Tag: Ethereum

  • FTX: Bitcoin Tak Punya Masa Depan Sebagai Jaringan Pembayaran

    Jakarta | Pendiri cryptocurrency exchange FTX mengatakan bahwa bitcoin tidak memiliki masa depan sebagai jaringan pembayaran dan mengkritik mata uang digital karena inefisiensi dan biaya lingkungan yang tinggi.

    Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, dibuat melalui proses yang mengharuskan komputer untuk menambang mata uang dengan memecahkan teka-teki kompleks. Proses ini membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar.

    Alternatif untuk sistem ini disebut jaringan “bukti kepemilikan”, di mana peserta dapat membeli token yang memungkinkan mereka bergabung dengan jaringan.

    Pendiri dan Kepala Eksekutif FTX Sam Bankman-Fried mengatakan kepada Financial Times bahwa jaringan “bukti kepemilikan” akan diperlukan untuk mengembangkan kripto sebagai jaringan pembayaran karena lebih murah dan tidak terlalu haus daya.

    Bankman-Fried juga mengatakan dia tidak percaya bitcoin harus menjadi cryptocurrency, dan mungkin masih memiliki masa depan sebagai aset, komoditas, dan penyimpan nilai seperti emas.

    Bitcoin menyentuh level terendah sejak Desember 2020 pada pekan lalu, setelah runtuhnya TerraUSD, yang disebut stablecoin.

    FTX, yang didirikan bersama oleh Bankman-Fried pada 2019, bernilai USD 32 miliar dalam putaran pendanaan Februari, dan menurut data Forbes, Bankman-Fried sendiri bernilai USD 21 miliar.[]

  • Peretas Korea Utara Curi Kripto USD 620 Juta dari Game Axie Infinity

    Jakarta | The Federal Bureau of Investigation (FBI), pada Kamis (14/04/2022) waktu setempat menyebutkan bahwa peretas Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian mata uang kripto senilai USD 620 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun bulan lalu, yang menargetkan pemain game Axie Infinity.

    Peretasan ini adalah salah satu yang terbesar yang menghantam dunia kripto, menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan di industri yang belakangan ini menjadi tren berkat promosi selebriti dan janji profit segunung.

    Dalam kasus pencurian Axie Infinity, penyerang mengeksploitasi kelemahan dalam pengaturan yang dilakukan oleh Sky Mavis, perusahaan di belakang permainan yang berbasis di Vietnam. Perusahaan harus memecahkan masalah: blockchain ethereum, di mana transaksi dalam cryptocurrency eter dicatat, relatif lambat dan mahal untuk digunakan.

    Untuk memungkinkan pemain Axie Infinity membeli dan menjual dengan cepat, perusahaan menciptakan mata uang dalam game dan sidechain dengan jembatan ke blockchain ethereum utama. Hasilnya lebih cepat dan lebih murah, namun pada akhirnya kurang aman.

    Beberapa minggu sebelum pencurian di Axie Infinity, juga telah terjadi serangan peretasan serupa dengan nilai kerugian sekitar USD 320 juta.

    “Melalui investigasi kami, kami dapat mengkonfirmasi Lazarus Group dan APT38, pelaku cyber yang terkait dengan (Korea Utara), bertanggung jawab atas pencurian tersebut,” kata FBI dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Jumat (15/04/2022).

    Lazarus Group menjadi terkenal pada tahun 2014, ketika dituduh meretas Sony Pictures Entertainment sebagai balas dendam untuk “The Interview,” sebuah film satir yang mengejek pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

    Program siber Korea Utara dimulai setidaknya pada pertengahan 1990-an, namun sejak itu berkembang menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang, yang dikenal sebagai Bureau 121, yang beroperasi dari sejumlah negara termasuk Belarusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Rusia, menurut laporan militer Amerika Serikat (AS) tahun 2020.[]

  • Bantu Korea Utara, Ahli Kripto AS Divonis 63 Bulan Penjara

    Jakarta | Seorang ahli cryptocurrency dari Amerika Serikat (AS), Virgil Griffith, pada Selasa (12/04/2022) dijatuhi hukuman 63 bulan penjara akibat menjadi penasihat bagi Korea Utara (Korut) tentang cara membuat layanan cryptocurrency dan teknologi blockchain, untuk menghindari sanksi AS atas program nuklirnya.

    Mengutip AFP, Rabu (13/04/2022), selain hukuman 63 bulan penjara, Griffith juga akan menghabiskan tiga tahun masa percobaan.

    Griffith meraih gelar doktor dari California Institute of Technology dan juga bekerja di Ethereum, platform global berbasis di Singapura dengan teknologi blockchain untuk penggunaan bisnis dan keuangan.

    Pejabat pengadilan New York mengatakan bahwa pria berusia 39 tahun itu telah mengaku bersalah berkonspirasi untuk melanggar hukum AS, dalam upaya mengurangi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

    Masalah ini bermula ketika Griffith memberikan presentasi di Pyongyang, ibu kota Korut, tentang cryptocurrency dan teknologi blockchain pada April 2019. Ia kemudian ditangkap di bandara Los Angeles pada November tahun yang sama.

    Dalam konferensi itu, Griffith memberikan informasi tentang bagaimana Korut dapat menggunakan teknologi tersebut untuk mencuci uang dan menghindari sanksi, termasuk melalui kontrak pintar.

    Penuntut mengatakan bahwa setelah presentasi, Griffith mengejar rencana memfasilitasi pertukaran mata uang kripto antara Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) dan Korea Selatan, meskipun mengetahui bahwa membantu pertukaran semacam itu akan melanggar sanksi terhadap Korut.

    Untuk diketahui, AS melarang ekspor barang, jasa atau teknologi ke Korea Utara tanpa izin khusus dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan.[]

  • Bitcoin dan Ethereum Menguat dalam Perdagangan Hari Ini

    peloporberita.com/ | Investor terpantau kembali melakukan pembelian terhadap kripto berkapitalisasi pasar utama, termasuk Bitcoin dan Ethereum, menjelang data utama harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Aksi ini pun memicu penguatan kripto dalam perdagangan hari ini.

    “Data ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu Federal Reserve AS untuk memperketat kebijakan moneternya,” kata Chief Executive Officer (CEO) Litedex Protocol Andrew Suhalim, dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Investor meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Maret. Namun, Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester mengatakan tidak melihat kasus yang menarik untuk memulai dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

    Meski begitu, Mester menambahkan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan setelah bulan Maret akan tergantung pada kekuatan inflasi.

    Selain itu, bank investasi asal AS, JPMorgan Chase & Co. menyebut, Bitcoin rata-rata di harga USD 38.000 per koin adalah nilai yang wajar tahun ini, lantaran tantangan terbesarnya adalah volatilitas yang tinggi. Kemudian, ada siklus boom and bust yang membuat berbagai institusi masih ragu mengadopsi Bitcoin.

    Dilansir dari coinmarketcap.com, Ethereum meningkat 3,29 persen dalam 24 jam terakhir, menjadi USD 3.226 per keping. Ethereum telah mencetak kinerja positif dengan kenaikan 19,63 persen dalam sepekan terakhir.

    Sedangkan Bitcoin tercatat turun tipis 0,06 persen ke posisi USD 44.128 per koin. Meski demikian, Bitcoin sudah meraih kenaikan 19,34 persen dalam sepekan terakhir. []

  • Bitcoin dan Ethereum Menguat Seiring Para Spekulan Menunggu Data Inflasi AS

    peloporberita.com/ | Mata uang kripto berkapitalisasi pasar utama, seperti Bitcoin dan Ethereum, mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (08/02/2022).

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, hal itu salah satunya didorong oleh likuidasi beberapa posisi short yang telah terakumulasi dalam tren turun tiga bulan terakhir di mata uang virtual. Selain itu, para spekulan juga menunggu data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini.

    Pulihnya nilai mata uang kripto terjadi di tengah anjloknya harga saham induk Facebook, yaitu Meta Platform, yang masih terjadi hingga penutupan perdagangan Senin waktu AS.

    Berdasarkan laporan manajer aset digital CoinShares, pasar crypto telah memasuki mode pemulihan dalam beberapa sesi terakhir, memposting arus masuk institusional sebesar USD 85 juta minggu lalu, menandai minggu ketiga arus masuk sebesar USD 133 juta.

    Sementara itu, menurut perusahaan penyedia data Blockchain, Glassnode, grafik Bitcoin menunjukkan adanya posisi short ketika harganya mengalami tekanan pada pekan lalu, cenderung ke arah likuidasi sisi pendek.

    Dalam perdagangan sore ini pukul 15.00 WIB, Bitcoin menguat 4,32 persen di level USD 44.589.60, dengan volume transaksi sebesar USD 31,52 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Bitcoin diprediksi dibuka fluktuatif, namun menguat di kisaran USD 44.500.50 – USD 46.900.50. []

  • Bitcoin dan Ethereum Kembali Cerah Akibat Reli di Pasar Ekuitas

    peloporberita.com/ | Kripto berkapitalisasi pasar utama seperti Bitcoin dan Ethereum terpantau cerah dalam perdagangan hari ini, Rabu (02/02/2022), meski pekan sebelumnya sempat melemah.

    Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, hal itu dipicu oleh pejabat Federal Reserve yang mengecilkan kemungkinan kenaikan suku bunga setengah poin pada bulan Maret. Selain itu juga adanya reli di pasar ekuitas global yang menodai beberapa daya tarik safe haven.

    “Semua ini berarti Fed bukan satu-satunya bank sentral hawkish di kota, menahan dolar. Memang, pejabat Fed telah menolak pembicaraan pasar bahwa mereka mungkin akan menaikkan sebesar 50 basis poin pada bulan Maret,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Selain itu, Chief Executive Officer (CEO) Litedex Protocol Andrew Suhalim mengatakan, pulihnya kembali pasar kripto didorong oleh investor kripto yang kembali masuk di aset tersebut, di mana mereka masuk atau membeli di harga rendah (buy on dip).

    “Pasar pun memprediksi bahwa bulan Februari merupakan bulan yang positif bagi pasar kripto. Pasalnya secara historis, sebagian besar kripto termasuk Bitcoin menghasilkan return yang positif di Februari,” ujar Andrew.

    Sejumlah analis memperkirakan, hambatan regulasi akan memudar dalam jangka pendek dan dapat meningkatkan sentimen investor. Hal ini terukur pada Fear & Greed Index yang mulai naik dari posisi terendah, yang berarti sentimen bearish sudah mulai memudar.

    Melansir data CoinMarketCap pada pukul 09:25 WIB, Bitcoin menguat 0,52% ke level harga USD 38.458,77/koin atau setara dengan Rp 551.114.174/koin (asumsi kurs Rp 14.330/USD). Sedangkan Ethereum melesat 2,64% ke level USD 2.757,34/koin atau Rp 39.512.682/koin. []

  • Pasar Kripto Terpengaruh Melonjaknya Yield Treasury

    peloporberita.com/ | Kripto berkapitalisasi pasar utama, seperti Bitcoin dan Etherium, masih terkoreksi dalam perdagangan hari ini, Rabu (19/01/2022). Salah satunya dipicu oleh masih adanya katalis negatif di pasar keuangan global. Investor masih cenderung mencerna katalis dari potensi pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).

    Melonjaknya yield obligasi pemerintah AS (Treasury) membuat investor kembali melepas saham-saham teknologi di AS dan turut menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Seperti diketahui, yield Treasury bertenor 10 tahun naik ke kisaran level 1,8 persen.

    Selain itu, investor juga fokus pada pertemuan The Fed pekan depan, yang memberi sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada Maret, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

    “Federal Reserve harus menjadi lebih hawkish dengan pernyataan suku bunga mereka pada pertemuan Januari, menyusul kemajuan yang dibuat di pasar tenaga kerja pada bulan Desember dan kenaikan inflasi ke level tertinggi hampir 40 tahun,” ujar Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/01/2022).

    Ia berharap ini memberikan dasar di bawah untuk Kripto, yang telah berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir, lantaran pasar mulai menetapkan pandangan yang lebih seimbang untuk normalisasi Fed.

    Berdasarkan data platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB, Etherium melemah 4,37 persen menjadi USD 3.064.22. Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium diperkirakan dibuka fluktuatif namun melemah di kisaran  USD 2.950.50 – USD 3.180.70. []

    Baca juga: Bitcoin dan Etherium Jatuh Akibat Aksi Wait and See

  • Bitcoin dan Etherium Jatuh Akibat Aksi Wait and See

    peloporberita.com/ | Sejumlah mata uang kripto seperti Bitcoin dan Etherium jatuh dalam perdagangan hari ini, Selasa (18/01/2022). Hal itu salah satunya dipicu oleh trader yang terus melakukan aksi memantau atau wait and see, namun mengambil pandangan bahwa rencana pengetatan The Federal Reserve sebagian besar diperhitungkan.

    Dengan kenaikan suku bunga The Fed 3,7 untuk 2022 dan 2,3 untuk 2023, pelaku pasar tampak menyimpulkan bahwa risiko terhadap penetapan harga kebijakan sekarang lebih seimbang.

    “Dan ini menunjukkan investor tertarik untuk menahan kripto di tengah retorika hawkish dari The Fed di beberapa bulan terakhir,” ujar Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/01/2022).

    Namun, menurutnya, aksi jual kripto di pasar spot minggu lalu menunjukkan bahwa posisi beli telah menjadi ramai.

    Dikutip dari coinmarketcap.com, Bitcoin tercatat melemah 1,51 persen dalam sehari. Namun, masih menguat 0,94 persen dalam sepekan. Satu keping Bitcoin kini dihargai USD 42.284.

    Sedangkan Ethereum melemah 3 persen dalam sehari, tapi masih menguat 4,49 persen dalam sepekan. Kini, satu keping Ethereum bernilai USD 3.224.

    Dalam perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB, melemah 2,63 persen, menjadi USD 3.185.62. Volume transaksinya mencapai USD 11,95 miliar dengan kapitalisasi pasar USD 380,22 miliar.

    Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium diperkirakan dibuka fluktuatif, namun  melemah dikisaran USD 3.190.50 – USD 3.290.70. []

    Baca juga: Singapura Keluarkan Pedoman Pembatasan Promosi Perdagangan Kripto

  • Pergerakan Bitcoin dan Ethereum Terpengaruh Ketidakpastian Akibat Omicron

    peloporberita.com/ | Pergerakan Bitcoin, Ethereum dan sejumlah mata uang kripto lainnya terbilang bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (28/12/2021). Salah satunya dipicu oleh ketidakpastian akibat kasus COVID-19 varian Omicron.

    Pada dini hari tadi waktu Indonesia, harga Bitcoin sempat melesat ke kisaran level USD 52.000. Namun dipagi harinya, Bitcoin kembali berada di kisaran level USD 48.000.

    Aktivitas perdagangan kripto masih cenderung sepi, terlihat dari volume perdagangan Bitcoin yang hanya USD 25 miliar, lebih tinggi sedikit dari Minggu lalu.

    Selain itu, investor cenderung memburu aset berisiko konvensional seperti saham, dalam beberapa hari terakhir. Hal ini membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) masih cenderung bergairah, akibat adanya potensi Santa Rally.

    “Kripto berada dalam tren terkoreksi, namun tetap mendekati level tertinggi pada kisaran perdagangan baru-baru ini, bahkan ketika Federal Reserve AS  yang mengisyaratkan langkah pengetatan yang lebih cepat pada pertemuan kebijakan mereka bulan ini,” kata Chief Strategy Officer Litedex Protocol Harris Sutresna dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

    Selain itu, menurut Sutresna, pasar secara global optimis bahwa Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan untuk mata uang surga, terutama kripto.

    Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:30 WIB, Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Terra dan Polkadot terpantau terkoreksi, sedangkan sisanya yang termasuk kripto stablecoin, terpantau menguat.

    Bitcoin terkoreksi 1,87% ke level harga USD 49.811,81/koin atau setara dengan Rp 708.822.056/koin (asumsi kurs Rp 14.230), sementara Ethereum merosot 2,11% ke level USD 3.985,01/koin atau Rp 56.706.692/koin.

    Selanjutnya Solana anjlok 3,47% ke USD 191,35/koin (Rp 2.722.911/koin), XRP melemah 1,69% ke USD 0,9041/koin (Rp 12.865/koin), Terra menurun 10,10% ke USD 92,27/koin (Rp 1.313.002/koin), dan Polkadot jatuh 5,28% ke USD 30,01/koin (Rp 427.042/koin).

    Untuk perdagangan Rabu besok, Ethereum di platform Litedex Protocol kemungkinan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat tipis dikisaran USD 3.850.30 – USD 4.170.50. []

    Baca juga: Bitcoin dan Etherium Menguat, Investor Fokuskan Perhatian ke China

  • Bitcoin dan Etherium Menguat, Investor Fokuskan Perhatian ke China

    peloporberita.com/ | Mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) diperdagangkan di zona hijau pada perdagangan hari Selasa (07/12/2021), setelah sempat terkoreksi selama beberapa hari terakhir. Saat ini, investor kripto memfokuskan perhatiannya ke China setelah tingkat pendanaan Bitcoin di bursa derivatif China mulai pulih secara perlahan dari zona negatif.

    “Fokus investor kripto saat ini akan tertuju pada pasar kripto di China,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa (07/12/2021).

    Sebelumnya, koreksi harga aset kripto sebenarnya masih merupakan hal yang normal dan sehat. Koreksi yang terjadi merupakan bagian dari pasar yang tidak bisa dihindari, namun masih dapat dimanfaatkan. Dalam kondisi ini, investor sebaiknya memanfaatkan momen yang ada sesuai profil risiko yang dimiliki.

    "Ketika aset kripto masih terkoreksi cukup dalam, ini bisa jadi momentum bagi investor untuk melakukan aksi beli. Tapi perlu dicermati benar pergerakan harga Bitcoin, karena bisa jadi patokan pergerkan harga altcoin. Koin-koin produk Defi seperti Litedex Protocol yang akan segera launching, bisa jadi peluang cuan bagi investor karena projectnya menjadi favorit investor saat ini, yakni metaverse project,” kata Community Relation Officer Litedex Protocol Deri Agung Muharam.

    Melansir data CoinMarketCap, kesepuluh kripto big cap terpantau cerah pada pagi hari ini (07/12/2021), di mana Binance Coin memimpin penguatan kripto big cap, yaitu melonjak 8,32% ke level USD 589,90/koin, atau setara Rp 8.494.560/koin (asumsi kurs Rp 14.400/USD).

    Sedangkan untuk Bitcoin dan Ethereum masing-masing melesat lebih dari 3% dan 4%. Bitcoin melesat 3,85% ke level USD 50.763,06/koin atau sekitar Rp 730.988.064/koin. Sedangkan Ethereum melonjak 4,74% ke level USD 4.344,54/koin atau setara Rp 62.561.376/koin.

    Adapun untuk koin digital alternatif (altcoin) Terra masih berada di posisi ke-10, di mana altcoin dengan kode LUNA tersebut menguat 1,64% ke USD 66,22/koin (Rp 953.568/koin) pada hari ini.

    Akhirnya, Bitcoin, Ethereum dan kripto big cap lainnya berhasil kembali ke zona hijau setelah terkoreksi selama sekitar 4 hari beruntun akibat investor khawatir dengan potensi sikap hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Covid-19 varian Omicron.

    Dalam perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex protocol menguat di harga USD 4.357.00. Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran USD 4.326.29 – USD 4.450.50 []

    Baca juga: Dukung Uang Kripto, Wali Kota New York Ingin Gaji Bitcoin