Tag: Intel

  • AMD Beli Startup Komputasi Awan Pensando Rp 27,2 Triliun

    Jakarta | Perancang chip yang berbasis di California, Advanced Micro Devices Inc. (AMD) akan mengakuisisi startup komputasi awan (cloud computing) Pensando, senilai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp 27,2 triliun. Nilai transaksi itu tidak termasuk modal kerja dan penyesuaian lainnya.

    AMD menempuh strategi ini untuk menambahkan chip dan perangkat lunak yang digunakan untuk merutekan informasi di dalam sistem komputer. Selain itu juga untuk meningkatkan pusat data, seiring makin tingginya permintaan cloud.

    Kesepakatan ini memungkinkan AMD menambahkan platform Pensando ke jajaran prosesor dan chip grafisnya. Perusahaan menargetkan proses akuisisi rampung pada kuartal kedua tahun 2022. Selanjutnya, CEO Pensando Prem Jain dan seluruh tim akan bergabung dengan AMD’s Data Center Solutions Group.

    Sejak didirikan tahun 2017 oleh empat mantan insinyur Cisco Systems Inc, Pensando telah melayani sejumlah perusahaan besar, termasuk unit cloud Goldman Sachs, Microsoft Azure, Hewlett Enterprise dan unit cloud Oracle.

    Sedangkan AMD, di bawah Chief Executive Officer (CEO) Lisa Su, telah menghidupkan kembali bisnis chip pusat datanya, di mana merupakan saingan utama Intel Corp. dalam menyediakan mikroprosesor yang menjalankan jaringan perusahaan dan internet.

    “Untuk membangun pusat data terdepan dengan kinerja terbaik, keamanan, fleksibilitas dan total biaya kepemilikan terendah membutuhkan berbagai mesin komputasi,” kata Su dalam pernyataannya yang dikutip dari Bloomberg.

    Menurut Su, tim Pensando menghadirkan keahlian kelas dunia dan rekam jejak inovasi yang terbukti di tingkat chip, perangkat lunak dan platform yang memperluas kemampuan AMD untuk menawarkan solusi kepemimpinan bagi pelanggan cloud, perusahaan dan edge AMD.[]

  • Patuhi Aturan Embargo, Intel dan AMD Hentikan Pasokan Chip ke Rusia

    peloporberita.com/ | Produsen chip, Intel dan AMD kompak menghentikan pasokannya ke Rusia mulai 3 Maret 2022, demi mematuhi aturan embargo yang dijatuhkan terhadap negara penginvasi Ukraina itu.

    Kedua perusahaan itu disebut akan memutus pasokan chip kelas industrial, namun pasokan chip untuk kelas consumer, seperti prosesor laptop dan desktop, disebut tidak terdampak.

    Penghentian pasokan chip ini diprediksi akan memicu kelangkaan komponen untuk server dan berbagai peralatan canggih di berbagai industri, termasuk perbankan dan penerbangan. Sanksi ini kemungkinan juga akan melemahkan kemampuan perang siber Rusia, yang disebut sangat aktif selama invasi Rusia ke Ukraina.

    “Perusahaan terus memantau situasi dan akan menegakkan sanksi yang berlaku dan aturan kontrol ekspor, termasuk sanksi baru yang diterapkan oleh OFAC (The Department of the Treasury’s Office of Foreign Assets Control) dan aturan yang dikeluarkan oleh BIS (Bank for International Settlements),” kata juru bicara Intel di Rusia, seperti dikutip dari Techspot.

    Rusia sebenarnya sudah berniat memproduksi komponen sendiri agar tidak lagi bergantung pada produk impor atau pasokan perusahaan asing. Bahkan, pemerintah sudah mengumumkan hal itu kepada publik.

    Namun, hal itu belum bisa terwujud karena satu dan berbagai hal. Baru-baru ini, CPU bernama Elbrus-8C yang mereka desain sendiri juga telah gagal melewati stress test.

    Selain AMD dan Intel, banyak juga perusahaan teknologi lainnya yang memblokir kehadiran produknya di Rusia, seperti Meta, Google dan Twitter, yang memblokir akun media milik Kremlin agar tidak bisa mendapat pemasukan dari iklan dan monetisasi konten.[]

  • Hampir Bangkrut, Kini AMD Berhasil Salip Intel

    peloporberita.com/ | Perusahaan semikonduktor multinasional Amerika, Advanced Micro Devices (AMD) Inc untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan valuasi Intel. Hal itu terjadi setelah AMD mengakuisisi perusahaan pembuat FPGA, Xilinx, senilai USD 49 miliar pada awal pekan ini.

    Setelah membeli Xilinx, valuasi AMD melesat ke angka USD 197,75 miliar, sedangkan valulasi Intel disaat yang sama adalah USD 197,24 miliar.

    Bagi AMD, pencapaian ini adalah sesuatu yang istimewa, mengingat mereka hampir bangkrut sekitar enam tahun lalu, ketika baru merilis arsitektur Zen.

    Xilinx juga terbilang perusahaan yang sehat, dengan pemasukan per kuartal terakhirnya mencapai USD 1 miliar, tumbuh 26% secara year-on-year.

    Meski demikian, saat ini Intel masih jadi penguasa pasar prosesor x86, dengan market share sebesar 75%. Selain itu, pemasukan dan keuntungan Intel pertahun juga masih lebih besar dari AMD.

    Melansir Techspot, transaksi AMD-Xilinx adalah salah satu akuisisi perusahaan teknologi terbesar dalam sejarah. Sebelumnya ada Dell yang membeli EMC senilai USD 67 miliar, dan Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard senilai USD 68,7 miliar.

    Dengan membeli Xilinx, tentunya akan memperluas diversifikasi produk AMD, seperti sistem mobil otonom, penerbangan, produk telekomunikasi 5G, Internet of Things (IoT) dan sebagainya.[]

  • Intel Caplok Perusahaan Chip Asal Israel Tower Semiconductor

    peloporberita.com/ – Produsen Chip global, Intel Corporation sepakat untuk mengakuisisi perusahaan Israel bernama Tower Semiconductor Limited, senilai US$ 5,4 miliar. Langkah ini, untuk mengalihdayakan produksi chip Intel yang telah disetujui dewan direksi.

    Rencananya kesepakatan tersebut akan diteken paling lambat dalam 12 bulan ke depan dilansir dari Bloomberg. Intel memilih akuisisi ini di tengah persaingan dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) dalam memproduksi chip untuk memasok perusahaan lain, termasuk mendorong kepemimpinan Intel di dunia.

    Tower Semiconductor dipilih Intel lantaran kinerja perusahaan tersebut yang ciamik. Ini terlihat dari sahamnya di bursa Amerika Serikat yang melonjak hingga 53 persen.

    Seperti TSMC, Tower Semiconductor juga mengkhususkan diri pada pembuatan chip yang digunakan untuk industri otomotif, seluler, medis, dan penerbangan. Perusahaan itu, secara keseluruhan memiliki nilai pasar sebesar US$3,6 miliar (Rp51,5 triliun) di perdagangan saham.

    Meski demikian, skala Tower masih jauh dibanding TSMC. Penjualan Tower pada tahun lalu mencapai US$1,3 miliar, sedangkan TSMC mencapai US$56 miliar. Perkirakan analis, penjualan TSMC akan tumbuh sekitar 27 persen pada 2022. Perusahaan yang berbasis di Hsinchu ini menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan industri.

    Sebelumnya, pada Januari 2022, Intel secara gamblang menyatakan rencananya menginvestasikan US$100 miliar (Rp1.431 triliun) untuk mendirikan perusahaan chip di Ohio sebagai perusahaan chip terbesar di dunia. Pengumuman itu sekaligus diiringi ambisi Intel untuk mengurangi ketergantungan industri AS kepada para pembuat chip Asia. []

  • Intel Cetak Rekor Pendapatan Meski Dilanda Masalah Rantai Pasokan

    peloporberita.com/ | Produsen chip Intel Corp mencetak rekor pendapatan yang disesuaikan pada kuartal keempat 2021 senilai USD 19,5 miliar, melampaui ekspektasi analis yang sebesar USD 18,3 miliar.

    Selain itu, Intel juga membukukan laba per saham yang disesuaikan USD 1,09, di atas 91 sen yang diperkirakan para analis.

    Pendapatan Intel dari bisnis pusat data dengan margin lebih tinggi juga terkerek 20%, menjadi USD 7,3 miliar pada periode itu. Capaian ini juga menjadi rekor tertinggi untuk kategori tersebut. Melansir Reuters, sebelumnya analis memproyeksikan pendapatan sebesar USD 6,73 miliar.

    Meski kinerjanya terbilang memuaskan, Intel memprediksi pendapatannya pada kuartal pertama 2022 akan di bawah ekspektasi Wall Street, lantaran masih adanya masalah rantai pasokan global.

    Bahkan, Chief Executive Officer (CEO) Intel Patrick Gelsinger memperkirakan, kendala rantai pasokan akan berlanjut hingga tahun depan.

    Pada pekan lalu, Intel telah mengumumkan bahwa pihaknya menginvestasikan USD 20 miliar, untuk dua pabrik chip di Ohio, Amerika Serikat (AS). Fasilitas ini ditargetkan bisa menjadi kompleks pembuatan chip terbesar di dunia.

    Selain ekspansi pabrik, Gelsinger juga mengatakan bahwa Intel dapat memiliki spin-off lain, seperti unit kendaraan otonom Mobileye, yang rencananya didaftarkan tahun ini. []

  • Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Intel berencana membangun pabrik baru di Malaysia, dengan investasi senilai lebih dari USD 7 miliar. Intel yakin pabrik pengepakan dan pengujian chip baru ini mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja.

    Chief Executive Officer (CEO) Intel Pat Gelsinger berharap, fasilitas baru di Malaysia bisa mulai beroperasi pada tahun 2024. Intel pun mengambil langkah ini akibat dalam setahun terakhir telah terjadi kekurangan pasokan komponen semikonduktor global.

    Gelsinger memprediksi, kekurangan chip masih akan terjadi hingga tahun 2023, meskipun industri semikonduktor tahun ini diperkirakan bertumbuh.

    “Secara keseluruhan, industri semikonduktor tahun ini akan tumbuh lebih besar daripada dalam dua hingga tiga dekade terakhir,” ungkap Gelsinger.

    Melansir Reuters, Pemerintah Malaysia menyebutkan Intel akan menanamkan investasi sebesar 30 miliar Ringgit, atau sekitar USD 7,10 miliar.

    Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Mohamed Azmin Ali juga mengapresiasi rencana investasi Intel. “Program ini memang tepat waktu, mengingat permintaan global terhadap chip meningkat akibat adanya kekurangan pasokan dan adanya potensi tantangan yang timbul dari pemulihan pandemi secara global,” ujarnya.

    Saat ini, industri perakitan chip Malaysia menyumbang lebih dari sepersepuluh perdagangan global dengan nilai lebih dari USD 20 miliar. []

    Baca juga: Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023

  • Apple dan Qualcomm Kembali Rujuk

    peloporberita.com/ | Apple kembali berdamai dengan Qualcomm, setelah saling menggugat sejak 2017. Namun perdamaian antara kedua pihak ini terjadi di luar pengadilan, yaitu terkait petisi Apple yang meminta pembatalan paten tertentu milik Qualcomm.

    Masalah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan terus berlanjut meskipun Apple dan Qualcomm sudah berdamai selama beberapa kali, seperti dikutip dari dari Apple Insider, Senin (15/11/2021).

    Sebelumnya, Apple telah membuat petisi untuk Patent Trial and Appeal Board yang merupakan badan paten Amerika Serikat, untuk membatalkan sejumlah paten milik Qualcomm. Namun, petisi itu tak bisa dilanjutkan karena Apple sudah berdamai dengan Qualcomm.

    Baca juga: Krisis Chip, Apple Berpotensi Kurangi Produksi iPhone 13

    Kedua perusahaan teknologi ini pernah berdamai pada April 2019, yaitu ketika mereka menuntaskan persoalan terkait paten modem yang digunakan di iPhone. Saat itu, Apple membayarkan sejumlah uang kepada Qualcomm dan mereka menandatangani perjanjian lisensi paten yang berlaku selama enam tahun.

    Apple pun bisa kembali memakai chip modem dari Qualcomm, setelah sebelumnya terpaksa memakai modem dari Intel yang terbukti kualitasnya lebih rendah.

    Awal mula masalah itu adalah Apple menuduh Qualcomm memanfaatkan posisinya sebagai penyuplai utama modem ponsel dan mematok harga yang terlalu tinggi. []

  • Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023

    peloporberita.com/ | CEO Intel Pat Gelsinger memprediksi, pasokan laptop akan terganggu sampai 2023, yang salah satunya dipicu oleh kelangkaan chip secara global. Kelangkaan ini membuat pemasukan Intel menurun 2% pada divisi Client Computing Group, yang membawahi chip desktop dan laptop.

    Hal itu terjadi seiring dengan menurunnya penjualan laptop sekitar 5%, yang menurut Intel, terjadi akibat produsen laptop tidak punya komponen yang cukup untuk menghasilkan lebih banyak produk.

    “Saat kita mungkin punya CPU, namun mereka tidak punya LCD atau Anda tidak punya WiFi. Data center saat ini paling kesulitan dengan chip power dan beberapa chip jaringan dan ethernet,” ujar Gelsinger dalam sebuah wawancara.

    Baca juga: Krisis Chip, Apple Berpotensi Kurangi Produksi iPhone 13

    Di sisi lain, bisnis desktop PC justru mengalami pertumbuhan hingga 20%, meski kenaikan ini masih belum cukup untuk mengkompensasi penurunan pada penjualan laptop. Seperti diketahui, penjualan PC selama hampir satu dekade terakhir memang terus menurun, karena banyak konsumen lebih menyukai ringkasnya sebuah laptop.

    Penjualan PC mulai tertolong setelah munculnya pandemi pada 2020, yang membuat orang-orang harus bekerja dan sekolah dari rumah.

    Secara total, pemasukan Intel naik 5% secara year on year menjadi USD 18,1 miliar. Pencapaian itu salah satunya didukung oleh pertumbuhan yang sangat tinggi pada bisnis data center, internet of things, dan Mobileye, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (22/10/2021). []