Tag: IPO

  • Bisnis Lingerie Rihanna Savage X Fenty Bakal Masuk Bursa

    peloporberita.com/ | Bisnis lingerie milik penyanyi Rihanna, Savage X Fenty sedang mempersiapkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

    Mengutip Bloomberg, nilai valuasi perusahaan ini mencapai USD 3 miliar atau sekitar atau Rp 43,2 triliun. Mereka pun dikabarkan menggandeng Goldman Sachs dan Morgan Stanley dalam aksi IPO tersebut.

    Sebelumnya, Savage X Fenty telah mengumpulkan dana senilai USD 125 juta pada Januari lalu, berdasarkan data PitchBook. Putaran pendanaan itu dipimpin oleh Neuberger Berman, dengan partisipasi dari investor sebelumnya L Catterton, Avenir Growth Capital, Sunley House Capital Management dan Jay-Z’s Marcy Venture Partners.

    Rihanna terjun ke dunia bisnis dengan mendirikan perusahaan kosmetik dan perawatan tubuh, Fenty Beauty dan Fenty Skin pada tahun 2017. Kemudian kedua perusahaan itu berkolaborasi dengan Savage X Fenty untuk menyediakan produk-produk khusus, misalnya ukuran mulai dari XS hingga 4XL.

    Selain berjualan secara online, Savage X Fenty juga gencar mengembangkan toko fisiknya di berbagai wilayah, termasuk di Culver City, California dan Las Vegas.

    Toko fisik di Las Vegas memiliki kemampuan teknologi yang memungkinkan pelanggan menerima pemindaian tubuh dengan augmented reality yang menciptakan avatar tiga dimensi mirip dengan tipe tubuh mereka.

    Teknologi bernama Fit: Match itu kemudian memberikan rekomendasi berdasarkan ukuran dan bentuk pelanggan yang diidentifikasi oleh pemindaian tubuh.[]

  • Volkswagen Siapkan IPO Porsche, Dananya untuk Transformasi Bisnis

    peloporberita.com/ – Grup otomotif asal Jerman, Volkswagen mengumumkan akan melakukan uji kelayakan soal potensi IPO salah satu anak usahanya, Porsche. Langkah ini, demi mempercepat transformasi bisnis grup tersebut untuk menjadi pemain utama mobil tanpa emisi dan mobil swakemudi.

    “Porsche AG akan mendapatkan lebih banyak kebebasan berwirausaha dan pada saat yang sama terus mendapat manfaat dari sinergi kelompok,” tutur CEO Volkswagen AG Herbert Diess yang dikutip Senin, (28/02/2022).

    Dalam rangka IPO, modal saham Porsche direncanakan akan dibagi menjadi 50 persen saham preferen dan 50 persen saham biasa. Sebanyak 25 persen saham preferen akan ditempatkan di pasar sebagai bagian dari kemungkinan penawaran umum perdana.

    Porsche Automobil Holding akan mengakuisisi 25 persen ditambah satu saham biasa di Porsche dari Volkswagen dengan harga penempatan saham preferen ditambah premi 7 setengah persen. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencatatkan saham biasa di pasar saham.

    Porsche
    Logo Porsche. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Volkswagen, akan dapat menggunakan hasil dari IPO potensial Porsche untuk mempercepat transformasi industri dan teknologi Grup Volkswagen. Termasuk berinvestasi dalam mengubah kapasitas produksi globalnya menjadi kendaraan listrik.

    Jika IPO ini berhasil, Volkswagen akan mengusulkan kepada pemegang saham untuk membagikan dividen khusus sebesar 49 persen dari total pendapatan kotor dari penempatan saham preferen dan penjualan saham biasa. []

  • Jaringan Apotek Terbesar Arab Saudi Nahdi Medical akan Gelar IPO

    peloporberita.com/ | Nahdi Medical Co. yang merupakan jaringan apotek terbesar di Arab Saudi, ingin memperluas bisnis utama perawatan kesehatan dan mempertimbangkan strategi akuisisi.

    CEO Nahdi Medical Yasser Joharji mengatakan, saat ini Nahdi dapat menggunakan seluruh jaringan apoteknya untuk menawarkan layanan kesehatan primer dan membangun klinik yang ada di Jeddah.

    Selain itu, Joharji juga menyebutkan pihaknya ingin memperluas pasar ke negara tetangga, termasuk melalui akuisisi.

    Untuk mendukung hal itu, Nahdi Medical akan menambah investor melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan melepas 30% sahamnya. Dalam IPO ini, Nahdi juga menargetkan valuasi 16 miliar riyal, atau sekitar USD 4,3 miliar.

    Mengutip Bloomberg, perusahaan ini juga menggandeng HSBC Holdings Plc dan Saudi National Bank yang bertugas sebagai pengelola IPO tersebut.

    Nahdi Medical hingga saat ini telah memiliki 1.151 apotek di 144 kota di Arab Saudi. Pendapatan mereka pada tahun 2020 mencapai 8,6 miliar riyal, dengan laba sebesar 849 juta riyal.

    Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu perusahaan Arab Saudi mengumpulkan hampir USD 9,3 miliar dari penawaran saham perdana. Hal ini menjadikan Arab Saudi sebagai pasar IPO paling aktif di Timur Tengah dan Afrika, setelah Israel.[]

  • Masalah Valuasi Buat Hyundai Engineering Harus Tunda IPO

    peloporberita.com/ | Hyundai Engineering Co Ltd terpaksa menunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Korea Selatan (Korsel), akibat masalah valuasi.

    Perusahaan afiliasi Hyundai Motor Group ini diprediksi bisa menghasilkan hingga USD 1 miliar dari aksi IPO. Awalnya, listing ditargetkan bisa terealisasi pada bulan Februari.

    Sebelumnya pada Desember lalu, perusahaan mengatakan ingin mengumpulkan hingga 1,2 triliun won melalui IPO, dengan kisaran harga indikatif 57.900-75.700 won per saham.

    Melansir Reuters, nantinya penawaran saham akan terdiri dari 4 juta saham baru, ditambah 12 juta saham lama dari pemegang saham di Hyundai Engineering, yaitu Ketua Grup Motor Hyundai Euisun Chung dan Ketua Kehormatan Mong-Koo Chung.

    Adapun beberapa pemegang saham lainnya adalah Hyundai Glovis, Kia Corp dan produsen komponen mobil, Hyundai Mobis.

    Saat ini, Hyundai Engineering adalah salah satu dari tujuh perusahaan konstruksi teratas di Korsel. Predikat itu diharapkan mampu menarik minat investor saham.

    Namun, di lain sisi, analis pasar melihat ada sentimen yang cukup besar terhadap industri konstruksi, terutama setelah runtuhnya tembok di salah satu lokasi kerja di Korea pada awal bulan ini.

    “Kami melihat industri konstruksi dalam negeri memikul beban yang lebih berat dalam biaya manajemen keselamatan secara keseluruhan setelah keruntuhan. Inilah sebabnya mengapa sentimen investor memburuk pada perusahaan konstruksi,” kata Analis Korea Investment & Securities Kang Kyung-tae. []

    Baca juga: Hyundai Gagal Penuhi Target 2021 Akibat Krisis Chip Global

  • LG Energy Solution Resmi IPO, Kalahkan Rekor Samsung Life Insurance

    peloporberita.com/ | Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES) sukses menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan meraih dana hingga USD 10,7 miliar.

    Pada perdagangan awal Kamis (27/01/2022), saham LGES langsung melesat. Sempat diperdagangkan di level 597.000 won, naik 99% dibandingkan harga IPO yang ada di level 300.000 won.

    Kini, saham LGES diperdagangkan di level 499.000 won, seperti dikutip dari Bloomberg. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 116,8 triliun won, atau sekitar USD 97,2 miliar. Angka itu membuat LG Energy Solution menjadi perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan (Korsel), setelah Samsung Electronics Co.

    Bahkan, IPO LGES menjadi yang terbesar di Korsel, lantaran nilainya hampir 2,5 kali lipat dari rekor IPO yang sebelumnya dipegang oleh Samsung Life Insurance Co. Dan, menjadi IPO yang terbesar kedua di dunia dalam setahun terakhir, setelah Rivian Automotive Inc.

    Setelah IPO, induk usaha LGES yaitu LG Chem Ltd, menguasai kepemilikan 81,8% saham.

    Perusahaan yang berbasis di Seoul ini telah berusaha meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya permintaan baterai mobil listrik secara global.

    LG Energy Solution memasok baterai ke sejumlah produsen mobil, seperti Tesla Inc, General Motor Co dan Hyundai Motor Co. []

    Baca juga: IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

  • Rencana IPO CVC Capital Partners Berpotensi Raih Valuasi USD 20 Miliar

    peloporberita.com/ | Firma penasihat investasi dan ekuitas swasta, CVC Capital Partners, berencana menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), dengan potensi valuasi bernilai lebih dari USD 20 miliar.

    Perusahaan tersebut mempertimbangkan IPO di bursa London, Inggris, pada semester kedua tahun ini. Rencananya, CVC Capital akan menggandeng Goldman Sachs Group Inc., JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley dalam IPO tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Valuasi IPO perusahaan ini akan bergantung pada kondisi pasar dan struktur listing, termasuk berapa banyak biaya yang akan disumbangkan CVC kepada perusahaan publik.

    Selama setahun terakhir, CVC telah terlibat sejumlah kesepakatan yang cukup besar. Salah satunya berhasil mengalahkan penawaran dari rivalnya pada November tahun lalu, untuk memenangkan kesepakatan bisnis teh Unilever Plc, pemilik Lipton dan PG Tips, senilai € 4,5 miliar.

    Selain itu, CVC juga telah membuat dorongan besar ke dunia olahraga, mengakuisisi saham di liga sepakbola Spanyol dan rugby di enam negara.

    Pada tahun lalu, CVC juga tercatat menanamkan investasinya di Authentic Brands Group Inc., perusahaan induk Forever 21 dan Nautica.

    Perusahaan ini juga aktif di Asia, dengan setuju mengakuisisi koleksi merek perawatan pribadi dari raksasa kecantikan Jepang, Shiseido Co.

    CVC berdiri sejak tahun 1980-an oleh sekelompok pemodal ventura, termasuk Steve Koltes, Donald Mackenzie dan Rolly van Rappard. []

    Baca juga: Banyak Perusahaan Tunda Rencana IPO di AS Akibat Pasar Bergejolak

  • Banyak Perusahaan Tunda Rencana IPO di AS Akibat Pasar Bergejolak

    peloporberita.com/ | Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) menunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), akibat bergejolaknya kondisi pasar saat ini.

    Terbaru, perusahaan teknologi asuransi TypTap dan perusahaan perangkat lunak sumber daya manusia dan penggajian Justworks telah menunda rencana IPO mereka. Sebelumnya pada pekan lalu, operator rantai pakaian Authentic Brands Group Inc juga melakukan hal yang sama.

    Pihak Justworks menyebutkan, salah satu alasannya menunda IPO adalah aksi jual baru-baru ini dalam saham teknologi dan kinerja buruk sejumlah perusahaan yang go public pada 2021.

    Data Refinitiv yang dilaporkan Reuters (13/01/2022) menunjukkan, lebih dari 60 persen perusahaan yang go public tahun lalu, kini diperdagangkan di bawah harga IPO mereka.

    TypTap Insurance Group Inc mengajukan IPO pada Agustus tahun lalu. Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini, mengumpulkan USD 100 juta dari dana yang berafiliasi dengan Centerbridge Partners pada Februari tahun lalu.

    Sedangkan Justworks berdiri sejak 2012, yang memungkinkan penggunanya, baik perusahaan skala kecil maupun besar, bisa menangani penggajian, tunjangan, kepatuhan dan SDM termasuk karyawan paruh waktu.

    Awalnya, Justworks berniat listing di bursa Nasdaq dengan menawarkan 7 juta saham, bernilai antara USD 28 dan USD 32 per saham. Setelah listing, sahamnya akan dicatatkan dengan simbol “JW”. []

    Baca juga: IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

  • IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

    peloporberita.com/ | Rencana produsen baterai LG Energy Solution (LGES) melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), tampaknya berbuah manis.

    Hal itu terlihat dari tahap awal, yaitu tahap penawaran IPO yang meraih USD 80 miliar dari investor institusi. Padahal, LGES sendiri menargetkan dana sebesar USD 10,7 miliar dari aksi tersebut. Hal itu diketahui dari dua sumber yang mengetahui langsung tentang kesepakatan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

    Nilai bookbuilding itu pun menjadi yang terbesar di Korea Selatan. Tahap ini akan ditutup pada Rabu (12/01/2022) dan harga IPO ditetapkan pada Jumat (14/01/2022).

    Dengan angka yang sudah mencapai USD 80 miliar, berarti sudah terjadi kelebihan permintaan sekitar 13 kali dari tawaran untuk institusi. Dalam dokumen IPO, LGES hanya diberikan porsi sebesar USD 6 miliar untuk investor institusi.

    LGES adalah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh LG Chem Ltd dan memasok baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ke Tesla dan General Motors.

    Aksi IPO dapat mengangkat valuasi LG Energy Solution hingga 70,2 triliun won atau setara USD 58,80 miliar. Ini menjadikan LG Energy Solution sebagai perusahaan publik terbesar ketiga di Korea Selatan, setelah Samsung Electronics Co Ltd dan SK Hynix Inc. []

    Baca juga: LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

  • Startup Payroll Justworks Incar USD 2 Miliar di Bursa Nasdaq

    peloporberita.com/ | Justworks, perusahaan rintisan yang fokus pada penggajian dan sumber daya manusia (SDM), menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

    Justworks akan menawarkan 7 juta saham, dengan harga antara USD 28 dan USD 32 per saham. Hal itu memungkinkan Justworks bisa mendapatkan sekitar USD 224 juta, dengan menggunakan harga teratas, seperti dikutip dari Reuters.

    Dalam IPO tersebut, perusahaan yang didukung oleh Bain Capital ini juga menargetkan bisa meraih valuasi hingga USD 2 miliar. Setelah listing, sahamnya akan dicatatkan dengan simbol “JW”.

    Thrive Capital dan Index Ventures merupakan bagian dari investor Justworks. Sedangkan penjamin emisi utama untuk penawaran ini adalah Goldman Sachs, JP Morgan dan BofA Securities.

    Justworks adalah perusahaan yang berbasis di New York. Sejak berdiri pada tahun 2012, perusahaan ini memungkinkan perusahaan, baik skala kecil maupun besar, bisa menangani penggajian, tunjangan, kepatuhan dan SDM termasuk karyawan paruh waktu.

    Selain itu, software payroll Justworks juga memudahkan proses pengecekan segala hal yang berhubungan dengan kepegawaian, termasuk mengenai cuti dan izin sakit karyawan.

    Dengan tools dari sistem payroll Justworks, perusahaan bisa mengelola timnya dari satu tempat tanpa menggunakan cara manual, lantaran sistem terintegrasi penuh sehingga mudah membuat dan melihat laporan yang dibuat sebelumnya. []

    Baca juga: LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

  • Indonesia Catat Jumlah IPO Terbanyak di Asia Tenggara 2021

    peloporberita.com/ – Penggalangan dana melalui skema IPO di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini mencatat total nilai emisi Rp62,6 triliun atau melesat lebih dari 11 kali lipat dibanding 2020.

    Jumlah perusahaan yang melaksanakan IPO pada 2021 sebanyak 54 emiten, naik dari 2020 yang 51 perusahaan. Hal ini membuat Indonesia menempati posisi pertama dibanding negara di Asia Tenggara lainnya dalam jumlah perusahaan tercatat baru terbanyak.

    Indonesia unggul dari Thailand yang mencatatkan 38 emiten baru, Malaysia 29, Singapura 8, dan Filipina 5. Dengan penambahan ini, total perusahaan yang tercatat di BEI per akhir Desember 2021 mencapai 766 emiten.

    Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, emisi IPO 2021 yang mencapai Rp 62,6 triliun merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI.

    Tren kenaikan pencatatan ini, diharapkan dapat berlanjut pada taun 2022. Apalagi, saat ini, BEI masih mengantongi 26 calon perusahaan tercatat dalam pipeline IPO yang sebagian masih dalam proses penawaran umum.

    “Di hari perdagangan terakhir ini, ada lagi calon emiten yang menyatakan ingin IPO cukup besar di 2022. Saya tidak bisa menyebutkan nama perusahaannya tapi diharapkan dapat membuat antusiasme di 2022 lebih baik dari 2021,” tutur Inarno, Kamis (30/12/2021).

    Dalam kesempatan yang sama Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penambahan 68 pencatatan efek baru pada 2022, lebih tinggi dari target 2021 yang sebanyak 66 pencatatan efek.

    Target pencatatan efek yang ia maksud terdiri dari saham, obligasi, ETF (Exchange Traded Fund), EBA (Efek Beragun Aset), DIRE (Dana Investasi Real Estate), dan DINFRA (Dana Investasi Infrastruktur).  []