peloporberita.com/ – Film Memoir of A Murderer merupakan film bergenre horor dan thriller yang didasarkan pada kisah novel berjudul “Salinjaui Gieokbeob” karya Kim Young Ha. Namun, naskah untuk filmnya ditulis oleh Hwang Jo-Yoon dan Won Shin-Yeon dengan arahan sutradara Won Shin-Yeon.
Film Korea Memoir of A Murderer diperankan oleh aktor Kim Nam Gil yang berperan sebagai Min Tae Joo, seorang psikopat. Selain itu, ada aktor veteran Sol Kyung Gu yang berperan sebagai Kim Byung Soo, seorang mantan pembunuh berantai yang mengidap alzheimer.
Film Memoir of A Murderer, bermula saat mantan pembunuh berantai Byung Soo didiagnosis menderita Alzheimer. Menurut Dokter, hal itu lantaran efek samping dari kecelakaan lalu lintas 17 tahun yang lalu. Kecelakaan kala itu, menghentikannya dari pembunuhan dan memungkinkan dia untuk hidup normal dengan putri tersayangnya.
Suatu ketika, serangkaian pembunuhan terjadi di dekat kotanya, Byung Soo yang mengidap Alzheimer khawatir bila pembunuhan itu dilakukan sendiri selama ingatannya hilang. Namun kemudian dia menemukan Tae Joo, nalurinya sadar bahwa Tae Joo adalah pembunuh berantai tersebut.
Film Memoir of A Murderer. (Foto:Pelopor.id/Viu)
Byung Soo melaporkan hal ini kepada polisi serta mencoba menemukan bukti kuat bahwa Tae Joo adalah psikopat. Tetapi, hal itu malah meningkatkan minat Tae Joo pada ia dan putrinya.
Sekarang, dengan ingatan yang menurun, Byung Soo harus menemukan cara untuk melindungi putrinya dari sang pembunuh berantai, Tae Joo. Film ini, pertama kali rilis pada September 2017 silam dan sudah bisa kamu saksikan di Viu mulai 5 Maret 2022. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Kisah hantu Kuchisake-onna merupakan urban legend asal Jepang. Hantu ini diceritakan berwujud seorang wanita yang bermulut robek. Konon, Wanita ini menutupi mulutnya dengan masker operasi dan sering muncul di jalan-jalan yang sepi.
Onna meneror mangsanya dengan bertanya kepada orang yang ditemui apakah dirinya cantik? Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya maka ia akan membunuhnya. Bahkan beberapa sekolah pada akhir tahun 1970-an, menyarankan agar murid-muridnya pulang secara berkelompok atau ditemani guru agar selamat dari keganasan hantu ini.
Menurut cerita masyarakat, sebelum meninggal, Onna adalah seorang wanita muda cantik yang hidup pada zaman Heian (sekitar 1185 M). Kemungkinan Onna adalah seorang istri atau selir samurai pada zaman itu. Namun kecantikan membuat Kuchisake-onna sombong serta sering berselingkuh di belakang suaminya.
Ilustrasi hantu Kuchisake-onna atau hantu mulut sobek asal Jepang. (sumber: Pelopor/Darktale)
Mengetaui sang istri berkhianat, sang suami sangat marah dan merasa sakit hati. Kemudian ia menyerang Onna dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping. Setelah merobek mulut istrinya, sang suami berkata “Sekarang siapa yang akan berkata kamu cantik?”. Nah, setelah meninggal, Onna dikisahkan menjadi hantu si mulut sobek dari Jepang.
Dalam versi lainnya, Kuchisake-onna diceritakan sebagai seorang wanita korban gagal operasi. Konon saat operasi wajah, sang dokter memakai minyak rambut dengan bau yang menusuk. bau itu, sangat mengganggu Onna dan membuatnya tidak bisa tenang. Sehingga sang dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek.
Karena kesakitan, Onna menyerang balik dokter tersebut hingga tewas. Atas peristiwa tersebut, Onna menjadi buronan masyarakat sekitar dan dibunuh oleh para penduduk kota sehingga menjadi hantu penasaran.
Kuchisake-onna bergentayangan di kota pada malam hari, terutama ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang di jalan yang sepi, ia akan bertanya, Apakah saya cantik? Bila dijawab “ya”, ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi, Bahkan bila seperti ini? Pada saat itu, bila si korban menjawab tidak, maka ia akan dibunuh tanpa ampun dengan senjata tajam.
Bila si korban tetap menjawab ya, Onna akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan meski korban tetap mengatakan ya, Onna akan mengikuti sampai ke rumah dan membunuh korbannya tepat di depan pintu rumah si korban.
Bila korbannya wanita, Onna akan merobek mulut korbannya hingga serupa dengannya. tetapi bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.[]
Jakarta – Kisah Hantu La Sayona, merupakan urban legend asal Venezuela. La Sayonasering dijuluki sebagai hantu pembantai para pria hidung belang lantaran hantu wanita ini, dikisahkan muncul hanya untuk menggoda pria yang memiliki hubungan cinta di luar pernikahan mereka lalu menghabisinya.
Nama “Sayona” sendiri diambil dari kain yang dipakai sang hantu. Modelnya seperti gaun putih panjang mirip dengan pakaian abad pertengahan.
Urban legend La Sayona, dimulai pada abad ke-19 dari sebuah desa yang dihuni oleh seorang wanita petani muda paling cantik di desa tersebut bernama Casilda seperti dikutip peloporberita.com/ dari berbagai sumber. Kecantikan Casilda, menjadi dambaan setiap lelaki yang ada di wilayah tersebut saat itu.
Hantu La Sayona, sering diceritakan menyamar sebagai wanita, lalu merayu pria-pria tukang selingkuh hingga mereka tergoda.
Sebagai seorang wanita cantik, hidup Casilda pun bisa dikatakan bahagia. Ia memiliki suami yang hebat dan seorang bayi laki-laki. Casilda biasa mandi dan berenang di sungai tepatnya di sebuah hutan dekat tempat tinggalnya tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Suatu hari, ada seorang warga desa yang diam-diam suka kepada Casilda mengikutinya ke hutan tempat dia biasa mandi dan melihatnya berenang sambil telanjang. Sejak saat itu, pria tersebut suka mengintip Casilda yang sedang mandi. Saat terpergok, lelaki itu malah mengelak dan memberikan informasi palsu kepada Casilda bahwa suaminya telah berselingkuh dengan ibu kandungnya sendiri.
Mendengar kabar tersebut, Casilda kembali kerumah dan mendapati suaminya sedang tidur bersama anaknya. Tetapi, karena terbakar api amarah, Casilda langsung membakar rumahnya. Menyadari ada kebakaran, penduduk desa beramai-ramai menghampiri rumah tersebut dan berusaha memadamkan api diiringi suara jeritan suami dan anak Casilda yang masih berada didalam rumah.
Ilustrasi hantu La Sayona. (Foto:Sintetizador)
Setelah membakar anak dan suaminya hidup-hidup, Casilda mendatangi rumah ibunya. Setibanya di sana, dia mendapati ibunya sedang berada di teras rumah dan Casilda langsung menyerang Ibunya dengan parang. Ia, juga menusuk perut perempuan yang melahirkannya itu dengan pisau hingga tewas.
Sebelum kematiannya, ibu Casilda mengutuknya dengan mengatakan bahwa setelah ajalnya tiba, dia harus membalaskan dendam semua wanita dengan membunuh suami mereka yang tidak setia. Kutukan sang Ibu, lantas membuat Casilda bergentayangan setelah kematiannya untuk membunuh para pria hidung belang yang suka berselingkuh dan dijuluki La Sayona alias Sang Algojo dari Venezuela.
Hantu La Sayona, sering diceritakan menyamar sebagai wanita, lalu merayu pria-pria tukang selingkuh hingga mereka tergoda.Setelah pria hidung belang itu tergoda, La Sayona lantas berubah menjadi wujud aslinya, lalu seketika mencabik–cabik dan membunuh pria hidung belang itu. Kabarnya, La Sayona telah memutilasi banyak pria di Venezuela.
Dalam kisah lain versi tersebut diceritakan bahwa La Sayona kerap muncul di hadapan para pria yang bekerja di hutan. Dia memanipulasi korbannya dengan menampilkan diri sebagai wanita cantik, atau orang yang dicintai. La Sayona lalu memikatnya kemudian membawanya ke dalam hutan untuk bisa menghabisi pria tersebut dan setelah itu meninggalkan tubuh mereka untuk ditemukan oleh orang lain. ***