Tag: Internasional

  • Kembangkan Bisnis Podcast, Spotify Akuisisi Podsights dan Chartable

    Pelopor id – Perusahaan layanan streaming musik Spotify, mengakuisisi dua platform teknologi podcast yakni Podsights dan Chartable. Tujuannya, untuk mengembangkan bisnis lantaran dua perusahaan tersebut merupakan pemasar podcast dan atribusi iklan yang paling menonjol.

    Kabar ini, menandai akuisisi besar pertama yang dilakukan Spotify tahun ini, meski harga kesepakatan belum diungkapkan.

    Podsights akan memberikan masukan tentang iklan, area yang menurut Spotify menjadi tantangan besar. Sementara Chartable, memberikan masukan tentang audiens agar penerbit podcast bisa mengukur efektivitas kampanye mereka.

    Sementara gabungan Podsights dan Chartable, memungkinkan podcaster dan jaringan menyertakan tag di acara mereka yang digunakan untuk melacak siapa yang mendengarkan, apakah mereka mendengar iklan, dan apakah mereka mengambil tindakan setelah mendengarnya.

    Laman: 1 2

  • Cara Mengakses Sertifikat Vaksin Internasional Standar WHO

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengatakan, mereka telah mengeluarkan sertifikat vaksin internasional sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pernyataan ini, untuk mengantisipasi isu yang beredar bahwa sertifikat vaksin indonesia tidak dikenal atau diakui di sejumlah negara di luar negeri.

    Chief of Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji menyampaikan, bentuk dan informasi yang tertera pada sertifikat vaksin internasional yang dikeluarkan pemerintah sudah disesuaikan dengan standar WHO, termasuk kode QR yang tercantum di dalamnya agar bisa terbaca dan diakui di luar negeri.

    Oleh sebab itu, sertifikat vaksin internasional dapat digunakan oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai bukti telah menerima vaksinasi primer lengkap.

    Setiaji menjelaskan, salah satu pemanfaatan sertifikat internasional ini adalah untuk perjalanan Haji dan Umrah. Meski demikian, sertifikat ini hanya sebagai dokumen kesehatan dan pelaku perjalanan tetap wajib mematuhi peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku di masing-masing negara.

    Jenis vaksin yang diterima atau berlaku, juga mengacu kepada kebijakan masing-masing negara tujuan. Sertifikat vaksin internasional yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dapat diakses masyarakat melalui aplikasi PeduliLindungi.

    Cara mengaksesnya sebagai berikut:

    1. Update aplikasi PeduliLindungi versi terbaru
    2. Buka aplikasi PeduliLindungi dan login dengan akun terdaftar
    3. Masuk ke menu ”Sertifikat Vaksin”
    4. Di bagian ”Sertifikat Perjalanan Luar Negeri”, klik ikon ”+”
    5. Centang nama pengguna yang ingin dibuatkan sertifikat internasional, klik selanjutnya
    6. Pilih negara tujuan, klik selanjutnya dan konfirmasi
    7. Sertifikat berhasil dibuat dan sudah aktif, kemudian klik ”Lihat Detail”

    Adapun untuk melihat kode QR atau mengunduh sertifikat, bisa dilakukan pada menu ”Sertifikat Vaksin” dan memilih nama pengguna yang telah dibuatkan sertifikat vaksin internasional.[]

  • Kento Momota Kandas di Babak Penyisihan

    peloporberita.com/ | Pebulutangkis andalan Jepang, Kento Momota, kandas di babak penyisihan Olimpiade Tokyo 2020. Momota menghadapi wakil Korea Selatan Heo Kwang-hee di laga terakhir Grup A, yang dihelat di Musashino Forest Sport Plaza, Rabu (28/7/2021) malam WIB.

    Momota baru meraih satu poin hasil kemenangan di partai awal dari pebulutangkis Amerika Serikat Timothy Lam.

    Baca juga: Olimpiade Tokyo, Angkat Besi Persembahkan Medali Pertama Bagi Indonesia

    Momota tidak diberikan kesempatan mengembangkan permainan sejak gim pertama, Heo menang 21-15. Kemudian gim kedua, Momota bangkit mengejar skor. Namun akhirnya harus menyerah dengan skor 19-21 di gim kedua dan resmi tersingkir.

    Momota hanya menempati posisi kedua Grup A dengan satu poin, kalah dari Heo yang punya dua poin di puncak. Pasalnya, di nomor tunggal putra, hanya juara grup yang berhak lolos ke babak eliminasi. 

    Baca juga: Raih Medali Emas Pertama Olimpiade Tokyo, Penembak Asal China Kalungkan Sendiri Mendalinya

    Pada babak perempat final, Heo Kwang-hee akan menunggu pemenang partai Kevin Cordon – Mark Caljouw. []

  • Gedung Putih Masukkan YouTube dalam Daftar Penyebar Informasi Salah Tentang Vaksin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Selain Facebook, Para Pejabat Gedung Putih menaruh YouTube dalam daftar platform media sosial yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang salah tentang vaksin Covid-19 dan tidak berbuat banyak untuk menghentikannya, sebut sumber yang mengetahui hal ini.

    Kritik itu, muncul hanya seminggu setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyebut Facebook dan perusahaan media sosial lainnya sebagai “pembunuh” lantaran gagal memperlambat penyebaran informasi yang salah tentang vaksin.

    “Facebook dan YouTube adalah hakim, juri, dan algojo terkait apa yang terjadi di platform mereka. Mereka bisa menilai pekerjaan rumah mereka sendiri.”

    Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan, salah satu masalah utama terkait masalah ini adalah penegakan yang tidak konsisten. Menurutnya, YouTube, unit usaha Google Alphabet dan Facebook dapat memutuskan apa yang memenuhi syarat sebagai informasi yang salah di platform mereka. Namun, hasil dari apa yang dilakukaan kedua platform tersebut membuat Gedung Putih tidak senang.

    “Facebook dan YouTube adalah hakim, juri, dan algojo terkait apa yang terjadi di platform mereka. Mereka bisa menilai pekerjaan rumah mereka sendiri,” tutur seorang pejabat administrasi, menggambarkan pendekatan keduanya terhadap informasi yang salah tentang Covid dikutip dari Reuters Senin, 26 Juli 2021.

    Presiden AS
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Pelopor/Reuters/Jonathan Ernst)

    Pejabat tersebut menjelaskan, beberapa bagian utama dari kesalahan informasi vaksin yang diperangi oleh pemerintahan Biden termasuk bahwa vaksin Covid-19 tidak efektif, klaim palsu bahwa mereka membawa microchip dan bahwa mereka menggangu kesuburan wanita.

    Baru-baru ini, Biden, sekretaris persnya, Jen Psaki, dan Ahli Bedah Umum Vivek Murthy, kompak mengecam perusahaan media sosial. Menurut mereka, penyebaran kebohongan tentang vaksin membuat lebih sulit untuk memerangi pandemi dan menyelamatkan nyawa.

    Adapun Center for Countering Digital Hate (CCDH) berdasarkan laporan terbarunya yang juga disorot oleh Gedung Putih, menunjukkan 12 akun anti-vaksin menyebarkan hampir dua pertiga mis-informasi anti-vaksin secara online. Enam dari akun itu masih memposting hal tersebut di YouTube.[]

  • China Dilanda Banjir Bandang, Provinsi Henan Paling Terdampak

    peloporberita.com/ | China dilanda hujan terlebat dalam 1.000 tahun terakhir, sejak 17 Juli 2021 lalu, sehingga mengakibatkan negara itu mengalami banjir mematikan seperti air bah. Provinsi Henan, dengan ibu kota Zhengzhou, menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah. 

    Pada Selasa (20/07/2021) waktu setempat, hujan lebat menyebabkan sungai-sungai besar meluap, membanjiri jalan-jalan utama dan melumpuhkan energi listrik di wilayah itu. Air juga mengalir dengan deras ke stasiun bawah tanah hingga membuat para penumpang terjebak di dalam kereta. Banjir bandang itu setidaknya telah menewaskan 33 orang hingga Kamis (22/07/2021) waktu setempat. 

    Baca juga: Kok Singapura Lockdown Lagi?

    Masyarakat China memanfaatkan media sosial Weibo untuk membantu mempercepat usaha penyelamatan korban banjir di Henan. Mereka saling berbagi informasi bantuan kesehatan hingga kontak tim penyelamat yang dapat dihubungi, sekaligus menyematkan #HenanStayStrong (Henan tetap kuat), termasuk ketika kereta terjebak dalam jalur yang terendam banjir.  

    Hujan lebat telah menghentikan layanan bus di kawasan itu, “Itulah mengapa banyak orang naik kereta bawah tanah, dan tragedi itu terjadi,” kata seorang warga bermarga Guo, seperti dilansir dari Reuters.

    Baca juga: Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

    Sebelumnya, dalam pernyataan resmi Presiden China Xi Jinping menyebutkan, banjir di Provinsi Henan adalah salah satu bencana terparah di China. Bahkan beberapa waduk dan bendungan penampungan air jebol dan tidak mampu menahan debit air. Para ahli memperkirakan, banjir akan terus terjadi sampai tiga hari mendatang. []

  • Presiden AS Izinkan Anak Umur 12 Tahun Keatas Sudah Divaksin Lepas Masker

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden memperbolehkan anak berusia 12 tahun ke atas yang sudah divaksin Covid-19 untuk tidak memakai masker.

    “Boleh tak memakai masker (anak berumur 12 tahun keatas yang sudah divaksin),” tutur Presiden AS itu di Balai Kota Cincinnati, Ohio, dikutip dari Reuters, Kamis, 22 Juli 2021.

    “(CDC) akan menyatakan apa yang harus Anda lakukan, yakni setiap orang di bawah usia 12 tahun harus mengenakan masker di sekolah. Mungkin itulah yang akan terjadi.”

    Namun, izin ini akan diberlakukan secara ketat terkait kejujuran orang tua dari anak tersebut soal status vaksinasi putra atau putri mereka.

    “ini akan ketat dalam hal apakah ibu atau ayah jujur mengenai anaknya sudah divaksin atau belum,” sebut Biden.

    Dengan izin ini menurut Presiden AS, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) sebaliknya akan menyarankan anak-anak yang belum divaksin memakai masker saat ke sekolah usai liburan musim panas.

    Orang nomor satu di Amerika Serikat ini juga menekankan, bahwa kelompok usia di bawah 12 tahun memang belum menerima vaksinasi. Mereka, kemungkinan akan diminta memakai masker hingga divaksin dalam waktu dekat.

    “(CDC) akan menyatakan apa yang harus Anda lakukan, yakni setiap orang di bawah usia 12 tahun harus mengenakan masker di sekolah. Mungkin itulah yang akan terjadi,” tegas Biden.

    Tetapi, rekomendasi CDC itu bersifat bebas dan Persyaratan masker di sekolah akan diputuskan oleh distrik masing-masing. Pernyataan Biden ini, muncul saat kasus Covid-19 di beberapa negara bagian meningkat, sedangkan program vaksinasi tersendat akibat kecurigaan dan disinformasi di tengah masyarakat.

    Sementara wilayah-wilayah di AS hingga kini menanggapi lonjakan Covid-19 dengan cara berbeda. Sejumlah daerah ada yang menerapkan peraturan lebih ketat, namun ada juga beberapa distrik tak menetapkan syarat apapun.

    Amerika Serikat, sebelumnya pada Mei lalu mengizinkan warganya yang sudah divaksin untuk melepas masker ketika berada di dalam dan luar ruangan.

    “Semua orang yang sudah tuntas divaksin dapat berpartisipasi dalam aktivitas di dalam dan luar ruangan, besar atau kecil, tanpa memakai masker atau menjaga jarak,” sebut Direktur Pusat CDC, Rochelle Walensky.

    Keputusan itu diambil setelah data menunjukkan efektivitas vaksin di Amerika Serikat sangat tinggi. Berdasarkan riset itu, orang yang terpapar Covid-19 sangat jarang usai divaksin. Meski ada yang terinfeksi, potensi penularannya sangat kecil.

    Meski demikian, Kemunculan Varian Delta membuat kasus Covid-19 di AS kembali melonjak di tengah pelonggaran aturan. []

  • Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Mendapat Wahyu dari Allah SWT

    peloporberita.com/ | Jakarta – Idul Adha yang juga disebut Hari Raya Kurban, tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim, seperti dikutip dari muslim.or.id. 

    Setelah melalui penantian sangat panjang, Nabi Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang anak, yang diberi nama Ismail, dan kemudian menjadi salah satu nabi bagi umat Islam. Pada 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya, yang saat itu sudah beranjak remaja. Kemudian, Ibrahim merenungi makna mimpinya dan momen itu diabadikan sebagai hari Tarwiyah dalam Islam.

    Akhirnya, Nabi Ibrahim sadar bahwa ia mendapatkan wahyu dari Allah, berupa perintah untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim pun mematuhi perintah tersebut, meski harus mengorbankan anak kandungnya yang sudah sangat lama ia nantikan. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut, Nabi Ismail juga langsung mematuhi perintah itu. Ibrahim memutuskan akan menyembelih Ismail pada 10 Dzulhijjah. 

    Baca juga: Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha

    Sesaat sebelum penyembelihan, setan muncul dengan bisikan sesatnya, agar Nabi Ibrahim mengurungkan niatnya tersebut. Namun karena iman dan tekad Nabi Ibrahim sudah sangat bulat, maka ia mengambil batu dan melemparkannya kepada setan. Peristiwa itu hingga kini diabadikan dengan istilah ‘lempar jumrah’, dan menjadi salah satu rangkaian saat melakukan ibadah Umrah.

    Setelah Ibrahim berhasil mengusir setan, mereka berdua menuju sebuah tanah lapang dengan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Nabi Ismail tidak merasa kesakitan saat disembelih. Lalu, Nabi Ibrahim mengikat kedua kaki dan tangan Ismail. Anehnya, pedang itu selalu terpental, hingga Nabi Ismail meminta agar talinya dilepaskan sebagai tanda kepasrahan atas perintah Allah.

    Baca juga: Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

    Melihat ketakwaan mereka, Allah kemudian mengganti Nabi Ismail dengan kambing. Itulah asal-muasal sunah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama, yaitu wukuf di Padang Arafah. 

    Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah untuk mengorbankan anaknya. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa Arafah ditanggal yang sama, 9 Dzulhijah. []

  • Freedom Day, Lockdown Nasional Inggris Resmi Berakhir

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Inggris, resmi mengakhiri lockdown nasional di negara tersebut pada Senin, 19 Juli 2021 waktu setempat. Tak hanya itu, seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Kini, di negara Ratu Elizabeth itu tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris pun menyebutnya sebagai hari kebabasan alias Freedom Day.

    Kini, penduduk Inggris bisa beraktivitas seperti sedia kala ketika tidak ada pandemi. Restoran, klub malam dan semua tempat umum dibuka seperti biasa serta tidak ada lagi batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown ini, dilakukan saat angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

    ’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana.’’

    Jumlah penularan hariannya saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Salah satu penyebab lonjakan adalah Varian Delta asal India. Terkait hal ini, pakar kesehatan berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berakibat fatal dan akan menyebabkan gelombang masif penularan baru. Peringatan ini, sudah disampaikan jauh hari sebelumnya, namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson teguh dengan keputusannya.

    ’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,’’ ucap Johnson.

    Angka penularan harian, diprediksi bisa mencapai 100 ribu kasus atau bahkan dua kali lipatnya menurut Profesor Neil Ferguson yang memantau strategi lockdown di Inggris. Dari jumlah tersebut, yang dirawat di rumah sakit bisa mencapai 2 ribu orang per hari.

    Angka ini akan membuat sistem kesehatan di Inggris kewalahan. Hal yang sama juga dilontarkan oleh Pakar Kesehatan Masyarakat di University of Bristol Gabriel Scally.

    ’’Ini adalah kekosongan moral dan kebodohan epidemiologis,’’ sebiutnya dikutip dari The Guardian Selasa, 20 Juli 2021.

    Adapun Inggris merupakan salah satu negara dengan angka vaksinasi tertinggi di dunia. Jelang pencabutan lockdown, negara ini menawarkan vaksinasi gratis untuk semua penduduk usia dewasa.  tetapi para pakar menilai vaksin saja tidak cukup. Sebab itu hanya menghindari keparahan jika tertular dan tetap akan menjadi beban bagi RS. []

  • Kok Singapura Lockdown Lagi?

    peloporberita.com/ | Jakarta – Setelah bulan lalu sempat menyatakan akan berdamai dan menganggap Covid-19 sebagai flu biasa, kini Singapura terpaksa kembali melakukan lockdown parsial, mulai Kamis 22 Juli sampai 18 Agustus 2021. Keputusan itu diambil akibat tingginya kasus infeksi komunal Covid-19. 

    Data Kementerian Kesehatan Singapura pada Selasa (20/7/2021) menunjukkan, ada 205 orang yang terinfeksi dari klaster karaoke plus-plus, disusul klaster pelabuhan ikan Jurong. Hari ini, ada 195 kasus baru di Singapura, tertinggi sejak 10 Juli 2020 ketika lonjakan kasus Covid-19 dari asrama pekerja asing melumpuhkan negara itu. Direktur Pelayanan Kesehatan Singapura Kenneth Mak mengatakan, kasus-kasus positif di pelabuhan ikan Jurong memiliki kemiripan dengan varian Delta di Indonesia.

    Baca juga: 10 Negara Tutup Pintu untuk Indonesia

    Investigasi awal menunjukan adanya kaitan antara klaster karaoke dan klaster pelabuhan ikan. Diduga seorang pekerja pelabuhan ikan yang terinfeksi Covid-19, juga bekerja sebagai pramuria di karaoke pada malam hari. Selain itu, buruh-buruh di pelabuhan ikan Jurong juga disebut sering mengunjungi karaoke plus-plus.

    Baca juga: Matahari Department Store Resmi Dikendalikan Auric Digital Asal Singapura

    Otoritas Singapura menerapkan aturan lockdown parsial jilid kedua yang hampir sama dengan jilid pertama, yaitu jumlah warga yang dapat berkumpul bertatap muka dikurangi dari maksimal lima orang menjadi dua orang, dan setiap rumah hanya diizinkan menerima maksimal dua tamu sehari. 

    Kemudian, pusat makanan termasuk kedai kopi diizinkan tetap beroperasi hanya untuk take-away. Perkantoran tetap wajib melanjutkan kebijakan Work from Home dan dilarang menggelar acara perkumpulan berjenis apapun di kantor. Jasa perawatan wajah dan pengusaha sauna harus menutup bisnis mereka selama sebulan ke depan, sedangkan bioskop tetap diizinkan beroperasi dengan dibatasi maksimal 100 penonton. []

  • Kisah Nyata Dibalik Film Ayla The Daughter of War

    peloporberita.com/ | Jakarta – Belakangan ini, film “Ayla The Daughter of War” menyita perhatian netizen setelah viral di media sosial TikTok. Film yang rilis tahun 2017 ini diangkat dari kisah nyata seorang tentara Turki, Suleyman Dilbirligi, yang bertemu dengan putri angkatnya, Ayla, ketika ia bertugas dalam Perang Korea.  

    Saat terjadi perang Korea Utara dan Korea Selatan pada 1950, Turki mengirim pasukan brigade ke Korea Selatan, melalui seruan PBB untuk memberi bantuan. Perang ini memakan korban jiwa yang sangat banyak dan juga menghancurkan banyak tempat. 

    Suatu malam di tengah medan perang, Sersan Suleyman menemukan anak kecil duduk di samping mayat orang tuanya. Suleyman pun menyelamatkan anak berusia lima tahun yang hampir membeku itu dan memberinya nama Ayla yang berarti bulan.

    Nama itu disematkan karena wajah Ayla bulat dan ia ditemukan di bawah sinar bulan. Kemudian Suleyman dan Ayla semakin akrab, layaknya ayah dan anak. Walau terkendala perbedaan bahasa, mereka tetap bisa berkomunikasi. 

    Ketika perang berakhir 15 bulan kemudian, Suleyman pun ditarik kembali ke Turki. Ia melakukan berbagai cara agar bisa membawa Ayla, namun selalu gagal. Bahkan, Suleyman pernah berusaha membawa Ayla ke Turki dengan cara memasukan Ayla ke koper, tetapi gagal karena dipergoki oleh temannya. Akhirnya, Suleyman menitipkan Ayla ke sebuah panti asuhan, dan ia berjanji akan kembali menemuinya. 

    Kemudian, Suleyman kembali ke Korea Selatan untuk mencari Ayla, namun karena tidak tahu nama Korea Ayla, maka ia gagal menemui putri angkatnya itu. Kisah mereka pun ramai beredar dan membuat banyak orang penasaran sehingga ikut mencari Ayla.

    Akhirnya pada 2010, Ayla dan Suleyman kembali bertemu untuk pertama kalinya setelah 60 tahun berpisah. Pertemuan yang sangat mengharukan. Saat itu, Suleyman ikut berpartisipasi dalam sebuah acara memperingati tentara Turki yang ikut berjuang di Perang Korea. []