Tag: Dividen

  • Hore Cair Lagi, Astra Otoparts Bagikan Dividen Final Rp192 Miliar

    Jakarta – Pemegang saham PT Astra Otoparts Tbk.(AUTO), menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 sebesar Rp611,34 miliar dan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp245,8 miliar. Dengan begitu total dividen tunai sebesar Rp51 per lembar saham.

    Sebelumnya, Emiten milik Astra Group di bisnis komponen ini, telah membagikan dividen interim sekitar Rp53,01 miliar atau sebesar Rp11 dper lembar saham pada 22 Oktober 2021.

    Sementara selebihnya sekitar Rp192 miliar akan dibayarkan tanggal 12 Mei mendatang, kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per-tanggal 25 April ini.

    Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengatakan, kedepannya Astra Otoparts akan terus melakukan inovasi pada produk dan layanan perseroan.

    “Inovasi dilakukan untuk kategori otomotif maupun nonotomotif, dengan menangkap peluang-peluang baru yang muncul di pasar sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan,” katanya, Selasa (12/04/2022).

    Selain itu, pemegang saham Astra Otoparts juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, serta menunjuk Heru Harsana sebagai direktur, menggantikan Aurelius Kartika Hadi Tan, yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

    Dengan begitu, maka susunan anggota direksi AUTO sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:

    • Hamdhani Dzulkarnaen Salim sebagai Presiden Direktur
    • Lay Agus sebagai Direktur
    • Kusharijono sebagai Direktur
    • Yusak Kristian Solaeman sebagai Direktur
    • Agus Baskoro sebagai Direktur
    • Wanny Wijaya sebagai Direktur
    • Heru Harsana sebagai Direktur.[]
  • Starbucks Fokus Investasi Pada Karyawan dan Hentikan Buyback Saham

    Jakarta | Starbucks Corp akan menghentikan pembelian kembali (buyback) saham, untuk berinvestasi lebih banyak pada karyawan dan toko. Hal ini diungkapkan oleh mantan Chief Executive Officer (CEO) Howard Schultz yang telah kembali memimpin Starbucks untuk ketiga kalinya.

    Melansir Reuters, Starbucks pada bulan lalu mengumumkan bahwa Schultz akan mengambil alih sebagai CEO sementara, setelah Kevin Johnson pensiun.

    Schultz menjabat sebagai CEO Starbucks dari 1986 hingga 2000, dan kemudian kembali menjabat dari 2008 hingga 2017. Di bawah kendalinya, Starbucks tumbuh dari 11 gerai menjadi lebih dari 28.000 gerai di 77 pasar di seluruh dunia.

    Chief Investment Officer and Director of Research at Tigress Financial Partners Ivan Feinseth menilai, dengan menangguhkan buyback saham, Schultz mengisyaratkan ingin membuat langkah berani dan mengalihkan arus kas perusahaan untuk berinvestasi dalam pertumbuhan dan karyawan, sambil mencoba menangkis serikat pekerja.

    Dalam beberapa bulan terakhir, karyawan di 10 gerai Starbucks di Amerika Serikat (AS) memang menyuarakan minatnya bergabung dengan Serikat Pekerja, afiliasi dari Serikat Pekerja Layanan Internasional.

    Sepanjang tahun fiskal 2019 dan 2020, Starbucks menghabiskan hampir USD 12 miliar untuk buyback. Kemudian pada Oktober lalu, Starbucks menyatakan akan menganggarkan USD 20 miliar selama tiga tahun, untuk buyback saham dan dividen.[]

  • Rio Tinto Kecipratan Cuan Tingginya Permintaan Bijih Besi dari Tiongkok

    peloporberita.com/ | Grup pertambangan global, Rio Tinto mencetak rekor laba tahunan dan rekor dividen setahun penuh senilai USD 16,8 miliar. Capaian itu antara lain didorong oleh kenaikan harga bijih besi dan tingginya permintaan dari Tiongkok.

    “Neraca kami adalah yang terkuat setidaknya selama 15 tahun terakhir,” kata Chief Executive Officer (CEO) Rio Tinto Jakob Stausholm, seperti dikutip dari Reuters.

    Rio Tinto juga mengumumkan dividen khusus final sebesar USD 62 sen per saham dan dividen final sebesar USD 4,17 per saham. Angka ini lebih tinggi dari dividen final tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,09 per saham, sehingga total dividen tahun 2021 menyentuh rekor USD 10,40 per saham.

    Untuk tahun ini, Rio Tinto memprediksi pengiriman bijih besi akan lebih rendah, akibat kekurangan tenaga kerja sebagai dampak dari pandemi.

    Selain itu, Rio Tinto juga berkomitmen mengeksplorasi semua opsi di Serbia, yang menutup proyek lithium Jadar senilai USD 2,4 miliar. Kini, perusahaan tersebut tengah meninjau dasar hukum dari keputusan tersebut dan implikasinya terhadap kegiatannya di Serbia.

    “Apa yang kami tawarkan sekarang adalah keterlibatan yang berarti dengan para pemangku kepentingan,” ujar Stausholm.[]

  • BCA Bakal Setor Dividen Rp 1,69 Triliun ke Group Djarum

    peloporberita.com/ – Bank Central Asia akan menyetorkan dividen senilai 1 koma 69 triliun rupiah kepada Group Djarum sebelum akhir tahun ini. Tercatat, Group Djarum melalui entitasnya Dwimuria Investama Andalan adalah pemegang saham mayoritas BCA, dengan kepemilikan mencapai 54 koma 9 persen saham.

    Sebelumnya, BCA akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai senilai total lebih dari 3 triliun rupiah untuk tahun buku 2021. Adapun hari Selasa, (16/11/2021) ini, merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.

    Di sebutkan, jumlah dividen interim yang akan dibayarkan BCA kali ini meningkat 27 setengah persen dibanding dividen interim tahun buku 2020. []