Tag: investor

  • Upaya OJK Lindungi Investor Pasar Modal

    Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan berbagai upaya dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada investor di Pasar Modal, baik dari sisi kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum.

    Antara lain Sosialisasi, Literasi, dan Edukasi. Terkait ini, OJK berusaha memberikan pemahaman kepada investor dalam berinvestasi di pasar modal agar terhindar dari investasi bodong.

    Sosialisasi, Literasi, dan Edukasi juga dilakukan agar masyarakat memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal. Serta untuk mengetahui legalitas profil pelaku usaha dan produk investasi yang ditawarkan.

    Dengan Sosialisasi, Literasi, dan Edukasi, OJK berharap masyarakat memahami teknik berinvestasi dengan menggunakan dana lebih, bukan dana kebutuhan pokok atau cadangan, apalagi hasil meminjam.

    Upaya itu, dilakukan agar masyarakat mengetahui dan terhindar dari penawaran imbal hasil fixed return yang tidak masuk akal.

    Lebih lanjut, OJK mendorong Pengembangan Notasi Khusus dan Papan Pemantauan Khusus sebagai upaya preventif mencegah terjadinya kerugian Investor saham.

    Dalam hal ini, OJK mendorong tersedianya informasi yang sederhana dan cepat agar para investor dapat dengan mudah memahami kondisi perusahaan.

    [irp]

    Saat ini telah ada 15 notasi khusus yang diharapkan dapat memberikan gambaran kepada investor agar sebelum bertransaksi saham perusahaan tercatat, dapat memahami terlebih dahulu kondisi perusahaan tersebut.

    Selain itu, upaya OJK melindungi investor Pasar Modal adalah dengan Penerbitan POJK 65/POJK.04/2020 dan SEOJK 17/SEOJK.04/2021 Pengembalian Keuntungan Tidak Sah (PKTS) dan Dana Kompensasi Kerugian Investor. Juga Penerbitan POJK 49/POJK.04/2016 dan Keputusan Nomor Kep-69/D.04/2020 terkait Dana Perlindungan Pemodal (DPP)

    [irp]

    Selanjutnya Tindakan Supervisory Action yang didukung dengan Penerbitan POJK 23/POJK.04/2021 tentang Tindak Lanjut Pengawasan di Bidang Pasar Modal. Juga Penguatan Kewenangan Pengawasan dan
    Penegakan Hukum melalui Penerbitan POJK 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. []

    [irp]

  • OJK : Pertumbuhan Investor Ritel Pasar Modal Didominasi Kaum Milenial

    Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengatakan, hingga akhir April 2022, secara nasional jumlah investor ritel di Pasar Modal telah mencapai 8,62 juta atau meningkat sebesar 15,11 persen (ytd) dibandingkan posisi 30 Desember 2021.

    Ia menilai, hal tersebut lantaran  kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin tinggi dengan solidnya pengaturan dan pengawasan yang telah dilakukan. Sehingga pertumbuhan jumlah investor di Pasar Modal pun terus meningkat secara signifikan selama masa pandemi.

    “Pertumbuhan jumlah investor ritel ini juga masih didominasi oleh kaum milenial atau usia di bawah 30 tahun sebesar 60,29 persen dari keseluruhan jumlah investor,” tutur Hoesen dalam sambutannya secara virtual di Seminar “Pasar Modal Sebagai Pilihan Investasi” di Surabaya, dikutip Minggu, (29/05/2022).

    Hoesen menekankan agar setiap masyarakat dalam berinvestasi di Pasar Modal perlu mempelajari dan memahami dulu segala bentuk produk dan legalitas perizinan dari pihak yang menawarkannya.

    “Masyarakat perlu mewaspadai segala bentuk investasi bodong atau ilegal yang sering merayu atau menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar dalam berinvestasi haruslah menggunakan sumber dana di luar kebutuhan pokok maupun dana cadangan, dan jangan menggunakan pinjaman, apalagi pinjaman online ilegal,” ungkap Hoesen.

    Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2022 di Jawa Timur selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 23-25 Mei 2022.

    [irp]

    Kegiatan ini diselenggarakan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), himpunan dan asosiasi, serta para stakeholders lainnya.

    Sementara Jawa Timur dipilih sebagai provinsi pertama diselenggarakannya program SEPMT di tahun 2022 karena melihat besarnya potensi Emiten dan investor yang masih dapat terus digali dan dioptimalkan.

    Baik melalui pemanfaatan Pasar Modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan usaha, maupun tempat berinvestasi yang aman, nyaman, dan terpercaya.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
    Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Sampai posisi 28 April 2022, jumlah investor Pasar Modal di Jawa Timur mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dari semula 996.574 SID pada akhir 2021, meningkat 14,64% menjadi 1.142.505 SID.

    Kegiatan SEPMT bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi, baik kepada pemerintah daerah, pelaku industri, asosiasi, dan masyarakat di wilayah Jawa Timur.

    Khususnya mengenai perkembangan Pasar Modal Indonesia dan terkait kebijakan yang telah dikeluarkan OJK dalam rangka mendorong percepatan
    pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan di daerah.

    [irp]

    Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memilih produk investasi secara cerdas, aman, dan selektif agar tidak terjebak pada investasi bodong yang kian marak dan sangat meresahkan masyarakat.

    Sebagai komitmen OJK dalam memberikan perlindungan dan upaya peningkatan investor, OJK telah mengeluarkan serangkaian kebijakan di antaranya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari investasi bodong dan penawaran imbal hasil fixed return yang tidak masuk akal.

    Selain itu, OJK juga mendorong Bursa Efek agar terus mengembangkan Notasi Khusus dan papan pemantauan khusus, menerbitkan POJK Nomor 65/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2021.

    [irp]

    POJK itu berisi tentang Pengembalian Keuntungan Tidak Sah & Dana Kompensasi Kerugian Investor di Bidang Pasar Modal atau dikenal dengan Disgorgement dan Disgorgement fund, hingga penguatan kewenangan dalam rangka melakukan pengawasan dan penegakan hukum.

    Di samping itu, dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah, OJK juga telah menerbitkan Peraturan OJK yang bertujuan untuk memudahkan  masyarakat terutama pelaku UMKM untuk melakukan penggalangan dana melalui Pasar Modal.

    Antara lain melalui POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding/SCF) sebagaimana diubah dengan POJK 16/POJK.04/2021.

    [irp]

    Pertumbuhan SCF sampai dengan tahun 2022 ini dinilai cukup pesat. Hingga 13 Mei 2022, terdapat 10 Penyelenggara/platform yang telah berizin dari OJK.

    Jumlah ini meningkat 42,85% dari sebelumnya per 31 Desember 2021 hanya berjumlah 7 platform. Jumlah Penerbit/UMKM yang menghimpun dana juga meningkat 17,94% menjadi 230 perusahaan dari sebelumnya 190 perusahaan per 30 Desember 2021.

    [irp]

    Pemodal SCF juga mengalami peningkatan sebesar 15,22% dari 93.733 pemodal per 30 Desember 2021 menjadi 108.006 pemodal. Total dana yang dihimpun juga mengalami peningkatan sebesar 19,84% dari Rp413,19 M menjadi Rp495,18 M.

    Sementara untuk wilayah Jawa Timur, tercatat jumlah penerbit/pelaku UMKM yang memanfaatkan SCF sebanyak 17 dengan jumlah investor sebanyak 6.495 dan total dana yang dihimpun sebanyak Rp25,04 miliar. []

    [irp]

  • Evergrande Terancam Kena Tindakan Hukum dari Investor Utang Barat

    Jakarta | Perusahaan properti Tiongkok, Evergrande menghadapi tekanan yang semakin meningkat dengan sekelompok investor utang dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang dilaporkan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Evergrande.

    Berdasarkan laporan Financial Times yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, baru-baru ini ditemukan janji lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 28,7 triliun (kurs Rp 14.372 per USD) untuk jaminan pihak ketiga, dengan pemberi pinjaman yang dirahasiakan identitasnya.

    Investor yang terlibat antara lain Saba Capital, Redwood Capital Management dan Ashmore.

    Inspirasi pertimbangan tindakan hukum muncul ketika Evergande mengumumkan bahwa pemberi pinjaman yang dirahasiakan telah menyita deposito senilai 13,4 miliar yuan atau setara USD 2,1 miliar di unit layanan propertinya yang dijanjikan sebagai jaminan.

    Pemegang obligasi berpendapat bahwa langkah mengejutkan itu secara tidak adil menghilangkan uang tunai dari perusahaan yang bisa digunakan untuk pembayaran kewajiban utang yang berjumlah lebih dari USD 300 miliar. Angka itu membuat Evergande menjadi perusahaan dengan nilai utang terbesar di seluruh dunia.

    Pada bulan Januari, sekelompok pemegang obligasi internasional telah menyewa firma hukum Harneys dalam upaya untuk mempertimbangkan secara serius tindakan penegakan hukum terhadap Evergrande, lantaran gagal terlibat dengan mereka.[]

  • Banyak Hotel di Hong Kong Berubah Haluan Jadi Sewa Jangka Panjang

    Jakarta | Dana internasional dan investor lokal mengambil hotel di Hong Kong dengan tujuan mengubahnya menjadi sewa jangka panjang dan akomodasi mahasiswa, lantaran prospek industri pariwisata masih belum pasti.

    Di masa lalu, pemilik hotel enggan menawarkan properti mereka untuk dijual, lantaran jutaan turis internasional berdatangan setiap tahun. Namun banyak yang berubah pikiran, ketika terjadi protes anti-pemerintah pada 2019, kemudian ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 pada 2020.

    Direktur Senior Layanan Penilaian dan Konsultasi Asia di Colliers Shaman Chellaram mengatakan, sejak dimulainya krisis akibat pandemi, sekitar 14 hotel telah berpindah tangan. Mengutip South China Morning Post, sebagian besar dari mereka dikonversi ke co-living atau akomodasi siswa.

    Pekan lalu, Stan Group milik keluarga mendiang miliarder Tang Sing-bor, menawarkan 598 kamar Hotel Cozi Harbour View di Kwun Tong, untuk dijual dengan harga HKD 3,1 miliar (USD 400 juta), atau HKD 5,2 juta per kamar.

    Bahkan, Kepala Pasar Modal JLL di Hong Kong Oscar Chan memprediksi akan ada lebih banyak hotel yang dipasarkan nantinya. Ia mengharapkan penilaian untuk hotel di daerah perkotaan akan terus meningkat, lantaran pembeli tertarik dengan potensi pendapatan yang stabil dari sewa jangka panjang atau co-living, yang bertentangan dengan pendapatan tamu tradisional.

    Empat bulan lalu, AEW Value Investors Asia, dana ekuitas swasta tertutup yang didirikan di Luksemburg, membeli 388 kamar, 24 lantai Hotel Sav, yang terletak dekat dengan empat universitas, seharga HKD 1,65 miliar.

    Hotel Sav dekat dengan Hong Kong Polytechnic University, City University of Hong Kong, Baptist University, dan Hong Kong Metropolitan University, yang semuanya merupakan favorit mahasiswa Tiongkok daratan.[]

  • Warren Buffett Akuisisi Saham Occidental Petroleum

    peloporberita.com/ | Berkshire Hathaway, perusahaan milik investor ternama, Warren Buffett, telah membeli saham Occidental Petroleum, senilai USD 5,1 miliar.

    Sebelumnya, Berkshire sudah memiliki saham preferen senilai USD 10 miliar di Occidental, yang diterimanya sebagai imbalan atas pembiayaan untuk pengambilalihan Anadarko Petroleum oleh perusahaan minyak dan gas (migas) pada 2019 lalu.

    Mengutip Business Insider, saham preferen membayar dividen tahunan 8%, atau USD 200 juta setahun.

    Selain itu, kesepakatan pembiayaan juga membuat Berkshire memiliki waran untuk 83,9 juta saham biasa, dengan harga pelaksanaan USD 59,62. Namun, saham Occidental ditutup pada USD 55,76 pada Jumat pekan lalu, yang berarti waran kehabisan uang untuk saat ini.

    Jika harga saham Occidental naik di atas harga pelaksanaan, maka Berkshire dapat menggunakan warannya untuk membeli saham dengan harga diskon, kemudian menjualnya pada harga pasar dan meraih keuntungan.

    Investor kawakan lain sekaligus pemegang saham Occidental, Carl Icahn, mengecam kesepakatan saham preferen dan waran ini, yang dianggapnya terlalu menguntungkan bagi Berkshire.

    Namun, pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire pada 2020, Buffett tampak khawatir tentang investasinya, ketika harga minyak mentah West Texas Intermediate merosot hingga di bawah USD 30 per barel.

    Meski begitu, tahun ini minyak mentah WTI telah melonjak lebih dari 50% ke level USD 115, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, antara lain didorong oleh kekhawatiran tentang invasi Rusia ke Ukraina. Saham Oxy juga melesat ke level tertingginya dalam dua tahun terakhir.[]

  • Amazon Naikkan Gaji Pokok Karyawan 2x Lipat Lebih

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Amazon.com Inc memutuskan menaikkan gaji pokok maksimum karyawannya lebih dari dua kali lipat. Semula USD 160.000 atau sekitar Rp 2,29 miliar (kurs Rp 14,365/USD), naik menjadi USD 350.000.

    Meski demikian, Amazon tidak menyebutkan jumlah karyawan yang akan menerima kenaikan gaji tersebut.

    Secara total, Amazon mempekerjakan 1,6 juta karyawan di seluruh dunia hingga 31 Desember 2021, termasuk pekerja gudang yang dibayar per jam dan staf kantor yang mendapatkan gaji tahunan.

    Amazon membayar pekerja gudang setidaknya USD 15 per jam. Pada September lalu, perusahaan itu menyatakan telah menaikkan upah rata-rata pekerja gudang menjadi USD 18 per jam.

    “Setelah melakukan analisis menyeluruh dari berbagai opsi, menimbang ekonomi bisnis kami dan kebutuhan untuk tetap kompetitif untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik, kami memutuskan untuk membuat peningkatan yang lebih besar pada tingkat kompensasi,” tulis Amazon dalam memo kepada karyawannya, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Sebelumnya, Amazon mengandalkan penghargaan saham, dengan harapan hal itu dapat menarik pekerja mengambil posisi, bahkan jika gaji pokoknya rendah.

    Namun, saham Amazon tidak banyak bergerak pada tahun lalu dan hanya naik 2,4% ketika indeks S&P 500 melonjak 27%. Dengan begitu, strategi pemberian bonus lewat saham jadi tidak menarik lagi.

    Selama pandemi, Amazon telah mengeluarkan banyak uang untuk operasi logistiknya, mempekerjakan ratusan ribu orang dan membayar bonus kepada rekrutan baru.

    Investor cukup waspada dengan kenaikan biaya Amazon, namun mereka menyatakan lega ketika perusahaan tersebut melaporkan kinerja positif pada kuartal keempat dan akan menaikkan biaya langganan tahunan Prime dari USD 20 menjadi USD 139. []

  • Livspace Raih USD 180 Juta dari Putaran Pendanaan yang Dipimpin KKR

    peloporberita.com/ | Kohlberg Kravis Roberts (KKR) & Co memimpin putaran pendanaan seri F senilai USD 180 juta untuk platform teknologi properti (proptech) asal Singapura, Livspace. Dengan demikian, nilai valuasi Livspace menjadi lebih dari UDS 1 miliar dan resmi menyandang status unicorn.

    Putaran pendanaan ini juga melibatkan investor yang sudah ada, termasuk Ikea, Jungle Ventures, Venturi Partners dan Peugeot Investments.

    Rencananya, Livspace akan memanfaatkan modal tersebut untuk meningkatkan layanannya di India dan Singapura, serta memperluas pasarnya ke wilayah baru seperti Asia Tenggara, Australia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

    Tak hanya itu, mengutip Tech In Asia, Livspace juga membuka kesempatan usaha patungan (joint ventures) dengan startup lain dalam upaya mendorong rencana ekspansinya ke Asia Tenggara.

    Sebelumnya, perusahaan ini pernah melakukan strategi serupa di Timur Tengah, dengan menggandeng mitra operasional Ikea, Alsulaiman Group.

    Untuk KKR, Livspace mewakili yang terbaru dari serangkaian kesepakatan yang ditujukan untuk memanfaatkan tingginya gelombang teknologi di Asia. Investasinya di Asia Tenggara termasuk raksasa ride-hailing Gojek, pasar real estat online PropertyGuru, dan platform pedagang untuk usaha kecil dan menengah KiotViet. []

  • IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

    peloporberita.com/ | Rencana produsen baterai LG Energy Solution (LGES) melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), tampaknya berbuah manis.

    Hal itu terlihat dari tahap awal, yaitu tahap penawaran IPO yang meraih USD 80 miliar dari investor institusi. Padahal, LGES sendiri menargetkan dana sebesar USD 10,7 miliar dari aksi tersebut. Hal itu diketahui dari dua sumber yang mengetahui langsung tentang kesepakatan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

    Nilai bookbuilding itu pun menjadi yang terbesar di Korea Selatan. Tahap ini akan ditutup pada Rabu (12/01/2022) dan harga IPO ditetapkan pada Jumat (14/01/2022).

    Dengan angka yang sudah mencapai USD 80 miliar, berarti sudah terjadi kelebihan permintaan sekitar 13 kali dari tawaran untuk institusi. Dalam dokumen IPO, LGES hanya diberikan porsi sebesar USD 6 miliar untuk investor institusi.

    LGES adalah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh LG Chem Ltd dan memasok baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ke Tesla dan General Motors.

    Aksi IPO dapat mengangkat valuasi LG Energy Solution hingga 70,2 triliun won atau setara USD 58,80 miliar. Ini menjadikan LG Energy Solution sebagai perusahaan publik terbesar ketiga di Korea Selatan, setelah Samsung Electronics Co Ltd dan SK Hynix Inc. []

    Baca juga: LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

  • Softbank Akan Pimpin Pendanaan USD 150 Juta untuk Fintech Inggris

    peloporberita.com/ | Perusahaan fintech asal Inggris, PrimaryBid, hampir menuntaskan putaran pendanaan senilai USD 150 juta yang akan dipimpin oleh Vision Funds II SoftBank.

    Putaran pendanaan terbaru PrimaryBid ini juga mencakup sejumlah investor lain dengan pemegang saham yang ada, seperti Hambro Perks dan OMERS Ventures.

    Penggalangan dana Seri C PrimaryBid kemungkinan akan menilai perusahaan lebih dari USD 500 juta, seperti dikutip dari Sky News. Pendanaan itu diyakini bisa memberikan akses ke teknologi luas dan ekosistem pasar publik.

    Sementara itu, PrimaryBid juga akan memiliki kekuatan finansial yang lebih besar untuk melanjutkan ekspansinya di luar Inggris dan mencerminkan ambisi global Founder sekaligus CEO PrimaryBid Anand Sambasivan.

    Dengan penggalangan dana terbaru ini, maka jumlah total modal yang dimiliki PrimaryBid akan mencapai lebih dari USD 200 juta, sejak berdiri pada tahun 2016.

    PrimaryBid juga dibantu oleh perubahan aturan pre-emption pada awal krisis, yang memungkinkan perusahaan menambah jumlah uang yang dapat mereka kumpulkan, tanpa harus melalui proses persetujuan dari pemegang saham yang berlarut-larut.

    Berdasarkan keterangan di Google Play Store, PrimaryBid adalah platform digital yang memprioritaskan seluler yang memberikan akses kepada investor individu ke penggalangan dana perusahaan publik dan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan persyaratan yang sama seperti investor institusional. []

    Baca juga: SoftBank Ventures Asia Investor Utama Startup Pembayaran Digital Chai

  • Tencent Akuisisi Saham Bank Digital Inggris Monzo

    peloporberita.com/ | Perusahaan media sosial dan game asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd, mengakuisisi saham bank digital asal Inggris, Monzo, yang baru saja memperoleh meraih sebesar USD 4,5 miliar.

    Tencent yang telah menjadi investor produktif di sektor teknologi Eropa, masuk sebagai investor di Monzo dalam pendanaan terbaru senilai USD 100 juta, seperti dikutip dari Sky News.

    Keterlibatan Tencent menambah investor terkemuka lainnya ke daftar investor Monzo, setelah sebelumnya sudah ada Coatue dan Abu Dhabi Growth Fund.

    Sebelumnya, Tencent juga telah mendukung startup perbankan Eropa seperti N26 Jerman. Namun investasi ini hanya berlangsung singkat, dengan alasan kerumitan terkait Brexit atau British Exit.

    Selain itu, Tencent juga memegang saham di perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS), termasuk produsen mobil listrik Tesla Inc dan aplikasi pesan foto Snap Inc.

    Pendanaan yang dilakukan Tencent membuat total yang dikumpulkan Monzo dalam putaran terakhir menjadi USD 600 juta. Valuasi Monzo juga melonjak didukung oleh bertambahnya ribuan pelanggan pada tahun 2021.

    Monzo yang didirikan pada tahun 2015, adalah sebuah neobank dengan lebih dari 5 juta pelanggan. Bank digital ini berjuang untuk meraih keuntungan. Namun, kerugian tahunan melebar tahun lalu lantaran adanya potensi penyelidikan pencucian uang perdata dan pidana. []

    Baca juga: Kebijakan Xi Jinping Buat Tencent Terdepak dari Daftar 10 Perusahaan Teknologi Terbesar