Tag: Exxon Mobil

  • Banpu Akuisisi Aset Exxon Mobil Senilai USD 750 Juta

    Jakarta | Konglomerat energi non-minyak yang terdaftar di SET, Banpu, terus mengembangkan bisnis gasnya di Amerika Serikat (AS) dengan mengakuisisi aset baru di ladang serpih Barnett dari Exxon Mobil Corporation senilai USD 750 juta.

    BKV Corporation, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Banpu, baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk membeli bisnis gas alam dan gas midstream dari XTO Energy Inc dan Barnett Gathering Llc, dua anak perusahaan Exxon Mobil. Transaksi tersebut dijadwalkan selesai pada Juni.

    Sebelumnya, Banpu mengakuisisi bisnis gas di ladang serpih Barnett Texas dan ladang serpih Marcellus di Pennsylvania, dengan kapasitas produksi gabungan 700 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

    Aset baru dengan kapasitas produksi gas 225 MMSCFD ini akan membawa total produksi gas Banpu di AS menjadi lebih dari 900 MMSCFD. Mengutip Bangkok Post, Banpu memang sangat ingin mengembangkan dan mengoperasikan bisnis gas di AS.

    Lengan pembangkit listrik perusahaan Banpu Power Plc (BPP) sebelumnya mengumumkan akan mencari peluang bisnis baru di sana, di bawah rencananya menjadikan AS rumah kedua untuk ekspansi bisnis energi.

    Langkah tersebut dilakukan setelah BPP menyelesaikan kesepakatan pembelian saham senilai USD 430 juta untuk mengakuisisi pabrik Temple 1 di Texas.[]

  • ExxonMobil Hengkang dari Rusia

    peloporberita.com/ – Langkah Rusia menyerang Ukraina terus mendapatkan sanksi dari berbagai macam pihak. Kali ini, sanksi datang dari ExxonMobil. Perusahaan minyak dan gas multinasional yang berkantor pusat di Irving, Texas, Amerika Serikat itu, bakal hengkang dari Negeri Beruang Merah, termasuk dari ladang minyak lepas pantai raksasa Sakhalin, di Timur Jauh Rusia.

    Fasilitas di Sakhalin, yang dioperasikan Exxon sejak produksi dimulai pada 2005 silam, merupakan salah satu investasi langsung terbesar di Rusia, menurut situs web Exxon. Operasi tersebut telah memompa minyak dan gas hingga 300.000 barel per hari.

    “Kami menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas wilayah Ukraina dan membahayakan rakyatnya,” tutur Perusahaan dalam sebuah pernyataan.

    Langkah ExxonMobil, mengikuti keputusan sebelumnya oleh kelompok energi Inggris BP dan Shell untuk menarik diri dari proyek bersama di Rusia. Sedangkan Total Energies Prancis akan tetap berada di Rusia, tetapi menahan diri untuk tidak menginvestasikan lebih banyak uang di sana.

    Exxon telah mulai mengeluarkan karyawannya yang merupakan warga negara Amerika Serikat dari Rusia. Sementara tahun lalu, perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Rusia yang berkantor di Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg dan Yuzhno-Sakhalinst berdasarkan situs resmi perusahaan.

    Di Pulau Sakhalin, Exxon mengoperasikan tiga ladang minyak dan gas lepas pantai besar. Ladang migas itu beroperasi atas nama konsorsium internasional perusahaan Jepang, India, dan Rusia. Sebelumnya, Exxon telah memajukan rencana untuk menambah terminal ekspor gas alam cair di lokasi tersebut. []

  • Exxon Mobil Pangkas Jumlah Karyawan Hingga 9.000 Orang

    peloporberita.com/ | Perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS), Exxon Mobil Corp hingga tahun lalu telah memangkas jumlah tenaga kerjanya sebanyak 9.000 orang secara global. Dengan demikian, total pekerja Exxon di akhir tahun lalu berjumlah 63.000 karyawan tetap.

    Selain mengurangi jumlah pegawai, Exxon juga menjual sejumlah aset dan memangkas biaya-biaya lainnya, setelah mengalami kerugian yang sangat signifikan pada tahun 2020, akibat dampak pandemi.

    Melansir Reuters, upaya ini pun akhirnya terbukti mampu membantu Exxon meraih laba tahunan terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir pada 2021.

    Pada bulan lalu, Exxon sempat mengatakan bahwa pihaknya berencana melakukan restrukturisasi dari operasi globalnya dengan menggabungkan bisnis penyulingan dan bahan kimia. Mereka juga berjanji memangkas USD 6 miliar dari biaya operasional pada tahun depan.

    Tak hanya itu, Exxon juga menjual properti gas serpih yang membentang di lahan seluas 27.000 hektar di lembah Appalachian Ohio, AS. Nilai penjualan aset ini diperkirakan bisa mencapai USD 200 juta.

    Properti ini menghasilkan sekitar 250 juta kaki kubik setara hari (mmcfd) gas pada 2017 dan menjadi salah satu aset yang dipasarkan Exxon, lantaran berfokus pada pengembangan di Guyana, lepas pantai Brasil dan ladang serpih Permian Basin Texas. []

  • Exxon Mobil Akan Jual Properti Gas Serpih Senilai USD 200 Juta

    peloporberita.com/ | Exxon Mobil berencana menjual properti gas serpih yang membentang di lahan seluas 27.000 hektar di lembah Appalachian Ohio, Amerika Serikat (AS). Nilai penjualan aset tersebut diperkirakan bisa mencapai USD 200 juta, berdasarkan harga gas alam saat ini dan produksi yang ada dari sumur.

    Harga gas alam berjangka AS berada di level USD 4,219 pada hari Selasa (11/01/2022), tumbuh lebih dari 80 persen sejak akhir tahun 2020.

    Pada tiga tahun lalu, Exxon Mobil menargetkan bisa mengumpulkan USD 15 miliar dari penjualan aset, dan tahun lalu mempercepat upaya pemasarannya lantaran harga energi telah pulih dari pandemi.

    Manajemen perusahaan menyebut ini adalah bagian dari divestasi aset di AS yang sedang berlangsung, seperti dikutip dari Reuters.

    Properti di Ohio menghasilkan sekitar 250 juta kaki kubik setara hari (mmcfd) gas pada 2017 dan menjadi salah satu aset yang dipasarkan Exxon, lantaran berfokus pada pengembangan di Guyana, lepas pantai Brasil, dan ladang serpih Permian Basin Texas.

    Produsen minyak utama AS ini memasarkan 61 sumur, yang tahun lalu menghasilkan sekitar 81 mmcfd gas alam. Penjualan ini termasuk 274 sumur lain yang dioperasikan oleh perusahaan lain. []

    Baca juga: Shell Batalkan Rencana Pengembangan Ladang Minyak di Inggris