksi Salmonella memicu infeksi pada urin, darah, tulang, sendi, atau sistem saraf, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

    Kebanyakan orang dengan diare akibat Salmonella sembuh total, meskipun kebiasaan buang air besar pada beberapa orang (frekuensi dan konsistensi buang air besar) mungkin tidak kembali normal selama beberapa bulan.

    [irp]

    Beberapa orang dengan infeksi Salmonella, juga bakal mengalami nyeri pada persendian mereka, yang disebut artritis reaktif, setelah infeksi berakhir.

    Artritis reaktif dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan sulit diobati. Beberapa orang dengan arthritis reaktif mengalami iritasi mata dan nyeri saat buang air kecil. []