Tag: Finlandia

  • Turki Tegaskan Swedia dan Finlandia Tak Layak Masuk NATO

    Jakarta | Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Swedia dan Finlandia tidak layak bergabung dengan NATO, karena kedua negara itu secara terbuka mendukung kelompok teroris Kurdi.

    “Selama Tayyip Erdogan adalah kepala Republik Turki, kita pasti tidak bisa mengatakan ‘iya’ kepada negara-negara yang mendukung terorisme untuk memasuki NATO,” kata Erdogan seperti dilansir dari Reuters.

    Dia juga mengatakan bahwa kedua negara itu telah menampung orang-orang yang terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang dianggap teroris bagi Turki.

    “Kita tidak bisa mengulangi kesalahan di masa lalu terkait negara-negara yang merangkul dan memberi makan teroris semacam itu di NATO yang merupakan organisasi keamanan,” tegasnya.

    Turki juga pernah menyebut Swedia dan Finlandia gagal menyetujui permintaannya untuk mengekstradisi puluhan teroris selama lima tahun terakhir, termasuk orang-orang yang terkait dengan kelompok PKK dan Gulen.

    Bagi Turki, jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, maka kedua negara itu harus menunjukkan kerja sama dalam memerangi terorisme, termasuk mencabut embargo senjata.

    Menanggapi tuduhan itu, Swedia dan Finlandia pun menyatakan sangat mengecam terorisme dan siap membuka peluang kerja sama dengan Turki terkait isu tersebut.[]

  • Swedia Bakal Ajukan Permohonan Keanggotaan NATO

    Jakarta | Swedia pada awal pekan ini resmi mengumumkan akan mengajukan permohonan keanggotaan NATO sebagai pencegah terhadap agresi Rusia, memasuki era baru karena membalikkan dua abad non-blok militer. Langkah ini dilakukan setelah negara tetangga Finlandia membuat pengumuman serupa.

    “Pemerintah telah memutuskan untuk memberi tahu NATO bahwa Swedia ingin menjadi anggota aliansi itu. Kami meninggalkan satu era dan memulai yang lain,” kata Perdana Menteri Magdalena Andersson yang dikutip dari AFP.

    Swedia dan Finlandia sama-sama menyatakan keinginan untuk bertindak sejalan dengan keanggotaan NATO. Mereka diharapkan menyerahkan aplikasi mereka bersama-sama pada pekan ini.

    Andersson mengakui Swedia akan rentan dalam periode sementara, sebelum penerapannya diratifikasi. Namun, Stockholm telah menerima jaminan keamanan dari beberapa mitra utama, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Prancis, dan negara-negara Nordik.

    Dia mengharapkan tidak perlu lebih dari satu tahun bagi 30 anggota aliansi untuk meratifikasi aplikasi keanggotaan Swedia dengan suara bulat.

    Pengumuman Swedia diharapkan setelah partai Sosial Demokrat Andersson pada hari Minggu mendukung keanggotaan, dalam putaran balik yang dramatis setelah menentang gagasan itu sejak lahirnya aliansi militer Barat.

    Sebelumnya, perdana menteri telah berkonsultasi dengan parlemen tentang masalah ini dengan mengadakan debat, meskipun anggota parlemen tidak memberikan suara tentang masalah ini.

    Selama debat di parlemen Swedia, Andersson mengakui bahwa keputusan Swedia untuk bergabung dengan NATO terkait erat dengan keputusan Finlandia.

    Menurut Andersson, sebagai satu-satunya negara di wilayah Laut Baltik di luar NATO, Swedia akan menemukan dirinya dalam posisi yang sangat rentan. Dia juga menekankan kerja sama militer ekstensif Swedia dengan Finlandia.

    Jika Swedia tidak bergabung, dan Finlandia sebagai anggota NATO lebih fokus pada kerja samanya dengan negara-negara NATO, kemampuan pertahanan Swedia menurun pada saat justru perlu diperkuat.[]

  • Finlandia Disinyalir Makin Dekat Menuju Keanggotaan NATO

    Jakarta | Finlandia disinyalir tinggal selangkah lagi menuju keanggotaan NATO (The North Atlantic Treaty Organization) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara, yang merupakan aliansi militer yang didirikan pada 4 April 1949.

    Pasalnya, kelompok utama parlemen pada Rabu (20/04/2022) telah memberikan dukungan untuk bergabung dengan sejumlah aliansi militer. Langkah itu sebagai respons atas tindakan Rusia menginvasi Ukraina.

    Untuk diketahui, Finlandia adalah mitra dekat NATO, namun selama ini berkomitmen mempertahankan status non-blok secara militer. Dengan situasi keamanan Eropa makin tidak menentu, pemerintah merasa perlu ada langkah baru memperkuat pertahanan dan keamanan, termasuk bergabung dengan NATO.

    Partai Sosial Demokrat yang mendukung Perdana Menteri (PM) Finlandia Sanna Marin memang tidak menyebut NATO dalam pernyataannya, namun pihaknya memastikan memberi dukungan untuk bergabung dengan aliansi militer.

    “Jelas bahwa tindakan Rusia telah membawa Finlandia beberapa langkah lebih dekat ke keselarasan militer yang diperlukan,” kata Pemimpin kelompok Sosial Demokrat Antti Lindtman, yang dilansir dari Reuters.

    NATO adalah organisasi aliansi militer antar banyak negara yang terdiri dari dua negara di Amerika Utara, 27 negara Eropa dan satu negara Eurasia, yang bertujuan untuk keamanan bersama.

    Organisasi ini dibentuk beberapa tahun setelah Perang Dunia II, ketika ekonomi negara-negara Eropa Barat runtuh dengan militer yang melemah. Saat itu juga timbul persaingan antara Blok Barat dengan Uni Soviet.

    NATO pun didirikan untuk menyatukan militer Barat terhadap kemungkinan invasi Uni Soviet. Sehingga jika Uni Soviet menyerang salah satu anggota NATO maka akan dianggap sebagai ancaman bagi seluruh anggota.[]