Tag: Charoen Pokphand

  • Unit Pusat Data Charoen Targetkan Rp 2,1 Triliun dari Penjualan Saham

    Jakarta | True Internet Data Center Co (True IDC), unit usaha Charoen Pokphand Group (CP Group), disebut tengah berupaya mengumpulkan sekitar USD 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun dari penjualan saham minoritas.

    Menurut sejumlah orang yang mengetahui masalah ini, kepemilikan di perusahaan yang berbasis di Bangkok telah menarik minat dari perusahaan lain di industri dan investor keuangan. Penawaran tidak mengikat akan jatuh tempo pada awal pekan ini.

    Berdasarkan laporan Bloomberg News pada September lalu, CP Group sedang menjajaki divestasi True IDC yang dapat mencapai sekitar USD 200 juta. Perusahaan mengatakan pada saat itu bahwa mereka tidak berniat menjual bisnis.

    True IDC adalah pusat data dan penyedia layanan cloud carrier-neutral, dan menurut situs webnya, True IDC adalah bagian dari unit digital CP Group Ascend Corp. Unit ini mengoperasikan empat pusat data di Thailand dan satu di Myanmar.

    Infrastruktur digital seperti menara dan pusat data memang menarik minat investor, menyusul lonjakan aktivitas online selama pandemi.

    CP Group dikendalikan oleh miliarder Dhanin Chearavanont yang memiliki kekayaan bersih sebesar USD 4,6 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

    Dia adalah pemegang saham terbesar dan ketua senior CP Group, perusahaan tertutup yang terbesar di Thailand, dan bergerak di bidang pertanian, makanan, ritel dan telekomunikasi.[]

  • Chickin Startup Binaan Pertamina Masuk Daftar Forbes Under 30

    Jakarta | Chickin Indonesia, startup binaan Pertamina dalam program StartUp Pertamuda Seed & Scale tahun lalu, berhasil masuk daftar entrepreneur 30 & under 30 kategori Tech Enterprise versi Majalah Forbes.

    Chickin mengembangkan aplikasi Smart Farm Micro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien. Hingga kini, Chickin telah bermitra dengan sejumlah perusahaan, seperti Japfa, Charoen Pokphand, CJ Group, dan 14 rumah potong hewan lainnya.

    Forbes menilai, Chickin Indonesia sebagai startup teknologi unggas pertama di Asia Tenggara, dan telah berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ratusan peternak unggas.

    Chickin Indonesia didirikan oleh dua anak muda lulusan Universitas Brawijaya, yaitu Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra. Mereka berhasil mengungguli 50 tim dari 23 universitas lain.

    “Keunggulan aplikasi yang kami ciptakan adalah membantu peternak unggas agar dapat meningkatkan pendapatan mereka hingga 25%. Aplikasi yang kami gagas  ini juga memungkinkan peternak menjual ayam dengan harga lebih tinggi,” kata Ashab seperti dikutip dari laman resmi Pertamina.

    Selain itu, Chickin juga menghadirkan teknologi manajemen kandang, Chickin Smart Farm, yang memudahkan peternak memonitor kebutuhan pakan, pertumbuhan ayam, mengatur suhu dan kelembaban kandang, serta mencatat seluruh kegiatan administrasi perkandangan secara digital.

    Ashab bersyukur atas prestasi yang diraih Chickin yang pastinya tak terlepas dari bantuan Pertamina.

    “Dukungan Pertamina sangat impactful. Dari situ kami bisa berkembang lagi dan mendapat investor. Dan itu sangat membantu Chickin dalam perjalanannya,” jelasnya.[]