Tag: Kapolda Metro Jaya

  • Keterangan Kapolda Metro Jaya Soal Standar Khusus Street Race Ancol

    peloporberita.com/ – Polda Metro Jaya resmi menggelar ajang balap jalanan atau street race di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/1/22). Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran menjelaskan, ajang balap jalanan ini berbeda dengan balapan lain lantaran memiliki standar khusus baik dari segi keamanan, keselamatan hingga kelayakan yang harus dipenuhi.

    “Karena balapan ini punya standar khusus yang harus dipatuhi sehingga jangan hanya bertransformasi nama saja tapi juga bertransformasi dari sisi syarat balapannya,” tutur Fadil Imran.

    Kapolda Metro Jaya menjelaskan, ajang Street Race ini tidak hanya dilaksanakan di kawasan Ancol saja melainkan juga bisa diwujudkan dan diselenggarakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

    “Banyak harapan, agar bukan hanya di Ancol yang dijadikan sebagai lokasi drag race atau road race. Tapi ini bisa mulai di galakan di seluruh Jakarta,” ungkap Jenderal Bintang dua ini.

    Ia berharap, dengan ajang Street Race tidak ada lagi balap jalanan yang menganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat DKI Jakarta.

    “Karena balapan sebelumnya tidak ada yang mewadahi, harapannya dengan ajang ini tidak ada lagi kata balap liar, yang ada transformasi balap jalanan. Ini juga bukan hanya seremonial tapi menjadi ikhtiar kita untuk bisa berkelanjutan,” tandasnya. []

  • Polda Metro Jaya Bakal Buat Taman Demokrasi, Fungsinya?

    peloporberita.com/ –  Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Mohammad Fadil Imran, bakal membangun tempat yang dinamakan Taman Demokrasi. Fungsinya, untuk mengurangi aksi unjuk rasa dan memfasilitasi para demonstran.

    “Di tahun 2022, Polda Metro Jaya akan menghadirkan Taman Demokrasi. Ini semua untuk meningkatkan indeks demokrasi di ibu kota,” tutur Fadil Imran saat acara rilis akhir tahun Polda Metro Jaya, Kamis (30/12/2021).

    “Jadi, mereka yang ingin melakukan unjuk rasa perlu mendapatkan tempat dan ruang. Kami akan FGD (Forum Group Discussion) dan siapkan ruang,” sambungnya.

    Mantan Kapolda Jawa Timur itu, juga membeberkan bahwa pihaknya telah memilih sejumlah lokasi untuk dijadikan Taman Demokrasi. Fadil Imran berharap, melalui Taman Demokrasi, dapat tercipta kondisi yang aman untuk warga Jakarta.

    “Ada beberapa titik yang disepakati, mereka yang mau unjuk rasa ya silakan disana. Di masa pandemi ini, semoga tercipta Jakarta yang damai, adem, serta bisa saling menhargai kebebasan berpendapat,” tegasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kapolda kemudian mengungkap terdapat 1.261 aksi demonstrasi yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Paling banyak terjadi pada bulan Maret 2021.

    “Isu yang turut menjadi sorotan ialah unjuk rasa, sebanyak 1.261 aksi terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Terendah di Juli, tertinggi di Maret. Karena Juli itu terjadi peningkatan Covid-19,” tandas Jenderal Bintang Dua tersebut. []

  • Polda Metro Jaya Petakan Lokasi Untuk Balapan Liar

    peloporberita.com/ | Polda Metro Jaya melakukan pemetaan terkait dengan lokasi yang menjadi arena balap bagi para pembalap liar. Kebijakan itu diambil sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang ingin merangkul pembalap liar agar melakukan balapan di tempat yang semestinya.

    “Banyak udah ya, salah satunya di Kemayoran, Ancol, ada di BSD, dan kemudian di PIK 2,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jumat (17/12/2021).

    Nantinya, pemetaan lokasi arena balap ini akan disesuaikan dengan jenis balapan dan luas arena yang dibutuhkan dalam gelaran balap tersebut. Untuk drag race misalnya, akan dicari lintasan lurus yang jaraknya paling tidak 600 meter. Dari jarak sepanjang itu, 400 meter untuk balapan dan 200 meter untuk jarak pengereman.

    “Tapi kalau ternyata road race, maka kita juga harus cari yang memang selama ini digunakan sebagai arena road race. Semua akan diputuskan dalam FGD,” kata Sambodo.

    Ia juga mengatakan bahwa Polda Metro Jaya tidak menutup kemungkinan balapan ini akan berkonsep seperti bazar, yang dilengkapi dengan pertunjukan dan kuliner.

    “Ini rencananya berkelanjutan, mungkin bisa racenya tiga bulan sekali. Jadi nanti pas race keempat itu finalnya. Tak menutup kemungkinan juga kita cetuskan satu tempat yang bisa digunakan tiap malam minggunya,” pungkasnya. []

    Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Balap Liar Tak Perlu Dimusuhi

  • Anggota Polsek Pulogadung Tolak Laporan Korban Perampokan, Kapolda Metro Jaya Naik Pitam

    peloporberita.com/ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, naik pitam dengan kelakuan salah satu anggota Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Aipda Rudi Panjaitan. Sebab, Aipda Rudi diketahui menolak laporan seorang korban perampokan. Menurut Fadil, kelakukan Aipda Rudi, telah melukai hati masyarakat.

    “Tadi malam kita dihebohkan lagi karena ada anggota polsek Pulogadung yang aneh-aneh. Masyarakat datang melapor bukannya dilayani tetapi yang terjadi justru menyakiti hati masyarakat,” tutur Fadil lewat Instagram @kapoldametrojaya, Selasa (14/12/2021).

    Untuk itu, Kapolda Metro Jaya meminta Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) dan Kabid Propam menertibkan anggota SPKT di Polsek hingga Polres. Ia juga mengimbau agar Provost segera melakukan sidang disiplin terhadap Aipda Rudi. Kapolda Metro Jaya, mengusulkan agar yang bersangkutan dimutasi di luar area Polda Metro Jaya.

    Baca juga : Warga Kota Magelang Ini Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasusnya Bikin Geleng Kepala

    “Saya minta ini yang Jakarta Timur segera provost lakukan sidang disiplin, tuntut dia untuk mutasi tour of area, keluar dari Polda Metro Jaya,” tegasnya.

    Fadil Imran menegaskan, tindakan seperti itu dilakukan lantaran dirinya sayang terhadap para anggota. Namun, jika para anggota tak sayang terhadap diri sendiri, dia bisa memperlakukan hal yang sama.

    “Saya sayang sama Anda tapi kalau Anda tidak sayang sama dirimu sendiri, saya akan perlakukan Anda seperti itu,” tandasnya.[]

  • Polisi Buru Pengibar Bendera Bintang Kejora di Cililitan

    peloporberita.com/ – Polda Metro Jaya menyatakan, akan menindak Tegas pelaku yang mengibarkan bendera bintang kejora dengan mengendarai sepeda motor. Hal tersebut, diduga terjadi di kawasan kantor BKN di Cililitan, Jakarta Timur. Saat ini, petugas kepolisian tengah mengidentifikasi dan memburu keberadaan pelaku dan motor yang digunakan.

    ”Ya akan ditindak,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, dikutip peloporberita.com/ Senin, (13/12/21).

    Endra Zulpan menjelaskan, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman peristiwa yang viral lewat video tersebut.

    ”Polres Jakarta Timur masih mendalami,” tegasnya.

    Sebelumnya beredar sebuah video berdurasi 32 detik memperlihatkan dua orang pengendara sepeda motor mengibarkan bendera bintang kejora yang lekat kaitannya dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) viral di media sosial.

    Dalam video itu, tampak dua orang pria berboncengan dengan sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm. []

  • Kapolda Metro Jaya: Balap Liar Tak Perlu Dimusuhi

    peloporberita.com/ | Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran berencana memfasilitasi pelaku balap liar yang sering beraksi di Jakarta. “Insyaallah saya akan buat program untuk menggandeng anak-anak muda yang biasa balapan di jalan,” ujar Kapolda Fadil Imran di Polda Metro Jaya.

    Nantinya, Polda Metro Jaya akan menyiapkan lokasi khusus untuk ajang balap ini. “Kita buat semacam sirkuit dengan event bulanan. Jadi tidak perlu dia malam-malam. Kalau perlu kita buat sirkuit malam atau siang. Ditlantas sedang memikirkan dimana lokasinya,” kata Fadil.

    Ia juga mengatakan bahwa pelaku balap liar tidak perlu dimusuhi, justru hobinya itu perlu disalurkan, namun tentunya di lokasi yang aman.

    Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya juga menghadirkan Mario Suryo Aji, pembalap muda asal Magetan, Jawa Timur. Mario adalah anak usah Fadil Imran, yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi anak-anak muda pelaku balap liar.

    “Dia adalah anak asuh saya lah. Saya rencana, anak-anak Jakarta yang sering balapan malam hari nanti, saya kasih contoh seperti Mario ini. Mario ini hobi balapan, kemudian direkrut oleh Honda AHM. Lalu sekarang Mario ikut di Moto GP 3 di Eropa,” ucap Fadil. []

    Baca juga: Polda Metro Jaya Perketat Pengawasan Jelang Libur Nataru

  • Polda Metro Jaya Perketat Pengawasan Jelang Libur Nataru

    peloporberita.com/ | Polda Metro Jaya terus mempersiapkan rencana pengamanan dan pembatasan mobilitas jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya adalah aparat di tingkat polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya diminta untuk meningkatkan patroli dan operasi di malam hari mencegah gangguan Kamtibmas.

    “Kami siagakan 300 perlengkapan ada K-9 di belakang, jadi kalau ada tawuran ada K-9 di belakang yang bisa menghalau. Kemudian ada mobil komando yang dilengkapi oleh peralatan teknologi kepolisian seperti tes kit narkoba, tes alkohol, alat untuk mengetahui identitas orang yang diamankan disitu. Mudah-mudahan jadi lebih bagus,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021).

    Kapolda juga meminta kepada seluruh jajarannya agar mengedepankan aspek pencegahan dibandingkan penindakan. Kemampuan persuasif petugas diperlukan dalam hal pencegahan, karena Polda Metro Jaya ingin mengembalikan patroli yang humanis, dialogis dan persuasif di tiap kegiatannya.

    “Jadi, pencegahan yang kami utamakan bukan penindakan. Buka berarti juga nunggu ada tawuran baru dia datang, bagaimana caranya kalau daerah itu sering tawuran, patroli ke sana, sambang, bicara, tatap muka ketemu sama tokoh. Kalau di situ ada kampung narkoba dia datang patroli, dia lihat rumah yang sering dipakai untuk transaksi narkoba. Lama-lama pasti akan bubar,” jelas Kapolda Fadil.

    Baca juga: Libur Nataru, Polri: Masyarakat yang Terpaksa Mudik Wajib Lapor dan Miliki SIKM

    Strategi lain yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam mengamankan libur Nataru adalah berkolaborasi dengan Kodam Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Barat dan Kodam Siliwangi.

    Mereka telah melakukan Rapat Koordinasi untuk membahas tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru yang berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

    “Rapat hari ini membahas mengenai pengamanan Natal dan Tahun Baru. Kita menyepakati melaksanakan Instruksi Pemerintah sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 terkait penerapan PPKM Level 3,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

    Zulpan juga mengatakan, penerapan PPKM Level 3 di wilayah hukum Polda Metro Jaya dimaksudkan untuk menekan angka kasus Covid-19 di Jakarta. “Penerapan PPKM Level 3 sesuai tanggal yang sudah ditetapkan pemerintah. Sasarannya nanti adalah tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, dan obyek wisata, sehingga masyarakat diharapkan mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga,” ucapnya.

    Pelaksanaan PPKM Level 3 ini sangat penting untuk mengurangi lonjakan kasus Covid-19 yang biasanya terjadi selama libur panjang, berkaca pada lonjakan kasus Juli lalu. []

  • Kapolda Metro Jaya akan Bentuk Dream Team untuk Antisipasi Kejahatan Malam Hari

    peloporberita.com/ –  Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, berencana untuk membentuk dream team yang bertugas di malam hari guna menjamin keamanan masyarakat. Langkah ini, untuk menanggapi masukan dari media sosial terkait tindak kejahatan di malam hari.

    “Saya berencana akan membuat sebuah dream team yang akan melahirkan hero’s baru untuk mengawal masyarakat supaya istirahatnya tenang,” tuturnya di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu, 31 Oktober 2021.

    Baca juga :

    Irjen Pol. Fadil Imran menyebut, jajarannya yang masuk dalam dream team akan mendapatkan pelatihan dalam beberapa aspek, salah satunya dengan memperdalam pemahaman tentang tindak kejahatan.

    “Saya berencana akan membuat sebuah dream team yang akan melahirkan hero’s baru untuk mengawal masyarakat supaya istirahatnya tenang.”

    “Kemampuannya saya latih, kemampuan mengemudi, kemampuan pengetahuan tentang HAM dan tentang komunikasi, kemampuan dan pemahaman tentang kejahatan serta bagaimana transformasi Polri yang diharapkan pimpinan, dan semuanya nanti kita seragamkan, quality controlnya kita bangun bersama,” tandas Kapolda. []

  • Istrinya Disetubuhi Ahli Pengobatan Alternatif, Suami Sewa Pembunuh Bayaran

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa penembakan terhadap seorang ahli pengobatan alternatif di Jalan Gempol Tangerang bermotifkan dendam pribadi lantaran istri Pelaku disetubuhi. Sebelumnya diketahui, Warwan alias Alex, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya dan meninggal saat berusaha dibawa ke rumah sakit.

    “Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar tahun 2010 yang lalu, pada saat itu istri tersangka M ini berobat kepada korban, masang susuk pada saat itu. Tetapi, yang terjadi adalah korban disetubuhi.”

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui motifnya adalah dendam pribadi terhadap korban. Sedangkan tersangkanya ada 4 orang.

    “Saya sudah sampaikan kemarin bahwa korban ini memang bekerja sudah bekerja sekitar 20 tahun sebagai paranormal, sering mengobati orang,” tutur Yusri kepada wartawan, Selasa, 28 September 2021.

    “Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar tahun 2010 yang lalu, pada saat itu istri tersangka M ini berobat kepada korban, masang susuk pada saat itu. Tetapi, yang terjadi adalah korban disetubuhi,” sambungnya.

    Polisi mengetahui hal ini, dari SMS yang sempat bocor kepada tersangka M di tahun 2010. Namun kala itu, istri tersangka tidak mau mengaku. Barulah saat keduanya menunaikan haji, sang istri ini mengakui kejadian tersebut.

    “Pada 2010 pada saat dia berobat ke sana, kemudian dengan rayuan-rayuannya terjadi di rumahnya dan si korban ini, kemudian juga berpindah kepada salah satu hotel yang ada di Tangerang,” ungkap Kombes Yusri berdasarkan pengakuan tersangka M.

    Inilah yang membuat M dendam dan ingin menghabisi si korban, ditambah lagi ada cerita bahwa istri kakak kandungnya meninggal dunia, juga korban yang sama. Hal tersebut kemudian menimbulkan dendam sehingga tersangka mengatur untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan, pihaknya pertama kali mengamankan M, seorang pengusaha angkutan daerah Banten yang merupakan menginsiator dalam kejadian tersebut.

    “Dia yang menginisiasi, dia aktor intelektualnya. Hari Kamis yang lalu kita amankan yang bersangkutan di daerah Serang, Banten, pada saat yang bersangkutan di rumah makan,” sebutnya.

    Kemudian, kemarin tanggal 27 polisi berhasil mengamankan lagi dua orang tersangka. yakni K, eksekutornya yang melakukan penembakan terhadap korban. Kemudian di tempat yang sama di daerah Serang, turut diamankan S yang berperan sebagai Joki.

    “Jadi eksekutornya adalah K, pada saat itu melihat korban, mendatangi korban dengan jarak dua meter melakukan penembakan, setelah itu melarikan diri ditunggu dengan saudara S yang menunggu dengan roda dua yang kita lihat ini, kemudian melarikan diri,” jelas Yusri.

    “Jadi tiga orang tersangka yang sudah kita amankan, yang pertama M sebagai inisiator, kemudian K sebagai eksekutornya yang melakukan penembakan dan S ini adalah joki atau pilotnya yang menunggu pada saat K selesai melakukan eksekusi kemudian melarikan bersama-sama dengan S. Nah tiga orang ini yang kita amankan,” lanjutnya.

    Sedangkan satu orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial Y. Dialah penghubung tersangka M dalam mencari eksekutor. Adapun bayaran yang dikeluarkannya sekitar Rp60 juta, dimana Rp50 juta untuk eksekutor dan Rp10 juta untuk Y yang sekarang DPO.

    “Kami kasih waktu 3×24 jam untuk segera menyerahkan diri kepada PMJ atau polres Tangkot, kami sudah tahu identitasnya, tim masih bergerak di lapangan, kami akan tindak tegas. Ini inisial Y yang DPO. jadi 4 pelakunya,” tandas Yusri.

    Kepada para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338. []

  • Vaksinasi Merdeka yang Diinisiasi Kapolda Metro Jaya Cakup 900 Titik di RW Se-DKI

    www.pelopor.ID, Jakarta – Program Vaksinasi Merdeka yang diluncurkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Menteri Kesehatan RI, berlangsung selama 17 hari penuh.

    Dimulai sejak 1 Agustus hingga 17 Agustus 2021, Vaksinasi Merdeka dibuka dari pukul 08.00-14.00 WIB setiap harinya dan terbuka bagi siapapun untuk divaksin.

    “Vaksinasi Merdeka yang di-inisiasi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Fadil Imran tersebut mencangkup pendirian 900 titik di RW se-DKI Jakarta”

    “Program Vaksinasi Merdeka merupakan sebuah model kolabor-Aksi dari kedermawanan, kerelawanan dan kepemimpinan (3T). Dimana seluruh elemen masyarakat dengan kemampuan, keinginan dan kompetensi masing-masing terjun untuk mendermakan diri dan materi demi memastikan lebih banyak warga DKI yang tervaksinasi” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus.

    “Vaksinasi Merdeka dalam waktu tiga hari berhasil mengumpulkan hampir 30 ribu relawan secara organik melalui teknologi digital, dimana pada tahap pertama diturunkan 4500 relawan untuk bertugas di se-antero Jakarta”  sambungnya

    “Dengan konsep desentralisasi, yang mendekatkan gerai vaksin ke rumah-rumah warga, program ini berhasil memvaksinasi 1 juta warga dalam waktu 10 hari. Ini dimungkinkan terjadi karena seluruh elemen masyarakat seperti tenaga kesehatan, mahasiswa, pemerintah daerah, TNI, pengusaha hingga supporter bola turut serta. Orkestrasi People-Public-Private Partnership-lah yang menjadi kekuatannya,” tambah Herukoco, Irwasda, Kasatgas Polda Metro Jaya.

    “Program Vaksinasi Merdeka inisiatif Bang Fadil ini, dapat menjadi modal sosial bagi daerah lain untuk bisa memfotokopi program yang berangkat dari semangat gotong royong. Kalau 10 hari bisa mencapai 1 juta orang, maka kalau ingin memvaksinasi 10 juta warga, berarti cukup hanya dalam waktu 3 bulan. Saya sudah pernah berhadapan dengan panggilan ajal, semoga dengan praktik sistematis dan terukur ini, Indonesia bisa lebih cepat terbebas dari pandemi,” ungkap Devie Rahmawati, penyintas Covid – 19.

    “Desentralisasi di gerai-gerai vaksin dibuka di tingkat RW, sukses mengurangi risiko antrian serta memberikan aksesibilitas yang mudah karena mendekatkan titik vaksinasi ke pemukiman warga. Hal ini mengatasi keengganan warga untuk vaksin dengan alasan tidak memiliki ongkos transportasi dan konsumsi untuk mencapai gerai,” tutup Devie Rahmawati, yang juga perwakilan mitra dan relawan, program Vaksinasi Merdeka. (TK/*)