Tag: Giant

  • Hero Bikin Anak Perusahaan Baru Distribusi Kesehatan dan Kecantikan

    peloporberita.com/ – PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) mendirikan anak perusahaan baru di bidang perdagangan besar setelah menutup salah satu lini bisnis usaha ritelnya, yakni Giant Supermarket. Nama perusahaan baru tersebut adalah Distribusi Kesehatan dan Kecantikan Nusantara atau DKKN yang didirikan bersama PT Rumah Mebel Nusantara (RUMAH).

    Sebagaimana diketahui, RUMAH merupakan perusahaan terkendali perseroan dengan jumlah persentase kepemilikan saham sebesar 99,99 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

    “PT DKKN didirikan dengan modal dasar senilai Rp 11 miliar yang terbagi atas 1,1 juta lembar saham,” tutur GM Corporate Secretary, Legal Strategy & Licences HERO Iwan Nurdiansyah dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 17 November 2021.

    Baca juga : 

    Menurut Iwan, dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan saham sejumlah 549.999 lembar yang keseluruhannya bernilai nominal Rp 5,49 miliar. Sementara RUMAH menyetor penuh satu lembar saham yang keseluruhannya bernilai nominal Rp 10.000.

    Sebelumnya, Hero Supermarket menutup total seluruh gerai Giant Supermarket per 1 Agustus lalu. Penutupan itu dilakukan sebagai salah satu strategi bisnis perusahaan, menghadapi dampak pandemi. HERO selanjutnya akan fokus pada bisnis farmasi dan alat kesehatan melalui toko Guardian, serta perlengkapan rumah tangga di bawah bendera IKEA. []

  • Giant Tutup Permanen di Indonesia, 2.700 Orang Kena PHK

    peloporberita.com/ | Jakarta – Seluruh gerai ritel Giant di Indonesia resmi tutup permanen mulai hari ini, Minggu (01/08/2021). Hal itu sesuai dengan keputusan PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola, lantaran ingin fokus mengembangkan merek dagangnya yang lain yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibanding Giant.

    Perusahaan akan mengubah lima gerai Giant menjadi IKEA, sebagian lainnya dipertimbangkan menjadi gerai Hero Supermarket, dan sisanya ditutup permanen. Seluruh gerai Giant yang ditutup totalnya mencapai 395 unit, sedangkan jumlah karyawan yang di PHK setidaknya ada 2.700 orang. 

    Baca juga: Wali Kota dan DPRD Kota Serang Sepakat Perjuangkan Nasib 400 Korban PHK Giant

    Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri menjelaskan, alasan Giant tutup adalah ketatnya persaingan bisnis dan juga terdampak pandemi Covid-19. “Bahwa penutupan Giant Hypermarket merupakan keputusan bisnis sebagai akibat pandemi Covid-19 dan persaingan usaha, serta melihat potensi pertumbuhan lebih tinggi ke arah brand lain,” katanya dalam keterangan tertulis.

    Mengutip laman giant.com.my, gerai ritel ini pertama kali dibangun pada tahun 1944 oleh keluarga Teng Meng Chin di Sentul Pasar, Malaysia, yang kemudian diperluas dengan pembukaan gerai di Pusat Minimarket Teng di Bangsar, pada tahun 1974. Hingga kini, Giant telah menjadi peritel teratas di Malaysia.

    Baca juga: Berita Duka, Pabrik Honda Civic Type R Tutup Usia

    Setelah sukses di Malaysia, Giant memperluas jaringan ke Singapura dan Indonesia. Khusus di Indonesia, Giant dibesarkan oleh PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group), yang awalnya diberi nama Giant Hypermarket. Gerai pertamanya berlokasi di Villa Melati, Tangerang, yang resmi beroperasi tahun 2002. 

    Pada 2013, terjadi perubahan identitas dan konsep dari Giant Hypermarket dan Giant Supermarket menjadi Giant Ekstra dan Giant Ekspres. Giant Ekstra ditargetkan menjadi pemimpin pasar dalam harga murah, dengan produk yang lengkap untuk kebutuhan bulanan konsumen. Sedangkan, Giant Ekspres menjadi pemimpin pasar dalam harga murah, dengan pelayanan cepat untuk melayani kebutuhan mingguan. []

  • Wali Kota dan DPRD Kota Serang Sepakat Perjuangkan Nasib 400 Korban PHK Giant

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Serang Syafrudin mengungkapkan, pihaknya bersama DPRD Kota Serang sepakat untuk memperjuangkan 400 karyawan PT. Hero Supermarket atau Giant Serang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Hal ini, diungkapkan Syafrudin usai menerima audiensi dari Serikat Pekerja PT Hero Supermarket (SPHS) di gedung DPRD Kota Serang.

    “Alhamdulillah kami dengan Legislatif sepakat untuk memperjuangkan yang 400 orang ini supaya bisa bekerja kembali di perusahaan yang baru atau perusahaan penggantinya.”

    Terkait hal ini, Syafrudin ingin karyawan yang terkena PHK untuk bisa dipekerjakan kembali di perusahaan yang akan menggantikan Giant. Namun, penilaian kelayakan kerja tetap berada di PT. Hero.

    “Alhamdulillah kami dengan Legislatif sepakat untuk memperjuangkan yang 400 orang ini supaya bisa bekerja kembali di perusahaan yang baru atau perusahaan penggantinya,” tutur Syafrudin, Rabu, 23 juni 2021.

    Wali Kota Serang, Syafrudin
    Wali Kota Serang, Syafrudin Menerima Audiensi dari Serikat Pekerja PT Hero Supermarket (SPHS) di gedung DPRD Kota Serang, Rabu 23 Juni 2021. (Foto: Pelopor/Pemkot Serang)

    “Kami pastikan satu karyawan pun tidak ada yang tertinggal, jadi dari 400 orang karyawan ini harus semua masuk lagi. Jika sudah masuk, kami serahkan kepada PT yang baru, kalau pun ada yang kerjanya males dan lainnya boleh dikeluarkan,” tambahnya.

    Syafrudin menjelaskan, caranya mereka akan memberikan syarat khusus jika PT yang baru melakukan pembuatan ijin di OPD Kota Serang.

    “Sesuai regulasi yang ada, itu pasti PT baru akan membuat perijinan. Ketika membuat perijinan, kami akan memberikan syarat. Boleh dikeluarkan ijinnya, tapi 400 orang karyawan ini diakomodir untuk dipekerjakan kembali,” sebutnya.

    Dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengungkapkan, pihaknya bersedia memperjuangkan jaminan BPJS Kesehatan 400 orang karyawan yang terkena PHK tersebut ke PBI.

    “Mereka ini mau dimasukan ke orang miskin. Kami juga sudah menyampaikan kepada Komisi II dan Disnakertrans mitra kerjanya untuk mengawal ini dan meminta data agar nanti di Badan Anggaran bisa diusulkan kepada DPRD melalui Dinsos,” tegasnya. []