Tag: Israel

  • PBB: Israel yang Harus Disalahkan Atas Konflik dengan Palestina

    Jakarta | Penyelidik tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pendudukan Israel dan diskriminasi terhadap warga Palestina adalah penyebab utama dari siklus kekerasan yang tak berkesudahan.

    Hal itu diungkapkan dalam laporan setebal 18 halaman yang terutama berfokus pada evaluasi garis panjang investigasi, dan keputusan PBB di masa lalu tentang situasi tersebut, dan bagaimana dan jika temuan itu diimplementasikan.

    Untuk diketahui, Dewan HAM PBB atau United Nations Human Rights Council tahun lalu menunjuk sebuah tim penyelidik tingkat tinggi untuk menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

    Di sisi lain, pihak Israel membantah hal tersebut dan menyatakan “tidak berniat” melakukannya.

    Mengutip AFP, Israel telah menolak bekerja sama dengan Komisi Penyelidikan atau Commission of Inquiry (COI) yang dibentuk tahun lalu, setelah perang 11 hari Hamas-Israel pada Mei 2021, yang menewaskan 260 warga Palestina dan 13 orang di pihak Israel.

    Israel di masa lalu dengan keras mengkritik pemimpin penyelidik Navi Pillay, mantan kepala hak asasi PBB dari Afrika Selatan, lantaran dianggap mendukung agenda anti-Israel. Kementerian Luar Negeri Israel pun mengecam seluruh penyelidikan sebagai “perburuan penyihir”.

    Laporan itu dianggap sepihak dan dinodai dengan kebencian terhadap negara Israel dan berdasarkan serangkaian panjang laporan sepihak dan bias sebelumnya.

    Israel dan sekutunya telah lama menuduh badan hak asasi tertinggi PBB bias anti-Israel, menunjuk antara lain fakta bahwa Israel adalah satu-satunya negara yang secara sistematis dibahas di setiap sesi dewan reguler, dengan item agenda khusus khusus.

    COI, yang merupakan penyelidikan tingkat tertinggi yang dapat diperintahkan oleh dewan, adalah penyelidikan kesembilan yang telah diperintahkan ke dalam pelanggaran hak di wilayah Palestina.[]

  • Israel Serang Palestina, Fadli Zon: PBB Harus Revisi Kendali Akses Al-Aqsa

    Jakarta | Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengecam kekerasan yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa. Menurutnya, aksi ini menunjukkan masa depan suram bagi kepemimpinan Naftali Bennett sebagai mitra perdamaian.

    “Rangkaian kekerasan dalam tiga pekan belakangan ini membuktikan tak ada yang berubah dari kebijakan Israel atas warga Palestina. Israel tetap brutal bahkan lebih kejam. Dunia jangan sebatas mengecam kekejaman itu, dunia juga harus mengecam pemerintahan Israel yang dipimpin garis keras,” tutur Fadli Zon melalui keterangan tertulisnya yang dikutip dari Parlementaria.

    Sebagai Wakil Presiden the League of Parliamentarians for Al-Quds, Fadli pun mengkritik aturan yang menetapkan Israel sebagai pihak pengontrol akses ke Kompleks Masjid Al-Aqsa.

    “Alih-alih sebagai pengatur, aparat keamanan Israel justru kerap melindungi kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi yang secara provokatif masuk ke kompleks dan bagian dalam Masjid Al-Aqsa,” ujarnya.

    Menurutnya, harus ada upaya dari PBB untuk mencabut kewenangan kontrol akses Israel atas Masjid Al-Aqsa. Kontrol itu harus diserahkan ke pihak yang netral di bawah pengawasan PBB.

    Sebelumnya, pihak keamanan Israel berupaya melakukan kekerasan terhadap ribuan jamaah shalat Subuh di Masjid Al-Aqsa dan juga saat shalat Jumat pada (15/04/2022). Bulan Sabit Merah Palestina telah mengevakusi 152 warga Palestina ke rumah sakit terdekat.

    Lebih lanjut, kekerasan di Kompleks Al-Aqsa terutama saat bulan suci Ramadan, seharusnya bisa dicegah lebih awal. Pasalnya, Israel kerap menempuh aksi kekerasan hampir tiap tahun di bulan Ramadan, ketika umat Islam beribadah di Masjid Al-Aqsa.

    Padahal sebelum Ramadan, Israel dan Yordania telah meningkatkan pembicaraan dalam upaya menghindari terulangnya kekerasan seperti tahun sebelumnya. Yordania berfungsi sebagai penjaga komplek masjid, sementara Israel mengontrol akses.

    “Seharusnya, PBB dan komunitas internasional tidak lepas tangan. Apalagi, kalau kita merujuk resolusi penting Majelis Umum PBB nomor 181 tahun 1947, yang menetapkan Yerusalem sebagai wilayah  di bawah kewenangan internasional dan diberikan status hukum dan politik terpisah,” ucap Fadli Zon.

    Terkait sikap sekaligus langkah konkret terhadap situasi terkini di Palestina, Fadli menekankan BKSAP DPR RI selalu konsisten mendukung Palestina di berbagai forum parlemen. Oleh karena itu, Grup Kerja Sama Parlemen (GKSB) Indonesia-Palestina berencana melakukan kunjungan ke Jalur Gaza pada akhir Mei mendatang.[]

  • Intel Caplok Perusahaan Chip Asal Israel Tower Semiconductor

    peloporberita.com/ – Produsen Chip global, Intel Corporation sepakat untuk mengakuisisi perusahaan Israel bernama Tower Semiconductor Limited, senilai US$ 5,4 miliar. Langkah ini, untuk mengalihdayakan produksi chip Intel yang telah disetujui dewan direksi.

    Rencananya kesepakatan tersebut akan diteken paling lambat dalam 12 bulan ke depan dilansir dari Bloomberg. Intel memilih akuisisi ini di tengah persaingan dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) dalam memproduksi chip untuk memasok perusahaan lain, termasuk mendorong kepemimpinan Intel di dunia.

    Tower Semiconductor dipilih Intel lantaran kinerja perusahaan tersebut yang ciamik. Ini terlihat dari sahamnya di bursa Amerika Serikat yang melonjak hingga 53 persen.

    Seperti TSMC, Tower Semiconductor juga mengkhususkan diri pada pembuatan chip yang digunakan untuk industri otomotif, seluler, medis, dan penerbangan. Perusahaan itu, secara keseluruhan memiliki nilai pasar sebesar US$3,6 miliar (Rp51,5 triliun) di perdagangan saham.

    Meski demikian, skala Tower masih jauh dibanding TSMC. Penjualan Tower pada tahun lalu mencapai US$1,3 miliar, sedangkan TSMC mencapai US$56 miliar. Perkirakan analis, penjualan TSMC akan tumbuh sekitar 27 persen pada 2022. Perusahaan yang berbasis di Hsinchu ini menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan industri.

    Sebelumnya, pada Januari 2022, Intel secara gamblang menyatakan rencananya menginvestasikan US$100 miliar (Rp1.431 triliun) untuk mendirikan perusahaan chip di Ohio sebagai perusahaan chip terbesar di dunia. Pengumuman itu sekaligus diiringi ambisi Intel untuk mengurangi ketergantungan industri AS kepada para pembuat chip Asia. []

  • India Dikabarkan Peroleh Spyware dari Israel

    peloporberita.com/ – Pemerintah India dikabarkan memperoleh Pegasus, spyware dari Israel. New York Times pada pekan lalu melaporkan, spyware tersebut sebagai bagian dari kesepakatan pembelian senjata pada tahun 2017.

    Pegasus, diduga digunakan India untuk menginfeksi ponsel lawan politik atau bisnis, aktivis hak asasi manusia, dan jurnalis. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa Pegasus dan sistem rudal, adalah ‘pusat’ dari kesepakatan sekitar US$ 2 miliar senjata canggih dan alat intelijen saat itu.

    Sebuah penyelidikan konsorsium global media pada tahun lalu menunjukkan bagaimana spyware berbahaya digunakan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk memata-matai para pembangkang dan jurnalis melalui ponsel mereka.

    Sementara lebih dari 1.000 nomor telepon di India termasuk di antara hampir 50.000 di seluruh dunia, kemungkinan menarik bagi klien NSO Group pembuat Pegasus. Pemerintah India sendiri membantah bahwa mereka telah membeli spyware buatan Israel itu.

    Dalam laporannya New York Times juga menulis, ketegangan itu ada setelah Modi berkuasa di India. Modi sendiri diketahui berkunjung ke Israel pada 2017. Dalam kunjungan itu, Modi dan Perdana Menteri Israel kala itu Benjamin Netanyahu berjalan bersama tanpa alas kaki di pantai setempat.

    Beberapa bulan kemudian, Netanyahu yang gantian berkunjung ke India. Dan pada Juni 2019, India memberikan suara untuk mendukung Israel di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB untuk menolak status pengamat ke organisasi Hak Asasi Manusia HAM Palestina, yang pertama bagi bangsa itu.

    Sementara Kementerian Pertahanan India pada tahun lalu menyatakan kepada Parlemen bahwa mereka belum melakukan transaksi dengan NSO Group Technologies. Namun, Kongres oposisi utama India menuduh pemerintah telah melakukan “pengkhianatan”.

    “Pemerintah Modi membeli Pegasus untuk memata-matai institusi demokrasi utama, politisi, dan publik kami. Pejabat pemerintah, pemimpin oposisi, angkatan bersenjata, pengadilan semuanya menjadi sasaran penyadapan telepon ini. Ini pengkhianatan,” cuit pemimpin partai Kongres di India Rahul Gandhi pada Sabtu (29/1/2022).

    Ada juga Pemimpin senior Kongres lainnya yakni Mallikarjun Kharge yang mempertanyakan di akun Twitternya soal Mengapa Pemerintah Modi bertindak seperti musuh India dan menggunakan senjata perang melawan warga India. []

  • Israel Temukan Omicron Serang Jantung Bukan Paru-paru

    peloporberita.com/ – Kasus pertama peradangan jantung pada pasien yang terinfeksi virus corona varian Omicron, ditemukan di sebuah rumah sakit di Israel pada Minggu (9/1/2022).

    Seorang pria berusia 43 tahun dilaporkan telah dirawat di rumah sakit pada bangsal virus corona. Dokter di Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer mengatakan, pasien itu dirawat akibat miokarditis atau radang otot jantung.

    “Ini adalah pertama kalinya kami melihat ini dengan Omicron. Ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan yang perlu kita pikirkan. Kami terus mengawasi pasien yang saat ini dalam perawatan intensif,” tutur Prof. Shlomi Matetzky, seorang ahli jantung dilansir dari Times of Israel.

    Delta, varian Covid-19 sebelumnya juga telah diketahui menyebabkan miokarditis dan perikarditis atau radang selaput di sekitar jantung). Ada juga kasus penyakit yang disebabkan oleh vaksin yang menggunakan teknologi mRNA, terutama pada pria yang lebih muda, tetapi ini kasus yang sangat jarang ditemukan.

    Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa pria dengan miokarditis itu terakhir menerima vaksin booster pada Agustus 2021. Kondisinya dinyatakan juga sehat tanpa kesehatan bawaan lain.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan setempat, yang dirilis Minggu, (9/1/2022), jumlah pasien Covid-19 di Israel yang terdaftar dengan gejala parah naik menjadi 206. Sementara sehari sebelumnya atau pada Sabtu, (8/1/2022), terdapat 17.521 kasus baru Covid-19, sedikit menurun dari rekor hari Jumat 18.831 kasus baru.

    Sementara Otoritas Israel memprediksi, nyaris 40 persen populasinya akan terinfeksi virus Corona (Covid-19) selama gelombang terbaru varian Omicron melanda. Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett menyampaikan hal tersebut melalui Twitter pada Minggu (9/1/2022) waktu setempat. Ini berarti, Israel memperkirakan total kasus Corona di wilayahnya akan meningkat menjadi 2-4 empat juta kasus.

    “Data yang disampaikan dalam rapat kabinet mengindikasikan bahwa di sini, di Israel, antara dua hingga empat juta warga secara total akan terinfeksi selama gelombang saat ini,” ungkap Bennett dikutip dari AFP, Senin (10/1/2022).[]

  • Miss India Harnaaz Sandhu Terpilih Sebagai Miss Universe 2021

    peloporberita.com/ – Miss India Harnaaz Sandhu, terpilih sebagai Miss Universe 2021 dalam pagelaran yang berlangsung di Eilat, Israel, Minggu (12/12/2021). Harnaaz Sandhu berhasil mengalahkan 79 lawannya dari berbagai negara. Sementara di posisi 1st runner up diraih oleh Miss Paraguay Nadia Ferreira. Sedangkan 2nd runner up diraih oleh Miss Afrika Selatan Lalela Mswane.

    Indonesia sendiri, tak ikut dalam acara Miss Universe ke 70. Yayasan Puteri Indonesia (YPI) telah mengumumkan secara resmi bahwa mereka tak akan mengirimkan perwakilan puteri Indonesia dalam ajang Miss Universe 2021. Salah satu alasannya, lantaran aturan pembatasan perjalanan selama pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

    Miss Universe ke-70, sejatinya menimbulkan berbagai kontroversi. Kontes kecantikan tersebut menjadi sorotan lantaran diadakan di Israel. Negara itu menjadi pusat perhatian lantaran perlakuannya terhadap Palestina, dan setidaknya satu negara sudah membatalkan keikutsertaan mereka.

    Yakni Malaysia yang telah mengumumkan tidak akan mengirim kontestan. Dan pemerintah Afrika Selatan mengatakan telah menarik dukungan untuk perwakilan negara tersebut atas partisipasinya dalam acara tersebut. Selain itu kontroversi lainnya juga lantaran adanya serangan virus corona varian omicron.

    Meski demikian acara tersebut sukses diselenggarakan dengan daftar Top 16, 10, dan top 5 sebagai berikut:

    Top 16 

    1. Aruba – Thessaly Zimmerman
    2. Kolombia – Valeria Ayos
    3. Prancis – Clemence Botino
    4. Great Britain – Emma Collingridge
    5. India – Harnaaz Sandhu
    6. Jepang – Juri Watanabe
    7. Panama – Brenda Smith
    8. Paraguay – Nadia Ferreira
    9. Filipina – Beatrice Gomez
    10. Puerto Rico – Michelle Colon
    11. Singapura – Nandita Banna
    12. Bahama – Chantel O’Brian
    13. USA – Elle Smith
    14. Venezuela – Luiseth Materan
    15. Vietnam – Nguyen Huynh Kim Duyen
    16. Afrika Selatan – Lalela Mswane

    Top 10

    1. Aruba: Thessaly Zimmerman
    2. Kolombia – Valeria Ayos
    3. Prancis – Clemence Botino
    4. India – Harnaaz Sandhu
    5. Paraguay – Nadia Ferreira
    6. Filipina – Beatrice Gomez
    7. Puerto Rico – Michelle Colon
    8. Afrika Selatan – Lalela Mswane
    9. Bahama – Chantel O’Brian
    10. USA – Elle Smith

    Top 5 

    1. India – Harnaaz Sandhu
    2. Afrika Selatan – Lalela Mswane
    3. Paraguay – Nadia Ferreira
    4. Kolombia – Valeria Ayos
    5. Filipina – Beatrice Gomez

    Top 3

    1. Afrika Selatan – Lalela Mswane
    2. India – Harnaaz Sandhu
    3. Paraguay – Nadia Ferreira

    []

  • Israel Resmi Buka Kantor Kedubes di Uni Emirat Arab

    peloporberita.com/ | Jakarta – Israel, resmi membuka kantor kedutaan besar mereka di Uni Emirat Arab sebagai penegasan bahwa hubungannya dengan salah satu anggota Negara Teluk tersebut telah normal.

    Dikutip dari Reuters, Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid dalam acara peresmian pada Selasa, (29/6/2021) waktu setempat mengatakan bahwa sejatinya Israel ingin hidup damai dengan para tetangganya di Timur Tengah.

    “Israel ingin hidup damai dengan para tetangga. Kami tidak akan ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami akan tetap di sini. Kami mendesak semua negara di kawasan untuk mengakui itu,” tutur Lapid.



    Normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab juga dilakukan dengan tiga negara Arab lainnya, yaitu Bahrain, Sudan, dan Maroko. Pembinaan kembali hubungan mesra dengan Israel diperoleh berkat kesepakatan bernama “Abraham Accords” yang diprakarsai oleh pemerintahan Amerika Serikat saat di bawah kekuasaan Presiden Donald Trump 2020 lalu.

    Negara-negara Arab yang menandatangani Abraham Accords menyatakan, bahwa mereka menormalisasi hubungan dengan Israel agar punya daya tawar lebih besar dalam membela Palestina. Meski banyak pihak meragukan asumsi tersebut lantaran Israel masih menyerang Jalur Gaza bulan lalu.

    “Israel ingin hidup damai dengan para tetangga. Kami tidak akan ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami.”

    Sementara kini tampuk pimpinan di AS telah jatuh ke tangan Joe Biden, AS masih melihat sejumlah negara berpotensi menormalisasi hubungan mereka dengan negara sekutunya, Israel. Biden pun, dikabarkan mulai menyusun manuver untuk mendekati negara-negara Arab agar turut menormalisasi hubungan mereka dengan Israel.

    Bahkan sejumlah sumber menyatakan bahwa Biden sudah mempertimbangkan mantan Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menjadi perwakilan pemerintah dalam proses penjajakan normalisasi hubungan ini. Lebih lanjut, pemerintahan Biden juga akan mendorong pengembangan kerja sama bisnis, edukasi, dan bidang lainnya antara Israel dan empat negara Arab yang sudah mesra hubungannya.[]