Tag: Hyundai

  • Hyundai Bakal Tambah Investasinya di AS Sebanyak USD 5 Miliar

    Jakarta | Perusahaan Korea Selatan Hyundai Motor Group berkomitmen menambah investasinya di Amerika Serikat (AS) sebanyak USD 5 miliar hingga tahun 2025, untuk memperkuat kolaborasi teknologi dengan sejumlah perusahaan AS.

    Chairman Hyundai Motor Group Euisung Chung mengungkapkan hal itu setelah bertemu dengan Presiden AS Joe Biden yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Korsel.

    Melansir Reuters, Chung menyatakan komitmen itu hanya sehari setelah Hyundai mengumumkan akan menanamkan USD 5,54 miliar untuk mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan membangun pabrik baterai kendaraan listrik di negara bagian Georgia.

    Chung yakin pabrik barunya di Georgia akan membantu Hyundai menjadi pemimpin di industri otomotif AS, dalam hal membangun kendaraan listrik berkualitas tinggi untuk pelanggan AS. Namun, Chung tidak mengungkapkan di mana tambahan investasi itu akan ditempatkan.

    “Terima kasih kepada Hyundai, kami menjadi bagian dari sektor otomotif transformatif ini dan mempercepat kami di jalan di mana kami akan menyerahkan semua masa depan kendaraan listrik ke Amerika Serikat,” kata Joe Biden.[]

  • 70% Konsumen Beli Cash Hyundai IONIQ 5, Indennya Hingga 5 Bulan

    Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), bulan lalu resmi merilis harga mobil listrik mid-size terbarunya, Hyundai IONIQ 5. Mobil crossover listrik yang dirakit secara lokal di pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi Jawa Barat ini sejak dijual resmi April 2022 smapai 9 Mei 2022 diklaim sudah dipesan hingga 1.700 unit.

    Harga mobil listrik Hyundai IONIQ 5 sendiri berkisar 718 juta sampai 829 juta rupiah on then road Jakarta. Sekitar 70% konsumen membeli Ioniq 5 secara cash atau tunai. Meski banyak pesanan yang masuk, baru sekitar 100 unit kendaraan yang dikirim ke konsumen.

    Tingginya permintaan yang belum berbanding lurus dengan kapasitas produksi, membuat pemesanan Ioniq 5 harus inden sekitar empat hingga lima bulan lamanya.

    Untuk itu, Hyundai berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi demi segera memenuhi permintaan konsumen. Apalagi, HMID mengklaim bahwa pemesanan Ioniq 5 rata-rata mencapai 50 unit sampai 60 unit per hari.

    Selain itu, Hyundai IONIQ 5 juga berhasil meraih penghargaan World Car of the Year, World Electric Vehicle of the Year, dan World Car Design of the Year pada ajang New York International Auto Show 2022. []

  • Hyundai Gandeng Meta Kongz Masuk Pasar NFT

    Jakarta | Perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor Company terjun ke pasar non-fungible token (NFT) dengan menggandeng salah satu merek NFT ‘Meta Kongz’.

    Langkah ini menjadikan Hyundai sebagai perusahaan otomotif pertama yang masuk pasar NFT dengan komunitas sendiri, termasuk kanal NFT di Discord dan Twitter yang telah dibuka sejak 15 April dan website resmi untuk Hyundai NFT yang akan dibuka pada Mei mendatang.

    Pada platform online ini, Hyundai dan anggota komunitas dapat berkomunikasi secara terbuka selama 24 jam, dengan penerapan real-time update atas nilai aset NFT tersebut.

    Hyundai juga meluncurkan sebuah film pendek bertajuk ‘Metamobility Universe’ yang memperkenalkan konsep Universe Hyundai NFT, dengan merefleksikan konsep ‘Metamobility’ yang dipamerkan pada perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2022.

    Kemudian, Hyundai akan menerbitkan 30 NFT edisi terbatas, yaitu ‘Hyundai x Meta Kongz’ pada 20 April. Proyek Hyundai NFT akan berlanjut di sepanjang tahun ini untuk terus mengembangkan Universe Hyundai NFT.

    “Kami sangat senang dapat memperkenalkan ‘Metamobility’ melalui NFT milik kami sendiri dan memulai perjalanan ini bersama ‘Meta Kongz’,” kata Chief Marketing Officer Global Hyundai Motor sekaligus Head of Customer Experience Division Thomas Schemera dalam keterangan persnya.

    Disebutkan bahwa hasil dari penjualan NFT Hyundai akan dialokasikan untuk pengelolaan proyek dan para anggota komunitas tersebut.[]

  • Laris Manis, Hyundai Catat Surat Pemesanan Kendaraan 1.500 Unit di IIMS 2022

    Jakarta – Kendaraan Hyundai Motors Indonesia laris manis dalam event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022. Mereka berhasil mencatatkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) lebih dari 1.500 unit di ajang IIMS 2022 lalu.

    Dari jumlah itu, sebanyak 800 unit di antaranya adalah SPK untuk mobil listrik Hyundai Ioniq 5, dan sekitar 600 unit lainnya adalah SPK untuk Hyundai Creta.

    Jumlah SPK yang ciamik ini diperoleh meski Hyundai Motor Indonesia belum mengumumkan kepada publik harga resmi mobil listriknya Ioniq 5, yang di kabarkan berada di atas dua mobil listrik Hyundai lainnya seperti Kona Electric dan Ioniq.

    Di informasikan harga Hyundai Ioniq berada di kisaran Rp637 juta sampai Rp677 juta, sedangkan Hyundai Kona berada di kisaran Rp697 juta hingga diatas Rp700 juta.

    Hal yang paling membetot perhatian dalam IIMS 2022 adalah area test-drive Hyundai Experience yang mencatatkan hampir 5.000 permintaan test-drive.

    Adapun IONIQ 5 melayani sesi test-drive terbanyak permintaan calon pembeli. Yakni mencapai lebih dari 3.000 permintaan. Disusul Creta dengan hampir 1.000 permintaan test-drive.

    President Director PT Hyundai Motors Indonesia SungJong Ha dalam keterangan dalam keterangan resmi pada Rabu, (13/04/2022) menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme pengunjung IIMS 2022 terhadap partisipasi Hyundai di salah satu event otomotif terbesar di Indonesia.

    “Saya sangat berterima kasih kepada para pelanggan. Sebagai game changer di industri otomotif, kami berkomitmen untuk terus memberikan terobosan dan inovasi yang melebihi ekspektasi pelanggan,” tuturnya. []

  • Hyundai dan KIA Motors Bangun Laboratorium Keselamatan, Fungsinya?

    peloporberita.com/ – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA Motors membangun laboratorium keselamatan bernama ‘Safety Test and Investigation Laboratory’ di Michigan, Amerika Serikat. Fasilitas konsekuensi dari tingginya jumlah mobil Hyundai dan KIA yang kena recall itu, bernilai US$50 juta, atau setara Rp714,7 miliar.

    Safety Test and Investigation Laboratory, akan bekerja secara penuh Tahun 2023 mendatang yang dilengkapi dengan berbagai sistem pengujian. Mulai dari trek pengujian khusus, laboratorium baterai voltase tinggi hingga ruangan investigasi kecelakaan.

    “Fasilitas itu selaras dengan komitmen Hyundai pada keselamatan berkendaraan, upaya pencegahan tabrakan yang melibatkan mobil, serta keselamatan dari pengguna,” ungkap Hyundai lewat keterangan tertulis.

    Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) AS, pada 2020 memerintahkan Hyundai dan KIA untuk membangun fasilitas khusus untuk pengujian mobil senilai US$25 juta atau sekitar Rp357,3 miliar. Perintah ini, lantaran angka penarikan kembali mobil-mobil mereka di Amerika Serikat sangat tinggi mencapai 1,6 juta unit.

    Penarikan itu terjadi pada mobil-mobil produksi 2010 hingga 2015. Kedua perusahaan mematuhi perintah itu dan langsung membangun fasilitas yang nilainya dua kali lipat dari keinginan NHTSA. []

     

  • Andalkan Mobil Listrik, Hyundai Akan Bertempur Lagi di Jepang

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Co. menyatakan siap kembali bertempur di Jepang, setelah 12 tahun lalu hengkang akibat gagal bersaing. Kali ini, Hyundai membidik pasar mobil listrik di negara tersebut.

    Hyundai akan memanfaatkan tingginya permintaan EV. Namun, perusahaan ini masih harus mengawasi pemain unggulan lain, seperti Tesla, Volkswagen AG dan Stellantis yang juga mulai masuk ke pasar yang sama.

    Data Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA) menunjukkan, ada sekitar 20.000 EV yang terjual pada tahun lalu. Pertumbuhan pasar EV di Jepang terbilang cukup pesat, bahkan ketika penjualan mobil secara umum mengalami penurunan.

    Rencananya, Hyundai akan mengandalkan mobil listrik sel bahan bakar hidrogen, Nexo SUV, dan mobil listrik atau electric vehicle (EV) crossover menengah, Ioniq 5.

    Ioniq 5 sendiri adalah produk andalan Hyundai yang diharapkan mampu menguasai 10% pangsa pasar EV global pada tahun 2025.

    Chairman Hyundai Mobility Jepang Shigeaki Kato menjelaskan, untuk kedatangannya kali ini, Hyundai akan fokus pada penjualan online dan menggandeng layanan berbagi mobil yang dioperasikan oleh perusahaan digital, DeNA Co., dan perusahaan asuransi, Sompo Holdings.

    Kerja sama itu pun memungkinkan konsumen Hyundai untuk menyewakan kendaraan mereka.

    Mengutip Reuters, hingga kini Hyundai mengaku belum menetapkan target, namun perusahaan tersebut akan memberi update, setelah menerima pesanan online yang dijadwalkan mulai Mei mendatang.

    Hyundai memasuki Jepang pertama kalinya pada tahun 2001, kemudian hanya berhasil menjual 15.000 mobil sampai tahun 2009, yang akhirnya membuat mereka menyerah dan keluar dari Jepang. []

  • Masalah Valuasi Buat Hyundai Engineering Harus Tunda IPO

    peloporberita.com/ | Hyundai Engineering Co Ltd terpaksa menunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Korea Selatan (Korsel), akibat masalah valuasi.

    Perusahaan afiliasi Hyundai Motor Group ini diprediksi bisa menghasilkan hingga USD 1 miliar dari aksi IPO. Awalnya, listing ditargetkan bisa terealisasi pada bulan Februari.

    Sebelumnya pada Desember lalu, perusahaan mengatakan ingin mengumpulkan hingga 1,2 triliun won melalui IPO, dengan kisaran harga indikatif 57.900-75.700 won per saham.

    Melansir Reuters, nantinya penawaran saham akan terdiri dari 4 juta saham baru, ditambah 12 juta saham lama dari pemegang saham di Hyundai Engineering, yaitu Ketua Grup Motor Hyundai Euisun Chung dan Ketua Kehormatan Mong-Koo Chung.

    Adapun beberapa pemegang saham lainnya adalah Hyundai Glovis, Kia Corp dan produsen komponen mobil, Hyundai Mobis.

    Saat ini, Hyundai Engineering adalah salah satu dari tujuh perusahaan konstruksi teratas di Korsel. Predikat itu diharapkan mampu menarik minat investor saham.

    Namun, di lain sisi, analis pasar melihat ada sentimen yang cukup besar terhadap industri konstruksi, terutama setelah runtuhnya tembok di salah satu lokasi kerja di Korea pada awal bulan ini.

    “Kami melihat industri konstruksi dalam negeri memikul beban yang lebih berat dalam biaya manajemen keselamatan secara keseluruhan setelah keruntuhan. Inilah sebabnya mengapa sentimen investor memburuk pada perusahaan konstruksi,” kata Analis Korea Investment & Securities Kang Kyung-tae. []

    Baca juga: Hyundai Gagal Penuhi Target 2021 Akibat Krisis Chip Global

  • LG Energy Solution Resmi IPO, Kalahkan Rekor Samsung Life Insurance

    peloporberita.com/ | Produsen baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES) sukses menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan meraih dana hingga USD 10,7 miliar.

    Pada perdagangan awal Kamis (27/01/2022), saham LGES langsung melesat. Sempat diperdagangkan di level 597.000 won, naik 99% dibandingkan harga IPO yang ada di level 300.000 won.

    Kini, saham LGES diperdagangkan di level 499.000 won, seperti dikutip dari Bloomberg. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai 116,8 triliun won, atau sekitar USD 97,2 miliar. Angka itu membuat LG Energy Solution menjadi perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan (Korsel), setelah Samsung Electronics Co.

    Bahkan, IPO LGES menjadi yang terbesar di Korsel, lantaran nilainya hampir 2,5 kali lipat dari rekor IPO yang sebelumnya dipegang oleh Samsung Life Insurance Co. Dan, menjadi IPO yang terbesar kedua di dunia dalam setahun terakhir, setelah Rivian Automotive Inc.

    Setelah IPO, induk usaha LGES yaitu LG Chem Ltd, menguasai kepemilikan 81,8% saham.

    Perusahaan yang berbasis di Seoul ini telah berusaha meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya permintaan baterai mobil listrik secara global.

    LG Energy Solution memasok baterai ke sejumlah produsen mobil, seperti Tesla Inc, General Motor Co dan Hyundai Motor Co. []

    Baca juga: IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

  • Hyundai Siap Produksi Massal Mobil Listrik di Pabrik Cikarang

    peloporberita.com/ – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dipastikan siap memproduksi secara massal mobil listrik di pabriknya yang berlokasi di Kawasan Industri Deltamas Cikarang, Jawa Barat. Produk mobil listrik yang kelak diproduksi adalah Hyundai IONIQ 5.

    Model IONIQ 5 itu akan diproduksi Hyundai mulai Maret Tahun 2022. Persiapan produksi massal mobil listrik sudah dilakukan. Alat-alat produksi mobil itu sudah terpasang di pabrik. Bahkan, sudah ada 3 unit contoh mobil IONIQ 5 sebagai bagian dari persiapan produksi mobil tersebut.

    Ioniq 5, disebut-sebut bakal memiliki pengisian daya ultra cepat. Dengan pengisi daya 350 kW, Ioniq 5 dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 18 menit.

    Secara umum, pabrik mobil Hyundai di Cikarang dapat memproduksi 150 ribu mobil per tahun dan dapat dikerek kapasitasnya mencapai 250 ribu unit mobil per tahun. Total investasi untuk pembangunan pabrik tersebut mencapai 1 setengah miliar dolar amerika.[]

  • Hyundai Gagal Penuhi Target 2021 Akibat Krisis Chip Global

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Co, gagal memenuhi target penjualannya secara global pada tahun 2021. Salah satu pemicu utama kegagalan itu adalah terjadinya gangguan pasokan chip di pasar global.

    Penjualan Hyundai Motor di seluruh dunia pada tahun 2021 tercatat hanya mencapai sekitar 3,89 juta kendaraan. Sebelumnya, perusahaan itu menargetkan penjualannya bisa mencapai 4 juta kendaraan, seperti dikutip dari Reuters.

    Padahal, target itu sendiri telah direvisi sekitar 4 persen pada Oktober 2021, ketika terjadi kekurangan pasokan chip secara global. Awalnya, Hyundai mematok target penjualan sebanyak 4,16 juta kendaraan pada tahun 2021.

    Baca juga: Krisis Chip Global, Samsung Buka Pabrik di Texas AS

    Untuk tahun 2022 inipun, Hyundai menetapkan target penjualan yang tidak berbeda jauh dari tahun lalu. Perusahaan yang sering menjadi sponsor drama Korea ini berharap bisa meraih penjualan sebanyak 4,32 juta kendaraan sepanjang tahun ini.

    Dalam pernyataan resminya, mereka berencana memperluas pangsa pasar dan memperkuat profitabilitas melalui upaya untuk menstabilkan pasokan dan permintaan chip.

    Selain itu, Hyundai juga akan menyesuaikan jadwal produksi kendaraan mereka, memperkuat lineup kendaraan listrik serta mengoptimalkan laba dan rugi penjualan berdasarkan wilayah. []