Tag: Idul Adha

  • ID FOOD Sebar Ternak Sehat Jelang Idul Adha

    Jakarta – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding Pangan ID FOOD mengambil sejumlah langkah strategis untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang hari raya Kurban, Idul Adha.

    Direktur Utama ID FOOD Frans M. Tambunan mengatakan, sejumlah langkah strategis tersebut dilakukan melalui Anggota holding PT Berdikari member of ID FOOD yang bergerak di bidang peternakan.

    Menurut Frans, Berdikari telah bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan (BKH) untuk mencegah penyebaran saat mobilisasi sapi. Selain itu, pihaknya juga telah meningkatkan pengawasan dan monitoring serta sosialisasi pencegahan kepada seluruh mitra ID FOOD Group, seperti Asosiasi Pedagang dan Mitra Peternak.

    “Pencegahan PMK kami lakukan sedari dini, beberapa diantaranya dengan tidak memasukan ternak dari wilayah terdampak PMK, serta menggandeng BKH untuk melakukan tindakan karantina/monitoring/isolasi pemisahan terhadap ternak yang baru dibeli atau datang ke lokasi kandang,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis Jumat, (17/06/2022).

    Saat ini, perusahaan juga membatasi kegiatan kunjungan dinas (instansi lain) ke kandang sapi dan domba, serta menerapkan prosedur biosecurity yang ketat di kawasan peternakan PT Berdikari.

    Sapi
    Ilustrasi Hewan Kurban. (Foto:Pelopor.id/ID FOOD)

    “Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap ternak hidup. Apabila memiliki gejala terindikasi PMK, segera dilakukan prosedur isolasi, proses pengetatan terhadap biosecurity kandang ditingkatkan, baik untuk petugas perlengkapan dan termasuk pakan ternak,” ungkapnya.

    Frans juga menegaskan, tenaga kesehatan hewan selalu tersedia di fasilitas kandang Berdikari untuk melakukan diagnosa terhadap hewan yang sakit. Apabila menunjukkan gejala spesifik PMK, akan segera dilaporkan kepada Manajemen Berdikari dan Dinas Peternakan wilayah setempat.

    [irp]

    Kemudian dilakukan prosedur pemisahan peralatan penanganan ternak sakit dan ternak sehat (pakaian, sepatu boot, dan perlengkapan lainnya), serta mengupayakan vaksin terhadap ternak.

    Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara menambahkan, untuk menjaga ketersediaan stok ternak jelang Idul Adha, Berdikari melakukan pendistribusian ternak sehat antar pulau, salah satunya dengan bantuan tol laut yang digagas Kementerian Perhubungan dan sinergi dengan Badan Pangan Nasional.

    Sapi
    Ilustrasi sapi potong. (Foto:Pixabay/ericojuniormorais0)

    Ia berharap, langkah tersebut dapat membantu pemerataan hewan ternak sehat yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kurban di hari Idul Adha. Adapun saat ini Berdikari memiliki stok hewan ternak 1.464 ekor sapi yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

    [irp]

    “Untuk menjaga stok daging sapi, Berdikari melakukan pendistribusian daging sapi, baik daging segar dan beku kepada mitra. Pada Juni ini, Berdikari melakukan importasi daging sapi beku asal Brasil dimana sampai dengan Juni ini akan masuk sebanyak 4.250 ton,” tegas Harry.

    Berdikari sendiri, telah melakukan pemesanan sebanyak 9.092 ton daging beku boneless. Daging yang sebelumnya tiba telah dinyatakan aman dari PMK setelah melalui pemeriksaan terhadap virus PMK oleh Pusat Veteriner Farma Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • Tiga Agenda Kementan Tangani Wabah PMK Hewan Ternak

    Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya pengendalian penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Indonesia. Sesuai fokus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada tiga agenda dalam penanganan wabah tersebut.

    Hal ini diungkapkan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri saat menyampaikan update penanganan dan penanggulangan PMK melalui akun resmi Youtube Kementan, Senin (13/06/2022).

    ‘‘Hal tersebut dilakukan guna menekankan kembali fokus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terhadap 3 agenda rencana aksi penanganan PMK yakni agenda SOS, Temporary dan permanen,‘‘ tuturnya.

    Beberapa kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh Kementan untuk mengendalikan penyebaran PMK antara lain:
    1. Pembentukan gugus tugas penanganan PMK
    2. Penataan lalu lintas hewan di daerah wabah penyakit PMK
    3. Melibatkan pemerintah daerah TNI/POLRI, Kejati, Kejari, serta jajarannya dalam penanganan PMK
    4. Membuat prosedur pelaksanaan kurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah PMK
    5. Meningkatkan kewaspadaan para petugas karantina terhadap penyebaran PMK.

    Selain itu, langkah konkrit juga sedang dan terus dilakukan oleh seluruh jajaran Kementan bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti mengatur pembatasan lalu lintas dan pasar ternak yang pada pelaksanaannya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/POLRI dan instansi lainnya.

    Serta pelatihan penanganan PMK kepada pejabat otoritas veteriner provinsi/kabupaten/kota hingga para tenaga kesehatan hewan, seperti dokter hewan, paramedis veteriner, dan inseminator.

    ‘‘Kementan juga secara rutin mengirimkan logistik kesehatan berupa vitamin, antibiotik, antipiretik, desinfektan dan APD ke beberapa daerah yang terjangkit PMK, serta mendirikan posko gugus tugas dan crisis center nasional hingga provinsi dan kabupaten/kota,” ungkap Kuntoro.

    Penyakit Mulut dan Kuku
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: Kementan)

    Selain itu menurutnya, Pemerintah juga melakukan pengadaan vaksin sesuai dengan rekomendasi komisi obat hewan, sesuai dengan serotipe PMK yang saat ini sedang menjangkit Indonesia.

    ‘‘Pemerintah akan menyiapkan anggaran pengadaan total 3 juta dosis vaksin PMK. Saat ini tahap pertama vaksin telah tiba pada hari minggu 12 juni 2022 melalui Bandara Soetta. Selanjutnya akan tiba 800 ribu dosis dalam beberapa hari ke depan,“ tegas Kuntoro.

    Ia juga menegaskan, bahwa vaksinasi perdana secara nasional direncanakan akan dimulai Kamis, 14 Juni 2022, sesuai dengan peta sebaran PMK. Pelaksanaan vaksinasi nantinya akan bekerjasama dengan posko – posko tanggap darurat di daerah.

    [irp]

    ‘‘Peruntukannya akan diprioritaskan untuk hewan sehat dan beresiko tinggi tertular, yang berada di sumber pembibitan ternak, peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu, serta peternakan sapi potong,‘‘ tegas Kuntoro.

    Kementan sendiri melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) juga tengah mempersiapkan vaksin lokal yang diprediksi akan selesai akhir agustus 2022 nanti. Di sisi lain, jelang perayaan Idul Adha yang akan jatuh di awal juli nanti, Kuntoro turut mengajak masyarakat untuk tidak panik atau khawatir terkait ketersediaan hewan kurban.

    “Kami memastikan ketersediaan hewan kurban, baik sapi, kambing, dan domba, dalam kondisi cukup. Hal ini mengacu pada jumlah kebutuhan hewan kurban tahun lalu yang mencapai 1,5 juta ekor,“ tandasnya.

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak

    Meskipun dalam kondisi wabah PMK, pemerintah berkeyakinan stok hewan kurban saat ini mampu memenuhi kebutuhan kurban pada Idul Adha nanti.

    [irp]

    “Kami menekankan bahwa pmk ini tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan fakta di lapangan menunjukan bahwa pmk dapat disembuhkan,“ ucap Kuntoro.

    Berdasarkan aplikasi siagapmk.id yang bersumber dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas) dan dilengkapi dengan laporan dari pemerintah daerah terkait pekembangan PMK di indonesia, PMK tercatat menyebar di 18 provinsi dan 180 kabupaten.

    Berdasarkan data dari siagapmk.id per hari ini (13 Juni 2022, pukul 12.00 WIB) jumlah hewan sakit sebanyak 150.630 ekor, jumlah hewan yang sembuh sebanyak 39.887 ekor, jumlah hewan potong bersyarat sebanyak 893 ekor sementara jumlah hewan mati sebanyak 695 ekor,‘‘ pungkasnya. []

    [irp]

  • Penyebaran Meluas, Puan Maharani Desak Pemerintah Cepat Kendalikan Wabah PMK Hewan Ternak

    Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani, mendesak pemerintah mempercepat pengendalian penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Sebab, menurut informasi yang ia terima, PMK telah menyebar luas dan menyerang hewan ternak dan kini menimbulkan kekhawatiran masyarakat jelang Hari Raya Kurban, Idul Adha.

    “Kasus PMK pada hewan ternak sudah semakin serius karena penyebarannya semakin meluas. Pemerintah harus segera melakukan pengendalian karena masyarakat sudah semakin cemas mengingat sebentar lagi Idul Adha,” tutur Puan dikutip dari laman resmi DPR Senin, (13/06/2022).

    Idul Adha, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi dan kambing. Sementara penyakit mulut dan kuku pada ternak, telah menyebar ke 18 provinsi dan 163 kabupaten/kota. Meski pemerintah sudah menyatakan hewan kurban yang disediakan untuk Idul Adha tahun ini bukan dari daerah yang terkonfirmasi PMK, namun kekhawatiran masyarakat masih ada.

    Oleh sebab itu, Puan mengingatkan Pemerintah untuk merespons kegelisahan warga, khususnya umat Islam yang merayakan Idul Adha.

    “DPR berharap agar vaksinasi untuk menekan kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini segera dilakukan. Dengan begitu, kita bisa mencegah penyebaran virus semakin luas,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    Vaksinasi bagi hewan ternak yang tidak terpapar PMK tersebut, harus diprioritaskan untuk daerah-daerah yang sudah terjangkit penyakit mulut dan kaki serta wilayah sekitarnya. menurut Puan, ada 3 juta dosis vaksin yang akan segera datang dengan peruntukkan bagi wilayah yang terdampak penyakit mulut dan kuku.

    [irp]

    “Pemerintah juga harus memperbanyak dokter hewan pada wilayah-wilayah terdampak. Sebab beberapa daerah sudah merasa kewalahan karena kurangnya tenaga medis yang bertugas melakukan penyuntikan obat untuk sapi yang terpapar PMK. Akibat kurangnya dokter hewan, penanganan sapi yang terpapar PMK menjadi lambat, seperti yang terjadi di NTB (Nusa Tenggara Barat). Masalah PMK ini cukup serius karena bisa berdampak juga pada perekonomian Indonesia,” tegasnya.

    Politisi PDI-Perjuangan ini, juga meminta pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan penjualan hewan ternak, khususnya di pasar-pasar ternak maupun pedagang hewan musiman yang banyak muncul jelang Hari Raya Idul Adha.

    “Penyebaran PMK juga potensial terjadi di pasar. Oleh karenanya, dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran masalah PMK ini, termasuk tokoh masyarakat dan agama. Kami menghimbau seluruh pihak berkenan terlibat dalam upaya pengendalian PMK tanpa mengabaikan faktor kesehatan. Tidak hanya institusi yang memang berfokus pada budidaya hewan ternak, tetapi juga di sektor perdagangan serta pangan,” tandas Puan.

    [irp]

    Sementara Pemda diharapkan mengoptimalkan pemantauan terhadap pemotongan hewan kurban baik yang dilaksanakan di Rumah Potong Hewan atau tempat pemotongan hewan kurban. Hal ini, kata Puan, guna memastikan daging yang dihasilkan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal bagi yang dipersyaratkan untuk konsumsi masyarakat.

    Selalin itu, Mantan Menko PMK itu juga mendukung rencana pembentukan satuan tugas PMK hingga tingkat Pemda. Puan menegaskan, DPR berkomitmen mengawal semua kebijakan pengendalian PMK melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Oleh karena itu, DPR RI melalui Komisi IV akan terus mengawal perkembangan penanganan penyakit PMK.

    Penyakit Mulut dan Kuku
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: Kementan)

    Puan juga meminta pemerintah didukung seluruh stakeholder semakin masif mensosialisasikan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani PMK. Sosialisasi yang efektif dinilai akan meminimalisir kecemasan masyarakat. Dirinya itu juga berharap masyarakat tidak terlalu khawatir, yang paling terpenting adalah pengolahan daging dilakukan dengan benar.

    “Sebelum dikonsumsi, bekukan daging terlebih dahulu di lemari pendingin dengan suhu di atas 2 derajat celcius selama 24 jam. Atau dengan perebusan daging pada suhu 70 derajat celcius minimal 30 menit,” jelas cucu Proklamator RI ini. []

    [irp]

  • Mentan: Ketersediaan Hewan Kurban 2022 Aman

    Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, ketersediaan hewan kurban tahun 2022 dalam kondisi aman, meski di tengah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa wilayah di Indonesia.

    Hal ini ia sampaikan saat menyaksikan langsung bongkar muat sapi lokal yang dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat wilayah Jabodetabek dan sekitarnya pada hari Jumat, (10/06/2022) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

    “Sapi-sapi yang didatangkan adalah sapi yang berasal dari wilayah hijau atau bebas PMK. Kabupaten Kupang, NTT, merupakan wilayah zona hijau,” tutur Mentan SYL.

    Mentan menjelaskan, Sapi-sapi tersebut diangkut menggunakan kapal ternak Camara Nusantara. Hingga tanggal 10 Juni 2022, dari 6 trayek beroperasi, tercatat total muatan sebanyak 19.541 ekor sapi telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Menurutnya, menjelang Idul Adha 1443 H, jumlah muatan hewan ternak sapi pada KM Camara Nusantara, kapal ternak yang dioperasikan oleh Pelni juga akan terus meningkat.

    “Hari ini 𝐊𝐌. 𝐂𝐚𝐦𝐚𝐫𝐚 𝐍𝐮𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝟏 tiba dan mengangkut sebanyak 550 ekor dan selanjutnya besok hari Sabtu KM. Camara Nusantaŕa 2 akan memuat sebanyak 533 ekor sapi,” ungkapnya.

    Mentan SYL juga menegaskan bahwa protokol kesehatan hewan menurut Mentan SYL tetap dilakukan, meskipun virus PMK tidak berbahaya bagi manusia, tapi bisa ditularkan melalui manusia, sehingga ia berpesan tetap mentaati protokol kesehatan, termasuk penyemprotan desinfektan.

    Adapun berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT, data pengiriman ternak yang menggunakan Kapal Camara Nusantara tercatat sebagai berikut:
    1. Camara Nusantara 1 Tujuan Tanjung Priok rencana keberangkatan tanggal 18 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    2. Camara Nusantara 2 Tujuan Tanjung Priok rencana keberangkatan tanggal 25 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    3. Camara Nusantara 4 Tujuan Samarinda rencana keberangkatan tanggal 11 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    4. Camara Nusantara 6 Tujuan Banjarmasin rencana keberangkatan tanggal 25 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor.

    [irp]

    Berdasarkan rekapan Permohonan dari Pelaku Usaha yang hendak mengantar-pulaukan ternak sampai dengan tanggal 09 Juni 2022, dilaporkan sebagai berikut:
    1. Tujuan Tanjung Priok : 1.180 Ekor direncanakan awal Bulan juli tahun 2022;
    2. Tujuan Banjarmasin sebanyak 290 Ekor direncanakan awal Bulan Juli Tahun 2022;
    3. Tujuan Samarinda sebanyak 1.750 Ekor direncanakan awal Bulan Juli Tahun 2022.

    Selain dari NTT, sapi juga didatangkan melalui tol laut dari Bima NTB sebanyak 6.569 ekor dan melalui jalur bima – boyolali dan toll darat ke DKI sebanyak 3.895 ekor.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah dalam kesempatan yang sama menyampaikan, berdasarkan laporan dari Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Data iSIKHNAS update per tanggal 10 Juni 2022 bahwa potensi ketersediaan hewan kurban mencapai 2.205.660 ekor (ketersediaan cukup) terdiri atas sapi, kerbau, kambing, dan domba di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha 2022.

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak

    Nasrullah mengatakan, proyeksi kebutuhan pemotongan hewan kurban diperkirakan mencapai 1.814.402 ekor, terdiri dari 696.574 ekor sapi, 19.652 ekor kerbau, 733.784 ekor kambing, dan 364.393 ekor domba. “Proyeksi ini mempertimbangkan kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban sebesar 5-10% dari jumlah pemotongan tahun lalu 2021,” ungkap Nasrullah.

    Ditjen PKH telah melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh provinsi di Indonesia untuk memastikan ketersediaan dan pemenuhan stok hewan kurban.

    [irp]

    Nasrullah menerangkan, bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk kesiapan menghadapi Idul Adha Tahun 2022 sekaligus dalam upaya pengendalian penyakit PMK antara lain:

    1. Hewan berasal dari wilayah hijau (bebas PMK) dan bukan berasal dari daerah kab./kota yang masuk dalam zona merah (terkonfirmasi PMK hasil Laboratorium).
    2. Rekayasa jalur laut dan pintu masuk hewan kurban ke Pulau Jawa dan rekayasa jalur darat di pulau Jawa.
    3. Pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban dan menyediakan Posko pemeriksaan kesehatan hewan di sentra-sentra penjualan hewan kurban akan dilakukan oleh seluruh dinas kabupaten/kota.
    4. Petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan kurban saat wabah PMK telah disiapkan untuk dipedomani di seluruh daerah.
    5. Keluarnya fatwa dan petunjuk dari MUI terkait kriteria hewan kurban saat wabah PMK
    6. Anjuran melalui MUI kepada masyarakat untuk melaksanakan kurban di wilayah sentra ternak untuk meminimalisir pergerakan ternak.

    “Intinya kami saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk selalu berkoordinasi dengan semua pihak agar pelaksanaan kurban nanti aman untuk masyarakat kita,” tandasnya. []

    [irp]

  • Meski PMK Mewabah, Kementan Pastikan Ternak untuk Iduladha Tahun ini Aman

    Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan), memastikan bahwa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak memengaruhi stok ternak untuk perayaan Iduladha tahun ini. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengungkapkan, Stok ternak ruminansia secara nasional sangat mencukupi.

    “Mengacu pada data nasional tahun lalu, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor,” tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (13/05/2022).

    Berdasarkan data tersebut, menurutnya stok untuk pasokan hewan kurban tahun ini seharusnya aman. Apalagi bila bercermin pada penyelenggaraan kurban tahun lalu, dimana penyembelihan hewan hanya sebanyak 1,7 juta ekor yang terdiri dari 609,5 ribu ekor sapi, 14,2 ribu ekor kerbau, 281,3 ribu ekor kambing, dan 750,6 ribu ekor domba.

    Kuntoro juga menyampaikan bahwa tingkat kematian ternak akibat PMK tergolong sangat kecil, yaitu sekitar 2 persen.

    “Sehingga secara populasi, stok ternak kita untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban masih cukup aman,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Kuntoro meminta masyarakat untuk tenang dan tidak perlu khawatir tentang kemungkinan penularan PMK ke manusia.

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. (Foto:Kementan)

    “PMK bukan penyakit yang dapat menular atau membahayakan kemanusia. Daging ternak yang positif PMK masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” tegasnya.

    Memahami kekhawatiran publik terhadap dampak PMK, Kuntoro menyebutkan Kementan akan terus menyosialisasikan pencegahan penularan PMK melalui pemotongan hewan kurban yang baik di daerah wabah, tertular, terancam, dan bebas.

    “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, ormas keagamaan, maupun pemerintah daerah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah kurban tahun ini agar berjalan lancar,” tandas Kuntoro. []

    [irp]

  • Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Mendapat Wahyu dari Allah SWT

    peloporberita.com/ | Jakarta – Idul Adha yang juga disebut Hari Raya Kurban, tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim, seperti dikutip dari muslim.or.id. 

    Setelah melalui penantian sangat panjang, Nabi Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang anak, yang diberi nama Ismail, dan kemudian menjadi salah satu nabi bagi umat Islam. Pada 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya, yang saat itu sudah beranjak remaja. Kemudian, Ibrahim merenungi makna mimpinya dan momen itu diabadikan sebagai hari Tarwiyah dalam Islam.

    Akhirnya, Nabi Ibrahim sadar bahwa ia mendapatkan wahyu dari Allah, berupa perintah untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim pun mematuhi perintah tersebut, meski harus mengorbankan anak kandungnya yang sudah sangat lama ia nantikan. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut, Nabi Ismail juga langsung mematuhi perintah itu. Ibrahim memutuskan akan menyembelih Ismail pada 10 Dzulhijjah. 

    Baca juga: Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha

    Sesaat sebelum penyembelihan, setan muncul dengan bisikan sesatnya, agar Nabi Ibrahim mengurungkan niatnya tersebut. Namun karena iman dan tekad Nabi Ibrahim sudah sangat bulat, maka ia mengambil batu dan melemparkannya kepada setan. Peristiwa itu hingga kini diabadikan dengan istilah ‘lempar jumrah’, dan menjadi salah satu rangkaian saat melakukan ibadah Umrah.

    Setelah Ibrahim berhasil mengusir setan, mereka berdua menuju sebuah tanah lapang dengan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Nabi Ismail tidak merasa kesakitan saat disembelih. Lalu, Nabi Ibrahim mengikat kedua kaki dan tangan Ismail. Anehnya, pedang itu selalu terpental, hingga Nabi Ismail meminta agar talinya dilepaskan sebagai tanda kepasrahan atas perintah Allah.

    Baca juga: Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

    Melihat ketakwaan mereka, Allah kemudian mengganti Nabi Ismail dengan kambing. Itulah asal-muasal sunah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama, yaitu wukuf di Padang Arafah. 

    Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah untuk mengorbankan anaknya. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa Arafah ditanggal yang sama, 9 Dzulhijah. []

  • Sandiaga Uno Bagi 1000 Hewan Qurban di 17 Provinsi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Bersinergi dengan Tokoh Agama, Ormas Islam, Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan serta 18 Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Islam menyiapkan 1.000 Hewan Qurban Di 17 Propinsi. Kegiatan ini, dalam rangka mendorong semangat Persatuan Umat dalam Menghadapi Pademik Covid-19.

    “Bangkit disaat sult, menang melawan covid, lapangan kerja kembali tercipta, yes we can do it,” tutur Bapak Oke Oce ini saat berbagi hewan Qurban di dampingi selebgram Atta Halilintar di Depok, Selasa, 20 Juli 2021.

    Menurut Sandi, pada momentum Idul Adha ini dia bersama jajarannya berusaha menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan memastikan kebangkitan ekonomi tinggal menunggu waktu.

    “Saat ini kita memang sedang berada di tengah keprihatinan. Tetapi semangat jangan surut. Harapan harus tetap dijaga,” sebutnya.

    “Murni dari beliau sekeluarga dan dua orang tua beliau serta tidak ada embel apa-apa.”

    Tak lupa, Sandi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengorbanan semua pihak, khususnya para medis yang bekerja di garis terdepan. Mulai dari Dokter, Perawat, Apoteker, Petugas Ambulans, Petugas Pemakaman dan Tenaga Medis lainnya.

    “Yang luar biasa bekerja keras selama pandemi, mengutamakan keselamatan orang lain hingga diantaranya harus kehilangan nyawa juga para guru, Polisi, TNI, Relawan dan aparatur negara lainnya,” kata Sandi.

    “Selain itu rasa terima kasih mendalam juga saya sampaikan untuk para pelaku usaha, pedagang yang membatasi jam operasionalnya, serta pegawai yang bekerja di rumah, demi membantu mengurangi beban rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” tambahnya.

    Sandiaga Uno
    Menteri Paiwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Foto:Pelopor/Kemenparekraf)

    Adapun 17 Provinsi yan dibagikan 1.000 hewan Qurban itu, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Selatan, Sulawesi utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sumatera Utara, Riau, NTT, dan NTB.

    1.000 Hewan Qurban ini, terdiri dari jenis sapi, Kerbau, Kambing dilakukan serentak secara Hybrid dengan Protokol Kesehatan Ketat di 114 Lokasi termasuk pemotongan dan pencacahan serta Pembagian Daging Qurban tersebut.

    Rasa terima kasih diucapkan pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat kepada Sandiaga Uno untuk hewan kurbannya. Begitu juga Pemuda Dewan Dakwah menuturkan dengan adanya sumbangan dari Menparekraf ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat ditengah pandemi yang melanda dunia khususnya Indonesia.

    Sementara, Imam Musholla Ar-Raudhah Sekumpul Martapura, KH. Sa’duddin Salman yang menerima hewan kurban jenis sapi limosin dengan berat sekitar 350 Kilogram diserahkan oleh Darmawan Jaya Setiawan yang mewakili keluarga besar Sandiaga Uno.

    “Alhamdulillah dan terimakasih atas kepercayaan pak Sandiaga Salahudin Uno sekeluarga yang menyerahkan sapi kurban nya kepada kami,” ucap KH. Sa’dudin Salman.

    Pemotongan hewan qurban di Gang Mahabbah Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar ini akan dilaksanakan usai penyelenggaraan salat Idul Adha Selasa, 20 Juli 2021.

    Sementara Darmawan Jaya Setiawan perwakilan Sandiaga Salahudin Uno memaparkan bahwa penyerahan hewan kurban jenis sapi ini adalah murni atas nama keluarga besar Sandiaga Salahudin Uno.

    “Murni dari beliau sekeluarga dan dua orang tua beliau serta tidak ada embel apa-apa,” tegas Darmawan Jaya Setiawan.

    Sapi kurban bantuan Sandiaga Salahudin Uno seberat 350 Kilogram ini, didapat dari seorang peternak sapi di kawasan Awang Bangkal, Kabupaten Banjar.

    “Ya mudah-mudahan adanya sapi kurban dari keluarga besar Sandiaga Salahudin Uno ini dapat memberikan keberkahan kepada beliau dan masyarakat kawasan Sekumpul khususnya Gang Mahabbah,” tandas Darmawan Jaya Setiawan. []

  • Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik pada momen Idul Adha tahun 2021 ini guna menekan laju penularan Covid-19.

    Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan berkoordinasi dengan ormas Islam yang ada di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Menag dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Jumat, 16 Juli 2021.

    “Kementerian Agama akan segera berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam; NU, Muhammadiyah, MUI, dan ormas Islam yang lainnya, untuk bersama-sama mengimbau kepada masyarakat tidak melakukan mudik Iduladha, karena kita tahu mudik ini akan memicu penyebaran virus COVID-19 ini. Segera sore ini kita akan segera lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” tutur pria yang biasa disapa Gus Yaqut ini.

    “Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Ini hukum dalam Islam; taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah.”

    Lebih lanjut Yaqut menyampaikan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan Iduladha dan Kurban di masa pandemi, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    “Saya ingin mengingatkan kepada umat Islam khususnya, yang sebentar lagi akan menyelenggarakan peringatan Iduladha. Kementerian Agama sudah menerbitkan peraturan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Iduladha,” tegasnya.

    Dijelaskan Menag, ada tiga poin pokok yang diatur dalam SE tersebut. Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah semua agama yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

    Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Iduladha di masjid/musala yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

    Ketiga, mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kurban yang sesuai dengan syariat Islam dan penerapan protokol kesehatan. Menutup keterangan persnya, Menag menyampaikan aturan yang ditetapkan pemerintah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu ia, meminta masyarakat untuk mematuhi ketentuan tersebut.

    “Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Ini hukum dalam Islam; taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah,” tandasnya.

    Menutup keterangan persnya, Menag mengimbau umat beragama mendoakan keselamatan Indonesia dan dunia supaya segera terbebas dari pandemi.

    “Sama sekali tidak ada pemerintah melarang orang beribadah, tidak ada. Justru pemerintah menganjurkan semua umat, khususnya umat Muslim yang sebentar lagi merayakan Iduladha, untuk semakin rajin dalam beribadah, semakin sering mendoakan negeri ini, mendoakan dunia, mendoakan umat manusia supaya terlepas dari pandemi COVID-19,” sebutnya.[]

  • Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

    peloporberita.com/ | Jakarta – Hari raya Idul Adha bakal menjadi hari libur nasional di Filipina menyusul keputusan Presiden Duterte yang menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai hari libur nasional di negaranya.

    Hal ini diketahui saat Istana kepresidenan Filipina mengumumkan Idul Adha yang tahun ini jatuh pada 20 Juli 2021, sebagai hari libur nasional bagi seluruh negeri itu seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat 16 Juli 2021.

    “Perayaan Idul Adha harus tunduk pada peraturan karantina dan langkah-langkah jarak sosial.”

    Presiden Rodrigo Duterte melalui Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea, menyetujui Proklamasi 1189 tentang Idul Adha sebagai libur nasional kemarin. Adapun di Filipina, Idul Adha adalah satu dari dua hari raya umat Islam yang dirayakan di wilayah berpenduduk Muslim.

    “Perayaan Idul Adha harus tunduk pada peraturan karantina dan langkah-langkah jarak sosial,” bunyi pernyataan Malacanang.

    Sementara karyawan yang akan bekerja pada hari libur nasional harus dibayar 200 persen dari tingkat upah harian mereka dalam delapan jam pertama. Selain itu, pekerja harus menerima tambahan 30 persen dari tarif per jam mereka pada hari itu jika harus lembur. Sedangkan bagi mereka yang ingin libur tetap akan menerima gaji 100 persen. []