Tag: ITDC

  • MotoGP Mandalika Ganti Nama Jadi Pertamina Grand Prix of Indonesia

    peloporberita.com/ – Event Balap MotoGP Mandalika, secara resmi ganti nama menjadi “Pertamina Grand Prix of Indonesia”. Hal ini, diumumkan setelah Pertamina menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dorna Sports.

    Penandatanganan, dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan Managing Director Dorna Sports, S.L, Carlos Ezpeleta (secara online) serta disaksikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Rabu,(9/2/2022).

    Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sejak awal mendorong event internasional di Indonesia antara lain seperti Asian Games dan World Superbike yang telah sukses diselenggarakan. Ia berterima kasih atas keseriusan yang dilakukan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan ITDC.

    “Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pertamina yang memang sekarang kita terus dorong sebagai perusahaan global. Kita punya target pertamina mempunyai valuasi yang sangat besar 100 miliar dollar,” tutur Erick.

    Nicke Widyawati dalam kesempatan yang sama mengatakan, dukungan penuh Pertamina dalam menghadirkan “Pertamina Mandalika International Street Circuit” dan ajang balap “Pertamina Grand Prix of Indonesia” diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan potensi pariwisata, serta memajukan ekosistem olahraga motorsport di Indonesia.

    “Semoga kehadiran sinergi BUMN ini memberikan multiplier effect dan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi Nasional, sekaligus menjadi peluang penetrasi pasar global yang luas bagi Pertamina, produk-produk BUMN maupun UMKM yang berada di Mandalika maupun di daerah lain” kata Nicke.

    Erick Thohir
    Menteri BUMN, Erick Thohir. ( Foto: peloporberita.com/BUMN)

    Menurut Nicke, event Pertamina Grand Prix of Indonesia sudah sangat dirindukan masyarakat setelah terakhir dilakukan di Indonesia 25 tahun yang lalu dan diharapkan event ini menjadi momentum kebanggaan bangsa Indonesia dan semangat untuk segera bangkit pasca pandemi.

    “Dengan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia ini kita dapat memperkuat nation branding Indonesia sebagai negara yang resilient di tengah krisis pandemi global,” ungkapnya.

    Sementara Carlos Ezpeleta mengungkapkan, dirinya sangat gembira dengan masuknya Pertamina sebagai pendukung utama Grand Prix of Indonesia.

    Kerjasama ini semakin memperkuat kehadiran Pertamina dan Indonesia dalam olahraga balap motor tersebut, selain menjadi pendukung utama Sirkuit Mandalika dan sebelumnya juga mendukung tim SAG Pertamina Mandalika yang berlaga di Moto2™️ World Championship.

    “Dorna Sport dengan bangga mengumumkan kesepakatan kerjasama untuk gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia. Dan akan memastikan Pertamina, Indonesia dan Pulau Lombok terdepan dan menjadi pusat perhatian di panggung internasional,” ucap Carlos.

    Masih dalam acara yang sama, Abdulbar M. Mansoer, Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Sirkuit Mandalika yang memegang lisensi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia.

    "Kami sangat bergembira dengan kerjasama antara Dorna Sport dan Pertamina. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antar BUMN di Indonesia dalam menyukseskan penyelenggaraan balap motor MotoGP di Pertamina Mandalika Circuit," tegasnya.

    Keseruan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia juga dapat dirasakan warga Jakarta di "Mandalika GP Hub presented by Pertamina".

    Berlokasi di oval atrium Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta, Mandalika GP Hub akan hadir mulai tanggal 10 Februari – 30 Maret 2022 dengan pelayanan dan konten-konten seru diantaranya penjualan tiket, merchandise, games, dan permainan seru hingga pameran kultur Lombok.

    Untuk kemudahan masyarakat pencinta otomotif, terutama pada olahraga balap motor, penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia juga bisa diakses masyarakat melalui aplikasi MyPertamina.

    Untuk informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui www.mypertamina.id, sosial media resmi @mypertamina dan @ptpertaminapatraniaga, atau menghubungi langsung Pertamina Call Center (PCC) 135. []

  • Balapan Idemitsu Batal, DPR Kritik ITDC: Jangan Permalukan Presiden

    Pelopor. id – Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengkritik keras kinerja PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) lantaran batalnya balapan Idemitsu Asia Talent Cup. Perusahaan pelat merah itu, diketahui sebagai penanggungjawab tertinggi penyelenggaraan gelaran balapan di Mandalika.

    “ITDC harus berkaca dan cepat berbenah. Jangan malah beretorika. Jangan mempermalukan Presiden, kemarin yang meresmikan Sirkuit itu kan Pak Jokowi langsung, seremonialnya keren lagi,” tegas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII tersebut.

    “Masa, race batal hanya karena kurang marshall. Di Lombok memang kekurangan SDM?”

    Seharusnya, ajang balap motor yang melahirkan talenta muda ini diselenggarakan Minggu, 14 November 2021 kemarin. Akan tetapi, balapan itu dibatalkan mendadak dengan alasan kekurangan marshall, petugas jaga di setiap titik lintasan tertentu. Selain itu, beberapa hari lalu juga beredar viral video unboxing motor tim Ducati di Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “Untuk kesekian kalinya, terbukti ITDC tidak profesional. Ini hal sepele, tapi fatal. Masa, race batal hanya karena kurang marshall. Di Lombok memang kekurangan SDM?” sebut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dilansir dari Parlementaria, Senin (15/11/2021).

    Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih. (Foto: peloporberita.com/Dok/Man)

    Menurut Hakim, gagalnya balapan yang telah terjadwal ini menjadi tamparan keras bagi kinerja ITDC. Hakim menganggap, ini adalah cermin dari kinerja ITDC selama ini yang sangat amatiran.

    Ia pun tak dapat membayangkan jika insiden sepele ini terjadi di Superbike World Championship (WSBK) yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Dimana semua orang sudah begitu antusias, tiket sudah terjual, hotel sudah terisi penuh, serta pariwisata mulai bergeliat.

    Hakim mengungkapkan, sejak awal pihaknya mengkritik kinerja ITDC yang menjadi salah satu mitra kerja Komisi VI DPR RI. Menurutnya, dari awal pembangunan sirkuit Mandalika, kinerja ITDC dinilai tidak profesional dan menyisakan banyak masalah.

    Baca juga :

    Mulai dari konflik lahan dengan penduduk sekitar sampai dengan tertundanya kalender penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Bahkan kali ini, ketika salah satu even balapan internasional akan digelar, berbagai insiden yang jadi cermin kinerja ITDC kembali terulang.

    Insiden tersebut menjadi semacam akumulasi buruknya kinerja BUMN pariwisata itu. Dengan gelaran WSBK yang tinggal menghitung hari, ITDC kata Hakim harus segera sadar dan membenahi kinerjanya.

    “Karena event tersebut akan sangat menentukan kepercayaan dunia serta berdampak besar bagi kebangkitan pariwisata nasional khususnya bagi perekonomian NTB,” tandasnya.

    Terkait hal ini, Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, ikut buka suara. Dirinya meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengaudit kinerja Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

    “Yth Bpk Presiden @jokowi, Semoga berkenan mengevaluasi kinerja Dirut @ITDC_id
    agar lebih baik dan memahami harapan masyarakat, terima kasih,” cuitnya melalui Twitter @taufan_rahmadi, Senin, 15 November 2021.

    Taufan menjelaskan, di dalam setiap perhelatan akbar balapan motor ataupun mobil, baik itu F1 atau MotoGP, posisi Marshall adalah posisi yang memiliki tugas penting terkait keselamatan dan keamanan lintasan disaat para pembalap melaju dengan kecepatan tinggi.

    Menurutnya, para Marshall dilatih untuk bergerak cepat dan segera melakukan tindakan pertama jika terjadi insiden yang membahayakan nyawa pembalap disaat balapan berlangsung. Resiko dari tugas seorang Marshall itu cukup tinggi yang taruhannya nyawa mengingat posisi mereka yang sangat dekat dengan aksi balap.

    “Menjadi Marshall itu membutuhkan daya tahan tubuh dan mental yang sangat kuat, harus mampu bertahan ditengah cuaca panas berjam-jam dan tekanan tanggung jawab tugas yang berat,” kata Taufan di akun media sosialnya.

    “Kita berharap tertundanya Race ATC di Mandalika kemarin menjadi catatan untuk segera dibenahinya manajemen event di sirkuit Mandalika termasuk menempatkan dan memperlakukan Marshall secara proporsional sesuai beban tugas mereka yang taruhannya adalah nyawa mereka,” sambungnya. []

  • Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

    peloporberita.com/ | Kalangan pengusaha perjalanan wisata yang diwakili Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, hari ini (25/10/2021) melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK).

    Namun diskusi yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi ini berlangsung alot dan dilanjutkan pada Kamis (28/10/2021) mendatang.

    Ketua Astindo NTB Sahlan M. Saleh menyayangkan bahwa selama ini penyedia jasa perjalanan wisata tidak dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK. “Sebelumnya kami sangat optimistis event WSBK akan sukses. Dan kami bisa ambil peran di sport event berskala internasional ini. Kami perhatikan harga tiket sekelas WSBK juga lebih tinggi dari MotoGP di Sepang-Malaysia,” kata Sahlan.

    Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, Sahlan merasa pesimistis bisa menjual tiket WSBK dalam kurun waktu tiga minggu sebelum jadwal acara tersebut 19-21 November 2021. “Bisa menjual 10 persen saja dari tiket yang tersedia, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

    Meski demikian, pelaku usaha travel di NTB akan tetap berjuang keras menjual tiket WSBK, salah satunya menawarkan tiket dengan bundling paket wisata Lombok-Sumbawa.

    Di sisi lain, Project Director WSBK Ahmad Husein menjelaskan, minimnya komunikasi dengan pihak asosiasi di NTB karena terkendala sempitnya waktu. Disebutkan, fokus Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah persiapan proses sampai event berlangsung harus sempurna. Hal itu yang membuat MGPA harus menunjuk pihak ketiga untuk penjualan tiket.

    “Kami butuh banyak masukan. Tapi karena terkendala waktu kami harus bekerja cepat. Soal harga tiket yang terlalu mahal itu sudah ada kajian dari internal kami. Dan terlalu prematur kalau kita bicara soal harga tiket sekarang,” ungkap Husein.

    Husein juga meyakinkan asosiasi travel agent bahwa persiapan perhelatan WSBK selanjutnya akan lebih baik lagi. “Kami paham ini race pertama. Kontrak kami hingga 10 tahun ke depan. Ke depan kami akan menyiapkan lebih baik,” ucapnya.

    Dalam diskusi ini, Kadispar Yusron Hadi meminta asosiasi travel agent bisa berkomunikasi dengan Bank NTB, selaku pemegang kuota tiket WSBK. Sedangkan pihak MGPA dan ITDC masih akan berkomunikasi terlebih dahulu untuk mencari solusi lain. []