Tag: Daihatsu

  • Jangan Parkir Sembarangan, Terik Matahari Perpendek Umur Coating

    Jakarta – ketika kita sedang bepergian, tak jarang di tempat tujuan kita mendapati lahan parkir yang tidak teduh atau langsung tersorot sinar matahari. Paparan sinar matahari secara langsung itu, lama-kelamaan akan merusak lapisan coating.

    Selain itu, kerusakan interior juga bisa terjadi jika mobil kalian sering dijemur di bawah sinar matahari. Mobil yang selalu parkir di tempat panas pada bagian dashboard yang biasanya berbahan plastik akan lebih cepat pudar warnanya.

    Adapun bagian dashboard yang sering terpapar panas sinar matahari adalah bagian depan atas. Selain itu, paparan sinar matahari juga bisa lapisan memudarkan warna kulit setir.

    Pada bagian eksterior atau permukaan body luar mobil, panasnya sinar matahari dapat membuat cat mobil seperti pudar atau kusam dari warna aslinya. Juga bisa mempengaruhi bagian mobil yang terbuat dari karet, seperti karet channel yang berada di sela-sela kaca mobil, dan bagian lainnya yang terbuat dari karet.

    Sering memarkir mobil di tempat yang tidak teduh atau panas dapat mempengaruhi umur coating mobil bagian wiper, sehingga bisa cepat rusak. Laman resmi Daihatsu menyebutkan, hal itu membuat kualitas dari wiper dapat berkurang, menjadi lebih keras sehingga tidak elastis lagi. Jika karet wiper tidak elastis lagi, maka membuat baret pada kaca ketika digunakan akibat terjadinya goresan.

    Lebih lanjut, mika lampu pada mobil juga dapat terpengaruh seringnya Anda menjemur mobil di bawah terik sinar matahari. Yakni, mika lampu pada mobil akan menjadi cepat menguning.

    [irp]

    Ini, lantaran bahan pembuatan mika lampu yang terbuat dari akrilik yang lebih rentan ketika terpapar sinar matahari. Jika terjadi, maka dapat mempengaruhi pancaran sinar yang keluar dari lampu mobil anda. Lampu akan terlihat lebih redup, sehingga dapat berbahaya ketika digunakan.

    Selain membuat mika lampu menjadi berwarna kekuningan, pada mika tersebut juga bisa terdapat baret halus. Jika dibiarkan sering terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang, baret tersebut dapat menjadi banyak dan panjang.

    Jika tak ingin ini terjadi kepada mobil Anda, maka hindarilah memarkirkan mobil di tempat panas atau terpapar sinar matahari secara langsung, apalagi dalam jangka waktu yang lama. []

    [irp]

  • Penyebab Tapak Ban Botak Sebelah

    peloporberita.com/ – Bila Anda sering merasa kondisi ban kendaraan botak sebelah, maka barang kali tiga hal berikut ini yang dilansir dati Daihatsu bisa menjadi penyebabnya. Pertama, sudut kemiringan ban tidak lurus. Seharusnya, sentuhan permukaan ban ke medan jalan bisa rata sehingga permukaannya dapat memberikan tapak yang cukup baik.

    Namun, saat pengaturan sudut kemiringan ban tidak lurus, ban pun tidak bisa menapak dengan sempurna. Ini membuat sudut ban tidak rata dan sebagian permukaannya lebih condong ke luar.

    Kondisi tersebut, sering kali diakibatkan proses mengatur setelah toe in dan toe out yang tidak sesuai dengan standar, yang pada akhirnya membuat ban tidak rata saat menyentuh permukaan medan jalan.

    Penyebab yang kedua adalah tekanan angin ban yang kurang sesuai. Dalam kasus ini, tanpa Anda sadari ukuran tekanan angin ban mobil yang tidak tepat ternyata bisa menyebabkan kondisi ban Anda botak sebelah.

    Setiap jenis ban, pada umumnya memiliki tekanan angin yang berbeda-beda sesuai dengan pedoman dari setiap ban yang digunakan. Namun, jika tekanan angin ban mobil terlalu sedikit, maka sisi ban bagian tengah akan lebih cepat aus.

    Sedangkan, jika tekanan angin ban terlalu berlebihan, maka bagian tengah ban juga akan lebih mudah habis. Oleh sebab itu, pastikan tekanan ban pada mobil Anda sesuai dengan jenis ban yang digunakan.

    Kemudian penyebab ketiga adalah pengaturan suspensi yang kurang tepat yang membuat sudut tegak lurus dengan tanah menjadi tidak sesuai yang menyebabkan salah satu sisi ban akan menapak ke jalan dengan tidak sempurna.

    Kondisi ini, membuat permukaan ban Anda lebih cepat aus atau habis. Selain itu, pengaturan suspense yang tidak tepat juga dapat berpengaruh terhadap bagian camber yang bisa saja membuat bagian ban dalam lebih cepat habis atau sebaliknya. []

  • Tips Mengembalikan Elastisitas Karet Wiper Mobil

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kelenturan dan elastisitas karet pembersih kaca depan dan belakang, atau biasa disebut wiper sangat penting agar kinerjanya maksimal. Sebab benda tersebut, merupakan komponen vital saat berkendara di tengah guyuran hujan.

    Jika terlanjur keras, berikut cara mengembalikan elastisitas karet wiper dengan hasil non permanen dari Sahabat Daihatsu.

    Oleskan Baby Oil atau Minyak Zaitun

    Beberapa pemilik mobil, mengoleskan karet dengan minyak bayi atau minyak zaitun untuk menjaga kelenturannya. Minyak ini,  memang berfungsi untuk melunakkan karet yang mulai mengeras. Namun, sifatnya hanya sementara.

    Perlu diketahui, hingga kini belum ada cairan yang dapat mengembalikan elastisitas karet yang sudah kaku.

    Tetapi apabila wiper mobil kotor, sebelum mengoleskannya dengan minyak maka bersihkanlah terlebih dahulu. Caranya cukup di lap dengan air hangat perlahan-lahan lalu keringkan dengan kain/lap.

    Rendam dengan Air Cuka Asli

    Cuka ternyata bisa dimanfaatkan untuk melembutkan wiper yang kaku. Tetapi, cuka tersebut harus cuka asli tanpa campuran air apapun. Cara menggunakannya cukup mudah.

    1. Pertama rendam wiper dengan air cuka, lalu tunggu beberapa saat agar bereaksi.

    2. Gosok perlahan dengan spons pencuci piring.Lakukan gerakan searah secara berulang-ulang.

    3. Jika masih keras, rendam kembali dalam waktu yang lebih lama. Ulangi sampai karet wiper melembut dan lebih elastis. []

  • Waspada Rem Blong, Ganti Master Rem Jika Sudah Seperti ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Rem merupakan salah satu komponen paling penting untuk keselamatan pengendara. Meski saat ini, rem pada kendaraan roda empat telah dilengkapi dengan berbagai komponen seperti master rem, tetap saja perlu dilakukan pengecekan secara berkala.

    Berikut ciri master rem mobil sudah rusak yang dikutip peloporberita.com/ dari laman resmi Daihatsu.

    1. Rem Mobil Tidak Pakem

    Master rem yang kurang optimal, akan menyebabkan berbagai efek samping antara lain rem tidak pakem. Keadaan rem tidak pakem, hampir sama dengan rem kemasukan angin. Anda perlu mengocok pedal rem berulang kali agar master rem bisa kembali berfungsi.

    Lalu, sebenarnya apa penyebab rem mobil kurang pakem? Biasanya, penyebab rem tidak pakem lantaran kedua seal master rem sudah mulai aus, namun masih bisa digunakan dan tidak sepenuhnya rusak. Kondisi ini biasanya ditandai adanya rembesan minyak rem pada bagian belakang dekat dengan booster rem.

    Rem Master
    Ilustrasi rem master/Foto: peloporberita.com/Blibli)

    Ciri master rem seperti ini jika dibiarkan begitu saja, akan membahayakan Anda ketika berkendara. Oleh sebab itu, rem yang pakem sangat dibutuhkan di jalanan padat guna menghindari terjadinya kecelakaan.

    2. Bentuk Seal Master Rem Berubah

    Minyak rem, juga merupakan elemen penting yang berguna untuk memacu tarikan tuas rem. Jika minyak rem tidak mengalir dengan normal, maka bisa menyebabkan master rem rusak.

    Hal ini, akibat kondisi seal master rem yang tidak lagi mengembang. Adapun seal master rem yang rusak biasanya disebabkan karena telah aus serta adanya bekas gesekan yang membentuk garis.

    Ciri master rem seperti ini akan bertambah parah, bila minyak rem bocor atau menetes. Hal itu, akan membuat tuas rem yang dipacu tidak bisa bekerja dengan optimal untuk menghentikan gaya gerak roda pada kendaraan roda empat.

    3. Dinding Rem Berkarat

    Dinding bagian dalam master rem memiliki fungsi menjaga sistem pengereman agar bisa bekerja dengan aman. Selain itu, dinding rem mencegah adanya kotoran yang masuk ke dalam rem.

    Bila dinding pada rem telah berkarat, akan membahayakan kondisi rem, sebab ada celah di dalamnya. Celah inilah yang mengundang debu masuk ke dalam rem, dan pada akhirnya sistem pengereman pada kendaraan Anda akan menjadi lebih lambat.

    Selain debu, dinding yang telah berkarat akan membuat lumpur bisa masuk ke dalam rem. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda selalu merawat seluruh komponen kendaraan Anda secara berkala, terutama rem.

    Demikianlah beberapa ciri master rem rusak yang perlu Anda ketahui guna menghindari terjadinya rem blong saat mengendarai mobil. []

  • Tips Menyetir Mobil Aman di Malam Hari

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menyetir mobil di malam hari, jauh lebih beresiko dibandingkan di pagi atau siang hari. Hal ini, lantaran kondisi jalan yang gelap, minim penerangan, ditambah sorot lampu kendaraan lain dari lawan arah membuat jarak pandang terbatas sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

    Agar Sobat Pelopor lebih aman dan terhindar dari risiko kecelakaan. Berikut ini kami rekomendasikan 5 tips yang dapat membantu Anda menyetir mobil di malam hari dengan aman yang dikutip peloporberita.com/ dari laman resmi Daihatsu.

    1. Menyalakan lampu depan
    Yang paling penting, jangan lupa untuk menyalakan lampu depan ketika Anda menyetir mobil di malam hari agar jalan terlihat lebih jelas. Hal ini mungkin sudah sangat umum dilakukan lantaran sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa setiap kendaraan wajib menyalakan lampu walaupun kondisi siang hari.

    Jika memang dibutuhkan, Anda dapat menyalakan lampu jauh. Namun, jangan melakukannya secara terus-menerus karena bisa mengganggu penglihatan pengendara dari arah yang berlawanan.

    2. Berkendara saat kondisi badan fit
    Tak jarang kendaraan mengalami kecelakaan di malam hari akibat kondisi sopir yang mengantuk atau kurang fit. Oleh sebab itu, hal ini menjadi sangat penting. Sebab, Jika memang sudah lelah sebaiknya jangan dipaksakan untuk menyetir mobil malam hari. Anda bisa juga menggunakan waktu untuk beristirahat di rest area, minimarket, atau motel sampai kondisi benar-benar fit.

    berkendara malam hari
    Ilustrasi berkendara malam hari/(Foto:Pelopor/Ist)

    Berkendara di malam hari membutuhkan ekstra stamina, akibat tekanan angin malam serta kebutuhan atensi yang lebih tinggi dibandingkan ketika pagi atau siang hari. Jadi jangan ambil resiko karena akan membahayakan orang lain dan diri Anda sendiri.

    3. Tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan
    Menjaga jarak, juga sangat penting dilakukan ketika berkendara, tak terkecuali saat Anda menyetir mobil malam hari. Dengan mengatur jarak aman dari kendaraan di depan Anda maka mendapatkan visibilitas atau penglihatan akan lebih luas. Hal ini, tentunya sangat bermanfaat untuk mencegah hantaman lubang aspal atau kecelakaan akibat rem mendadak.

    4. Jangan mengemudi terlalu kencang/ngebut
    Biasanya kondisi jalan relatif lebih lenggang ketika Anda menyetir mobil di malam hari, dibanding pagi atau siang. Secara psikologis, pengendara biasanya akan terpacu untuk menarik gas di atas rata-rata agar lebih cepat sampai di tujuan.

    Padahal, justru tidak disarankan untuk ngebut ketika berkendara di malam hari. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bereaksi bagi pengendara ketika terjadi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti hewan liar yang melintas, orang menyeberang jalan, pohon tumbang, atau kendaraan macet yang parkir di sebagian bahu jalan.

    5. Siapkan hiburan seperti musik atau permen
    Anda bisa juga menyiapkan permen dan musik sebagai hiburan ketika berkendara di malam hari. Sebab, kandungan gula yang tinggi mampu memberikan pasokan energi ke tubuh sehingga otot-otot akan cepat pulih.

    Sementara mendengarkan musik bagi sebagian orang bisa menjadi alternatif untuk mengusir kebosanan sehingga membantu lebih berkonsentrasi dengan kondisi jalan.

    Itulah tips menyetir mobil di malam hari, pastikan Anda siap dengan berbagai kemungkinan agar selamat sampai tujuan. []