Jakarta | Warren Buffett mendonasikan sekitar USD 4 miliar kepada Bill & Melinda Gates Foundation Trust dan empat badan amal keluarga, sebagai bagian dari janjinya untuk memberikan hampir semua kekayaan bersihnya.
Perusahaan milik Buffett, Berkshire Hathaway Inc. menjelaskan bahwa sumbangan itu terdiri dari sekitar 14,4 juta saham kelas B, yang harga penutupannya pada Selasa (14/06/2022) berada di level USD 277,64.
Mengutip Reuters, sebanyak 11 juta saham akan diberikan kepada Bill & Melinda Gates Foundation, dan 1,1 juta akan diberikan kepada Susan Thompson Buffett Foundation, yang diambil dari nama mendiang istri pertama Buffett.
Kemudian, 770.000 saham akan diberikan kepada masing-masing dari tiga badan amal yang dijalankan oleh anak-anak Buffett, yaitu Yayasan Howard G. Buffett, Yayasan Sherwood, dan Yayasan Novo.
Terlepas dari donasi, Warren Buffett masih memiliki sekitar 16% dari Berkshire Hathaway dan mengendalikan sekitar sepertiga dari hak suaranya.
Sejak tahun 2006, investor ternama yang berusia 91 tahun ini telah menyumbangkan lebih dari setengah saham Berkshire miliknya, dengan nominal mencapai sekitar USD 45,5 miliar pada saat itu.[]
peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama CEO Kitabisa.com Alfatih Timur, menyerahkan bantuan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Rumah Singgah Bunda Peduli, Jakarta Pusat dan Rumah Singgah Respek Peduli, Jakarta Utara.
“Pertama saya ucapkan terima kasih. Saya dapat info (warga yang membutuhkan bantuan) dari teman-teman media maupun warga yang mengunggah di media sosial. Terima kasih kepada orang-orang baik yg membantu melalui Kitabisa,” tutur Mensos Risma Rabu (09/03/2022).
Bantuan hasil donasi masyarakat melalui Kitabisa.com diberikan untuk satu anak di Rumah Singgah Bunda Peduli dan tujuh anak di Rumah Singgah Respek Peduli. Adapun donasi yang terkumpul per 9 Maret 2022 diberikan dengan perincian sebagai berikut:
1. Rp67.215.848 untuk Muhammad Jafarudin (penderita kanker tulang)
2. Rp70.952.922 untuk Aulia Alfina Febriyanti (penderita gagal ginjal)
3. Rp144.947.255 untuk Irwansyah (penderita kanker darah)
4. Rp147.775.775 untuk Dwi Bayu Adi Saputra (penderita kanker tulang ganas)
5. Rp102.434.343 untuk Syifa Aulia (penderita jantung bocor)
6. Rp108.237.193 untuk Eva Ruri (penderita kelainan tulang)
7. Rp117.132.454 untuk Heni Adelia (penderita kelainan rahim)
8. Rp96.183.523 untuk Lutfi Al Rizki (penderita kerusakan hati).
Menurut Mensos, banyak orang sakit yang dirujuk ke Jakarta lantaran ketersediaan fasilitas dan tenaga medis paling lengkap berada di Jakarta sehingga mereka pun membutuhkan tempat untuk singgah.
“Meskipun ada donasi, mereka masih membutuhkan biaya operasional untuk pulang pergi bolak balik berobat. Sehingga alhamdulillah rumah singgah ini bisa menampung,” ungkap Mensos.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan untuk anak-anak lainnya yang berada di kedua Rumah Singgah tersebut berupa keperluan anak seperti popok, kebutuhan gizi anak, susu, dan mainan.
Sebelumnya, Kementerian Sosial melalui Loka “Kahuripan” Sukabumi dan Balai “Galih Pakuan” Bogor memberikan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mulai dari asesmen, pendampingan, dan identifikasi kebutuhan pokok serta bekerja sama dengan Kitabisa.com menggalang donasi masyarakat.
Sementara CEO Kitabisa Alfatih Timur mengatakan, donasi yang digalang melalui Kitabisa disalurkan secara bertahap dan dikawal dalam beberapa bulan ke depan.
“Iya karena penyalurannya (donasi) akan dibuat beberapa bulan, jadi bisa kita pantau perkembangannya dan akan kita laporkan ke Kemensos juga,” tandasnya. []
peloporberita.com/ – Airbnb melaporkan, lebih dari 60 ribu kamar di Ukraina telah dipesan oleh orang-orang dari seluruh dunia pada akhir bulan lalu.
Namun, mereka yang memesan kamar Airbnb di Ukraina tidak berniat liburan ke sana. Sebaliknya, cara ini digunakan sebagai dukungan keuangan kepada warga Ukraina yang sedang terkepung saat ini.
Pengguna Airbnb, telah menggelontorkan US$1,9 juta untuk reservasi penginapan yang tidak mereka tempati selama periode dua hari pada pekan lalu. Gelombang dukungan ini, datang ketika Airbnb mengumumkan penangguhan bisnisnya di Rusia dan Belarusia sebagai sanksi untuk negara tersebut.
Pada pekan lalu, Airbnb juga mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan masa tinggal jangka pendek gratis hingga 100.000 orang yang melarikan diri dari invasi Rusia ke Ukraina seperti dilaporkan oleh AFP.
Sementara di seluruh dunia, sekitar 28.000 tuan rumah Airbnb termasuk 2.800 di Prancis saat ini menawarkan akomodasi untuk pengungsi. Disertai sumbangan lebih dari US$ 1,2 juta juga telah mengalir ke dana pengungsian.
peloporberita.com/ – Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Magelang Raya bersama Komunitas Musik Magelang melanjutkan penggalangan dana untuk korban gunung Semeru. Setelah pada hari Minggu (12/12/2021) di CFD Lapangan Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang, kini di simpang tiga Tanjung, Banjarnegoro, Mertoyudan, Magelang, Selasa (14/12/2021).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan iringan organ tunggal, Komunitas Musik mendendangkan lagu-lagu aneka irama. Sementara lainnya berkeliling membawa kotak donasi.
Para pengendara yang berhenti saat lampu merah, disambangi dan mereka yang terketuk hatinya menyumbang seikhlasnya. Kegiatan terjeda sekitar 2 jam karena hujan dan dilanjutkan setelah reda.
Salah satu anggota PWO Magelang Raya, Ikhwan mengatakan dengan mengambil lokasi simpang tiga Tanjung ini, memberi kesempatan kepada masyarakat terutama pengendara untuk beramal.
“Karena bisa jadi banyak anggota masyarakat ingin menyumbang, namun belum sempat disalurkan. Sehingga di tempat ini mereka bisa menyumbang melalui kami di tempat ini,” katanya dengan semangat.
Ikhwan merasa bangga bisa bergabung menggalang donasi dalam program “Konser Amal Peduli Semeru” ini.
Semoga aksi ini menggugah kepedulian masyarakat terhadap para korban erupsi gunung Semeru di Lumajang.
“Hari ini, aksi penggalangan dana berakhir pukul 17.00 WIB.
peloporberita.com/ | Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Heriyanti, anak bungsu pengusaha asal Aceh Akidi Tio yang sebelumnya menjanjikan dana hibah sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19, juga terjerat kasus hukum di Polda Metro Jaya.
“Bulan 2 yang lalu, tahun 2020, Februari 2020, memang ada laporan polisi ke polda metro jaya. Pelapornya adalah saudara JBK inisialnya,” tutur Yusri Yunus kepada wartawan peloporberita.com/, Selasa, 3 Agustus 2021.
Menurut Kabid Humas, saat ini kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi-saksi dan pelapor sendiri.
“Terlapor adalah saudari H. Jadi sejak Februari tahun 2020 ini sampai saat ini sudah naik ke tingkat penyidikan, karena sudah ada beberapa dari hasil gelar perkara serta dilakukan klarifikasi ke beberapa saksi-saksi dan pelapor sendiri, ada saksi ahli dan saksi yang lain,” ungkapnya.
“Totalnya semua sekitar Rp7,9 miliar sejak tahun 2018 tetapi terus berlanjut sejalannya waktu rupanya saudara pelapor ini terus menagih hasil atau janji yang diberikan oleh saudari H.”
Kemudian, pada saat itu polisi juga sudah mengundang H. Namun, dia tidak hadir. Sehingga hasil gelar perkara sudah memenuhi unsur naik persangkaannya adalah penipuan dan penggelapan.
“Kronologisnya adalah sekitar bulan desember 2018, terlapor ini mengajak saudara pelapor JBK untuk berbisnis. Ada 3 item yang diajak, mulai dari perhiasan seperti songket, kemudian ada orderan AC dan juga satu lagi itu pekerjaan interior,” rinci Kabid Humas.
“Totalnya semua sekitar Rp7,9 miliar sejak tahun 2018 tetapi terus berlanjut sejalannya waktu rupanya saudara pelapor ini terus menagih hasil atau janji yang diberikan oleh saudari H,” sambungnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menerima bantuan sebesar Rp 2 triliun dari pengusaha asal Langsa, Aceh Timur untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021). (Foto: peloporberita.com/Polda Sumsel)
Namun hingga dengan awal 2020, janji itu tidak dipenuhi oleh si terlapor atau H. Sehingga, dilaporkan ke Polda Metro Jaya saudari H sebagai terlapor kemudian berproses di sini sudah kita lakukan mulai dari penyelidikan, kemudian naik sampai ke penyidikan.
Yusri Yunus juga membeberkan bahwa terlapor sendiri sudah mengakui dari Rp7,9 miliar, yang sudah dikembalikan Rp1,3 miliar secara bertahap kepada pelapor. Tetapi sampai dengan terakhir pada saat kita lakukan pemanggilan pemeriksaan kepada saudari H, panggilan pertama kedua tidak dihadiri.
"Tanggal 28 juli yang lalu, pelapor kemudian mencabut laporannya. Dalam bentuk pengiriman surat untuk mencabut laporan terhadap saudari H," sebut Kabid Humas.
Nah ini yang kemudian sekarang penyidik akan mengklarifikasi lagi si pelapor. Rencana akan kita undang untuk diklarifikasi lagi. Apa motif dari si pelapor ini mencabut laporannya. Tetapi yang perlu saya tegaskan di sini bahwa laporan ini sejak Februari 2020 tentang laporan penipuan dan penggelapan,” tambahnya.
Foto bilyet giro Rp 2 triliun anak Akidi Tio. (Foto: peloporberita.com/Istimewa)
Oleh sebab itu, Kabid Humas meminta agar kasus ini jangan disangkut pautkan dengan permasalahan yang didaerah Sumatera Selatan lantaran memang sudah sejak Februari 2020. Permasalahan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh pelapor itu juga sudah ada sejak tahun 2018 yang lalu.
"Nanti kita tunggu hasil klarifikasi daripada si pelapor sendiri untuk kita undang. Apa dasar pelapor ini mencabut laporannya," tandas Kabis Humas. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Lima perusahaan swasta, memberikan donasi kepada pemerintah Indonesia untuk penanganan covid-19 yang diserahkan ke Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Lima Perusahaan tersebut adalah Hongkong CBL Limited, LX International, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, PT Dexin Steel Indonesia, dan TVS Motor Company.
Donasi ini diterima langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Tranportasi Ayodhia Kalake dan Penasehat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jona Widagdo di Kamadjaja KLOG Park Cibitung, Bekasi pada Jumat, 30 Juli 2021.
“Kebutuhan oksigen medis saat ini 5 kali lebih banyak dari saat keadaan normal.”
Deputi Ayodhia mengatakan, lebih cepatnya penularan virus Covid-19, menjadi tantangan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Salah satu wujudnya, adalah donasi untuk penanganan Covid-19 di Indonesia yang diberikan oleh lima pihak swasta kepada pemerintah Indonesia.
“Atas nama Pak Menko, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas donasi yang telah diberikan,” tutur Deputi Ayodhia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu, 31 Juli 2021.
Kemenko Marves Terima Donasi dari 5 Perusahaan Swasta. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)
Ia juga membeberkan bahwa berkat pemberian ini akan dapat menolong pasien yang sangat membutuhkan yang tersebar di berbagai lokasi.
“Kebutuhan oksigen medis saat ini 5 kali lebih banyak dari saat keadaan normal,” tegasnya.
Selaras pernyataan tersebut, Jona juga menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa beruntung memiliki teman dari seluruh dunia untuk membantu menangani Covid-19 di Indonesia.
Kemenko Marves Terima Donasi dari 5 Perusahaan Swasta. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)
“A friend in need is a friend indeed (teman sejati adalah teman yang tetap ada di samping kita saat sedang masa-masa susah),” tandasnya.
Sejauh ini, bantuan yang diberikan telah didistribusikan kepada rumah sakit dan klinik yang menjadi prioritas di seluruh wilayah Indonesia, terutama alat kesehatan oxygen concentrator.
Alat ini diakui telah mampu menyelamatkan banyak nyawa, terlebih proses distribusi maupun penggunaannya dapat dilakukan lebih cepat dibanding tabung oksigen pada umumnya.
Alat kesehatan ini pun akan didatangkan kembali minggu depan. Bersama Kementerian Kesehatan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Marves akan membantu mendistribusikannya ke penerima yang membutuhkan.
Respon balik dari dinas kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, dan isoman di daerah yang sudah menggunakan oxygen concentrator sangat baik dan disebut sebagai alat krusial untuk pertolongan dini saat saturasi pasien mulai turun.
Selain itu, Kemenko Marves pun berharap pada masa mendatang akan lebih banyak alat kesehatan dan obat-obatan yang diproduksi sendiri di Indonesia.
Deputi Ayodhia dan Penasehat Jona juga menegaskan tentang pentingnya program vaksinasi, mengingat dengan vaksin, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan orang-orang sekitar dari jenis virus yang saat ini ada maupun dari mutasi-mutasi baru yang mungkin muncul. []