Tag: Kapolri

  • Panglima TNI: TNI-Polri adalah Institusi Strategis Milik Rakyat Indonesia

    peloporberita.com/ | Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Jumat (22/10/2021). Dalam kunjungan kerja itu, mereka turut didampingi oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

    Dalam keterangan tertulis penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan langsung menuju Mako Brigif-20/IJK/3 Kostrad yang dilanjutkan dengan acara penanaman pohon.

    Baca juga: Kapolri: Sinergitas TNI-Polri akan Wujudkan Kekebalan Komunal

    Dalam kata sambutannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan bahwa TNI dan Polri adalah institusi strategis milik rakyat Indonesia. Ia juga menyatakan tugas TNI dan Polri sangat kompleks, mulai dari penugasan di daerah terpencil, pedalaman, perbatasan dan menghadapi terorisme.

    Tidak hanya itu, TNI dan Polri juga ditugaskan merawat masyarakat terpapar Covid-19, melaksanakan vaksinasi, mengajar masyarakat dan anak-anak di perbatasan. Itu semua berada di pundak prajurit TNI Polri. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia telah mempercayakan seluruh tugas itu pada pundak seluruh prajurit TNI Polri.

    Baca juga:  TNI Gagalkan Penyeludupan 5 Paket Ganja dari Papua Nugini

    Lebih lanjut, Panglima TNI juga mengapresiasi perhelatan akbar PON XX Papua yang telah berjalan dengan tertib, aman dan sukses. Hal ini menunjukkan bahwa prajurit TNI Polri telah melaksanakan tugasnya dengan baik. []

  • Kapolri: Sinergitas TNI-Polri akan Wujudkan Kekebalan Komunal

    peloporberita.com/ | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung kegiatan yang diselenggarakan oleh Akabri 1999 Peduli di Gedung Satya Haprabu Korps Brimob Polri, Depok, Rabu (20/10/2021).

    Kegiatan ini digelar serentak di 34 provinsi di Indonesia pada 06-20 Oktober 2021 dengan beberapa agenda, yaitu vaksinasi, bakti sosial, peluncuran program Desa 100 Persen Kekebalan Komunal dan Madrasah Presisi Raudatussibiyan, serta penyerahan bantuan dua unit mobil kepada Guru Madrasah Presisi Raudatussibiyan.

    Kapolri mengapresiasi alumni Akabri 1999 yang menggelar akselerasi vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19. Menurutnya, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut. “Saya sampaikan terima kasih Akabri 99 yang telah menunjukan kekompakkannya untuk bekrontribusi. Ini tradisi baik yang harus dilanjutkan,” kata Kapolri Listyo Sigit.

    Ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada jajaran TNI-Polri dan lapisan masyarakat lainnya untuk terus membantu pemerintah dalam kelancaran program vaksinasi. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa mencakup 70 persen dari populasi, dengan target harian dua juta dosis per hari.

    Baca juga: Kapolri Minta Kapolda dan Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Pelanggar Aturan

    Kapolri pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, polri, relawan, pemda, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lainnya, lantaran target vaksin dua juta per hari telah terwujud. Namun, ia tetap meminta agar semua pihak terus berusaha maksimal dalam melakukan akselerasi vaksinasi.

    “Tentunya pencapaian dua juta satu hari dalam kurun waktu itu kurang lebih satu bulan ini ada empat kali. Tanggal 14 kemarin kita sudah masuk di angka 2.250.000. Jadi ini adalah keberhasilan kita semua. Ini tentunya harus kita lanjutkan target pencapaian karena memang harapan Pak Presiden, bagaimana kita mewujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat,” ujar Listyo Sigit.

    Dengan adanya progres tersebut, saat ini Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal pencapaian pengendalian laju pertumbuhan virus corona.

    Baca juga: ICPW Puji Kapolri Terbitkan TR Terkait Ketertiban Anggota

    Selain vaksinasi, Kapolri Listyo Sigit mengatakan, laju pertumbuhan virus corona dapat dicegah melalui dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Apalagi, saat ini pemerintah telah menurunkan level asesmen di beberapa wilayah Indonesia, yang tentunya akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat di sentra ekonomi hingga diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jika tidak diiringi dengan prokes yang kuat, maka potensi laju pertumbuhan Covid-19 bisa kembali meningkat.

    “Kuncinya adalah bagaimana akselerasi vaksinasi bisa kita laksanakan di akhir tahun untuk pencapaian target yang ada. Dan tentunya bagaimana menjaga masyarakat agar tetap laksanakan prokes,” tutur Kapolri. []

  • Kapolri Minta Kapolda dan Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Pelanggar Aturan

    peloporberita.com/ | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menindak tegas oknum anggota kepolisian. Kapolri menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres agar tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.

    “Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih,” kata Kapolri Listyo Sigit dalam arahannya melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

    Baca juga: ICPW Puji Kapolri Terbitkan TR Terkait Ketertiban Anggota

    Menurut Jenderal Pol Listyo Sigit, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Selain itu juga mencederai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja maksimal untuk masyarakat.

    “Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius,” ucap eks Kabareskrim Polri itu.

    Baca juga: Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar, Dicopot Setelah Surati Kapolri Listyo Sigit

    Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit mengapresiasi seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras menjaga nama baik institusi serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap perilaku oknum polisi tidak mengendurkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini.

    “Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat, dan yakini apa yang dilakukan di lapangan benar sesuai SOP. Namun, bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo. []

  • ICPW Puji Kapolri Terbitkan TR Terkait Ketertiban Anggota

    peloporberita.com/ – Indonesia Civilian Police Watch (ICPW) mengapresiasi Surat Telegram Rahasia (TR) yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Telegram bernomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 itu berisi pencegahan terhadap aksi kekerasan oleh anggota Kepolisian.

    “Ini bisa dijadikan role model. Kepemimpinan organisasi yang efektif, sigap. Ketika ada kesalahan cepat ditindak, tidak sibuk membela diri.”

    Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto menyebut, TR tersebut sebagai wujud sikap tanggap dan ksatria Kapolri yang mengakui adanya kekeliruan yang dilakukan jajarannya.

    “Ini kepemimpinan yang menjadi teladan bagi kita semua. Bahwa ketika ada masalah, cepat diselesaikan dan mengakui kesalahan. Tidak ngeles, berapologi, membela diri, apalagi sampai menyalahkan orang lain,” tutur Bambang berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa, 19 Oktober 2021.

    Menurut Bambang, yang dilakukan Kapolri patut dicontoh anggota dan pimpinan kepolisian lainnya, baik di tingkat terbawah hingga atas. Bahkan, harus ditiru oleh pimpinan institusi lainnya.

    “Ini bisa dijadikan role model. Kepemimpinan organisasi yang efektif, sigap. Ketika ada kesalahan cepat ditindak, tidak sibuk membela diri. Beri sanksi, bangun sistem pencegahan, lalu lakukan evaluasi,” ujarnya.

    Selain itu lanjut Bambang, 11 poin dalam TR Kapolri juga membuktikan bahwa program Presisi yang digagas Jenderal Sigit bukanlah isapan jempol belaka. Tetapi, Program tersebut merupakan terobosan yang nyata dirasakan perubahannya oleh masyarakat.

    “Jadi bukan jargon semata, tapi upaya atau niat baik Kapolri dalam melakukan pembenahan terhadap organisasi dan person-person di Polri,” tegasnya.

    Selanjutnya, ICPW berharap agar aksi kekerasan oknum Polri terhadap masyarakat ini menjadi yang pertama dan terakhir, terutama pasca terbitnya TR Kapolri. Sehingga, pada akhirnya Polri bisa semakin Presisi, benar-benar dipercaya serta dicintai masyarakat.

    “Masyarakat dan kita semua saya kira cinta Polri. Karena itu kritik-kritik konstruktif disampaikan. Orang kalau perhatian terhadap sesuatu kan artinya peduli, sayang. Semoga Polri di bawah Jenderal Sigit bisa semakin baik kinerja dan citranya di mata masyarakat,” pungkas Bambang. []

  • Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar, Dicopot Setelah Surati Kapolri Listyo Sigit

    peloporberita.com/ | Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Junior Tumilaar dicopot dari posisi sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka dan dipindah sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, setelah menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Aksinya itu dianggap perbuatan melawan hukum, yaitu pelanggaran Hukum Disiplin Militer dan pelanggaran Hukum Pidana Militer sesuai Pasal 126 KUHPM dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM.

    “Maka telah didapatkan adanya fakta-fakta dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Brigjen TNI JT [Junior Tumilaar],” ujar Komandan Pusat Polisi Militer AD Letjen TNI Chandra W Sukotjo, seperti dikutip dari laman resmi TNI AD.

    “Atas adanya indikasi pelanggaran Hukum Disiplin Militer dan pelanggaran Hukum Pidana Militer, maka Puspom AD akan melanjutkan proses hukum lebih lanjut terhadap Brigjen TNI JT,” katanya.

    Menurut Letjen Chandra, putusan ini diambil setelah pihak Puspom AD melakukan klarifikasi terhadap Brigjen Junior Tumilaar sejak 23 September hingga 24 September 2021.

    Baca juga: Profil Napoleon Bonaparte yang Diduga Menganiaya Muhammad Kece

    Sebelumnya, Brigjen Junior Tumilaar menyurati Kapolri Listyo Sigit terkait permasalahan sengketa tanah di Sulawesi Utara.

    Saat itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) berusaha membantu warga bernama Ari Tahiru (67), yang meminta bantuan karena sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan dan ditahan polisi sekitar 15 hari. Namun, Babinsa tersebut justru dipanggil oleh kepolisian setempat dan juga sempat didatangi oleh Brimob Polda Sulut saat sedang bertugas.

    Dalam surat tersebut, Brigjen Junior meminta agar Babinsa Winangun Atas tidak perlu diperiksa di Polresta Manado karena mendampingi Ari Tahiru. Pasalnya, menurut Brigjen Junior, para Babinsa adalah bagian dari sistem pertahanan negara di darat. Mereka dididik untuk tidak menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

    Ia juga menyebutkan dalam suratnya kepada Kapolri Listyo Sigit, bahwa ada rakyat bernama Ari Tahiru, rakyat miskin dan buta huruf berumur 67 tahun yang ditangkap dan ditahan karena laporan PT Ciputra Internasional.

    Ari Tahiru disebutkan pemilik tanah warisan yang dirampas atau diduduki perusahaan itu. Surat Brigjen Junior juga menyebut bahwa perumahan itu beberapa penghuninya ada anggota Polri.

    Dalam surat itu juga disebutkan bahwa Brigjen Junior sudah mendatangi Polda Sulawesi Utara dan sudah berkomunikasi melalui jalur Forkompimda, tapi tidak direspon.

    Baca juga: Profil Lodewijk Paulus, Mantan Danjen Kopassus Pengganti Azis Syamsuddin

    Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar

    Pria kelahiran 3 April 1964 ini adalah lulusan Akmil tahun 1988.

    Dikutip dari website Kodam XIII Merdeka, Brigjen TNI Junior Tumilaar sebelumnya adalah Inspektur Kodam XIII Merdeka. Namanya tertulis di jajaran pejabat Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah tersebut. Ia mengemban jabatan itu sejak 2020.

    Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Dirziad. Berikut riwayat jabatan Brigjen TNI Junior Tumilaar, Dosen Utama Seskoad; Staf Ahli Pangdam I/BB bidang Ilpengtek & LH (2016-2017); Pamen Ahli Gol. IV Ditziad Bid. Nubika (2017); Staf Khusus Dirziad; Irdam XIII/Merdeka (2020-Oktober 2021); Staf Khusus KSAD (sekarang). []

  • Alasan Polisi Rekrut Novel Baswedan dkk

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono  mengungkapkan, rekam jejak Novel Baswedan yang tidak perlu diragukan lagi serta kesamaan visi dalam pemberantasan korupsi menjadi alasan Korps Bhayangkara ingin merekrut 57 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

    “Rasanya itu antara KPK dengan Kepolisian itu tidak bisa terpisahkan.”

    “Melihat bahwa rekam jejak dari teman-teman pegawai KPK ini, itu mempunyai visi yang sama yaitu untuk pemberantasan korupsi. Dan untuk rekam jejaknya tidak perlu dikhawatirkan, tidak perlu diragukan. Itu sudah sama-sama nyata dilakukan,” tutur Argo Yuwono Jumat, 1 Oktober 2021.

    Argo menjelaskan, 57 mantan pegawai KPK itu berpeluang menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan hal ini merupakan keinginan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Proses perekrutan ini, merupakan hal serius yang tengah digodok oleh Polri bersama dengan sejumlah Kementerian/Lembaga lain terkait.

    “Bapak Kapolri membuat surat seperti itu karena melihat, kebutuhan organisasi Polri nanti khususnya akan dikembangkan. Tentunya perlu ada suatu sumber daya manusia,” ungkap Argo.

    Nantinya mantan pegawai KPK akan dapat ditempatkan dalam sejumlah penugasan-penugasan antikorupsi. Seperti melakukan pendampingan pengadaan barang dan jasa, ataupun pemantauan dan pendampingan terhadap anggaran penanggulangan Covid-19.

    Perekrutan ini juga merupakan suatu niat baik yang dilakukan oleh institusi pasca pemecatan para pegawai tersebut.

    “Rasanya itu antara KPK dengan Kepolisian itu tidak bisa terpisahkan,” tandasnya. []

  • Kapolri Ingin Pos Penyekatan Kabupaten dan Kota Dioptimalkan Melalui Rapat Bersama Forkompimda Babel

    www.pelopor.ID, Jakarta – Dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rapat evaluasi penanganan dan pengendalian Covid-19 bersama Forkompimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (14/8/2021).

    Dalam satu bulan terakhir, terjadi kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Belitung. Hal tersebut disebabkan karena tingginya mobilitas masyarakat di berbagai sektor karena menganggap dengan berakhirnya PPKM Darurat maka PPKM telah selesai dan tidak adanya kegiatan penyekatan di dalam kota, antar kota dan Provinsi.

    “Hal ini mengakibatkan mobilitas masyarakat menuju dan keluar Babel meningkat dalam satu bulan terakhir. Padahal masih ada PPKM Level untuk kebijakan selanjutnya,” kata Kapolri dalam arahannya ke Forkompimda Babel.

    Oleh karena itu, Kapolri meminta agar Forkompimda kembali mengoptimalkan pos penyekatan di titik-titik perbatasan antar Kecamatan, Kabupaten dan Kota hingga antar Provinsi. Tidak hanya itu, operasi yustisi di tempat keramaian maupun di sentra ekonomi yang dilakukan pelonggaran juga perlu ditingkatkan.

    “Untuk mengurangi mobilitas potensi penularan,” tandasnya.

    Hal tersebut, kata Kapolri, juga harus diiring dengan sosialisasi masif kepada masyarakat terhadap protokol kesehatan dan kebijakan PPKM yang sedang dijalankan.

    Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, bahwa semua itu merupakan ikhtiar selain melawan virus corona juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tingkat Nasional yang sudah tumbuh 7,07 persen, sementara di Provinsi Kepulauan Babel sendiri tumbuh 6,85 persen.

    “Modal dasarnya, tekan kasus Covid dengan strategi pengendalian yang memperhatikan keseimbangan antara penyekatan (mengurangi mobilitas) dan pelonggaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbau mantan Kabareskrim Polri ini.

    Disisi lain, Kapolri meminta agar Forkompimda aktif menyampaikan kepada masyarakat yang memilih melakukan isolasi mandiri agar bergeser ke tempat isolasi terpadu atau isoter yang telah disiapkan. Hal tersebut penting, karena di isoter telah disiapkan segala fasilitas termasuk tenaga kesehatan yang baik.

    “Isoter yang sudah disiapkan tentunya punya tenaga kesehatan cukup dan pengawasan perawatan yang lebih baik dibandingkan isoman. ini harus dilaksanakan sehingga masyarakat yang dirawat bisa betul-betul sembuh dan resiko penularan akibat isoman yang tidak terdeteksi bisa dihindari,” pinta Kapolri.

    Terhadap kebutuhan oksigen dan obat-obatan, Kapolri mengatakan ia bersama Panglima TNI telah menyampaikan kepada pemerintah untuk bisa ditambah dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Babel.

    “Juga terkait bansos dari pusat, daerah dan TNI-Polri harus juga betul-betul sampai kepada masyarakat yang terdampak agar semua berjalan dengan baik,” demikian Kapolri. (TK/*)

  • Gebrak Vaksinasi dan Pemberian Baksos Presisi 30 tahun Pengabdian Alumni Akpol 91

    www.pelopor.ID, Jakarta – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 91 bersama Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggelar vaksinasi dan bakti sosial berupa pembagian sembako

    Kegiatan bertajuk ‘Gebrak Vaksinasi dan Pemberian Baksos Presisi 30 tahun Pengabdian Alumni Akpol 91’ tersebut, menyasar ratusan masyarakat di Mapolresta Bandara Soetta, dikutip sabtu (31/7/2021).

    Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Edwin Hatorangan Hariandja menyatakan, kegiatan vaksinasi massal tersebut dalam rangka mempercepat vaksinasi kepada seluruh masyarakat.

    “Telah dilaksanakan vaksinasi kepada masyarakat di Mako Polresta Bandara Soetta sebanyak 176 orang. Sampai dengan hari ini jumlah masyarakat yang sudah divaksin berjumlah 7.959 orang,” ujar Edwin, di sela-sela kegiatan.

    Lebih jauh, Edwin kembali berpesan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing kendati telah divaksin atau sebaliknya.

    “Kamtibmas kondusif, masyarakat sehat, ekonomi bangkit. Pakai masker harga mati, tidak pakai masker bisa mati,” tandas Edwin, seraya bercerita bahwa suasana kamtibmas di Bandara Soetta sampai saat ini aman dan kondusif.

    Sementara, salah satu warga yang mengikuti vaksinasi serta mendapatkan paket sembako dalam kegiatan sosial itu menyampaikan apresiasi kepada alumni Akpol 91 dan Polresta Bandara Soetta. Menurutnya, hal itu sangat bermanfaat

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada alumni Akpol 91 dan Polresta Bandara Soetta. Semoga Polri semakin jaya dan semakin dicintai masyarakat,” tukasnya, seraya menunjukan bingkisan baksos yang ia dapatkan. (TK)

  • Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus

    www.pelopor.ID, Jakarta – Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kementerian Kesehatan RI meninjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres Jakarta Pusat bersama Kodim dan Pemda Jakarta Pusat.

    Rombongan meninjau tiga lokasi gerai di wilayah Polsek Sawah Besar, Tanah Abang, dan wilayah Gambir. Kapolri dan panglima juga menyerahkan bantuan kepada warga, Kami 22 Juli 2021.


    Rombongan Kapolri, Panglima, didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, tiba di Gang Antasia, Kelurahaan Mangga Dua Selatan, Kecamataan Sawah Besar, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.00 WIB.

    “Kita apresiasi kegiatan ini, yang betul betul menyentuh masyarakat, yang memang sedang sulit dimasa pandemi ini,” tutur Panglima TNI Marsekal Hadi, diamini Kapolri.

    Menurut Panglima, kunjungan dirinya bersama Kapolri dan rombongan adalah dalam rangka memastikan bahwa vaksinasi berjalan, dan bantuan sembako sampai kepada masyarakat yang terdampak masa pandemi. “Vaksinasi dan pembagian sembako dengan strategi memetakan wilayah deng prentase yang masih rendah. Kita lakukan jeput bola, terutama daerah daerah slum, pinggiran, dan yang sulit di jangkau,” kata Panglima.


    Senada dengan Panglima, Kapolri mengatakan beberapa pekan ini angka varian covid 19 masih tinggi. Dan kegiatan gerai vaksin keliling Polres Metro Jakarta Pusat adalah bagian dari program TNI dan Polri untuk mempercepat peningkatan inumitas ibukota. “Strategi akselarasi kegiatan vaksinasi, dengaq tiga program, mulai vaksin massal, geral Vaksin, hingga Gerai Keliling seperti yang saat ini,” kata Sigit.

    Sigit berharap target Jakarta dengan mayoritas imuniti segera tercapai. “Target 70 persen penduduk di vaksin sebelum 17 Agustus semoga tercapai. Untuk bantuan sosial yang disalurkan untuk meringankan yang terdampak mudah mudahan dapat meringankan. Masyarakat jangan kuatir, pemerintah pasti peduli,” kata Kapolri, Kepada wartawan usai peninjauan.


    Di Sawah Besar Kapolri dan Panglima beserta rombongan, juga sempat mendapat penjelasan dari Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Damdim 0501 Kol Inf Luqman, dan Walikota Jakarta Pusat. “Kegiatan vaksinasi di daerah slum area akan kita tingkatkan. Karena masih banyak warga di daerah pinggiran itu yang belum mendapat vaksin,” ucap Hengki Haryadi.

    Rombongan kemudian melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi dan membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Hadir Wakapolres AKBP Prasetyo, Kabag Osp AKBP Guntur, Kapolsek Sawah Besar AKP Alan Maulana, dam para pejabat Polres, dan Kodim 0501. “Di lokasi ini ada 41 persen yang belum divaksin. Kita datang kemudian kita jemput bola agar target vaksinasi di bulan Agustus bisa tercapai,” ujar Hengki.

    Total ada 300 orang divaksin di lokasi hari ini. Warga di slum area lain yang belum divaksin pun akan didatangi oleh petugas.

    “Untuk vaksin keliling efektif karena selama ini ada kendalanya mereka tidak mau datang ke gerai vaksin yang sifatnya statis.

    Karena mereka kurang familiar dengan pendaftaran online dan nggak punya ongkos. Termasuk soal warga yang tidak punya KTP, maka di gerai ada pihak Kecamatan untuk membantu perekaman KTP,”ungkap Hengky.

    Usai menerima penjelasan singkat itu, Kapolri dan Panglima dam rombongan melanjutkan ke lokasi kedua di wilayah Duri Pulo, Kelurahan Mangga Dua Srlatan, Kecamatan Gambir, dan Rusun Petamburan, Tanah Abang.

    Di Kelurahan Mangga Dua Selatan, Rombongan mendapat penjelasan dari Kepala Puskesmas Kecamatan Gambir dokter Ratna Sari serta jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir.
    Kapolri bersama Panglima TNI dan Kepala BNPB mengunjungi 9 tenda vaksinasi pada gerai ini. Kapolri dan Panglima sempat berbincang bincang kepada Kapuskesmas Gambir dan Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta.

    Dokter Ratna mengatakan, serbuan vaksinasi ini merupakan upaya dari TNI-Polri dan juga pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah untuk mencapai Herd Immunity.

    “Harapannya semoga vaksinasi terus berjalan, warga diawasi terus untuk menjalani dosis satu dan dosis dua sampai habis di usia di atas 12 tahun tervaksinasi semua,” kata Ratna.

    Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta mengatakan, maksud dan tujuan dari Kapolri, Panglima TNI hingga Kepala BNPB meninjau gerai vaksin ini untuk melihat langsung percepatan vaksinasi. “Ya intinya dari beliau mau melihat secara langsung dari pada kegiatan percepatan vaksin yang sudah dilaksanakan oleh tni-polri maupun tiga pilar khususnya jakarta pusat,” tegas Budi.

    (TK/Red)

  • Kapolri Ingin Kampung Tangguh Narkoba Ada di Seluruh Indonesia

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memerintahkan seluruh Kapolda untuk membentuk Kampung Tangguh Narkoba di seluruh Indonesia.

    “Saya minta untuk Kampung Tangguh Narkoba diciptakan di seluruh Indonesia untuk menekan peredaran narkoba,” tutur Kapolri berdasarkan keterangan resmi Senin, 14 Juni 2021.

    Kapolri menjelaskan, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk oleh jajaran Kepolisian dengan menggandeng Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta stekholder terkait. Kapolri berharap setiap Kampung Tangguh Narkoba memiliki daya cegah dan daya tangkal terhadap ancaman narkoba.

    Berantas Peredaran Narkoba di Indonesia, Kapolri Instruksikan Polda Jajaran Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

    “Terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan sehingga kemudian kita bisa tangkap, dengan harapan itu maka kita memiliki daya cegah dan daya tangkal,” ungkapnya.

    Kapolri juga menyerukan kepada anggota untuk perang melawan narkoba dan menuntaskan permasalahan narkoba dari mulai hulu sampai hilir. Mantan Kapolda Banten itu, menekankan perlunya membangun kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada seperti BNN, Bea Cukai dan Ditjen PAS.

    Saya minta untuk Kampung Tangguh Narkoba diciptakan di seluruh Indonesia untuk menekan peredaran narkoba.

    “Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kita bisa bekerja maksimal dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Narkoba adalah ancaman kita bersama. Maka kita harus melenyapkan narkoba dari Indonesia. Ini butuh kerja keras serta kerjasama dari seluruh elemen, stakeholder dan masyarakat,” tanda Kapolri. []