Tag: Irna Narulita

  • Rawan Bencana Alam, Hasbi Jayabaya Usul Pemkab Relokasi Permukiman Penduduk di Pandeglang

    peloporberita.com/ – Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, disarankan untuk segera merelokasi permukiman penduduk di Pandeglang, khususnya di Kecamatan Sumur. Sebab, ancaman gempa bumi dari Selat Sunda dapat terjadi sewaktu-waktu dan lebih dahsyat dari gempa yang terjadi di Banten pada 14 Januari lalu. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyatakan, gempa megathrust berkekuatan hingga M 8,7 berpotensi terjadi di wilayah Selat Sunda.

    Hal ini diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita beserta jajaran, perwakilan Kementerian Sosial dan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Pandeglang, Banten.

    “Sudah seharusnya ada relokasi (permukiman), khususnya di Kecamatan Sumur, seperti yang kita tahu pada tahun 2018 pernah terjadi tsunami, kemudian awal (tahun) 2022 ini mengalami gempa bumi di lokasi yang sama, hampir di titik yang sama,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis di laman resmi DPR RI yang dikutip Senin,(24/1/2022)

    “Pemerintah Daerah dan baik pemerintah pusat maupun Komisi VIII sebagai DPR harus mengambil langkah tertentu untuk segera merelokasi (permukiman warga) tahun ini. Apalagi di daerah ini BMKG sudah menjelaskan ada (potensi gempa) megathurst yang bisa terjadi lebih dari 8 skala Richter, ini sangat berbahaya,” sambung politisi PDI-Perjuangan tersebut.

    Hasbi juga menyarankan agar Pemkab Pandeglang segera bersurat atau duduk bersama dengan Kementerian ATR/BPN dan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dapat memikirkan daerah mana saja yang dapat dijadikan tempat relokasi penduduk Kecamatan Sumur.

    “Agar bisa dipikirkan dimana saja daerah yang misalnya ada lahan pemerintah yang tidak terpakai atau tidur untuk sementara bisa dijadikan tempat relokasi warga kecamatan sumur,” ungkap Legislator dapil Banten I ini.

    Selanjutnya, Hasbi ingin relokasi permukiman warga dapat segera dilakukan dengan mulai mensosialisasikan kepada warga Pandeglang, khususnya di Kecamatan Sumur bahwa daerah tempat tinggal mereka sangat berbahaya yaitu rawan akan bencana gempa bumi dan tsunami sehingga sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai tempat tinggal.

    “Daerah yang rawan (bencana) sudahlah tidak perlu dijadikan tempat tinggal lagi, hanya saja di lapangan memang tidak bisa semudah itu, tapi kita harus mulai mensosialisasikan bagaimana berbahayanya kalau mereka tidak pindah, jika terjadi bencana (lagi) bisa menelan korban jiwa,” tandasnya. []

  • Bupati Pandeglang: Data Sementara Satu Puskesmas Hancur di Kecamatan Sumur

    peloporberita.com/ – Bupati Pandeglang Irna Narulita, menyampaikan Gempa yang menggoyang wilayahnya menghancurkan satu Puskesmas di Kecamatan Sumur. Hal ini, menurutnya berdasarkan informasi awal yang diterimanya.

    “Satu Puskesmas hancur di Sumur, satu lagi rusak di Majasari,” tuturnya di Metro TV live Jumat, (14/1/2022)

    Selain itu Bupati Irna juga menginformasikan ada anak dan ibu yang tertimpa tangga di Kecamatan Cigeulis.

    “Sekarang sudah dibawa ke Puskesmas setempat,” ungkapnya.

    Kemudian banyak juga rumah warga yang hancur atau rusak. Namun, lanjut Bupati Irna, belum terdata seluruhnya sebab laporan yang masuk baru 13 Kecamatan dari 35 Kecamatan seluruhnya yang ada di Pandeglang.

    Sementara wilayah yang sangat terdampak yakni di Kecamatan Sumur, Kecamatan Cimanggu, dan Cigeulis. []

  • Kasih Hadiah Atlet Rp 95.000, Kadispora Pandeglang Dipecat Bupati

    peloporberita.com/ – Bupati Pandeglang Irna Narulita memecat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pandeglang lantaran pemberian hadiah Rp 95.000 untuk atlet pemenang Bupati Cup. Irna memecat Kadispora Dadan Saladin lantaran sudah mencoreng nama baik dirinya sebagai bupati.

    “Sudah saya berikan peringatan tadi, copot Kadispora,” tutur Irna saat menyerahkan hadiah tambahan kepada atlet di Setda Pandeglang, Senin (20/12/2021).

    Irna juga menegaskan, bahwa dirinya tidak tahu adanya kegiatan Bupati Cup tersebut karena tidak ada laporan. Dadan juga tidak datang untuk konsultasi saat hendak menyelenggarakan acara tersebut.

    Selanjutnya, Irna meminta Inspektorat untuk mengaudit kegiatan Bupati Cup. Menurutnya, penelusuran terhadap kegiatan yang menelan anggaran sebesar Rp 150 juta itu perlu dilakukan. Sebab, Dispora hanya menyisihkan uang Rp 30 juta untuk hadiah.

    “Inspektorat audit, Rp 150 juta, hadiah Rp 80 (juta), Rp 100 (juta) juga oke, Rp 50 (juta) kegiatannya, ulah loba ngabatina (jangan banyak ambil untung),” tandas Irna.

    Menanggapi pencopotan atas dirinya, Dadan pasrah. “Ya copot-copot saja, rezeki, ajal sudah ada ketentuannya dari Allah, hanya bagaimana kita menyikapinya,” ucap Dadan.

    Dadan tidak menampik pernyataan Irna yang disebut sudah mencoreng nama baik bupati. Ia juga mengakui dirinya tidak melaporkan kegiatan tersebut kepada bupati.

    “Enggak ada komunikasi ke Ibu, kelemahan saya tidak lapor,” ucapnya.

    Sebelumnya, viral di media sosial foto hadiah Bupati Cup di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, senilai Rp 95.000 viral di media sosial. Dalam unggahan viral tersebut, tampak foto tiga amplop dengan logo Pemerintah Kabupaten Pandeglang bertulisan ‘Juara Panjat Tebing Bupati Cup Tahun 2021’ melalui pesan WhatsApp.

    Di masing-masing amplop berjejer beberapa lembar uang yakni, Rp 165.000 untuk amplop bertulisan Juara II, dan Rp 95.000 untuk dua amplop bertulisan Juara III. Kasi Pembibitan dan Prestasi Olahraga, Dinas Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Ahmad Jubaedi, membenarkan bahwa foto yang beredar itu adalah hadiah untuk Bupati Cup. []