Tag: Emas

  • Ekspor Perhiasan Thailand Diprediksi Bergeliat Tahun Ini

    Jakarta | Ekspor permata dan perhiasan Thailand diprediksi akan bergerak cepat tahun ini, didorong oleh pemulihan ekonomi di mitra dagang dan pelonggaran pembatasan Covid. Pemerintah Thailand memperkirakan ekspor permata dan perhiasan, tidak termasuk emas, akan meningkat 20% tahun ini.

    “Setelah berkonsultasi dengan pelaku usaha setiap dua bulan, departemen yakin pengiriman permata dan perhiasan keluar akan mencatat pertumbuhan yang sehat tahun ini, dengan nilai ekspor diperkirakan mencapai US$7,39 miliar,” kata Direktur Jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional Phusit Ratanakul Sereroengrit, seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Namun, dia mengatakan harga bahan baku utama yang bergejolak, seperti emas mentah dan batu permata mentah, menjadi perhatian utama lantaran Thailand bergantung pada impor barang-barang tersebut.

    Selain itu, sebagian besar usaha kecil menengah (UKM) lokal belum menyesuaikan produksinya untuk mengikuti perkembangan teknologi modern, sementara banyak pekerja terampil di industri yang terkena dampak wabah Covid belum kembali.

    Tahun lalu, ekspor permata dan perhiasan Thailand, tidak termasuk emas, naik 26,9% menjadi USD 6,16 miliar.

    Pasar yang mengalami pertumbuhan ekspor yang kuat termasuk Inggris (naik 135% year-on-year), Swiss (naik 70,4%), India (naik 60,7%), AS (naik 51,3%), Uni Emirat Arab (naik 29,8). %), Belgia (naik 21,2%), Australia (naik 10,7%) dan Jepang (naik 6,49%).

    Selama tiga bulan pertama tahun ini, ekspor permata dan perhiasan naik 40% secara yoy menjadi USD 1,89 miliar. Termasuk emas, pengiriman melonjak 204% menjadi USD 5,48 miliar.

    Pasar dengan pertumbuhan ekspor yang sehat antara lain Amerika Serikat, India, Jerman, Inggris, Swiss, UEA, Belgia, Italia, dan Jepang.

    Tahun ini, Thailand akan menggelar dua pameran yaitu BGJF Virtual Trade Fair 2022 pada 13-17 Juni dan Bangkok Gems and Jewelry Fair pada 7-11 September di Impact Muang Thong Thani.[]

  • Analis: Invasi Rusia Bawa Berkah Bagi Penghasil Komoditas, Termasuk Indonesia

    peloporberita.com/ | Invasi Rusia ke Ukraina tampaknya membawa berkah tersendiri bagi negara-negara penghasil komoditas, seperti Indonesia, Tiongkok, Australia dan Malaysia. Kenaikan harga komoditas dijadikan umpan bagi para spekulan untuk menjatuhkan negara-negara yang notabene memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan Belarusia.

    “Yang membuat harga komoditas mengalami kenaikan bukan disebabkan oleh Rusia menginvasi Ukraina, namun sanksi yang berlebihan dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Inggris terhadap Rusia dan Belarusia,” kata Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulisnya pada Senin, (07/03/2022).

    Pasca-sanksi ekonomi diterapkan, lanjut Ibrahim, maka para spekulan di berbagai negara melakukan aksi beli yang tidak terbatas, membuat lonjakan harga komoditas yang tak wajar dan ini sebenarnya menjadi serangan telak bagi negara-negara yang memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan Belarusia.

    Menurut Ibrahim, tanpa adanya ikut campur pihak ketiga, harga komoditas tidak mungkin mengalami lonjakan yang signifikan. Apalagi, sekutu Rusia yaitu Tiongkok yang kemungkinan akan mengikuti jejak Rusia, melakukan invasi terhadap Taiwan. Ini semua dampak AS, NATO dan Inggris yang terlalu gegabah dalam memberikan sanksi ekonomi.

    “Di samping itu, dengan lonjakan harga yang terus naik, Bank Sentral Amerika (The Fed) dalam pertemuan di tanggal 15 Maret 2022, kemungkinan akan menahan suku bunga sampai perang benar-benar sudah berhenti,” ujarnya.

    Dampak dari sanksi tersebut membuat harga-harga komoditas, seperti minyak mentah, emas, gas alam dan batu bara mengalami kenaikan yang tidak wajar.

    Ibrahim memprediksi, harga emas dalam hitungan Maret 2022 bisa menyentuh USD 2.150 per troy ounce/logam mulia Rp 1.150.000 per gram, minyak mentah WTI bisa menyentuh USD 200 per barel, batu bara USD 600 per ton, gas alam USD 5.500, dan Bitcoin bisa tembus USD 45.000 per koin.[]

  • Otoritas Pajak Afrika Selatan Ungkap Penipuan Emas US$ 1,8 Miliar

    peloporberita.com/ – Tindak kriminal penipuan emas senilai US$1,8 miliar berhasil dibongkar Otoritas pajak Afrika Selatan. Pelaku penipuan tersebut melebur koin dan perhiasan secara ilegal menjadi emas batangan untuk dijual di luar negeri.

    Pusat Jurnalisme Investigasi amaBhungane melaporkan, penipuan ini dilakukan untuk mendapatkan 24,4 miliar rand (setara US$ 1,8 miliar atau 1,4 miliar euro) antara tahun 2012-2020 dengan cara menipu sistem pajak.

    Penipuan tersebut dilakukan perusahaan secara ilegal dengan cara melebur koin emas, perhiasan tua, dan bongkahan emas dari penambang skala kecil menjadi emas batangan untuk diekspor. Adapun penjualan emas di Afsel dikenakan pajak, namun untuk ekspor tidak dikenakan pajak.

    Dalam laporannya amaBhungane menjelaskan, pelaku membuat faktur palsu untuk mengklaim bahwa mereka telah membayar pajak. Ketika emas diekspor tanpa pajak, mereka menyerahkan faktur ke Layanan Pendapatan Afrika Selatan (SARS) untuk mengklaim miliaran rand dalam pengembalian uang palsu.

    Sebanyak 65 perusahaan ikut terlibat, dua di antaranya mengklaim pengembalian pajak lebih dari delapan miliar rand pada 2019. Skema pada tahun tersebut diduga melibatkan jumlah emas yang setara dengan 70% dari semua emas yang ditambang secara legal di Afrika Selatan.

    Otoritas setempat yang mengurusi pendapatan, belum secara blak-blakan membahas sejumlah kasus tersebut. Sementara SARS pernah menjadi salah satu agensi dengan kinerja terbaik di negara itu. Namun SARS dimusnahkan selama kepresidenan Jacob Zuma pada periode 2009 hingga 2018 menurut sebuah panel antikorupsi. []

  • JFX dan KBI Soft Launching perdagangan Pasar Fisik Emas Digital

    peloporberita.com/ – PT Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI) mengadakan Soft Launching kontrak perdagangan Pasar Fisik Emas Digital off exchange pada Rabu (2/2/2022) kemarin secara virtual.

    Saat ini ada 3 perusahaan peserta pedagang pasar fisik emas digital yang telah mengajukan sebagai pedagang pasar fisik emas digital di JFX dan KBI. 2 perusahaan diantaranya telah mendapat persetujuan dari Bappebti yaitu PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas) dan PT Pluang Emas Sejahtera, sedangkan 1 perusahaan lagi masih dalam proses.

    Pada soft launching ini, telah tercatat 19.972 transaksi perdagangan pasar fisik emas digital di JFX dan KBI.

    Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, kontrak baru ini akan lebih menyemarakan dan menambah warna dalam dunia investasi perdagangan komoditi pada era digitalisasi saat ini. Kedepannya, JFX akan terus mengembangkan instrumen-instrumen investasi lainnya dengan inovasi serta didukung dengan teknologi terkini.

    “Dalam waktu dekat ini rencananya akan diadakan Grand Launching perdagangan pasar fisik emas digital baik off Exchange dan on Exchange,” tutur Paulus Lumintang berdasarkan keterangan tertulis Kamis, (3/2/2022).

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menyampaikan, pihaknya sebagai lembaga kliring bertugas mencatat jumlah kepemilikan Emas Pedagang Fisik Emas Digital sesuai dengan Bukti Simpan Emas yang diserahkan oleh Pengelola Tempat Penyimpanan.

    Hal ini, mengacu kepada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi No 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital Di Bursa Berjangka.

    “Pasar Fisik Emas Digital ini kami proyeksikan kedepan akan menjadi trend investasi bagi masyarakat. Untuk itu, kami bersama dengan JFX selain menyelenggarakan perdagangan pasar fisik emas digital, tentunya juga akan menjalankan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait investasi emas digital ini, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang baik,” tegas Fajar Wibhiyadi.

    Bersamaan dengan acara soft launching ini, JFX dan KBI telah menorehkan pencapaian transaksi multilateral dan bilateral sebanyak 1.110.827 lot yang terdiri dari 137.458 lot untuk transaksi multilateral dan 973.369 lot untuk transaksi bilateral. Sementara untuk transaksi pasar fisik timah sebanyak 1.270 ton.[]

  • Bappebti Mulai Perdagangkan Emas Digital di Bursa Berjangka

    peloporberita.com/ – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mulai memperdagangkan emas secara digital di bursa berjangka. Meski dilakukan secara digital, fisik emasnya ada di lembaga penjaminan. Kementerian Perdagangan pun, menjamin perdagangan fisik emas digital ini mudah, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Bila dahulu investasi emas hanya terbatas pada kepemilikan fisik, kini setiap orang bisa bertransaksi secara daring melalui perdagangan fisik emas digital. Selain itu, investasi fisik emas digital diharapkan dapat diterima dan dijadikan alternatif investasi oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk investor milenial,” tutur Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana.

    “Melalui perdagangan fisik emas digital ini, Bappebti berkomitmen menciptakan sarana berinvestasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat serta memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui bursa berjangka,”sambungnya.

    Menurut Wisnu, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada PT Indonesia Logam Pratama (merek dagang Treasury) dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas) sebagai pedagang fisik emas digital. Dengan terbitnya persetujuan tersebut, masyarakat sudah dapat membeli langsung emas digital ke pedagang fisik emas digital yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti.

    Menurut Wisnu, pemberian persetujuan ini sesuai amanat Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka dan perubahannya.

    Wisnu juga menerangkan, Bappebti sudah memberikan persetujuan kepada PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) untuk melakukan kegiatan penyelenggaraan pasar fisik emas digital serta memberikan persetujuan sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Pasar Fisik Emas Digital kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Clearing House.

    “Adanya bursa dan kliring pada perdagangan fisik emas digital di Indonesia diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi di pasar fisik emas digital di Indonesia. Meskipun diperdagangkan secara digital, emas fisiknya ada di lembaga penjaminan,” ungkap Wisnu.
    Adapun perdagangan fisik emas digital bisa melalui dua cara, yaitu matching di pedagang emas digital dan matching di bursa berjangka.

    “Setiap pedagang fisik emas digital yang akan melakukan transaksi jual beli emas digital, wajib menempatkan sejumlah emas sebanyak 10.000 gram atau 10 kg. Sedangkan untuk perdagangan fisik emas digital di bursa berjangka, market maker (peserta) wajib menempatkan sejumlah emas sebanyak 20.000 gram atau 20 kg,” rinci Wisnu.

    “Emas yang akan diperdagangkan baik melalui pedagang fisik emas digital maupun melalui bursa berjangka ditempatkan pada pengelola tempat penyimpanan yang telah disetujui Bappebti,” sambungnya.

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Tirta Karma Senjaya menambahkan, berdasarkan peraturan Bappebti, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi calon pedagang fisik emas digital diantaranya berbentuk badan usaha berbadan hukum (PT), memiliki sistem dan mekanisme transaksi fisik emas digital, memiliki modal sebesar Rp20 miliar, dan mampu mempertahankan modal akhir sebesar Rp16 miliar atau 2/3 dari total pengelolaan emas (mana yang lebih tinggi nilainya).

    “Sementara itu, persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bursa berjangka yaitu memiliki modal awal sebesar Rp100 miliar, memiliki peraturan dan tata tertib perdagangan emas digital, membentuk komite pasar fisik, memiliki fasilitas perdagangan untuk penyelenggaraan perdagangan emas digital, memiliki sistem pengawasan dan pelaporan, serta mendapat persetujuan Bappebti,” tandas Tirta. []

  • Polda Jambi Periksa Karyawan Antam Terkait Perdagangan Emas Ilegal

    peloporberita.com/ – Ditreskrimsus Polda Jambi memeriksa staf PT Aneka Tambang (Antam) terkait pengembangan kasus jaringan perdagangan emas ilegal yang diungkap belum lama ini.

    “Polisi bekerja sama dengan PT Antam melakukan klarifikasi atas keterangan tersangka yang menyebutkan dugaan aliran perdagangan emas ilegal itu dari beberapa tersangka ke PT Antam,” tutur Dir Krimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, dikutip dari Tribratanews, Jumat (14/1/2022).

    Pemeriksaan kepada pihak PT Antam dilakukan untuk mendalami keterangan tersangka yang menyebutkan emas ilegal yang telah diolah, ada yang dijual kepada PT Antam dengan menggunakan surat keterangan dari toko emas yang ada di Sumatera Barat.

    Dir Krimsus menambahkan, pihaknya saat ini masih mendalami mekanisme prosedur pembelian, kemudian kemurnian yang dilakukan oleh PT Antam.

    “PT Antam sangat kooperatif, kita akan terus bekerja sama untuk terus mengklarifikasi keterangan-keterangan tersebut,” ungkapnya.

    Terkait kasus ini, Polda Jambi telah menetapkan enam orang tersangka dengan inisial IW (43), DP (38), HG (40), IM (51) dan AS (72), serta oknum polisi berinisial MM.

    Selain menetapkan enam orang tersangka, Polda Jambi juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah emas batangan dengan berat keseluruhan lebih kurang 3 Kg.

    Serta uang tunai lebih kurang Rp1,6 miliar yang diduga akan digunakan sebagai modal untuk membeli emas hasil penambangan emas ilegal di wilayah Jambi. []

  • 2021, Volume Transaksi JFX dan KBI Lampaui Pencapaian di 2020

    peloporberita.com/ – PT Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 1,41 % pada tahun 2021 menjadi 9.566.181 lot, dibanding pencapaian tahun sebelumnya sebanyak 9.433.343 lot.

    Pertumbuhan positif pada tahun 2021 ini, ditandai dengan pencapaian volume transaksi multilateral JFX yang berhasil mencapai angka 2.039.083 lot atau mengalami peningkatan 21,41% dari tahun sebelumnya. Komoditas Emas, masih menjadi kontributor terbesar dengan volume transaksi sebesar 716.752 lot, diikuti oleh Olein 643.443 lot, dan Kopi 605.674 lot.

    JFX, berhasil mencapai volume transaksi produk bilateral sebesar 7.527.098,42 lot atau turun 2,99% dari tahun sebelumnya. Loco Gold masih menjadi penyumbang volume transaksi terbesar produk bilateral dengan pencapaian 6.380.480,4 lot, diikuti indeks dengan 555.706 dan forex dengan 502.720,1 lot.

    Selain itu, salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh JFX adalah perdagangan timah murni batangan. Pada tahun 2021 JFX sebagai Bursa Timah berhasil mencatat pencapaian volume transaksi sebesar 44.735 ton, dengan berhasil mencapai harga tertinggi pada tanggal 20 Desember 2021 sebesar $40.205 per metrik ton.

    Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, pencapaian ini merupakan sebuah pencapaian dan kontribusi bersama khususnya dari para anggota bursa JFX selama tahun 2021 yang menandakan pertumbuhan industri perdagangan berjangka dari waktu ke waktu.

    “Terciptanya sinergi, kolaborasi dan kerjasama yang baik serta tingkat kepercayaan dari masyarakat dalam berinvestasi di perdagangan berjangka semakin meningkat. Kegiatan literasi, sosialisasi, edukasi yang dilakukan selama ini menghasilkan dampak positif,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa, (4/1/2022).

    Pencapaian ini, lanjut Paulus Lumintang, dapat diraih dengan adanya bimbingan dan arahan dari Bappebti sebagai Badan Pengawas yang selalu membimbing dan membina kami untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Inovasi teknologi terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan jaman untuk memenuhi harapan dan ekspektasi dari para investor dan pemangku kepentingan lainnya.

    Sementara Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan, kenaikan volume transaksi ini menunjukkan bahwa sektor perdagangan berjangka komoditi menjadi salah satu pilihan investasi masyarakat.

    “Untuk itu, sebagai lembaga kliring kami kedepan akan terus mendorong pertumbuhan transaksi ini, baik melalui peningkatan layanan kepada pemangku kepentingan maupun dari sisi edukasi. Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, dan salah satu kuncinya adalah adanya pemahaman yang baik dari masyarakat terkait industri ini, khususnya dari risiko investasi,” ungkapnya.

    Fajar Wibhiyadi berharap, pencapaian JFX pada tahun 2021 dapat memicu Pertumbuhan yang lebih besar dan mencapai target pada tahun 2022. Adapun JFX sebagai Bursa Berjangka pertama dan terbesar di Indonesia pada 2022 akan mengembangkan transaksi pada Produk Multilateral dengan mempekerjakan tenaga profesional yang telah berpengalaman serta meluncurkan kontrak-kontrak ”mini size” serta mekanisme “mikro lot”.

    Lebih lanjut JFX terus berupaya untuk melakukan pengembangan kontrak-kontrak multilateral baru pada komoditi kopi dan olein serta kontrak finansial lainnya. JFX juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi secara berkesinambungan akan terus dilakukan baik secara tatap muka dan virtual untuk dapat mendorong kaum milenial agar memahami dan tertarik untuk berinvestasi di JFX dan merasakan manfaat positif dari perdagangan berjangka di Indonesia melalui JFX. []

  • Volume Transaksi JFX Tembus 7 Juta Lot Awal Kuartal IV 2021

    peloporberita.com/ – Pada awal triwulan ke-empat tahun ini, Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange JFX membukukan volume transaksi hingga menembus 7 juta lot. Kontributor terbesar dari total volume transaksi tersebut, adalah perdagangan komoditas emas, baik itu transaksi bilateral dan multilateral.

    “Dibalik pencapaian ini, tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta sinergitas antara JFX dan KBI.”

    Direktur Utama Jakarta Futures Exchange Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, Pencapaian Volume transaksi di JFX ini merupakan keberhasilan bersama dari dukungan banyak pihak.

    “Dibalik pencapaian ini, tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta sinergitas antara JFX dan KBI juga sangat berperan aktif dalam melakukan edukasi serta sosialisasi ke stakeholders, investor dan para pelaku pasar yang semakin dewasa dalam berinvestasi. Sehingga, pencapaian ini dapat terwujud melalui volume transaksi pada tahun 2021,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ Senin, 1 November 2021.

    Total transaksi Multilateral dan Bilateral hingga bulan Oktober (29/10/2021) 7.094.959,00 lot. Sedangkan Volume Transaksi Total Multilateral 1.295.101 Lot, di dominasi oleh komoditi Emas dan Kopi yang memiliki volume transaksi tertinggi. Dengan komoditi Emas menorehkan Total Volume Transaksi hingga 29 Oktober 2021 sebanyak 541.898 Lot. Sedangkan untuk Kopi 506.236 Lot.

    Baca juga :

    Total transaksi Bilateral sebesar 5.799.683,00 Lot, didominasi oleh emas, yaitu kontrak Loco London yang mencatat transaksi sebesar 3.494.120,80 Lot. Pencapaian ini juga turut dipengaruhi peningkatan dalam animo masyarakat terhadap metode alternatif investasi di masa pandemi.

    Hingga akhir tahun 2021 JFX optimis akan terus dapat berkembang, tidak hanya volume transaksi tetapi dengan terus berupaya meningkatkan kualitas transaksi, pelayanan kepada member serta seluruh stakeholder dan masyarakat umum. []