Tag: Buku

  • 80 Tahun Jusuf Kalla, Sofyan Djalil Akui JK Idolanya

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil mengaku bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) adalah idolanya.

    Hal ini, diucapkan Sofyan dalam acara syukuran 80 tahun Jusuf Kalla dan peluncuran buku ‘Jusuf Kalla, Dibalik Beragam Isu’ pada Kamis (26/05/2022), di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

    “Dari Pak JK, banyak hal yang menjadi idola, pedoman yang ingin saya tiru, walaupun menirunya barangkali jauh dari kemampuan Pak JK,” tutur Sofyan.

    Sofyan mengaku, dirinya mengenal sosok kelahiran Makassar itu sejak pencalonan beliau menjadi Wakil Presiden RI di tahun 2014.

    Dari pertemuan itu, Menteri ATR/Kepala BPN berkata bahwa sosok JK yang begitu peduli terhadap kemanusiaan langsung menjadi inspirasi.

    [irp]

    Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). (Foto:Pelopor.id/ATR/BPN)

    “Di mana ada kepentingan orang banyak, Pak JK selalu ada,” ungkapnya.

    Salah satu tindakan dari JK yang diingat Sofyan A. Djalil ialah bagaimana dia menyelesaikan permasalahan yang timbul pasca tsunami Aceh 2004 silam.

    [irp]

    80 Tahun Jusuf Kalla, Sofyan Djalil Akui JK Idolanya

    “Bagaimana Pak JK menyelesaikan persoalan jenazah, dan dengan fatwa beliau urusan itu bisa terselesaikan,” sebutnya.

    Meski sudah berusia 80 tahun, bagi Sofyan A. Djalil sosok JK adalah seorang negarawan yang tak pernah berhenti memikirkan rakyat.

    [irp]

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil
    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil. (Foto:Pelopor.id/ATR/BPN)

    “Semangatnya mengingatkan saya pada novel karangan Sutan Alisjahbana, ‘Api nan Tak Kunjung Padam’,” tegas Sofyan A. Djalil.

    “Terima kasih banyak, selamat ulang tahun Pak JK. Masih panjang perjuangan Bapak insyaallah, masih banyak yang bisa Bapak kontribusikan pada bangsa ini,” tandas Menteri ATR/Kepala BPN. []

  • Kemendes PDTT Terbitkan Buku Saku Panduan dan Sosialisasi Penanganan Bencana

    Jakarta – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menerbitkan Buku Saku panduan dan sosialisasi penanganan bencana menyasar desa-desa yang rawan bencana.

    Hal ini disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, dalam Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Persiapan Panitia Nasional Penyelenggara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 tahun 2022 di Nusa Dua Bali.

    “Panduan Penanganan Bencana ini jadi acuan bagi Desa dalam merencanakan, menganggarkan, dan Melaksanakan penanganan bencana di Desa, Rekomendasi penanganan bencana tiap desa tersusun algoritmik sesuai arah Kebijakan SDGs Desa untuk penanganan bencana: SDGs Desa Tujuan 1, 11, 12, 13, 14, 15, 16,” tuturnya Kamis (21/4/2022).

    Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menjelaskan, Kebijakan Penanganan Bencana di Desa dimulai dengan Surat Mendes PDTT Tanggal 16 Oktober 2020 mengenai Persiapan penanganan bencana dan Koordinasi penanganan bencana.

    Kemudian ditindaklanjuti Kepmen Desa PDTT Nomor 71 Tahun 2021 tentang Panduan Penanganan Bencana di Desa yang berisi kegiatan dan anggaran pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

    Gus Halim memaparkan, dari 74.960 desa, terdapat 28 persen desa yang mengalami bencana pada tahun 2021. Fakta lainnya hingga tahun 2021, baru sekitar 20 persen desa yang siap dengan mitigasi bencana.

    “Oleh karena itu, buku panduan ini penting dan akan dicetak dalam bentuk Ringkasan Kepmendesa PDTT 71/2021 divisualisasikan dalam bentuk infografis dengan menyasar Desa Rawan Bencana,” ungkapnya.

    Gus Halim juga menerangkan penanganan Bencana di Desa terbagi dalam empat tahapan.

    1. Dimulai dengan Pencegahan dan Mitigasi. Pada tahapan ini, kelembagaan Posyandu, PKK, kader lingkungan, kader Kesehatan dan lain-lain diaktifkan.

    2. Gerakan hidup bersih dan sehat, Sosialisasi risiko bencana Desa antara lain menyebarluaskan selebaran, poster, dan spanduk mengenai risiko bencana.

    3. Program Padat Karya Tunai Desa membersihkan saluran air, membuat sumur resapan, reboisasi aliran sungai.

    4. Musyawarah Desa penetapan rencana pencegahan dan mitigasi bencana dan/atau Peraturan Desa tentang pencegahan dan mitigasi bencana.

    [irp]

    Dalam forum yang sama, Gus Halim juga menjelaskan Tahapan-tahapan mitigasi bencana desa.

    1. Mengintensifkan peringatan dini bencana diantaranya seperti penyebarluasan informasi dari stasiun BMKG, BNPB, PVMBG, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Air, dan Kementerian Desa PDTT.

    2. Kesiapsiagaan yang dimulai dengan mengaktifkan relawan desa lawan Covid-19 menjadi relawan darurat bencana kemudian pengembangan kapasitas: pelatihan, pendidikan, dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kelompok relawan dan para pelaku penanggulangan bencana agar memiliki kemampuan dan berperan aktif sebagai pelaku utama dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan-kegiatan penanganan bencana.

    Pengadaan peralatan bencana antara lain: peralatan keselamatan, tenda darurat, perahu karet, dan sebagainya. Pemantauan gejala alam dan potensi bencana melalui Siskamling dan kader lingkungan. Persiapan peralatan evakuasi diantaranya: tandu, kursi roda, mobil ambulan/angkutan darurat dan Penyiapan pos pengungsian yang aksesibel misalnya di: balai desa, sekolah, rumah ibadah.

    3. Tanggap Darurat yang bermaterikan Evakuasi korban bencana,  mengaktifkan pos pengungsian, penyiapan dapur umum, Pelayanan kesehatan darurat, pengamanan lokasi terdampak bencana dan pengungsian dan Pelayanan dukungan psikososial.

    4. Rehabilitasi dan Rekonstruksi seperti Bantuan Tunai untuk korban bencana yang belum menerima bantuan dari skema perlindungan sosial pemerintah.

    [irp]

    “Rekonstruksi fasilitas sosial/umum dengan pola padat karya tunai dan evaluasi penanganan bencana,” tegas Gus Halim.

    Panduan ini, lanjut Gus Halim, juga dapat menjadi acuan bagi desa dalam penggunaan dana Desa untuk kegiatan tanggap darurat bencana. Serta acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian dalam membina penyelenggaraan penanganan bencana di Desa.

    “ Dana Desa bisa digunakan untuk Penanganan Bencana dengan catatan sesuai dengan kewenangan dan diputuskan dalam musyawarah desa. Kami optimis buku panduan ini dapat memudahkan dalam mengorganisasikan sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.” Tandasnya. []

    [irp]

  • Ikatan Alumni Stikosa-AWS Gelar Bedah Buku “Ryan, Transformasi Sang Jagal Jombang”

    Jakarta – Ikatan Alumni Stikosa (IKA) Stikosa-AWS menggelar Bedah buku ‘Ryan, Transformasi Sang Jagal Jombang pada Rabu (20/04/2022) sore di ruang Multimedia, Stikosa AWS. Buku yang ditulis oleh Doan Widhiandono dan Noor Arief Prasetyo itu, bercerita tentang sisi lain kehidupan Ryan, pasca ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan 10 korban yang ditemukan dan dikubur di rumahnya desa Tembelang, Jombang, dan 1 pembunuhan berencana di Bekasi tahun 2008-2009.

    Ketua Stikosa AWS Meithiana Indrasari menjelaskan, rangkaian acara ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap buku yang ditulis oleh salah satu alumni Stikosa-AWS. Menurut Meithiana, menjadi penulis buku adalah level yang lebih tinggi dari wartawan dan peluang untuk memilih karir.

    “Sekilas buku ini tentang pertobatan Ryan, setelah melakukan perbuatan yang begitu kejam. Termasuk latar belakang pembentukan jiwa Ryan saat masa kanak-kanak,” tutur Meithiana berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Rabu, (20/04/2022).

    Sementara Noor Arif, salah satu penuilis yang juga alumni Stikosa AWS tahun 2004 tersebut memaparkan, proses pembuatan buku kedua yang ia tulis ini berasal dari serial liputan di harian Disway yang ia garap bersama rekannya Doan Widhiandono.

    Dalam proses penggarapan buku ini, selain melakukan wawancara langsung dengan Ryan dan Ibunya, Arif dan Doan juga menggabungkan dengan kumpulan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi-saksi kasus penjagalan yang dilakukan Ryan.

    “Buku ini digarap dari hasil liputan dan keterangan saksi-saksi dalam kasus yang menjerat Ryan. Sudut pandang kehidupan Ryan dikupas tuntas di buku ini termasuk Ryan yang akan diwisuda menjadi Hafidz Al Quran,” ungkap Noor Arief yang juga dosen di KJJT (Komunitas Jurnalis Jawa Timur).

    [irp]

    Bedah Buku “Ryan, Transformasi Sang Jagal Jombang”
    Dari kiri Moderator Eko Pamudi, Noor Arief Prasetyo sedang memberi materi, dan Doan Widhiandono. (Foto: humas Stikosa AWS).

    Sementara Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Eko Pamuji menegaskan, buku ini wajib menjadi salah satu referensi untuk mahasiswa ataupun jurnalis pemula yang hendak terjun serius ke dunia kewartaan.

    Menurutnya, apa yang ditulis oleh dua wartawan senior Disway tersebut merupakan karya jurnalis yang indah. Selain menyajikan fakta yang tidak banyak diketahui orang, teknik penulisan menjadi alasan.

    “Inilah hasil karya jurnalis karena dengan membaca buku ini akan mendapatkan dua hal penting. Dapat satu konten artinya Isinya luar biasa memang. Kedua, bagaimana kalimat itu terangkai dengan baik. Alinea alinea dibuat dengan baik itu yang harus dipelajari oleh wartawan muda saat ini,” tegas Eko.

    Acara yang berlangsung selama 90 menit ini dihadiri oleh ratusan peserta dari mahasiswa, alumni dan masyarakat umum yang hadir maupun menyaksikan lewat zoom meeting termasuk Founder Harian Disway, Dahlan Iskan.

    Ryan Jombang
    Ryan Jombang. (Foto: SS Youtube Uncle Joel)

    Ryan Jombang memiliki nama asli Very Idham Henyansyah. Ia lahir pada 1 Februari 1978 dan merupakan seorang pelaku pembunuhan berantai. Kasusnya mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi dalam dua buah tas dan sebuah kantong plastik di dua tempat di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada Sabtu pagi tanggal 12 Juli 2008.

    Korban adalah manager penjualan sebuah perusahaan swasta di Jakarta bernama Heri Santoso (40). Heri dibunuh dan dimutilasi tubuhnya oleh Ryan di sebuah apartemen di Jalan Margonda Raya, Depok. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa Ryan telah melakukan beberapa pembunuhan lainnya dan dia mengubur para korban di halaman belakang rumahnya di Jombang. []

    [irp]

  • Peluncuran Buku “Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi

    peloporberita.com/ – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Dudung Abdurachman, melaunching buku berjudul "Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi," di Ballroom B – Hotel Rafless Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).

    Kasad menjelaskan, buku yang ditulis oleh Raylis Sumitra tersebut berkaitan dengan kewaspadaannya terhadap kelompok intoleran yang ingin mencoba merobohkan empat pilar kebangsaan.

    "Dalam buku tertulis bahwa kita saat ini mewaspadai kelompok intoleran, yaitu gerakan-gerakan yang mencoba merobohkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta UUD 1945 yang merupakan empat pilar Kebangsaan yang harus kita jaga, agar Indonesia tidak goyah dan jatuh kepada tangan perusak persatuan dan kesatuan," tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Minggu (30/1/2022)

    Kasad juga menyampaikan bahwa dirinya meminjam istilah A.M. Hendropriyono dalam pengantar buku yang diluncurkannya tersebut.

    "Saya meminjam istilah, Jendral TNI Purn Prof Dr AM Hendropriyono dalam pengantar buku ini, pembiaran gerakan Intoleransi di Indonesia sangat berbahaya, karena sifat dari gerakan intoleransi adalah terorisme," ungkap Dudung.

    “Begitu juga dari Abah Lutfi (Habib Lutfi bin Yahya), jangan beri peluang sejengkal pun terhadap kelompok intoleran, pegang teguh empat pilar kebangsaan. Komitmen kita pada Merah Putih tidak boleh ditawar lagi, Indonesia terlahir sebuah keniscayaan akan keberagaman dan perbedaan, dalam perbedaan itulah terletak kekuatan kita sebagai bangsa,” sambungnya.

    Menurut Kasad, perkembangan gerakan intoleransi dan radikalisme saat ini sudah masuk ke seluruh lapisan elemen, sehingga harus kita waspadai.

    “Oleh karenanya saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, agar jangan ragu-ragu untuk mengadapi mereka, dan jangan berlebihan karena gerakan-gerakan ini sangat pesat perkembangannya,” tegasnya.

    Launching buku ini, turut dihadiri AM. Hendropriyono, Kasal, Kasau, Menteri Koperasi dan UKM, Kepala BIN, Anggota DPR RI, Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Perwakilan dari Polri, Para Asisten Kasad serta tokoh-tokoh lain seperti Habib Lutfi Bin Yahya dan KH. M. Muwafiq. []

  • Komentar Kemenparekraf Soal Buku Biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati

    peloporberita.com/ – Buku biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati yang bertajuk Laksana Manut Sasana telah resmi diluncurkan. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, peluncuran itu sebagai upaya memberikan semangat juang dalam menghadapi situasi pandemi, sehingga kebangkitan ekonomi Bali dapat terwujud.

    Almarhum Tjokorde Gde Rake Soekawati, merupakan salah seorang putra terbaik Bali yang memberikan kontribusi dalam perkembangan seni dan budaya Bali, yang juga berdampak besar pada peningkatan pariwisata. Karena pengaruhnya itu, pada 10 November 2015, Alm. Tjokorde Gde Rake Soekawati menerima penghargaan tertinggi Parama Bakti Pariwisata Kabupaten Gianyar.

    Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Uno di acara Peluncuran Buku Laksana Manut Sasana, di Puri Agung Ubud, Bali, Sabtu (15/1/2022). (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    “Saya atas nama pemerintah pusat sangat menyambut baik terbitnya buku biografi almarhum Tjokorde Gde Rake Soekawati berjudul Laksana Manut Sasana,” tutur Sandiaga Uno saat memberikan sambutan di acara Peluncuran Buku Laksana Manut Sasana, di Puri Agung Ubud, Bali, Sabtu (15/1/2022).

    “Tadi saya bertanya apa artinya dan ini ternyata artinya adalah sebuah ungkapan yang penuh dengan kearifan, sarat dengan kisah, memiliki inspirasi perjalanan hidup, sepak terjang beliau, baik dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara selama hidupnya, maupun juga bagi Bali,” sambungnya.

    Peluncuran buku ini juga sekaligus memperingati hari kelahiran Tjokorde Gde Rake Soekawati yang ke-123. Dalam perjalanan hidupnya, Tjokorde Gde Rake Soekawati tercatat sebagai satu-satunya Presiden Negara Indonesia Timur. Ia menjabat dari tahun 1946 hingga pembubaran Negara Indonesia Timur pada 1950. Selain itu, ia juga tercatat sebagai punggawa Ubud, serta diplomat seni budaya.

    Penyusunan buku Laksana Manut Sasana sendiri diinisiasi oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendekatkan nilai-nilai kepeloporan almarhum kepada generasi masa depan. Penyusunannya pun melibatkan beberapa penulis dan peneliti serta melalui tahapan focus group discussion.

    “Saya ingin berterima kasih atas kolaborasi semua pihak pemangku kepentingan demi kebangkitan Bali, kebangkitan ekonomi. Kita memang masih di tengah pandemi, tapi kita harus mewujudkan upaya penguatan kembali sektor yang terdampak,” tegas Menparekraf.

    Sandiaga Uno juga menegaskan bahwa pemerintah pusat berpihak kepada kepulihan Bali. Oleh sebab itu, semangat juang harus terus dikobarkan. Menghadapi pandemi apalagi dengan adanya Omicron memang sulit, Namun Menparekraf yakin semangat juang almarhum yang ditulis akan terus mengalir, memberikan kontribusi yang besar.

    “Kami yakin beberapa program andalan kita seperti desa wisata, ekonomi kreatif akan membuka peluang ekonomi. Saya yakin beliaulah pembuka jalan bagi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan berbasis alam dan budaya,” tandasnya.

    Dengan selesainya penyusunan buku ini pembaca akan dapat mengetahui kisah hidup almarhum mulai dari masa kecil, ketika menempuh pendidikan, berkiprah di bidang seni dan budaya, perjalanan politik, hingga gagasan dan pemikiran yang ditulis semasa hidup pada berbagai publikasi artikel kebudayaan. []