Tag: Hari Anak Nasional

  • Profil Sandiah Ibu Kasur yang Tampil di Google Doodle Hari Ini

    peloporberita.com/ | Google Doodle hari ini merayakan sosok penghibur dan pendidik anak-anak Indonesia, Sandiah, atau lebih dikenal sebagai Ibu Kasur.

    Semasa hidupnya, Ibu Kasur juga dikenal sebagai pembawa acara anak-anak popular, seperti Taman Indria dan Hip Hip Ceria.

    Sebelumnya, ia bergabung dengan Kepanduan Indonesia, yang kini dikenal dengan Pramuka Indonesia.

    Ibu Kasur lahir dengan nama asli Sandiah di Jakarta, atau dulu disebut Batavia, pada 16 Januari 1926. Nama Kasur berasal dari Kak Soer yang merujuk pada sapaan akrab suaminya sewaktu masih muda, yaitu Soerjono.

    Soerjono yang biasa disapa Kak Soer kemudian jadi dipanggil Pak Kasur, sedangkan Sandiah jadi dipanggil Bu Kasur.

    Didorong oleh dedikasi terhadap pendidikan anak-anak yang berkembang di SMP, Ibu Kasur dan suaminya membuka sekolah pendidikan awal bernama TK Mini di rumah mereka sendiri pada tahun 1965.

    Ibu Kasur juga mengedit majalah anak, memproduksi film anak dan membuat banyak lagu anak-anak.

    “Jika Anda mendengarkan dengan seksama komposisi pendek khas Kasur, Anda dapat mendengar bahwa mereka mengecualikan huruf “r” untuk membuat lagu untuk anak-anak yang mudah diingat dan diucapkan,” kata Google Doodle dalam keterangannya.

    Pada Hari Anak Nasional tahun 1988, Ibu Kasur menerima Penghargaan Presiden atas prestasinya sebagai pendidik yang kreatif dan berdedikasi.

    Ibu Kasur meninggal di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, pada 22 Oktober 2002 akibat menderita stroke. Ia dimakamkan di samping Pak Kasur di Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah. []

    Baca juga: Profil Politikus Senior Max Sopacua, Meninggal Akibat Penyakit Paru

  • Hari Anak Nasional, Mensos Risma Minta Dipanggil Eyang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada Jumat 23 Juli 2021. Dalam Kesempatan tersebut, Mensos Risma minta dirinya dipanggil Eyang oleh anak-anak se-nusantara.

    “Pada kesempatan ini, panggil saja Eyang Risma ya, ingin mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional buat anak-anak di seluruh nusantara,” tuturnya yang disambut gembira oleh ratusan anak-anak di tempat yang berbeda.

    Peringatan HAN tahun ini merupakan yang kedua kalinya diperingati dalam masa pandemi Covid-19, namun terbukti anak-anak Indonesia tetap tangguh dan produktif.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!.”

    Mensos pun sangat concern terhadap kegiatan ini dengan meluangkan waktu secara khusus untuk menyapa anak-anak di seluruh nusantara dari Sabang-Marauke yang digelar secara daring, tapi tetap meriah dan bahagia.

    Eyang Risma pesan kepada anak-anak, agar selalu menghormati kedua orang tua, lantaran tanpa peran mereka tentu saja mereka tidak bisa seperti sekarang ini.

    “Kedua, Eyang berpesan agar semua anak tidak boleh ada kata menyerah karena saat ini memang berat, seperti tidak bisa bertemu dengan teman-temen di sekolah dan sekolah pun masih daring sehingga tidak boleh putus asa ya,” ucapnya lembut.

    Mensos Risma ingin masyarakat memahami bahwa semua anak-anak adalah kebanggaan bangsa yang kelak akan menjadi penerus dari perjuangan para pendiri bangsa dan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Tuhan memberikan kesempatan sama dan tidak membeda-bedakan, siapa orang tua kalian, dimana dan dari mana kita berasal, sebab yang bisa dilakukan adalah berusaha dan berdoa. Anak-anakku tidak boleh menyerah tidak ada kata lelah untuk mencapai tujuan dan cita-cita, sesulit dan seberat apapun pasti kita bisa melewati dan melampauinya,” tegas Eyang Risma.

    Namun katanya, bisa jadi merasa bete di rumah, karena tidak ketemu teman-teman. Saat itulah kalian bisa mengembangkan berbagai hobi yang positif seperti melukis, membaca, menanam tanaman, menyanyi dan lain sebagainya.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!,” ungkapnya.

    Sementara saat ini, Eyang Risma menyebut kondisi belajar masih daring dan menggunakan gawai. Terkait gawai, Eyang Risma berpesan kepada anak-anak Indonesia agar menggunakannya untuk hal-hal yang positif dan tidak membully, menjelek-jelekan ataupun mengolok-olok teman sendiri.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Yuk gunakan gawai sebaik mungkin, dengan punya banyak teman kalian bisa belajar misalnya si A ingin belajar Bahasa Indonesia atau matematika bisa minta dibantu kepada teman yang lainnya. Banyak teman dan tidak punya musuh, itu baru keren!,” ajaknya.

    Terakhir, Eyang Risma berpesan agar mengejar dan berani mewujudkan mimpi-mimpi setinggi apapun menjadi penyanyi dan pelukis terkenal, menjadi astronot pun boleh dan tidak ada yang melarang.

    “Eyang percaya anak Indonesia bisa bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia karena kalian sama. Tidak boleh rendah diri, minder dan tidak boleh takut ingatlah kalian adalah anak dan cucu pejuang yang tercatat sejarah tidak kenal menyerah, ” tandasnya.

    Sebelum mengakhiri, Eyang Risma menggoreskan dengan kuas di atas kain kanvas bertuliskan, “ SELAMAT HARI ANAK 2021.”

    Adapun peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 mengusung tema, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menggelar rangkaian kegiatan, yakni lomba menulis, menggambar pada 8 – 14 Juli, melukis, dan foto.

    Selain itu, mengadakan Webinar “Mendongeng Budayaku” pada 22 Juli; Workshop “Mimpi Anak Tangguh” pada 23 – 23 Juli; Diary Anak pada 25 Juli; Talkshow “Berbagi Lewat Hobi” pada 25 Juli; serta acara puncak perayaan Hari Anak Nasional pada 29 Juli.

    Di akhir acara, panitia menyampaikan menerima 825 karya dan para pemenang lomba karya anak akan diumumkan pada momen Puncak Hari Anak Nasional yang akan dilaksanakan pada Tanggal 29 Juli mendatang.[]

  • Sejarah Hari Anak Nasional Setiap 23 Juli

    peloporberita.com/ | Jakarta – Selamat Hari Anak Nasional! Perlu kita ingat bahwa Hari Anak Nasional berbeda dengan Hari Anak Internasional. Untuk Hari Anak Internasional ditetapkan setiap tanggal 1 Juni, sedangkan Hari Anak Universal jatuh pada tanggal 20 November.

    Hari Anak Nasional Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984. Awalnya, peringatan Hari Anak Nasional juga merupakan gagasan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional. Kemudian, pada Mei 1952 digelar Pekan Kanak-kanak, yang saat itu anak-anak berpawai di depan Istana Merdeka, dan disambut Presiden Soekarno.

    Baca juga: Program Vaksinasi Ibu Hamil, Menyusui, dan Anak 12-18 Tahun Resmi Dimulai

    Penentuan Hari Anak Nasional jatuh pada tanggal 23 Juli sebenarnya sangat panjang dan rumit. Ketika Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 23 Juli 1979, maka muncul usulan agar tanggal tersebut dipakai sebagai Hari Anak Nasional. Akhirnya, pada 1984 keluarlah Keppres yang mengesahkan tanggal itu dipakai sebagai Hari Anak Nasional.

    Kala itu, Presiden Soeharto menilai anak-anak adalah aset kemajuan bangsa, sehingga perlu diberi hari peringatan. Sejak saat itu perayaan anak-anak terus digelar untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak. Peringatan Hari Anak Nasional memiliki makna sebagai tanda kepedulian seluruh bangsa terhadap optimalnya tumbuh kembang anak. 

    Pemerintah juga membuat program untuk mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam melindungi anak, sehingga dapat melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas dan berakhlak.

    Baca juga: Presiden AS Izinkan Anak Umur 12 Tahun Keatas Sudah Divaksin Lepas Masker

    Berdasarkan Pedoman Hari Anak Nasional 2021 yang dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), tahun ini tema yang diangkat adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan Tagline #AnakPedulidiMasaPandemi. Tema ini diangkat sebagai motivasi bahwa pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan Hari Anak Nasional tahun ini secara virtual, tanpa mengurangi makna. 

    Sedangkan sub temanya meliputi lima hal, yaitu: anak cerdas terliterasi, anak gembira dengan asah, asih, asuh, anak sehat dan gembira, anak cerdas, kreatif dan informatif serta anak resiliensi tangguh dengan kasih sayang. []