Tag: Grab

  • Sandiaga Uno Berharap Kolaborasi dengan Grab Indonesia Bisa Berlanjut

    peloporberita.com/ | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berharap, kolaborasi yang terjalin selama tahun 2021 dengan Grab Indonesia dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, agar perekonomian Indonesia dapat bangkit dari pandemi Covid-19. Selain itu, penciptaan lapangan kerja juga terbuka seluas-luasnya.

    Sandiaga menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Malam Apresiasi Kolaborasi Inovasi yang diselenggarakan oleh Grab Indonesia di Jakarta, pada Jumat (26/11/2021).

    Sepanjang tahun 2021, Grab Indonesia berkesempatan menjalin kolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, salah satunya dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Grab berkolaborasi dalam sejumlah program, seperti fasilitasi pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi dalam program Beli Kreatif Lokal dan Beli Kreatif Danau Toba, program #TerusUsaha, Grab Protect untuk para tenaga kesehatan, hingga Program Stimulus Bangga Buatan Indonesia (PSBBI).

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Grab dan teman-teman. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa kita tingkatkan ke depan. Kita eksekusi lebih baik lagi program-programnya. Karena saya ingin sektor pariwisata dan ekonomi segera bangkit dan lapangan kerja dapat terbuka,” ujar Sandiaga.

    Dalam kesempatan ini, President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata turut menyampaikan bahwa tujuan dari terselenggaranya acara ini karena ingin mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Grab Indonesia dengan stakeholdersnya, yaitu pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2021.

    “Masa pandemi adalah hal yang sulit, tapi melalui inisiatif kita mulai dari vaksinasi, digitalisasi UMKM, gernas BBI, lalu bagaimana kita berkolaborasi dalam menyikapi PPKM dapat dilakukan dengan baik. Semua ini tidak mungkin dilakukan tanpa kolaborasi, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada stakeholders terutama dari pihak pemerintah yang sudah sama-sama membantu memberikan ide-ide dan solusinya,” ucap Ridzki. []

    Baca juga: Taufan Rahmadi Dorong Kemenparekraf Bentuk Kedirjenan Khusus Wisata Halal

  • Timboel Siregar: Pujian ke Gojek, Jangan Berhenti di Roma Saja!

    peloporberita.com/ | Dalam KTT G20 yang berlangsung di Roma, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat pujian dari Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti. Ratu Belanda memuji Gojek di Indonesia dan mengatakan, Gojek telah berhasil membantu UMKM dengan memberikan akses terhadap pasar yang lebih luas melalui digitalisasi.

    Pujian ini merupakan pengakuan terhadap Gojek yang ikut berperan secara signifikan dalam perekonomian Indonesia. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menilai, sistem layanan berbasis digital seperti Gojek, Grab, dsb memang telah ikut berperan dalam percepatan perputaran barang dan jasa di Indonesia.

    Tentunya, sistem layanan tersebut tidak bisa dipisahkan dengan para pekerjanya yang menjadi pelaku utama layanan tersebut. Para pengemudi ojek online (ojol) adalah pelaku ekonomi yang memang ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Baca juga: Timboel Siregar: Suarakan Nasib Rakyat Sejak Saat Ini

    Terkait hal itu, tugas pemerintah adalah memastikan para pengemudi ojol dan pekerja transportasi berbasis digital lainnya mendapat perlindungan nyata, yaitu perlindungan atas pekerjaan, upah, jaminan sosial, dsb, seperti perlindungan yang dinikmati oleh pekerja formal dalam regulasi ketenagakerjaan yang ada saat ini.

    Selama ini, pemerintah hanya fokus melindungi pekerja formal, namun abai pada pekerja informal, pekerja kemitraan berbasis digital seperti pengemudi ojol ini, pekerja rumahan, pekerja rumah tangga, dsb. Padahal, seluruh pekerja berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, sehingga mereka butuh perlindungan juga.

    Tidak hanya itu, menurut Timboel Siregar, ketika pemerintah menggelontorkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU), pemerintah hanya memberikannya pada pekerja formal dengan mengabaikan pekerja lainnya. Ketidakadilan seperti ini yang selalu dipertontonkan pemerintah. Padahal justru pekerja informal yang paling terdampak di masa pandemi ini. Pekerja formal yang diberikan BSU masih dapat upah, sementara pekerja informal belum tentu dapat penghasilan lagi.

    Baca juga: Gunnebo Group Diduga Menindas Hak Karyawan di Indonesia

    Timboel Siregar menambahkan, untuk perlindungan jaminan sosial berupa program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pekerja informal, yang diwajibkan dalam Pasal 8 ayat (2) Peraturan Presiden No. 109 tahun 2013, juga dibiarkan Pemerintah. Tidak ada upaya untuk memastikan dan mewajibkan pekerja-pekerja itu terlindungi di BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, regulasi hanya ada di atas kertas, tanpa keseriusan pemerintah di lapangan.

    Demikian juga pasal 8 ayat (2) yang memberikan akses kepada para pekerja tersebut mendapatkan jaminan pensiun, namun hingga kini ditutup aksesnya oleh pemerintah sehingga tidak ada satu pun pekerja informal, pekerja kemitraan berbasis digital seperti pengemudi ojol, pekerja rumahan, pekerja rumah tangga, dsb yang terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Pensiun di BPJS Ketenagakerjaan.

    Timboel Siregar meminta dengan tegas agar pemerintah segera melindungi seluruh pekerja Indonesia, jangan hanya pekerja formal, lantaran mereka adalah pekerja yang juga berkontribusi secara signifikan untuk pembangunan Indonesia. Mereka berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. []

  • GMKI: Gojek dan Grab Untung Besar, Sudah Saatnya Bantu Negara

    peloporberita.com/ | Jakarta –Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom menyampaikan, sudah saatnya dua raksasa digital bidang jasa Gojek dan Grab membantu negara lantaran selama ini mereka sudah mengeruk keuntungan dari bisnisnya di Indonesia.

    "Pemerintah selama ini sangat mendukung para Unicorn dan Start Up bisnis online. Gojek dan Grab sudah mengantongi keuntungan yang sangat besar selama menjalankan bisnisnya. Saatnya, pebisnis Gojek dan Grab membantu negara," tutur Jefri berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Rabu, 21 Juli 2021.

    Pernyataan Ketua umum GMKI ini seiring Viralnya di media sosial, komunitas driver ojol yang melakukan aksi konvoi di beberapa kota di Indonesia. Mereka adalah gabungan dari driver ojol Gojek dan Grab yang melakukan aksi karena mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis selama PPKM berlangsung. Sementara disisi lain, para pemilik dan pemodal terus mengalami keuntungan.

    “Gojek dan Grab sudah mengantongi keuntungan yang sangat besar selama menjalankan bisnisnya. Saatnya, pebisnis Gojek dan Grab membantu negara.”

    GMKI menilai, aksi konvoi tersebut seharusnya tidak terjadi, jika Gojek dan Grab membantu driver pada saat PPKM Darurat berlangsung.

    Dengan tegas, Jefri Gultom meminta agar Perusahaan Gojek dan Grab memberikan dana insentif kepada para driver yang terdampak PPKM selama 1 bulan. Menurutnya, tidak semua daerah Indonesia menjalankan PPKM Darurat dan dalam bisnis ada disebut subsidi silang.

    Gojek dan Grab
    Ilustrasi driver Gojek dan Grab. (Foto:pelopor/Istimewa)

    “Bantu Negara, alokasikan keuntungan perusahaan untuk membantu para driver di Jawa dan Bali,” tegas Jefri.

    Lebih lanjut, GMKI menyoroti dampak ekonomi pada gelombang kedua covid 19 yaitu terjadinya penurunan daya beli, penurunan pendapatan masyarakat, meningkatnya kemiskinan serta banyaknya UMKM banyak mengalami resesi. Oleh sebab itu, GMKI menyerukan seluruh elemen baik pemerintah, mahasiswa dan seluruh masyarakat gotong-royong dalam menangani Covid-19 khususnya dampak ekonomi.

    Mengenai hal ini, PP GMKI meminta perusahaan raksasa di Indonesia untuk tidak memotong gaji karyawan selama PPKM Darurat. Selain itu, Jefri Gultom mengajak masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke atas untuk membeli produk dan kebutuhan sehari hari pada UMKM sehingga tetap ada perputaran uang di masyarakat.

    “Kita harus kampanyekan, Indonesia harus kuat! Oleh sebab itu, para pengusaha khususnya para raksasa digital jika yang selama pandemi mendapat suntikan dana dan keringanan operasional dari pemerintah, bantu dong negara melewati fase ini” tandas Jefri Gultom. []