Tag: Kamboja

  • Kamboja dan Tiongkok Ubah Pangkalan Militer Picu Ketakutan AS

    Jakarta | Kamboja dan Tiongkok telah memulai proyek yang didanai Tiongkok untuk mengubah pangkalan angkatan laut, sekitar 200 km melalui laut dari provinsi Trat, Thailand. Amerika Serikat (AS) pun khawatir fasilitas itu akan digunakan untuk militer Tiongkok.

    Namun kedua negara menyangkal tuduhan itu, dengan Phnom Penh mengatakan bahwa pembangunan pangkalan itu bukan rahasia.

    “Itu tidak ditargetkan pada pihak ketiga mana pun, dan akan kondusif untuk kerja sama praktis yang lebih erat antara kedua militer, pemenuhan kewajiban internasional yang lebih baik, dan penyediaan barang publik internasional,” kata duta besar Tiongkok Wang Wentian seperti dilansir dari Reuters.

    Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh mengatakan bahwa proyek yang dibiayai dengan hibah Tiongkok itu juga mencakup peningkatan dan perluasan rumah sakit, serta sumbangan peralatan militer dan perbaikan delapan kapal perang Kamboja.

    “Ada tuduhan bahwa pangkalan Ream yang dimodernisasi akan digunakan oleh militer Tiongkok secara eksklusif. Tidak, sama sekali tidak seperti itu,” kata Banh.

    “Jangan terlalu khawatir, basis Ream sangat kecil. Itu tidak akan menimbulkan ancaman bagi siapa pun, di mana pun,” lanjutnya.

    Wang menambahkan bahwa fasilitas itu akan memperdalam persahabatan yang erat antara kedua negara dan membantu memodernisasi angkatan laut Kamboja.

    Pangkalan militer itu telah menjadi titik lemah dalam hubungan AS-Kamboja selama bertahun-tahun, dengan Washington menduga pangkalan itu akan diubah untuk digunakan oleh Tiongkok ketika berusaha menopang pengaruh internasionalnya dengan jaringan pos-pos militer.

    Juru bicara kedutaan AS Stephanie Arzate mengatakan, AS dan negara-negara lain di kawasan itu telah menyatakan keprihatinan tentang kurangnya transparansi tentang maksud, sifat, dan ruang lingkup proyek ini, serta peran Tiongkok dalam pembangunannya.

    “Kehadiran militer RRT eksklusif di Ream dapat mengancam otonomi Kamboja dan merusak keamanan regional,” kata Arzate.[]

  • Percaya Zodiak, PM Kamboja Hun Sen Akan Mengubah Tanggal Lahirnya

    Jakarta | Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memutuskan akan mengubah tanggal lahir resminya ke hari dia benar-benar lahir. Meski demikian, dia mengakui akan menghadapi komplikasi dengan masalah hukum dan diplomatik domestik oleh perubahan tanggal lahirnya ini.

    Sesuatu yang umum bagi orang Kamboja berusia 50 tahun atau lebih untuk memiliki dua hari ulang tahun akibat banyak yang kehilangan akta kelahiran resmi mereka selama bertahun-tahun rezim Khmer Merah dari 1975-1979. Selain itu juga banyak orang membuat tanggal lahir palsu untuk menghindari wajib militer selama pertempuran melawan Khmer Merah pada 1980-an.

    Mengutip Kyodo News, Hun Sen mengatakan dia memiliki dua tanggal lahir, yaitu pada 4 April 1951 dan pada 5 Agustus 1952. Dan menurutnya yang terakhir adala yang benar.

    Dia juga menekankan bahwa zodiak adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan, mengutip tanggal lahir kakak laki-lakinya yang juga salah, yang mengubahnya dari lahir di tahun sapi menjadi tahun harimau.

    Hun Sen mengatakan dia membuat keputusan setelah kematian kakak laki-lakinya pada 5 Mei, yang dia curigai mungkin terkait dengan saudaranya yang juga memiliki tanggal lahir yang salah, yang menyebabkan konflik dengan kalender zodiak Tiongkok.

    Hun Sen telah menjadi perdana menteri Kamboja sejak 14 Januari 1985, dan kini dianggap sebagai perdana menteri terlama di dunia.[]

  • AS Bakal Selidiki Impor Panel Surya dari 4 Negara Asia Tenggara

    Jakarta | Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan akan melakukan penyelidikan yang dapat mengakibatkan perubahan tarif panel surya yang diimpor dari empat negara Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

    Keputusan itu berdasarkan petisi dari Auxin Solar, pabrikan surya dari California, yang meminta penyelidikan dengan alasan pabrikan Tiongkok mengalihkan produksi ke empat negara tersebut, untuk menghindari pembayaran bea masuk AS selama hampir satu dekade atas barang-barang solar buatan Tiongkok.

    Dalam memo yang diunggah di situs web Departemen Perdagangan AS juga disebutkan bahwa produk-produk yang dimaksud akan dikenakan bea masuk dan anti-dumping AS jika memang terbukti dibuat di Tiongkok.

    Petisi Auxin merupakan yang terbaru dari serangkaian upaya produsen solar AS untuk membendung aliran panel murah Asia, yang dianggap membuat produk mereka kalah bersaing.

    Menurut kelompok industri American Clean Power Association, impor dari empat negara tersebut menyumbang sekitar 80% dari panel yang diharapkan akan dipasang di AS tahun ini. Penyelidikan itu pun diyakini akan menghambat pengembangan proyek dan membahayakan kemajuan AS dalam mengatasi perubahan iklim.

    “Keputusan ini secara efektif membekukan pengembangan di industri surya AS. Terus terang, tindakan Departemen Perdagangan untuk memulai penyelidikan ini adalah bencana bagi industri kami,” kata CEO asosiasi Heather Zichal seperti dikutip dari Reuters.

    Untuk diketahui, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan target menyapih sektor listrik AS dari bahan bakar fosil pada tahun 2035, mendorong tenaga surya untuk memasok hingga 40% dari kebutuhan listrik AS, naik dari 3% saat ini.[]

  • Singapura dan Kamboja Jajaki Peluncuran Mata Uang Digital Bank Sentral

    Jakarta | Sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura dan Kamboja sedang menjajaki peluncuran mata uang digital bank sentral atau central bank digital currencies (CBDCs). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan untuk mendorong start-up dan e-commerce di kawasan itu.

    Dengan populasi yang relatif muda dengan usia rata-rata 30 tahun dan persentase tuntutan internet dan telepon seluler yang tinggi, Asia Tenggara telah melihat banyak perusahaan rintisan muncul dalam pembayaran digital, e-commerce dan cryptocurrency.

    “Asia Tenggara telah menjadi lahan yang sangat subur untuk inovasi pembayaran digital,” kata Kepala Pusat Inovasi Bank for International Settlements (BIS) Hong Kong Benedicte Nolens kepada panel yang diadakan di bawah Konferensi Tiongkok: Asia Tenggara.

    “Ketika Anda melihat pertumbuhan e-commerce online, biasanya berjalan cukup baik dengan mekanisme pembayaran baru,” lanjutnya seperti dikutip dari South China Morning Post.

    CBDC memang semakin populer di Asia. Tiongkok mulai mengembangkan mata uang digitalnya, yang disebut e-yuan, pada tahun 2014. Kemudian Hong Kong kini juga sedang mempelajari peluncuran e-HKD.

    Otoritas Moneter Hong Kong mengatakan telah bekerja sama dengan People’s Bank of China (PBOC) serta bank sentral Thailand dan Uni Emirat Arab dalam proyek “mBridge” untuk membangun platform penyelesaian CBDC.

    Selain itu, Singapura pada tahun lalu juga bekerja sama dengan bank sentral di Australia, Malaysia dan Afrika Selatan, bersama dengan (BIS) Innovation Hub, untuk mengeksplorasi “Project Dunbar” untuk pengembangan platform penyelesaian lintas batas CBDC yang berbeda.[]

  • Sah!! Indonesia Pimpin Asean Tourism Forum 2023

    peloporberita.com/ – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Indonesia resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan dalam Asean Tourism Forum (ATF) untuk periode 2023 dari Kamboja.

    Menurut Menparekraf, amanat ini diserahkan Kamboja dalam perhelatan ATF 2022 yang diselenggarakan di Sihanouksville, Kamboja.

    “Jadi kami menerima tongkat estafet keketuaan Asean Tourism Forum untuk satu tahun ke depan,” tutur Sandiaga dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

    “Rencananya kami akan menyiapkan beberapa kegiatan berkaitan keketuaan kita di Asean Tourism Forum yang nanti puncak acaranya pada Januari 2023 di Yogyakarta,” sambungnya.

    Sandiaga menegaskan, dengan ditunjuknya Indonesia sebagai ketua penyelenggara ATF 2023 di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi puncak momentum pemulihan perekonomian nasional dan regional, pembukaan lapangan kerja, dan menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

    Menparekraf Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: peloporberita.com/Kemenparekraf)

    "Mudah-mudahan keketuaan Indonesia di ASEAN Tourism Forum ini akan semakin menyiapkan kita untuk kebangkitan ekonomi dan juga peluang-peluang ekonomi ini akan diikuti dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang sudah dibutuhkan oleh sektor pariwisata," tegas Sandiaga.

    Adapun Yogyakarta terpilih sebagai lokasi puncak acara ATF 2023 karena dinilai memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai.

    "Ini juga akan kita arahkan sebagai bagian daripada pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur yang sudah diakui sebagai Situs Warisan Dunia Unesco," ucapnya.

    Menparekraf juga mengungkapkan penunjukan Yogyakarta yang berlokasi relatif dekat dengan DSP Borobudur ini diharapkan dapat memberikan kesan yang mendalam bagi para delegasi negara-negara ASEAN yang datang berkunjung.

    Terutama bagi anggota delegasi asal Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam yang mayoritas beragama Buddha.

    “Mudah-mudahan Borobudur ini tidak hanya menjadi destinasi yang populer, namun juga penuh makna. Terutama untuk pasar-pasar seperti Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam karena ada banyak umat Buddha di negara-negara tersebut,” tandas Sandiaga.[]