Tag: Kerajaan Arab Saudi

  • Saudi Izinkan 1 Juta Peserta dalam Ibadah Haji Tahun Ini

    Jakarta | Arab Saudi akan mengizinkan hingga 1 juta orang bergabung dalam ibadah haji tahun ini. Angka itu meningkat signifikan untuk peserta dari luar kerajaan Saudi, setelah dua tahun pembatasan ketat Covid-19.

    Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyebutkan dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita SPA, bahwa jemaah haji ke Mekah tahun ini harus berusia di bawah 65 tahun dan sudah menerima vaksinasi Covid dosis penuh. Tahun ini, ibadah haji akan dilaksanakan dari 7 hingga 12 Juli.

    Peserta dari luar negeri akan diizinkan tahun ini, namun harus menunjukkan hasil negatif tes PCR Covid-19 baru-baru ini, dan tindakan pencegahan kesehatan juga akan diperhatikan.

    Tahun lalu, kerajaan Saudi membatasi haji tahunan, salah satu dari lima rukun Islam, menjadi 60.000 peserta domestik, dibandingkan dengan 2,5 juta peserta sebelum pandemi.

    Melansir Reuters, kunjungan ke situs-situs Islam di Mekah dan Madinah untuk haji selama seminggu, dan ziarah umrah sebelumnya menghasilkan pendapatan sekitar USD 12 miliar per tahun bagi kerajaan Saudi.[]

  • Arab Saudi Alihkan Saham Saudi Aramco Senilai USD 80 Miliar ke SWF

    peloporberita.com/ | Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan bahwa Arab Saudi telah mengalihkan kepemilikan 4% saham di Saudi Aramco ke dana investasi milik negara atau sovereign wealth fund (SWF). Nilai transaksi itu mencapai USD 80 miliar.

    Pengalihan saham ini pun akan membantu meningkatkan aset yang dikelola Public Investment Fund (PIF). Mengingat, aset PIF ditargetkan tumbuh menjadi sekitar 4 triliun riyal atau setara USD 1,07 triliun pada akhir 2025.

    “Saham tersebut akan meningkatkan posisi keuangan Public Investment Fund yang kuat dan peringkat kredit yang tinggi dalam jangka menengah,” kata Mohammed bin Salman dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters.

    Meski begitu, setelah proses pengalihan, Arab Saudi tetap menjadi pemegang saham terbesar di Saudi Aramco. Pasalnya, Arab Saudi tetap mempertahankan lebih dari 94% kepemilikan saham di perusahaan minyak itu.

    Di sisi lain, Saudi Aramco menyebutkan bahwa transfer itu adalah transaksi pribadi antara pemerintah dan lembaga pemerintah.

    Aksi ini juga disebut tidak akan mempengaruhi jumlah saham yang diterbitkan maupun operasional perusahaan, strategi dan kebijakan distribusi dividen atau kerangka tata kelola dari Saudi Aramco.

    Saudi Aramco adalah perusahaan minyak terbesar di dunia yang telah resmi melantai di bursa saham pada akhir 2019. Saat itu, Saudi Aramco berhasil mengumpulkan dana IPO hingga USD 29,4 miliar dan tercatat menjadi penawaran umum saham perdana terbesar di dunia. []

  • Arab Saudi Bangun Megaproyek Senilai USD 7 Triliun

    peloporberita.com/ | Arab Saudi tengah mengembangkan enam megaproyek dengan nilai investasi diperkirakan bisa mencapai USD 7 triliun, atau setara Rp 98.896 triliun (kurs Rp 14.128), hampir Rp 100.000 triliun, seperti dikutip dari Arab News, Jumat (15/10/2021).

    Melalui proyek ini, Kerajaan Arab Saudi berharap, investasi dan perekonomian negara dapat terdorong, dan juga bisa menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia.

    Baca juga: Arab Saudi Resmi Buka Pintu Umroh Bagi Indonesia

    Adapun enam proyek super raksasa itu adalah,
    1. Proyek Laut Merah
    Proyek Laut Merah bertujuan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin di dunia pariwisata. Kawasan Laut Merah memiliki luas 28.000 km persegi di pantai barat Kerajaan dengan pemandangan yang menakjubkan, menampilkan gunung berapi yang tidak aktif, gurun dan berbagai satwa liar.

    Proyek ini juga akan menekankan pelestarian lingkungan dan mendorong sumber energi terbarukan, sehingga akan ada larangan penggunaan plastik sekali pakai untuk mencapai zero waste to landfill.

    2. AMAALA
    AMAALA adalah proyek yang diklaim super merah di pantai Laut Merah Arab Saudi. Proyek ini akan menawarkan fasilitas dan layanan pengalaman mewah di berbagai bidang, seperti seni, budaya, mode, kesehatan dan layanan olahraga.

    3. Qiddiya
    Qiddiya direncanakan menjadi pusat hiburan, olahraga dan seni, yang ditargetkan selesai pada 2030. Proyek yang akan dibangun di dalamnya ada taman hiburan Six Flags yang akan berisi 28 wahana dan atraksi, termasuk arena balap motor hingga lapangan golf.

    4. Proyek Pengembangan Aseer
    Tempat-tempat wisata di puncak gunung Aseer akan mengubah provinsi ini menjadi tujuan wisata sepanjang tahun, memanfaatkan potensi wisata dari keragaman geografis dan alam, budaya dan warisannya.

    5. Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah
    Proyek Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah dibangun pertama kali pada 15 Juli 2021, sebagai infrastruktur penting dari kota budaya dan warisan. Proyek pertama dibangun di Jalan Lingkar Barat Riyadh.

    Proyek dengan investasi sekitar USD 50 miliar ini akan menampilkan sejumlah restoran dan hotel mewah, dengan semua struktur dibangun bergaya arsitektur tradisional Najdi.

    6. NEOM
    Proyek ini akan menampilkan desa-desa konstruksi sehingga akan menyerap hingga 30.000 pekerja, termasuk di kantor, gudang dan perusahaan jasa konstruksi. Saat ini, Pemerintah Arab Saudi masih mencari kontraktor dan investor untuk proyek ini.

    Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, perusahaan NEOM dan Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah juga sudah meluncurkan proyek bersama untuk membangun taman terumbu karang terbesar di dunia di Pulau Shushah di NEOM. []