Tag: Game

  • Pemilik Farmville, Zynga Persiapkan Game NFT Pertamanya

    peloporberita.com/ – Raksasa game mobile, Zynga mempersiapkan peluncuran game Non Fungible Token (NFT) pertamanya. Langkah ini, dilakukan setelah perusahaan mengumumkan minatnya pada sektor gaming blockchain di akhir tahun lalu dan bermitra dengan perusahaan infrastruktur blockchain Forte.

    Wakil Presiden Zynga dari game blockchain, Matt Wolf mengatakan, Zynga juga menyatakan akan memperbanyak kemitraan dan akuisisi potensial yang rencananya diumumkan sebelum akhir kuartal kedua tahun ini. Mereka menyatakan siap untuk mengakuisisi penerbit game (Web 3) seperti dikutip dari CoinDesk, Minggu (20/02/2022).

    Zynga yang mendulang ketenaran dari game Facebook Farmville, berencana untuk memperluas tim game blockchain dari 15 orang saat ini menjadi sebanyak 100 orang, termasuk mengisi peran senior seperti direktur kreatif dan produser utama.

    Di sisi lain, raksasa video game Take-Two Interactive (TTWO) bulan lalu mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Zynga senilai US$12,7 miliar, Namun belum ada kesepakatan mengenai rencana tersebut hingga kini. []

  • India Larang Free Fire, Sea Ltd Kehilangan Kapitalisasi USD 16 Miliar

    peloporberita.com/ | Regulator India secara mengejutkan melarang gim paling populer, Free Fire, buatan Sea Ltd. Keputusan itu pun membuat saham Sea Ltd anjlok hingga nilai kapitalisasi pasarnya hilang sebesar USD 16 miliar.

    Investor tampaknya khawatir larangan tersebut bisa menjadi awal dari masalah perusahaan ini, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Pasalnya, dengan larangan Free Fire, ada risiko bahwa otoritas juga akan menonaktifkan aplikasi Shopee yang juga merupakan unit bisnis Sea Ltd.

    Selama dua tahun terakhir, India memang telah melarang ratusan aplikasi Tiongkok, yang ternyata meluas hingga ke gim Free Fire.

    Free Fire adalah gim seluler terlaris di India pada kuartal ketiga tahun lalu, menurut pelacak industri App Annie.

    Analis di Lightstream Research Oshadhi Kumarasiri mengatakan, keputusan India melarang Free Fire dapat mengekang bisnis hiburan digital Sea Ltd secara keseluruhan, termasuk membatasi kemampuannya membiayai ekspansi Shopee.

    Sea Ltd yang berbasis di Singapura telah melantai di bursa saham sejak 2017 dan berhasil melesat jadi perusahaan paling berharga di Asia Tenggara.

    Startup ini didirikan oleh Forrest Li yang lahir di Tiongkok, namun kini telah menjadi warga negara Singapura. Pemegang saham terbesar Sea adalah raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd.

    Tencent pun berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di Sea dari sekitar 20% menjadi 18,7%. Meskipun Tencent adalah pemegang saham terbesar Sea, perusahaan itu mengadopsi pendekatan lepas tangan yang sama dengan investor lain di Tiongkok.

    Mundurnya Tencent secara bertahap ini berpotensi memberi dampak yang signifikan bagi Sea Ltd. []

  • Pembeli Battlefield 2042 Petisi Electronic Arts Tuntut Refund

    peloporberita.com/ | Electronic Arts (EA) mendapatkan petisi di change.org yang berisi permintaan pengembalian dana (refund) untuk game Battlefield 2042 yang sudah dibeli.

    Pembuat petisi menyebutkan bahwa Battlefield 2042 telah merugikan para pembeli, lantaran gamenya dinilai mengecewakan dan tak juga diperbaiki oleh EA, seperti dilansir dari Techspot.

    Pembuat petisi juga mengatakan bahwa EA dan DICE yang merupakan publisher dan developer Battlefield 2042, tidak mewujudkan janji-janji mereka setelah game itu dirilis, dan membuatnya tidak bisa dimainkan.

    Sebenarnya petisi telah dibuat sejak sekitar sebulan lalu, namun jumlah penandatangannya baru bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir hingga mencapai 85 ribu.

    EA sendiri sebelumnya disebut akan menggratiskan Battlefield 2042 akibat permasalahan ini. Pasalnya, jumlah penjualan dan jumlah pemain terus merosot setelah game itu dirilis selama dua bulan.

    Perubahan drastis pada model bisnis pada sebuah game bukan sesuatu yang baru. PUBG: Battlegrounds misalnya yang berubah menjadi free to play, namun mereka tetap memberi kompensasi pada pemain yang sudah terlanjur membeli gamenya.

    Melihat contoh itu, jika EA benar-benar mengubah Battlefield 2042 menjadi free to play, mereka seharusnya juga memberikan kompensasi serupa.

    Diberitakan sebelumnya, pembeli Battlefield 2042 memang layak kecewa, lantaran game tersebut selalu bermasalah dan fiturnya juga tak lengkap sejak pertama kali dirilis. Bahkan, posisinya langsung melesat di daftar Steam Hall of Shame dan tercatat sebagai game terburuk ke-12 di platform tersebut.[]

  • Game Mobile Mendominasi Industri Game Global Tahun Lalu

    peloporberita.com/ | Popularitas game mobile semakin tinggi dan mendominasi pasar video game di dunia.

    Analis industri game Newzoo menyebutkan, dengan lebih dari 6 miliar pengguna smartphone, saat ini game mobile menguasai pangsa pasar sekitar 53%. Sedangkan pendapatannya mencapai lebih dari USD 90 miliar pada tahun 2021.

    Dalam laporannya, Newzoo menyoroti bahwa porsi game mobile tidak hanya lebih besar dari gabungan konsol dan PC, tetapi juga merupakan segmen yang tumbuh paling cepat. Sementara penjualan PC dan konsol terus menurun sebagai dampak pandemi Covid-19.

    Namun, faktor utama populernya game mobile sebenarnya adalah lonjakan pasar smartphone sejak tahun 2021. Seperti diketahui, Android sangat memudahkan pengembang membuat game mereka tersedia di berbagai perangkat.

    Melansir Gizmochina, game yang paling tinggi peminatnya adalah Tencent dengan CODM dan PUBG, serta Mihoyo dengan Genshin Impact. Total pendapatan dari game ini mencapai USD 18 miliar.

    Meski demikian, Tiongkok ternyata bukan satu-satunya sumber utama keuntungan. Pasalnya, kawasan seperti Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah, juga menunjukkan angka pertumbuhan yang positif.

    Secara keseluruhan, dengan kepemilikan smartphone yang diprediksi menembus angka 7 miliar pada tahun 2024, maka pasar game mobile berpeluang meraih potensi lebih menjanjikan di masa depan. []

  • Tencent Akuisisi Saham Bank Digital Inggris Monzo

    peloporberita.com/ | Perusahaan media sosial dan game asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd, mengakuisisi saham bank digital asal Inggris, Monzo, yang baru saja memperoleh meraih sebesar USD 4,5 miliar.

    Tencent yang telah menjadi investor produktif di sektor teknologi Eropa, masuk sebagai investor di Monzo dalam pendanaan terbaru senilai USD 100 juta, seperti dikutip dari Sky News.

    Keterlibatan Tencent menambah investor terkemuka lainnya ke daftar investor Monzo, setelah sebelumnya sudah ada Coatue dan Abu Dhabi Growth Fund.

    Sebelumnya, Tencent juga telah mendukung startup perbankan Eropa seperti N26 Jerman. Namun investasi ini hanya berlangsung singkat, dengan alasan kerumitan terkait Brexit atau British Exit.

    Selain itu, Tencent juga memegang saham di perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS), termasuk produsen mobil listrik Tesla Inc dan aplikasi pesan foto Snap Inc.

    Pendanaan yang dilakukan Tencent membuat total yang dikumpulkan Monzo dalam putaran terakhir menjadi USD 600 juta. Valuasi Monzo juga melonjak didukung oleh bertambahnya ribuan pelanggan pada tahun 2021.

    Monzo yang didirikan pada tahun 2015, adalah sebuah neobank dengan lebih dari 5 juta pelanggan. Bank digital ini berjuang untuk meraih keuntungan. Namun, kerugian tahunan melebar tahun lalu lantaran adanya potensi penyelidikan pencucian uang perdata dan pidana. []

    Baca juga: Kebijakan Xi Jinping Buat Tencent Terdepak dari Daftar 10 Perusahaan Teknologi Terbesar

  • Tuntaskan Dugaan Diskriminasi Gender, Riot Games Bayar USD 100 Juta

    peloporberita.com/ | Riot Games, game developer bagian dari Tencent Holdings, sepakat membayar USD 100 juta untuk menuntaskan gugatan class action terkait dugaan diskriminasi berbasis gender yang dilaporkan pada 2018.

    Sebesar USD 80 juta dari angka itu akan dibayarkan kepada anggota gugatan class action, yang terdiri dari seluruh karyawan wanita full-time, mantan karyawan dan agen kontraktor sementara di California yang bekerja sejak November 2014 hingga sekarang. Sedangkan sisanya USD 20 juta dialokasikan untuk biaya pengacara dan biaya lain-lain.

    “Riot juga berkomitmen untuk membuat pelaporan internal dan proses kesetaraan pembayaran dipantau oleh pihak ketiga yang disetujui bersama oleh Riot dan Departemen Ketenagakerjaan dan Perumahan yang Adil California selama tiga tahun,” ujar pihak manajemen seperti dilansir dari Reuters.

    Baca juga: Kebijakan Xi Jinping Buat Tencent Terdepak dari Daftar 10 Perusahaan Teknologi Terbesar

    Saat ini mereka sedang menunggu persetujuan akhir dari penyelesaian oleh pengadilan, dengan sidang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

    Untuk diketahui, gugatan tersebut diajukan pada November 2018 oleh mantan karyawan bernama Melanie McCracken dan Jess Negrón. Mereka mengungkapkan terjadi dugaan diskriminasi gender serta pelecehan seksual dan sejumlah pelanggaran selama mereka bekerja di Riot Games.

    Gugatan tersebut diikuti oleh dua penyelidikan yang dipimpin sejumlah lembaga negara bagian California. []

    Baca juga: Honda dan Toyota Hadapi Gugatan Pelanggaran Paten

  • Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

    peloporberita.com/ | Solana Ventures, unit perusahaan teknologi Solana Labs, menganggarkan investasi senilai USD 150 juta untuk game blockchain. Dalam hal ini, Solana menggandeng Forte dan Griffin Gaming Partners, yang merupakan dua pemain utama di sektor tersebut.

    Melansir Reuters, Forte membangun teknologi untuk aplikasi game berbasis blockchain, sedangkan Griffin adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di pasar game global.

    “Pengembang game harus terus membuat konten baru untuk dikonsumsi pemain sebagai pembelian satu kali,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Forte Josh Williams.

    Dalam permainan yang mendukung blockchain, pemain di seluruh dunia dapat memiliki barang serta bebas memperdagangkan barang dan jasa satu sama lain. Selain itu, para pemain juga dapat berpartisipasi dalam ekonomi komunitas. Bahkan, beberapa game blockchain memungkinkan pemain mendapatkan hadiah berupa mata uang kripto.

    Laporan ResearchAndMarkets.com menyebutkan, pada tahun 2020, nilai pasar game global mencapai USD 173,7 miliar.

    Angka itu pun diprediksi naik menjadi USD 314,40 miliar pada tahun 2026, yang salah satunya didorong oleh lockdown selama pandemi membuat pengguna internet menghabiskan waktu ke platform game. []

  • China Batasi Anak di Bawah Umur Main Video Game 3 Jam Seminggu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Otoritas China pada Senin 30 Agustus 2021 waktu setempat, melarang anak di bawah umur bermain video game pada hari-hari sekolah. Anak di bawah umur, hanya diperbolehkan main video game selama satu jam pada hari Jumat, akhir pekan dan hari libur atau 3 jam seminggu.

    “Kecanduan game di kalangan anak di bawah umur dipandang sebagai hasil negatif dari popularitas video game di masyarakat.”

    Aturan baru tersebut, datang dari regulator video game China, National Press and Publication Administration dan dijadwalkan mulai berlaku besok, 1 September 2021.

    Sebelumnya, Tiongkok juga telah menetapkan aturan ekstensif tentang anak di bawah umur dalam bermain video game di masa lalu. Aturan ini dibuat lantaran game dituding menjadi biang keladi yang menyebabkan rabun jauh dan kecanduan di masa muda.

    Pada tahun 2019, pemerintah mengumumkan bahwa gamer di bawah 18 tahun harus berhenti bermain mulai jam 10 malam sampai jam 8 pagi, serta hanya boleh bermain selama 90 menit pada hari kerja.

    Setahun sebelumnya, Beijing berhenti memberikan persetuan untuk peluncuran video game baru selama hampir 9 bulan. Kebijakaan ini, merugikan perusahaan besar China seperti NetEase dan Tencent.

    Lebih lanjut, Pemerintah China berencana untuk menegakkan larangan dengan mewajibkan anak di bawah umur untuk mendaftar game dengan nama asli mereka juga mengharuskan perusahaan game untuk meminta nama asli.

    Terkait hal ini, beberapa perusahaan game telah mulai menggunakan sistem pendaftaran berbasis nama asli untuk membatasi waktu bermain, seperti Tencent meminta nama asli dengan hit selulernya yang sangat sukses, “Honor of Kings.”

    Dalam sebuah pernyataan di akun WeChat, Tencent mengatakan bahwa mereka dengan tegas mendukung aturan baru dan akan melakukan segala upaya untuk mengikutinya. Perusahaan tersebut menyatakan telah menerapkan cara untuk mencegah anak di bawah umur dari kecanduan game sejak 2017.

    Di sisi lain, Presiden firma riset Niko Partners, Lisa Cosmas Hanson menilai, adegan esports China telah berkembang pesat selama bertahun-tahun, dan para pemain dalam esports biasanya berlatih berjam-jam sehari di usia muda.

    “Meskipun pemerintah China baru-baru ini bersikap positif terhadap video game dan telah mempromosikan segmen seperti esports dan cloud gaming sebagai area pertumbuhan utama, kecanduan game di kalangan anak di bawah umur dipandang sebagai hasil negatif dari popularitas video game di masyarakat,” tuturnya dikutip dari The Washington post, Selasa, 31 Agustus 2021.

    Menurut Lisa, anak-anak juga bisa saja lolos dari larangan tersebut jika menggunakan akun orang dewasa. Pemerintah pun, harus meminta kerjasama dari keluarga untuk mencegah taktik tersebut. []

  • Hari Game Indonesia, #MainGameLokal dan #BeliGameLokal Digemakan Kemenparekraf

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggemakan kampanye #MainGameLokal dan #BeliGameLokal dalam rangka perayaan Hari Game Indonesia (HARGAI) yang jatuh pada 8 Agustus 2021.

    Menparekraf Sandiaga Uno berharap, lebih banyak game lokal yang hadir dengan menampilkan kekayaan budaya serta keindahan alam tanah air sebagai unsur di dalam game.

    Kampanye #MainGameLokal dan #BeliGameLokal, dihadirkan dalam berbagai kegiatan yang dirangkai dalam program “Baparekraf Game Prime 2021″mulai 2 hingga 8 Agustus 2021.

    “Melalui event ini, game developer diharapkan bisa meningkatkan penjualan serta membawa Indonesia menjadi yang terbaik di pangsa nasional maupun internasional.”

    Kegiatan ini, merupakan wadah bagi para pegiat industri game untuk menunjukkan karya mereka serta meningkatkan kesadaran dan menjadikan produk game lokal sebagai pilihan utama yang patut didukung dan diapresiasi.

    Kehadiran Baparekraf Game Prime 2021 Online, juga merupakan salah satu program nyata dukungan Kemenparekraf/Baparekraf RI dalam mengembangkan industri kreatif maupun game Indonesia.

    Rangkaian acara yang berlangsung dan bisa disaksikan oleh para penonton adalah Online Game Exhibition, Gameprime Show, Online Game Development Conference and Class, turnamen esports dan game prime 2021 award.

    Khusus turnamen esports “Free Fire Tournament”, dilakukan dengan mengundang tim profesional di Indonesia dan dua tim terbaik dari Road to Baparekraf Game Prime 2021 Online.

    Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam pada hari yang sama mengatakan, Baparekraf Game Prime selalu konsisten menjadi wadah dan juga dukungan bagi developer dan pelaku industri game Indonesia untuk terus berkembang dalam membuat karya-karya yang bisa dimainkan bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

    “Acara tahunan ini kembali hadir di tahun 2021 yang diharapkan dapat terus meningkatkan eksposure bagi game-game lokal untuk diketahui lebih luas oleh masyarakat Indonesia dan juga luar negeri,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kemenparekraf bersama AGI telah melakukan kurasi terhadap hampir 100 game yang mendaftar. Dari total tersebut, terpilih 40 game dari berbagai game developer yang dipamerkan pada event ini.

    “Melalui event ini, game developer diharapkan bisa meningkatkan penjualan serta membawa Indonesia menjadi yang terbaik di pangsa nasional maupun internasional,” sebut Muhamad Neil El Himam.

    Pada kesempatan yang sama, Deputi bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, menambahkan, dalam menyambut Baparekraf Game Prime Online 2021 dan Hari Game Indonesia, pihaknya mendukung melalui kegiatan “Beli Game Lokal”.

    Yakni promosi game produksi anak bangsa yang merupakan kolaborasi Kemenparekraf/Baparekraf dengan AGI dan empat platform e-commerce di Indonesia, yaitu Tokopedia, JD.ID, Shopee, dan BukaLapak.

    banner foto

    Dalam “Beli Game Lokal”, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan insentif kepada game-game lokal Indonesia berbasis PC dengan nilai diskon sampai dengan Rp100.000.

    Kampanye Beli Game Lokal telah berlangsung sejak 2 hingga 8 Agustus 2021, menawarkan serangkaian promo menarik untuk pembelian sekitar 20 judul game lokal seperti Coffee Talk, DreadOut, dan World of Celestian Tales.

    “Kami berkolaborasi dengan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif. Khusus dari pemasaran mengampanyekan Beli Game Lokal, call to action dari Main Game Lokal,” ungkap Nia.

    “Harapannya program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan konsumsi game lokal di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk game lokal tidak kalah dengan produk game negara lain,” sambungnya.

    Sementara Wakil Presiden AGI, Adam Ardisasmita menambahkan, untuk menggaungkan program Beli Game Lokal, juga dilibatkan content creator yang melakukan review terhadap game-game lokal selama sepekan.

    “Untuk membuktikan kualitas game lokal, content creator gamers seperti Anak Tua, The Lazy Monday, Pokopow, dan Republik Sultan melakukan streaming memainkan game lokal untuk memperkenalkan dan mengedukasi game Indonesia ke masyarakat luas,” tegas Adam Ardisasmita.

    Sejatinya, developer game lokal Indonesia sudah memiliki banyak karya game yang sudah dihasilkan dan dipublikasikan bahkan dimainkan oleh gamer di seluruh dunia. Namun, tidak sedikit gamer maupun masyarakat umum di Indonesia yang tidak tahu dan tidak memainkan game karya developer lokal Indonesia.

    “Baparekraf Game Prime berupaya tidak hanya mendorong peningkatan kualitas game lokal, namun juga dari sisi komersialnya melalui deals-deals yang tercipta. Selain itu, melalui showcasing game lokal yang telah mendunia, diharapkan dapat menginspirasi calon talent dan calon start up untuk masuk ke industri games,” tandas Ricky Setiawan dari GGWP.ID.

    Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam mendukung pengembangan game lokal sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif.

    Data Newzoo menyebutkan, periode 2016 hingga 2019 pendapatan industri game di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Pada 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar 1,08 miliar dolar AS dari industri game dan e-sports.

    Tercatat ada 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer. Namun dari jumlah atau potensi pasar yang besar tersebut, sebagian besar masih dinikmati pengembang game dari luar negeri.

    Oleh sebab itu, Menparekraf mengajak lebih banyak pengembang untuk menghadirkan game lokal. Salah satunya dapat melibatkan unsur lima destinasi pariwisata super prioritas di dalam game.

    “Alangkah baiknya jika di game-game yang di-develop, lokasinya ya di situ (destinasi pariwisata super prioritas) sekalian kita mempromosikan (pariwisata), misalnya game-nya di (Candi) Borobudur atau Danau Toba. Salah satunya adalah untuk membangkitkan pariwisata juga sisi ekonomi kreatifnya,” sebut Sandi.[]

  • Konami Suntik Mati Game Sepakbola PES

    peloporberita.com/ | Jakarta – Perusahaan video game Konami, menyuntik mati game sepakbola besutannya Game Pro Evolution Soccer (PES) setelah game tersebut menemani penggemar selama kurang lebih 26 tahun. Selanjutnya, Konami mengumumkan merek game sepak bola terbarunya bernama eFootball.

    Kabar digantinya merek PES yang dirilis pada 2011 dengan eFootball disampaikan langsung oleh Konami lewat pengumuman berjudul “from PES to eFootball” di situs resmi perusahaan.

    Konami juga telah merilis trailer resmi untuk game eFootball ini, di mana ada pemain sepak bola dunia Lionel Messi dan Neymar Jr menjadi brand ambassadornya.

    eFootball
    Lionel Messi brand ambassador eFootball. (Foto:pelopor/Konami)

    eFootball sendiri dapat dimainkan secara gratis sekaligus crossplay, para gamer dari berbagai platform seperti, PlayStation 4, PlayStation 5, Windows PC, Xbox One, dan Xbox Series.

    Game ini, juga dapat dimainkan di ponsel iOS dan Android. Nantinya eFootball menampilkan tiga klub Eropa teratas dalam permainnya yakni Manchester United, Bayern Munich, dan Juventus.

    Selain itu, Konami juga mencipakan sistem satu lawan satu dalam game. Sistem yang disebut Motion Matching ini akan menjadi fitur dari semua versi game generasi konsol saat ini dan sebelumnya.

    Untuk komponen free-to-play eFootball, Konami akan mendukungnya dengan sistem battle pass yang disebut Match Pass. Sistem ini, akan menawarkan reward berjenjang (atau cara membeli loot secara langsung). Saat peluncuran, Manchester United, Juventus, Bayern Munich, dan Barcelona akan tersedia secara gratis untuk semua pemain.

    Lebih lanjut, Konami berencana menjual mode permainan tertentu sebagai DLC opsional, yang kemungkinan pembelian untuk rangkaian karir game, dengan asumsi komponen free-to-play mencerminkan Liga Master PES lama.

    Adapun roadmap game eFootball  sebagai berikut:

    Awal musim gugur (sekitar September akhir)

    1. Pengalaman gameplay baru, didukung oleh teknologi Unreal Engine Pertandingan cross-generation (PlayStation5 vs. PlayStation 4; Xbox Series X|S vs. Xbox One)
    2. Pertandingan lokal yang menampilkan FC Barcelona, Juventus, FC Bayern, Manchester United, dan lainnya.

    Musim gugur (Oktober-Desember)

    1. Pertandingan cross-platform antar konsol dan PC
    2. Team Building Mode
    3. Online leagues
    4. Match Pass system

    Musim dingin (sekitar bulan Desember)

    1. Dukungan pengontrol seluler ditambahkan
    2. Pertandingan crossplay di semua platform yang tersedia, termasuk di perangkat seluler saat menggunakan pengontrol yang kompatibel
    3. Turnamen eSports profesional dan amatir dimulai.[]