Tag: Citigroup

  • Berkshire Hathaway Gelontorkan USD 51,1 Miliar untuk Investasi Baru

    Jakarta | Berkshire Hathaway Inc., perusahaan milik investor ternama Warren Buffet, pada kuartal pertama tahun ini telah menambah investasinya di Citigroup Inc. dan sejumlah perusahaan lain senilai USD 51,1 miliar. Sebelumnya, Berkshire telah menginvestasikan hampir USD 3 miliar di Citigroup.

    Sedangkan sejumlah perusahaan lain yang dimaksud adalah perusahaan induk asuransi Markel Corp., perusahaan bahan kimia dan bahan khusus Celanese Corp, distributor obat McKesson Corp dan Paramount Global, sebelumnya dikenal sebagai ViacomCBS, serta Ally Financial Inc..

    Citigroup sendiri telah memulai rencana jangka panjangnya untuk meningkatkan kinerja dan harga saham yang dalam beberapa tahun terakhir telah tertinggal dari rivalnya, JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp.

    Di sisi lain, Berkshire akhirnya keluar dari Wells Fargo & Co setelah 33 tahun berinvestasi dan merasa makin memburuk. Tak hanya itu, Berkshire juga menjual hampir seluruh saham Verizon Communications Inc. senilai USD 8,3 miliar yang telah dikumpulkannya pada akhir 2020.

    Mengutip Reuters, perusahaan milik Warren Buffett itu mengakhiri Maret dengan aset senilai USD 106,3 miliar tunai, turun dari rekor USD 146,7 miliar pada tiga bulan sebelumnya, sebagian besar mencerminkan investasi baru.[]

  • Citigroup: Trader Buat Kesalahan ‘Flash Crash’

    Jakarta – Raksasa perbankan Amerika Serikat (AS) Citigroup mengatakan, bahwa salah satu pedagangnya membuat kesalahan dalam apa yang disebut “flash crash” pasar saham di Eropa pada Senin (02/04/2022).

    Flash crash adalah penurunan harga satu atau lebih aset yang sangat cepat, hal itu sering kali disebabkan oleh kesalahan perdagangan.

    Akibat Flash Crash, Perdagangan dihentikan sebentar di beberapa pasar setelah indeks saham utama jatuh tepat sebelum jam 8 pagi GMT Senin kemarin. Dimana saham Nordik menjadi yang terpukul paling keras, sementara indeks Eropa lainnya juga anjlok untuk waktu yang singkat.

    “Pagi ini salah satu pedagang kami melakukan kesalahan saat memasukkan transaksi. Dalam beberapa menit, kami mengidentifikasi kesalahan dan memperbaikinya,” tutur bank yang berbasis di New York itu dalam sebuah pernyataan pada Senin malam.

    Flash crash juga menyebabkan saham Eropa jatuh secara tiba-tiba saat perdagangan sangat tipis lantaran hari libur umum di seluruh dunia.

    Benchmark Swedia Indeks saham Stockholm OMX 30, adalah salah satu yang paling terpukul, jatuh 8% pada satu titik, sebelum memulihkan sebagian besar kerugian untuk mengakhiri hari 1,87% lebih rendah.

    [irp]

    Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: peloporberita.com/Pixabay)

    Flash crash dapat disebabkan oleh kesalahan manusia, atau yang disebut perdagangan "jari gemuk", yakni referensi untuk seseorang yang salah mengetik detail perdagangan.

    Kesalahan perdagangan seperti itu dan flash crash yang diakibatkannya seringkali mahal. Mereka telah memicu perombakan aturan pasar saham dan bahkan berujung pada hukuman pidana.

    ● Pada Agustus 2012, kesalahan perdagangan komputer di perusahaan jasa keuangan AS Knight Capital menyebabkan gangguan pasar saham besar, merugikan perusahaan sekitar $440 juta.

    ● Pada Oktober 2013, flash crash di Bursa Singapura di mana beberapa saham kehilangan hingga 87% dari nilainya dan mengakibatkan peraturan baru diberlakukan untuk menghindari terulangnya insiden tersebut.

    ● Pada 2020, mantan pedagang pasar saham yang berbasis di Inggris Navinder Sarao dijatuhi hukuman satu tahun tahanan rumah karena membantu memicu kehancuran pasar saham AS senilai $1 triliun 10 tahun sebelumnya.

    [irp]

    Kala itu, Sarao menggunakan perangkat lunak berkecepatan tinggi yang diprogram khusus untuk menempatkan ribuan pesanan yang tidak ingin dia penuhi sehingga menciptakan ilusi permintaan pasar. Ketika dia membatalkan atau mengubah tawarannya, dia bisa mendapat untung.

    Aktivitas -yang dikenal sebagai "spoofing" ini, berkontribusi pada ketidakstabilan pasar yang menyebabkan "flash crash" pada Mei 2010 ketika indeks Dow Jones turun hampir 1.000 poin dalam hitungan menit.

    Pasa tahun 2010, AS menjadikan spoofing sebagai kejahatan. Langkah ini, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperketat peraturan setelah krisis keuangan 2008. []

    [irp]

    Sumber BBC

  • Citi Bakal Jual Unit Ritel India ke Axis Bank

    Jakarta | Citigroup akan melepas unit perbankan ritelnya di India kepada pemberi pinjaman sektor swasta terbesar ketiga di negara itu, Axis Bank, dengan harga sekitar USD 1,6 miliar atau setara Rp 22,9 triliun (kurs Rp 14.359 per USD). Penjualan itu mencakup kartu kredit, perbankan ritel, manajemen kekayaan dan pinjaman konsumen.

    Selain itu juga termasuk dalam kesepakatan adalah bisnis pembiayaan non-perbankan yang didukung Citicorp Finance (India), bersama dengan 3.600 karyawan Citi yang akan bergabung dengan Axis Bank setelah menyelesaikan proses penjualan pada semester pertama tahun 2023.

    “Saat kami bergerak maju dengan transaksi ini, India tetap menjadi pasar institusional utama bagi Citi,” kata Chief Executive Officer (CEO) Citi APAC Peter Babej yang dikutip dari finews.asia, Kamis (31/03/2022).

    Langkah penjualan ini merupakan bagian dari rencana Citi memperluas pasar konsumen dan mempertajam fokus strategisnya pada manajemen kekayaan.

    Sebelumnya pada Januari lalu, Axis Bank disebut menjadi penawar yang paling disukai untuk unit ritel Citi, yang diikuti oleh kompetitornya dari India, Kotak Mahindra di tempat kedua.

    Sejumlah penawar lain yang juga tertarik dengan kesepakatan yang sama adalah DBS, Standard Chartered dan Yes Bank. SBI Cards and Payment Services juga dikabarkan mengincar portofolio kartu kredit mandiri.[]