Tag: Kanker

  • Mississippi Legalkan Penggunaan Ganja untuk Medis

    peloporberita.com/ | Mississippi telah melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis, seperti pada pasien dengan kondisi yang lemah. Undang-undang (UU) legalisasi ganja resmi berlaku setelah Gubernur Mississippi Tate Reeves menandatanganinya.

    Dengan demikian, Mississippi menjadi negara bagian ke-37 di Amerika Serikat (AS) yang mengizinkan konsumsi tanaman tersebut untuk medis.

    "Tidak ada keraguan bahwa individu di negara bagian kami yang sedang sakit bisa menjadi lebih baik jika mereka mengkonsumsi ganja yang diresepkan secara medis," kata Reeves dalam sebuah pernyataan yang peloporberita.com/ kutip dari akun Twitternya.

    Dalam tiga tahun terakhir, legalisasi ganja di Mississippi memang terus menjadi sorotan. Sebelumnya pada November 2020, RUU legalisasi ganja pernah diajukan dan disetujui oleh legislatif daerah, namun ditolak oleh Mahkamah Agung Mississippi.

    Dengan adanya UU Mississippi yang baru ini,  maka penderita kanker, penyakit Parkinson, penyakit Huntington, AIDS, penyakit Crohn, autisme dan sejumlah penyakit lainnya memenuhi syarat untuk membeli ganja medis.

    Sebelum membeli ganja, pasien harus memiliki sertifikasi dari praktisi medis yang memenuhi syarat setelah pemeriksaan langsung, dan mendapatkan kartu identitas registrasi dari Departemen Kesehatan Mississippi.

    Aturan ini juga melarang diskriminasi terhadap pemegang kartu izin konsumsi ganja dari sekolah, tuan tanah dan majikan. Selain itu, ada batasan yang dapat ditegakkan oleh fasilitas seperti rumah sakit dan panti jompo.

    Menurut aturan tersebut, sekolah dan fasilitas penitipan anak pun harus diizinkan memberikan ganja medis dengan cara yang sama seperti dengan resep medis. []

  • Profil Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang Didiagnosis Kanker Prostat

    peloporberita.com/ | Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didiagnosis kanker prostat stadium awal, berdasarkan sejumlah hasil pemeriksaan. “Sesuai dengan diagnosa dari tim dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer),” ujar staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, dalam keterangannya pada Selasa (02/11/2021).

    SBY pun segera menjalani medical check-up dan perawatan di Amerika Serikat (AS), dengan didampingi oleh keluarganya. “Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan tim dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat,” kata Ossy.

    SBY juga sudah menelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk rencana berobat ke luar negeri. “Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri,” ucap Ossy.

    Menurut Ossy, Jokowi pun memberi respons baik dan menyampaikan akan ada dua dokter yang mendampingi pengobatan SBY.

    Baca juga: Profil Moeldoko dan Kronologi Kisruh Partai Demokrat

    Profil Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

    Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menjabat sebagai Presiden RI selama 2 periode, yaitu 2004-2014. Para periode pertama, ia berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), kemudian pada periode kedua, berpasangan dengan Boediono. SBY juga menjadi presiden pertama Indonesia yang terpilih melalui proses pemilihan langsung oleh rakyat.

    Pria kelahiran Desa Tremas, Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Selama masa kecilnya, ia akrab dipanggil “Sus”. Ayah SBY adalah seorang pensiunan militer, dengan pangkat terakhir Letnan Satu, sedangkan ibunya merupakan seorang putri dari pendiri Pondok Pesantren Tremas di Pacitan.

    SBY menghabiskan masa kecilnya hingga remaja di Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan. Kemudian setelah tamat dari SMA Negeri 1 Pacitan, ia pun menjalani masa pendidikan militer dengan menjadi taruna di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan berhasil menjadi lulusan terbaik pada 1973. Berdasarkan keterangan di laman TNI, SBY melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat mulai dari 1976-1983.

    Selain di bidang militer, SBY juga menempuh pendidikan tinggi dan memperoleh gelar Master of Art dari Management Webster University Missouri, AS. Kemudian ia meraih gelar doktor dari Universitas Keio, Jepang, pada tahun 2006.

    Baca juga: Profil Prabowo Subianto yang Dikabarkan Akan Maju Pilpres 2024

    SBY mulai memasuki dunia politik dengan menjadi Menteri Pertambangan dan Energi pada era pemerintahan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Tak lama kemudian, Gus Dur meminta SBY menjadi Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan. Kemudian pada era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, SBY ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan pada 2001, dan mengundurkan diri pada 11 Maret 2004.

    Mengenai kehidupan pribadi, SBY menikahi Kristiani Herawati pada 30 Juli 1976, putri dari Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Siti Sunarti Sri Hadiyah. Kemudian, mereka dikaruniai dua putra yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang sama-sama terjun ke dunia politik. Saat ini, AHY menjabat Ketua Umum Partai Demokrat dan Ibas mendampinginya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

    Dalam kegiatan sehari-hari, SBY biasa mengisi waktu dengan menjalankan sejumlah hobinya, antara lain melukis, membaca, menulis, berolahraga dan membina klub bola voli Lavani. Lavani atau Love Ani adalah wujud cinta sejati SBY kepada istrinya, alm. Ani Yudhoyono. Lavani berdiri di Cikeas pada Oktober 2019. []

  • Kemensos Respon Anak Suspect Kanker Wajah di Bekasi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial merespon aduan masyarakat tentang anak yang mengalami sakit gigi dan gusi yang menyebabkan pembengkakan pada pipi sebelah kanan. Anak berinisial MYN berumur 9 tahun ini telah mengalami sakit sejak Mei 2021.

    Berawal dari laporan tetangga MYN kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) ERBE tentang kondisi MYN, LKS ERBE langsung berkoodinasi dengan Kementerian Sosial untuk melakukan respon darurat kepada MYN.

    “Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, respon Kementerian Sosial sangat cepat. Jadi langsung ditangani.”

    Menteri Sosial Tri Rismaharini mengarahkan jajarannya untuk merespon cepat aduan masyarakat ini. Balai Budhi Dharma Bekasi, Balai Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Handayani Jakarta milik Kementerian Sosial menerjunkan Perawat, Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial untuk melakukan asesmen awal di kediaman MYN daerah Aren Jaya, Bekasi Timur.

    “Berdasarkan arahan Menteri Sosial, Kementerian Sosial menurunkan tim untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, karena kesehatan MYN saat ini menjadi kebutuhan dasar yang sifatnya darurat. Jadi negara harus hadir untuk memenuhi hak anak dengan mengakseskan ke layanan kesehatan dan layanan lainnya”, tutur Hasrifah Musa, Kepala Balai Handayani Jakarta.

    Dari asesmen awal, didapat informasi bahwa MYN mengalami sakit gigi pada bulan Mei 2021 karena giginya akan tanggal. Namun belum kunjung tanggal, gigi barunya sudah mulai tumbuh. Sejak saat itu MYN mengeluhkan sakit gigi dan kondisi gusinya membengkak.

    Berselang satu bulan, MYN mengeluhkan lelah dan tak bisa berjalan hingga saat ini. MYN juga sempat mengalami demam tinggi. Setelah dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, MYN pun tak kunjung pulih, bahkan kondisinya semakin memprihatinkan seperti perut membuncit, kaki membengkak, badan yang terasa panas dan muncul benjolan di dadanya.

    Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar bisa mendapatkan rujukan bagi MYN untuk ditangani di Rumah Sakit Umum (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid kota Bekasi. Sebelum dibawa, MYN terlebih dahulu melakukan tes Swab Antigen di kediamannya yang difasilitasi oleh Kementerian Sosial.

    Diagnosa awal pihak RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi adalah radang pada mulut dan gusi (Ginggivitis). Hasil diagnosa berkembang dan MYN dinyatakan suspect ca facial (kanker wajah). Saat ini sedang dilakukan rontgen. Selanjutnya akan dilakukan CT-Scan pada kepala, dada, dan perut.

    Kementerian Sosial menyiapkan fasilitas ambulans untuk membawa MYN ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid kota Bekasi. Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan nutrisi seperti susu, biskuit, vitamin, buah-buahan, diapers dan alat kebersihan lainnya untuk MYN dan orang tuanya selama di rumah sakit.

    “Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, respon Kementerian Sosial sangat cepat. Jadi langsung ditangani. kami yakin bahwa sakit MYN butuh penanganan segera, maka saya langsung berkoodinasi dengan Kementerian Sosial,” sebut Abdul Rohim, Ketua LKS ERBE.

    Pembiayaan saat ini ditanggung Jaminan Kesehatan Daerah setelah mendapat rekomendasi sebagai binaan LKS. Kementerian Sosial membantu memberikan rekomendasi ke Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial karena masuk wilayah kerja Kota Bekasi.

    Juhari, Ibu dari MYN mengatakan bahwa selama ini dirinya mengalami kesulitan ekonomi untuk bisa membawa MYN ke spesialis gigi di fasilitas kesehatan. Terlebih dirinya merupakan pindahan dari Provinsi Aceh dan masih mengurus surat pindah agar tercatat data kependudukannya di kota Bekasi.

    Kementerian Sosial bekerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) wilayah Bekasi juga mengakseskan pendataan kependudukan bagi Juhari. Hal ini bertujuan agar datanya bisa masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan bisa mengakseskan pada program pemerintah lainnya.

    Mawi, bapak dari MYN juga saat ini hanya pekerja serabutan. Sejak Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, ia tak lagi bekerja sebagai supir truk. Setelah itu kondisi ekonominya semakin menurun.

    “Saya berterima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah membantu saya. Saya hanya berharap anak saya bisa sembuh, bisa ceria seperti semula,” tandas Juhari.

    Adapun saat ini, MYN telah ditangani oleh pihak RSUD Chasbullah Abdulmadjid kota Bekasi. Kementerian Sosial akan terus memberikan pendampingan kepada MYN dan orang tuanya. []