Tag: Gede Pasek Suardika

  • Gede Pasek Suardika Dicopot dari Jabatan Ketua Komisi III DPR Gegara Bela Keadilan

    peloporberita.com/ – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika, menyampaikan bahwa dirinya pernah dihadapkan dengan pilihan antara sahabatnya Anas Urbaningrum yang saat itu sedang memiliki kasus hukum atau mengamankan posisinya sebagai Ketua Komisi III DPR RI.

    “Keadilan tidak mudah dihadirkan, tetapi harus tetap diperjuangkan.”

    “Nah, pada saat yang bersamaan saya pun dipanggil oleh seorang menteri yang habis dipanggil oleh Cikeas, dengan perintah kamu pilih Anas atau SBY, karena ini akan bertempur. Saya bilang, saya ga mau pilih dua-duanya kira-kira begitu. Singkat cerita ya udah jabatan kita (Gede Pasek) dicopot,” tuturnya secara blak-blakan di acara YouTube Channel ‘Energi Kata Gerry Hukubun’ yang tayang pada Senin, (14/2/2022).

    Gede Pasek Suardika
    Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika. (Foto:Pelopor.id/tangkapan layar Youtube Energi Kata Gerry Hukubun)

    Meski demikian, Gede Pasek mengaku ikhlas kehilangan jabatan tersebut. Sebab menurutnya keadilan adalah kebahagiaan tertinggi, dan “Keadilan tidak mudah dihadirkan, tetapi harus tetap diperjuangkan,” walaupun ia harus mengorbankan posisinya saat itu.

    Terkait pilihannya dengan Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Gede Pasek Menegaskan, bahwa sebenarnya dirinya bersahabat dengan keadilan, bukan dengan seorang Anas Urbaningrum lantaran sesungguhnya keduanya lebih banyak memiliki perbedaan ketimbang persamaan.

    “Kalo bersahabat itu kan sama, banyak samanya. Hobi sama, usia mungkin hampir sama, tempat tinggal atau karir sama. Saya ini banyak bedanya. Satu, Agama beda. Dua, suku beda. Tiga Kampus beda. Empat, organisasi beda. Jadi banyak sekali perbedaannya, tetapi yang membuat saya bersahabat dengan Mas Anas itu adalah rasa keadilan,” tegas Gede Pasek.

    Ia menjelaskan, sebagai ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum dan HAM dirinya mempelajari kasus Anas. Menurutnya, setelah dipelajari dengan segala ilmu hukum tidak ditemukan adanya korelasi antara kasus yang disangkakan KPK dengan yang dilakukan Anas.

    “Lalu saya lihat, ini ‘gak bisa begini lalu apa pertanggungjawaban saya sebagai ketua Komisi III masa ada ketidakadilan kita biarkan. Maka saya datang pada dia (Anas). Mas (Anas) ini sepeti ini, begini…..begini, oke saya temani mas (Anas) berjuang mencari Keadilan. (Meski) Entah kapan keadilan itu akan datang. Beliau kaget, sementara waktu itu banyak temannya sudah kabur, saya malah datang,” ucap Gede Pasek.

    Sikap ini, ternyata terbukti dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang terakhir. Dimana Anas tidak terbukti melakukan korupsi atas kasus Harrier juga di kasus Hambalang.

    “Tidak pernah disebutkan korupsinya di mana, di proyek mana, tidak disebutkan sampai sekarang. Jadi Harrier tidak terbukti, Hambalang tidak terbukti, jadi yang ada 4 atau 5 dakwaan semua nggak terbukti. Artinya rasa keadilan saya sudah terukur, meskipun dia tetap dihukum karena menerima gratifikasi dari berbagai proyek-proyek lainnya yang bersumber dari APBN. ini adalah sebuah hukuman yang sangat tidak jelas untuk sebuah kasus korupsi,” tandas Gede Pasek. []

  • Diskusi Pemilu Jurdil, Partai Kebangkitan Nusantara Sambangi DKPP

    peloporberita.com/ | Setelah bertemu Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pimpinan Nasional (Pimnas) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) beraudiensi dengan jajaran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di kantornya di Jakarta, Kamis (27/01/2022).

    Kedatangan Pimnas PKN membahas tentang spirit untuk menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

    Jajaran Pimnas dipimpin Ketua Umum PKN Gede Pasek Suardika (GPS) dan Sekjen Sri Mulyono dan pengurus lainnya. Sedangkan pihak DKPP dihadiri oleh Ketua Prof Dr. Muhammad, SIP MSi dan Dr. H. Alfitra Salam, APU beserta jajaran kesekjenan DKPP.

    Dalam pertemuan itu, DKPP menyampaikan beberapa hal terkait kinerja yang sudah dilaksanakan serta menginformasikan pentingnya partai politik bersama penyelenggara pemilu hendaknya berjuang dan menjaga demokrasi yang sehat, jujur dan adil.

    Sementara PKN melalui GPS menyampaikan harapannya agar aturan main maupun pelaksanaan Pemilu bisa dikawal, agar berjalan dengan adil.

    "Peran DKPP sangat penting untuk mengawasi hal ini," kata GPS.

    Selain itu, dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, PKN juga menyatakan harapannya agar proses dari perhitungan hingga pengesahan perolehan suara bisa diperpendek waktunya. Pasalnya, rentang waktu yang panjang akan menimbulkan potensi kecurangan yang semakin tinggi.

    DKPP juga menyatakan bahwa banyak sekali keputusan yang diambil dengan tegas.

    "Kami di DKPP bertekad tidak hanya tajam kebawah, tetapi juga tajam keatas. Bisa dilihat keputusan DKPP selama ini," tambah Alfitra Salam.

    Pertemuan itu diakhiri dengan penyerahan dokumen pengesahan PKN sebagai partai politik dan Kemenkumham serta dari DKPP menyerahkan cindera mata. []

    Baca juga: Partai Kebangkitan Nusantara Sah Menjadi Partai Politik

  • Partai Kebangkitan Nusantara Sah Menjadi Partai Politik

    peloporberita.com/ – Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), sah menjadi Partai Politik baru yang akan meramaikan konstelasi politik di Indonesia.

    Hal ini lantaran PKN telah mengantongi pengesahan dari Kemenkumham tertanggal 7 Januari 2022 lalu. Uniknya, penyerahan resmi dari Kemenkumham dilaksanakan bersamaan dengan pengesahan UU IKN di DPR RI yang menetapkan Nusantara sebagai nama ibukota negara yang baru, Selasa (18/1).

    SK Kemenkumham itu dijemput Sekjen PKN Sri Mulyono, Waketum Gerry H Hukubun, Direktur Eksekutif Made Sudana dan Wakil Direktur Eksekutif Abdul Aziz Muslim di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU).

    Menurut Gerry Hukubun, ternyata penundaan secara teknis serah terima SK Pengesahan memiliki momentum nasional yang strategis akan dipilihnya nama Nusantara sebagai nama ibukota yang baru.

    “Kami meyakini semesta ikut bekerja sehingga kesan kebetulan yang ada, justru sebenarnya penguat motivasi untuk totalitas berjuang membangkitkan kembali kejayaan Nusantara,” tutur mantan wakil ketua DPRD termuda di Maluku Tenggara ini.

    Sementara itu Sekjen Pimnas PKN Sri Mulyono menjelaskan dengan sistem administrasi yang rapi, ditengah waktu yang pendek juga menjadi faktor cepatnya pengesahan ini didapatkan.

    “Selanjutnya kami bersiap untuk langkah menyiapkan diri ikut verifikasi Pemilu. Kami mengajak seluruh warga masyarakat yang menginginkan dan merindukan kebangkitan Nusantara untuk bersatu bergotong royong di PKN,” kata Doktor ilmu pemerintahan ini.

    PKN sendiri saat ini dipimpin ketua umum Gede Pasek Suardika yang sebelumnya juga pernah di DPR dan DPD RI tersebut. Partai yang digagas dan dikomandani para loyalis Anas Urbaningrum ini memang menarik perhatian publik karena cukup banyak tokoh-tokoh muda di pusat maupun di daerah yang bergabung.

    Diantaranya Mirwan Amir yang mantan wakil ketua Banggar DPR RI, ada Yus Sudarso mantan anggota Komisi IV DPR RI, tampak juga pengacara Anas Urbaningrum Rio Ramabaskara, tokoh pejuang ke MK agar aliran kepercayaan masuk KTP yang juga tokoh muda NU Sa’ddudin Sabilurasyad yang akrab dipanggil Acun.

    Terdapat pengamat SDM dan energi Lukman Malanuang, mantan Sekjen PP KMHDI I Made Sudana dan lainnya.
    Kehadiran PKN diawal memang mengejutkan publik karena diawali dengan mundurnya Sekjen DPP Partai Hanura Gede Pasek Suardika yang selanjutnya diminta menahkodai partai baru ini.

    Mantan ketua Komisi III DPR RI dan Mantan Ketua PPUU, Dewan Kehormatan dan PULD di DPD RI ini tampaknya dipercaya untuk menggerakkan PKN di seluruh Indonesia.

    “Ini adalah etape pertama dari target tiga etape yang kami canangkan. Yaitu Etape pertama lolos Kemenkumham, Etape kedua Lolos Verifikasi KPU dan Etape ketiga Lolos PT dan ke Senayan pada Pemilu 2024. Tidak mudah memang tetapi dengan semangat gotong royong dan berdikari kami berjuang mewujudkan tekad tersebut,” tandas Gede Pasek Suardika yang akrab disebut GPS tersebut. []

  • Gerak Cepat, Partai Kebangkitan Nusantara Daftar Ke Kemenkumham

    peloporberita.com/ | Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) telah resmi didaftarkan sebagai partai politik (parpol) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), pada Senin (01/11/2021). PKN adalah partai yang didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum dan diketuai oleh Gede Pasek Suardika, yang baru saja melepas jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura.

    Sejumlah tokoh PKN yang turut hadir ke Kemenkumham adalah Sekjen PKN Dr. Sri Mulyono, S.Sos. MM; didampingi Waketum PKN Gerry H. Hukubun, SE; Ketua Bidang Hukum dan HAM Rio Ramabaskara SH, MH.; Anggota Dewan Kehormatan PKN Andi Samsul Bakri, SH; serta Direktur Eksekutif PKN I Made Sudanayasa, SE. Mereka juga didampingi langsung Notaris Muhammad Zainal Hakim, SH., MM, MKn, selaku Pejabat Pembuat Akta Notaris dari PKN.

    “Semua persyaratan sebagai bentuk partai ini diproses untuk segera mendapatkan pengesahan, baik perubahan nama, lambang dan susunan kepengurusan sudah kita penuhi,” kata Sri Mulyono dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Baca juga: Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

    Sementara itu, Waketum PKN Gerry Hukubun mengatakan, sebagai kumpulan kaum pergerakan, maka gerak cepat menjadi bagian dari keseharian langkah perjuangan. “Semoga dengan begitu majunya proses pelayanan di Dirjen AHU Kemenkumham selama ini bisa juga berjalan lebih cepat,” kata politikus muda yang juga dikenal sebagai motivator ini.

    Mantan Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara termuda ini juga menjelaskan bahwa selain melakukan proses ke Kemenkumham, disaat bersamaan embrio pembentukan di daerah dengan format baru juga dijalankan secara simultan.

    “Kami merasa sangat senang sambutan begitu kuat di daerah dan dipusat. Walau diketahui partai ini hanya bermodalkan tekad dan nekad, tetapi tampaknya publik melihat ada arus besar baru untuk menjadi alternatif dan jauh dari oligarki politik,” kata Gerry.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Dari susunan kepengurusan terlihat nama sejumlah akademisi, seperti Ian Zulfikar, pakar IT Yan Mita Djaksana, pakar energi Lukman Malanuang, bahkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Hanura Carrel Ticualu.

    Selain itu ada juga pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe, mantan Staf Ahli Komisi III DPR RI Denny Haryatna, mantan anggota DPR RI dari FPD seperti Mirwan Amir dan Yus Sudarso, hingga aktivis muda HMI Azral Hardy, Rudi Juniawan, serta mantan sekjen PP KMHDI I Made Sudanayasa.

    Tidak hanya dari kalangan politik, Selebgram Atiensimon dengan nama asli Margaretha Tien Martini juga ikut bergabung, dan Agustinus Lesek serta Imam M. Sumarsono dari kalangan wartawan.

    Menurut Gerry, saat ini masih banyak yang menyatakan ikut bergabung. “Kami juga sedang menyiapkan alat kelengkapan partai sebagai struktur penguat partai sekaligus sebagai sarana penguatan kader, akibat begitu banyaknya yang ingin bergabung,” ujar politikus muda itu. []

  • Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

    peloporberita.com/ | Setelah mundur dari jabatan Sekjen Partai Hanura, politikus Gede Pasek Suardika (GPS) dengan cepat dipercaya menggawangi partai baru bernama Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). GPS diminta menakhodai partai yang banyak diikuti dan didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum (AU) ini.

    Hal itu diungkapkan salah satu inisiator PKN, Sri Mulyono, dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu (30/10/2021). "Sebenarnya begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal, kami sudah meminta GPS untuk keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat," kata Sri Mulyono, yang juga merupakan doktor ilmu pemerintahan.

    Namun, lanjut Sri Mulyono, GPS menyatakan tidak enak meninggalkan Hanura, karena sudah terlanjur punya jalinan erat dengan banyak kader di daerah.

    Baca juga: Gede Pasek Suardika Susul Gerry Hukubun dan Ongen Sangaji Tinggalkan Hanura

    Menurut Sri Mulyono, sangat disayangkan kemampuan dan pemikiran GPS yang mumpuni di bidang politik, tidak diberikan ruang berkreativitas. Akhirnya, dengan pertimbangan kalkulasi waktu dan kesiapan untuk penataan partai, GPS pun bersedia. “Begitu bersedia, GPS meminta ide gagasan politik kebangsaan yang diimpikan bisa dijadikan tulang punggung perjuangan, maka lahirlah Partai Kebangkitan Nusantara,” kata Sri Mulyono yang kini dipercaya sebagai Sekjen Pimnas PKN.

    Dengan gerak cepat, para aktivis dan mantan anggota DPR dari FPD berkumpul menyiapkan prosesnya. Kini, partai yang dibangun dengan semangat gotong royong dan berdikari itu, langsung menyelesaikan struktur pusat dan mulai menyiapkan embrio di daerah. Bahkan, sekretariat partai ini juga memilih homebase di kawasan Menteng, Jakarta.

    “Saya yang gembira bisa bersama GPS bangun partai. Banyak teman eks Demokrat, Hanura serta para aktivis PPI dan alumni Cipayung plus yang sudah tahu kapasitasnya, langsung meminta bergabung. Apalagi, integritas politiknya tidak bisa diragukan lagi,” kata mantan anggota DPR RI Mirwan Amir.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Mirwan Amir, yang akrab dipanggil Ucok ini juga mengatakan, konsep dan gagasan politik kebangsaan GPS sangat pas dengan kebutuhan bangsa Indonesia. “Internalisasi dan penguatan Wawasan Nusantara menjadi bagian penting dari perjuangan politik PKN. Dia kuat banget konsep dan visi kebangsaan. Bahkan, program perjuangan partai pun sudah diselesaikan GPS, Gercep (Gerak Cepat) banget,” kata Mirwan Amir yang didapuk sebagai Bendahara Umum PKN.

    Targetnya, Desember 2021 sudah selesai di 34 provinsi dan lanjut pembentukan pimcab di tingkat kabupaten kota. “Kami senang semangat gotong royong dan berdikari sebagai landasan perjuangan PKN dengan cepat tumbuh pesat dan dipahami,” kata mantan pimpinan Banggar di DPR RI ini. []

  • Gede Pasek Suardika Susul Gerry Hukubun dan Ongen Sangaji Tinggalkan Hanura

    peloporberita.com/ | Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) telah ditinggalkan oleh tiga tokoh. Terbaru, politikus senior Gede Pasek Suardika yang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura, melalui surat yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/10/2021).

    Surat resmi terkait pengunduran diri Gede Pasek juga telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO.

    Gede Pasek tidak menyebutkan alasannya mengundurkan diri dari posisi Sekjen Hanura. Ia hanya menyatakan, dirinya membutuhkan tempat pengabdian baru, untuk mewujudkan ide dan gagasan politiknya secara maksimal.

    Baca juga: Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

    Sebelumnya, politikus muda Gerry Habel Hukubun sudah lebih dahulu keluar dari Partai Hanura. Ia mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPP Partai Hanura pada 1 Oktober 2021.

    Ia menyebutkan alasan mundur dari Partai Hanura karena ingin konsentrasi dengan keluarga dan juga ingin mencoba tantangan baru. Gerry menjelaskan bahwa Hanura sudah menjadi bagian dalam hidupnya selama 13 tahun terakhir.

    “Ingin mencoba bisa lebih maksimal lagi dalam berkreasi atau memberikan pikiran-pikiran, mungkin di Hanura ini karena sudah terlalu lama juga, jadi kita ingin mencoba mencari tantangan baru,” ungkap Gerry Hukubun dalam wawancara bersama peloporberita.com/, Jumat (29/10/2021).

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Ketika ditanya pendapatnya tentang pengunduran diri Gede Pasek, “Mungkin beliau ingin lebih banyak eksplor dan mencoba tantangan baru. Yang pasti dia tetap menjaga hubungan baik,” kata Gerry Hukubun yang juga merupakan mantan pimpinan DPRD Maluku Tenggara periode 2009-2014.

    Satu lagi tokoh yang keluar dari Partai Hanura adalah Mohamad Ongen Sangaji yang secara otomatis turut melepas jabatannya sebagai Ketua DPD DKI Jakarta sejak 27 Juli 2021.

    “Keluarganya menuntut Bang Ongen agar fokus mengurus keluarga,” ujar Sekretaris DPD Partai Hanura DKI Syarifuddin yang juga ikut meletakan jabatannya, seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (29/10/2021). []

  • Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

    peloporberita.com/ | Politikus senior Gede Pasek Suardika mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura, melalui surat yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/10/2021).

    Surat resmi terkait pengunduran diri Gede Pasek juga telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO.

    “Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada ketua umum di waktu sebelumnya,” ujar Gede Pasek dalam surat terbukanya yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

    Dalam surat itu, Gede Pasek meminta maaf kepada seluruh pihak selama menjalankan tugas kepartaian sebagai sekjen. “Semoga perpisahan secara organisasi bukan berarti memisahkan silaturahmi dalam kemanusiaan,” tulisnya.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Namun, Gede Pasek tidak menyebutkan alasannya mengundurkan diri dari posisi Sekjen Hanura. Ia hanya menyatakan, dirinya membutuhkan tempat pengabdian baru, untuk mewujudkan ide dan gagasan politiknya secara maksimal.

    Gede Pasek juga mendoakan agar Hanura semakin berkembang, “Saya berdoa semoga Partai Hanura semakin berkembang dan maju ditangani oleh kader-kader lain yang saya lihat sangat banyak berpotensi dan berkualitas,” lanjutnya.

    Gede Pasek Suardika ditunjuk menjadi Sekjen Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional Partai Hanura di Jakarta, pada 24 Januari 2020. Saat itu, ia dilantik menjabat sebagai sekjen partai untuk masa bakti 2019-2024. []