Tag: FIFA

  • FIFA: Kanada, Meksiko, AS Harus Siap Hadapi Invasi Sepak Bola

    Jakarta | Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis (16/06/2022) memperingatkan Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat (AS) untuk bersiap menghadapi “invasi” sepak bola, saat lokasi Piala Dunia 2026 diumumkan.

    Piala Dunia pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara berbeda juga akan melihat rekor jumlah tim yang ambil bagian, meningkat 16 menjadi 48, saat turnamen kembali ke Amerika Utara untuk pertama kalinya sejak putaran final 1994.

    16 tempat yang disebutkan termasuk 11 di Amerika Serikat (AS), tiga di Meksiko dan dua di Kanada. Semua pertandingan AS akan diadakan di tempat-tempat yang merupakan rumah bagi tim NFL, seperti Stadion SoFi di Los Angeles dan Stadion MetLife di East Rutherford diprediksi akan menjadi tuan rumah final.

    Sementara itu, Infantino mengatakan 2026 akan melampaui final 1994 di AS, yang memegang rekor jumlah kehadiran tertinggi, dalam segala hal.

    “Saya pikir bagian dunia ini tidak menyadari apa yang akan terjadi pada 2026. Tiga negara ini akan dijungkirbalikkan dan kemudian dijungkirbalikkan lagi. Dunia akan menyerang Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” kata Infantino seperti dilansir dari AFP.

    Infantino berharap Piala Dunia akan memacu perkembangan sepak bola di kawasan itu lebih jauh.

    Keputusan tentang tempat mana yang akan menjadi tuan rumah pertandingan tenda seperti final Piala Dunia dan pertandingan pembukaan belum diambil.

    “Itu masih harus kita bahas, kita masih harus menganalisis itu. Kami akan mengambil keputusan pada waktunya,” ujar Infantino.

    Namun, mengingat penyebaran geografis yang luas dari pementasan turnamen di seluruh Amerika Utara, FIFA sedang mencari tim yang berbasis di “kelompok” regional untuk meminimalkan perjalanan.

    “Ketika Anda berurusan dengan wilayah yang luas seperti Amerika Utara, kami perlu memperhatikan para penggemar dan memastikan bahwa tim bermain dalam kelompok, bahwa penggemar dan tim tidak harus melakukan perjalanan jauh,” pungkasnya.[]

  • Sepp Blatter dan Michel Platini Jalani Persidangan Kasus Penipuan

    Jakarta | Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan dalam persidangannya, Kamis (09/06/2022), bahwa dia dan legenda sepak bola Prancis, Michel Platini, mencapai kesepakatan untuk membayar Platini satu juta franc Swiss (USD 1,02 juta) per tahun sebagai penasihat. Blatter pun menyebut kesepakatan itu sebagai ‘gentleman’s agreement’.

    Disebutkan juga bahwa Platini bercanda meminta Blatter satu juta, tanpa menyebutkan jenis mata uangnya, dan Blatter sebagai presiden FIFA saat itu setuju, dengan sebagian dari uang itu di luar kontrak yang mereka tandatangani untuk dibayar ‘nanti’.

    Blatter dan Platini sedang diadili atas pembayaran dua juta franc Swiss pada 2011 kepada mantan kapten Prancis, yang pada saat itu bertanggung jawab atas badan pengatur sepak bola Eropa UEFA.

    Persidangan di kota selatan Bellinzona dibuka pada Rabu, menyusul penyelidikan yang dimulai pada 2015 dan berlangsung enam tahun.

    Blatter dan Platini dituduh melakukan penipuan dan pemalsuan dokumen. Blatter dituduh melakukan penyelewengan dan salah urus kriminal, sementara Platini dituduh berpartisipasi dalam pelanggaran tersebut.

    Penuntut menuduh Blatter telah menandatangani tagihan untuk dua juta franc yang diberikan kepada FIFA oleh Platini pada 2011, hampir sembilan tahun setelah berakhirnya pekerjaannya sebagai penasihat Blatter.

    Blatter mengatakan kepada pengadilan bahwa dia meminta nasihat Platini, yang melibatkan perjalanan politik, mereformasi kalender internasional dan membantu federasi nasional secara finansial.

    “Ketika saya terpilih sebagai presiden FIFA, kami memiliki catatan buruk. Tapi saya pikir seorang pria yang pernah bermain sepak bola dapat membantu kami, FIFA dan saya sendiri,” kata Blatter kepada pengadilan seperti dikutip dari AFP.

    Platini dipekerjakan sebagai penasihat Blatter antara tahun 1998 dan 2002. Mereka menandatangani kontrak pada 1999 untuk remunerasi tahunan sebesar 300.000 franc, yang dibayar penuh oleh FIFA. Blatter mengatakan, kontrak itu adalah pengaturan sementara.

    Platini (66) dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbesar yang pernah ada di dunia. Dia memenangkan Ballon d’Or, yang dianggap sebagai penghargaan individu paling bergengsi, tiga kali pada pertengahan 1980-an. Sedangkan Blatter (86) bergabung dengan FIFA pada 1975 dan menjadi presiden badan sepak bola dunia itu pada 1998.

    Sidang akan berakhir pada 22 Juni, dengan tiga hakim diharapkan memberikan putusan mereka pada 8 Juli. Jika terbukti bersalah, pasangan itu bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara atau denda.[]

  • Emtek Resmi Jadi Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2022

    peloporberita.com/ | PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) resmi menjadi pemegang hak siar atau official broadcaster siaran Piala Dunia 2022 di Indonesia. Hal itu diumumkan lewat akun Instagram resmi perusahaan @emtek.ex.

    “Dengan bangga, EMTEK Group resmi menjadi Official Broadcaster World Cup Qatar 2022! Nantikan perhelatan akbar sepakbola seluruh dunia mulai 21 November 2022 di SCTV, Indosiar, vidiodotcom, O Channel, Mentari TV, Nex Parabola dan Champions TV,” tulis pihak Emtek dalam keterangan di Instagram.

    Dalam unggahan video di Instagram itu, Managing Director Emtek Group Sutanto Hartono mengatakan bahwa perhelatan FIFA World Cup 2022 membuka sejarah baru bagi sepakbola dunia, karena ini adalah pertama kalinya Piala Dunia digelar di kawasan Timur Tengah.

    Selain itu, Sutanto juga mengatakan bahwa masyarakat Indonesia bisa menyaksikan tayangan Piala Dunia 2022 pada jam strategis, mengingat perbedaan waktu antara Qatar dan Indonesia tidak terpaut jauh.

    “Perbedaan waktu yang relatif kecil membuat sebagian besar penayangan FIFA World Cup akan jatuh di jam-jam strategis di Indonesia,” ujarnya.

    Piala Dunia 2022 akan diikuti 32 negara yang terbagi dalam 8 grup, digelar mulai 21 November hingga 18 Desember 2022. Totalnya ada 64 pertandingan di ajang ini yang akan berlangsung di lima kota dan delapan stadion di Qatar.[]

  • FIFA Beri 5 Sanksi Untuk Timnas Rusia, Apa Saja?

    peloporberita.com/ – Federasi Sepakbola Internasional FIFA resmi melarang timnas sepak bola Rusia mengibarkan bendera dalam pertandingan internasional. Sanksi FIFA itu, tidak lepas dari operasi militer Rusia ke Ukraina yang masih berjalan. Secara keseluruhan, FIFA menjatuhkan 5 sanksi untuk Rusia.

    1. Rusia dilarang menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola internasional dibawah naungan FIFA.

    2. Pertandingan kandang timnas Rusia harus dipindahkan ke tempat netral dan digelar tanpa penonton Rusia.

    3. Dilarang bertanding atau berkompetisi dengan nama Rusia dan diganti dengan Russia Football Union (RFU).

    “Tidak ada kompetisi internasional yang digelar di wilayah Rusia, sehingga laga kandang dimainkan di tempat netral dan tanpa penonton. Anggota asosiasi mewakili Rusia harus tampil di kompetisi menggunakan nama RFU dan bukan Rusia,” sebut pernyataan resmi FIFA.

    4. Bendera Rusia tidak boleh dikibarkan dalam pertandingan yang diikuti perwakilan asosiasi sepak bola Rusia.

    “Tidak ada bendera dan lagu kebangsaan Rusia yang biasa digunakan dalam pertandingan ketika tim RFU bertanding,” sambung FIFA.

    5. Lagu kebangsaan Rusia tidak boleh diputar dalam pertandingan yang diikuti perwakilan asosiasi sepak bola Rusia.

    “FIFA akan terus melakukan dialog dengan IOC, UEFA dan organisasi olahraga lainnya untuk menentukan hukuman tambahan, termasuk potensi mencoret (Rusia) dari kompetisi bisa dilakukan dalam waktu dekat jika situasi tidak membaik. Dewan FIFA dalam posisi siaga untuk mengambil keputusan kapanpun,” tulis FIFA dalam pernyataan resmi.

    Keputusan FIFA ini, membuat Polandia, Swedia, dan Republik Ceko kesal lantaran dianggap tidak tegas dan cenderung main aman. Bahkan Polandia dan Swedia kabarnya ingin memboikot pertandingan Playoff Piala Dunia 2022 pada 24 dan 28 Maret mendatang.

    Sementara Asosiasi Sepak Bola Rusia (RFU) bersikap tidak peduli dengan ancaman boikot sejumlah negara terkait keikutsertaan Rusia di Piala Dunia 2022. Dalam keterangan resmi pada Minggu (27/02/2022), RFU mengatakan, hingga kini mereka masih mempersiapkan timnas Rusia untuk pertandingan melawan Polandia pada playoff Piala Dunia 2022 yang akan digelar 24 Maret mendatang.

    Menurut RFU, pertandingan playoff Piala Dunia 2022 akan tetap digelar pada 24 Maret mendatang meski FIFA sudah menjatuhkan untuk Rusia. []