Tag: Jakarta Timur

  • Mendag Lutfi: Harga Minyak Goreng Akan Ikuti HET Beberapa Hari Lagi

    peloporberita.com/ – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa harga minyak goreng akan efektif mengikuti harga harga eceran tertinggi (HET) dalam beberapa hari lagi. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

    “Hari ini kita lihat bahwa minyak goreng sudah dikucurkan sesuai dengan harga eceran tertinggi. Hari ini sudah mulai berjalan dan saat ini masih dalam proses penyesuaian, sehingga kita masih bisa menemukan harga minyak curah yang masih belum sesuai HET. Tapi dalam tiga sampai empat hari ke depan, harga ini akan mengikuti HET minyak goreng yang ditetapkan,” tuturnya, Kamis (3/2/2022).

    Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit, tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 yang berlaku mulai 1 Februari 2022.

    Permendag itu, mengatur HET minyak goreng curah seharga Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter.

    Mendag Lutfi juga menjelaskan, kunjungannya ke Pasar Kramat Jati hari ini untuk memastikan pasokan minyak goreng ke pasar rakyat terjaga dengan baik. Mendag menilai, pasokan minyak goreng ke pasar rakyat terjaga dengan baik, dan pasokan baru minyak goreng yang sudah diberlakukan HET telah membaur dengan pasokan lama di pasar. []

  • Polisi Ciduk Begal Payudara dengan Modus Tanya Alamat

    peloporberita.com/ – Tim Buser Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur pada Kamis, 28 Oktober 21 malam, menciduk seorang pemuda pelaku begal payudara. Penangkapan itu hanya dilakukan kurang dari 12 jam setelah pihak Kepolisian mendapatkan laporan dari korban.

    “Pelaku sudah ditangkap. Inisial AIN kelahiran 1998,” tutur Kapolsek Duren Sawit, Komisaris Suyud pada Jumat, 29 Oktober 2021.

    Adapun kronologi kejadiannya, pada Selasa, 26 Oktober 2021 pagi sekitar pukul 10.35 WIB, Pelaku melakukan aksinya di kawasan perumahan Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.

    “Pelaku sudah ditangkap. Inisial AIN kelahiran 1998.”

    Setelah korban menujukan arah alamat yang dituju, pelaku langsung meremas buah dada korban dan kabur. Korban sempat memukul pelaku dengan tas namun pelaku berhasil kabur.

    Berkat adanya rekaman CCTV dan pengecekan plat nomor motor pelaku, akhirnya Begal Payudara itu berhasil diamankan Polisi.

    Menurut Suyud, terduga pelaku aksi pelecehan seksual yang viral itu bisa dikenakan Pasal 281 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP. []

  • Oknum TNI AD Pelaku Pemukulan di Kramat Jati, Jalani Pemeriksaan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sertu SP, Babinsa Koramil Palmerah yang diduga melakukan pemukulan terhadap warga bernama Ojos (32) di Bale Kambang Kramat Jati Jakarta Timur, kini sudah dalam proses pemeriksaan pihak Kodim 0503/Jakarta Barat.

    Hal ini, diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Tatang Subarna, dalam keterangan tertulisnya hari Jumat, 20 Agustus 2021 di Madispenad Jakpus.

    Kadispenad menjelaskan, kejadian bermula pada hari Senin, 16 Agustus 2021 lalu. Saat itu Sertu SP akan mengantar anaknya berobat bertemu dengan korban, yang tiba-tiba menuduh Sertu SP telah melaporkan korban ke polisi.

    Mendapat tuduhan tanpa bukti, spontan Sertu SP mencekik dan menampar sebanyak satu kali di pipi korban. Adapun korban dalam kejadian ini bernama Ojos, ia merupakan residivis dalam kasus narkoba, yang telah beberapa kali tertangkap polisi.

    Di sisi lain, Sertu SP dan korban merupakan tetangga dekat. Selain itu, korban pernah menjalani hukuman penjara di LP Cipinang selama 5 tahun dalam kasus kepemilikan narkoba. Terakhir, korban ditangkap Polisi pada bulan Juli 2021, dalam kasus yang sama.

    Menurut Tatang, meskipun kasus pemukulan yang dilakukan oleh Sertu SP telah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan/ketentuan hukum yang berlaku bagi siapapun personel TNI AD yang melakukan tindakan indisipliner/tindak pidana. Selanjutnya Sertu SP akan diserahkan ke pihak Denpom II Cijantung (sesuai TKP) untuk menjalani proses penyidikan selanjutnya.

    Komitmen TNI AD untuk mendorong penyelesaian pelanggaran yang dilakukan oleh oknum prajuritnya ke ranah hukum hingga tuntas, sungguh patut mendapatkan apresiasi dalam rangka mewujudkan TNI AD ke depan yang semakin profesional dan dicintai rakyat. []

  • Sidak di Klender, Muhadjir Effendy Temukan Pembagian Bansos Tidak Merata

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Sidak ini dilakukannya pada Selasa, 17 Agustus 2021 di tengah euforia dan semangat HUT RI ke-76. Adapun tujuan sidak tersebut adalah untuk mengecek penyaluran bantuan sosial (bansos).

    Dalam sidak di RT 007/RW 010, Kelurahan Klender, Menko MPK menemukan masalah penyaluran bansos yang tidak merata. Banyak warga di wilayah tersebut memerlukan bansos dan sangat layak mendapatkannya, tetapi belum mendapatkan bansos reguler.

    “Ada yang sudah dapat Kartu Keluarga Sejahtera tapi gak dapet duitnya. Jadi ini masih macam-macam di lapangan.”

    Selain itu, ada beberapa warga yang telah memiliki Kartu Kesejahteraan Keluarga (KKS), yang sebelumnya mendapatkan bansos reguler seperti PKH dan/atau Program Sembako (BPNT). Tetapi sejak awal tahun tidak mendapat bantuan itu lagi.

    Menko PMK mengungkapkan, kasus seperti ini sangat sering ditemukan di daerah lain atau daerah kumuh yang merupakan kantong-kantong kemiskinan.

    “Ini hampir terjadi di semua tempat slum daerah kumuh, bahwa di antara warga tadi ada yang dapat, ada yang tidak, ada yang sudah dapat Kartu Keluarga Sejahtera tapi gak dapet duitnya. Jadi ini masih macam-macam di lapangan,” tutur Menko PMK.

    Muhadjir, sebelumnya juga pernah mengecek bansos di kampung nelayan Muara Angke, Jakut. Juga di wilayah pulau-pulau NTT, Gresik (Jatim), Tangerang (Banten), Banjarmasin (Kalsel), Balikpapan (Kaltim), serta Tanjung Pinang (Kepulauan Riau).

    Muhadjir menjelaskan, masalah belum meratanya bansos ini disebabkan oleh data yang belum sempurna. Kata dia, DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) harus disempurnakan, melalui updating data lapangan yang harus dicermati dan disempurnakan.

    Menurutnya, DTKS merupakan data yang harus didasari oleh realita kenyataan di lapangan. Karenanya, data lapangan perlu disempurnakan agar program-program bansos dari pemerintah bisa akurat dan tepat sasaran diterima warga yang membutuhkan.

    “Jangan sampai daerah slum ini, yang mestinya itu sebagian besar dia harus dapat, karena masuk kelompok enclave (daerah kantong) keluarga miskin ekstrem, banyak warga sangat layak tetapi tidak mendapatkan bantuan atau pembagiannya tidak merata. Padahal mestinya mereka harus dapat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Muhadjir meminta kepada pihak Kementerian Sosial (Kemensos) bersama-sama Dinsos, agar segera menangani penyempurnaan data. Dia kembali menegaskan agar penyempurnaan data DTKS harus benar-benar melihat realita di lapangan. Karena, dengan menetapkan data dari lapangan, masalah penyaluran bansos yang tidak merata bisa diatasi.

    “Data pokoknya harus terus disempurnakan, dicek di lapangan kayak apa sih sebetulnya realita di lapangan. Tidak cukup dengan angka kemudian main kuota, tempat ini dikasih sekian tanpa berangkat dari angka kemiskinan atau kenyataan di lapangan,” ujarnya.

    “Mudah-mudahan dengan pemantauan kunjungan lapangan ini atau uji petik, dimana kita tidak mungkin seluruh Indonesia kita lakukan), tapi kita mencari enclave-enclave, kantong kemiskinan ekstrem dan kemudian kita akan cari jalan keluarnya,” pungkas Muhadjir Effendy. []