Tag: BPOM

  • Skincare Kamu Berubah Warna? Dokter Richard Lee Bilang Begini

    Jakarta – Skincare dapat menjaga kesehatan kulit Anda, sekaligus memperbaiki masalah kulit seperti jerawat, bekas jerawat, bintik hitam, keriput, dan lainnya.

    Tetapi jika SkinCare berubah warna itu boleh nggak sih?

    Dokter Richard Lee mengungkapkan, bahwa berdasarkan aturan dari Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), skincare tidak boleh berubah warna.

    “Kalo pada aturan BPOM, Skin Care itu tidak boleh berubah warna, ada yang dinamakan dengan uji stabilitas krim, jadi sebelum lulus BPOM Itu ada uji stabilitas ya,” tutur Richard Lee melalui laman Youtubenya dikutip, Senin, (16/05/2022).

    Sehingga skincare menurut pemilik klinik kecantikan Athena itu, tidak boleh berubah warna, wangi, maupun bentuknya.

    “Nggak boleh berubah warna, enggak boleh berubah wangi, gak boleh berubah bentuk, pokoknya tetap stabil pada suhu tertentu,” ungkapnya.

    “Nah kecuali kalau racikan nih. Kalau racikan kan nggak stabil. Jadi ada beberapa krim yang bisa berubah warna,” sambungnya.

    [irp]

    dr. Richard Lee. (Foto:Pelopor.id/Youtube Richard Lee)

    Lalu, jika suatu produk SkinCare berubah warnanya apakah sudah pasti bahaya?

    “Nggak juga, vitamin C bisa berubah warna, kalau Vitamin C teroksidasi bisa berubah warna menjadi kuning kecoklatan tapi kalau hydroquinone berubah warnanya jadi hitam,” tegas dr Richard Lee mengedukasi.

    Oleh sebab itu, hydroquinone dan vitamin C sebaiknya disimpan di lemari es (kulkas).

    “Kalau vitamin C sih nggak papa, kalau hydroquinone ogah deh saya pakainya,” ucap dr Richard Lee.

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa skincare yang mengandung mercury tidak berubah warna meski sudah disimpan bertahun-tahun.

    “Iya bener banget mercury ngga berubah warna,” tandasnya.

    Dokter Richard Lee, adalah dokter spesialis kecantikan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 11 Oktober 1985. Dari pendidikan yang telah ditempuh, dia memperoleh gelar dr. Richard Lee, MARS, Dipl. AAAM. []

    [irp]

  • Terkait Salmonella BPOM Setop Sementara Peredaran Kinder Joy, ini Bahayanya

    Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menghentikan sementara peredaran produk telur coklat jajanan anak-anak Kinder Joy di Indonesia, menyusul laporan kontaminasi bakteri salmonella dalam produk Kinder yang beredar di Inggris.

    Sebelumnya, produsen Coklat asal Italia, Ferrero, telah menarik produk Kinder dari pasar Inggris. selain itu, BPOM akan melakukan pengujian acak atau random sampling terhadap produk Kinder yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.

    Penghentian sementara produk Kinder Joy dilakukan, hingga diperoleh kepastian produk Kinder yang beredar di Indonesia terbebas dari dugaan pencemaran bakteri Salmonella.

    Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian seperti Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk-produk yang beredar di Indonesia, sama seperti beberapa produk cokelat Kinder yang di tarik di Inggris yakni diproduksi Ferrero.

    Tetapi, produk Kinder yang dijual di Indonesia diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD. BPOM juga menegaskan bahwa beberapa produk merek Kinder Surprise yang telah ditarik lebih dahulu dari peredarannya di sejumlah negara tidak ada di Indonesia.

    Dalam rilis resminya, BPOM menyebut produk Kinder yang terkontaminasi Salmonella memicu sederet dampak seperti diare, demam, hingga kram perut.

    “Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise,” tutur BPOM dalam keterangan, Senin (11/04/2022).

    Kinder, diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

    Bahaya Salmonella

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut. Gejala ini, biasanya berlangsung 6 jam sampai 6 hari setelah infeksi, dan berlangsung selama 4-7 hari.

    Orang yang terinfeksi Salmonella, pada beberapa kasus tidak mengalami gejala selama beberapa minggu, namun ada juga yang mengalami gejala hingga beberapa minggu.

    [irp]

    Beberapa kasus lainnya, infeksi Salmonella memicu infeksi pada urin, darah, tulang, sendi, atau sistem saraf, serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

    Kebanyakan orang dengan diare akibat Salmonella sembuh total, meskipun kebiasaan buang air besar pada beberapa orang (frekuensi dan konsistensi buang air besar) mungkin tidak kembali normal selama beberapa bulan.

    [irp]

    Beberapa orang dengan infeksi Salmonella, juga bakal mengalami nyeri pada persendian mereka, yang disebut artritis reaktif, setelah infeksi berakhir.

    Artritis reaktif dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan sulit diobati. Beberapa orang dengan arthritis reaktif mengalami iritasi mata dan nyeri saat buang air kecil. []

  • BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Booster Sinopharm

    peloporberita.com/ | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk Sinopharm sebagai vaksin dosis lanjutan atau booster.

    “BPOM telah melakukan evaluasi terhadap aspek khasiat dan keamanan mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19 untuk vaksin Sinopharm sebagai dosis booster homolog untuk dewasa 18 tahun ke atas,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (02/02/2022).

    Dengan keputusan ini, Sinopharm menjadi vaksin ke-6 yang digunakan untuk dosis booster di Indonesia. Sedangkan lima vaksin lainnya adalah CoronaVac produksi PT Bio Farma, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax.

    Sebelumnya, PT Kimia Farma telah mendaftarkan vaksin Sinopharm untuk penggunaan booster homolog pada usia dewasa 18 tahun atau lebih, yang telah menerima vaksin dosis primer lengkap dalam jangka waktu sekurang-kurangnya enam bulan.

    Berdasarkan aspek keamanan, penggunaan Sinopharm sebagai vaksin booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Frekuensi, jenis dan keparahan reaksi sampingan, atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibanding dosis primer.

    KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal, seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan dan kemerahan, serta reaksi sistemik seperti sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot, dengan tingkat keparahan level 1-2. []

  • Kepala BPOM Minta Anggota Polri Isi Dua Jabatan Baru

    peloporberita.com/ | Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menyiapkan personelnya, guna mengisi dua jabatan baru dalam struktur organisasi BPOM.

    “Dari sisi regulasi, itu memang diizinkan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23/11/2021).

    Dedi mengatakan jabatan yang dimaksud adalah posisi eselon I sebagai deputi penindakan, namun jabatan yang lainnya untuk eselon II masih dalam pembahasan. “Yang pertama dari eselon I yaitu deputi penindakan, kedua ada jabatan eselon II ini yang masih dirumuskan. Nanti, Balai POM akan bersurat ke Mabes Polri, jabatan-jabatan itu akan diisi oleh unsur kepolisian,” ucapnya.

    Baca juga: Akhirnya, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

    Dedi menjelaskan, terkait jabatan deputi penindakan, dalam pelaksanaannya untuk segi penegakkan hukum akan mengedepankan Ultimum Remedium. “Penegakan hukum adalah langkah yang terakhir ketika melakukan penegakan hukum kepada para pelaku usaha. Jadi utamakan dulu adalah unsur pembinaan, pak kapolri setuju,” kata Dedi.

    Menurut Dedi, memang seperti itu dalam hal penegakan hukum bahwa unsur pembinaan adalah yang utama. Jika unsur pembinaan maksimal sudah dilakukan, namun masih ada pelanggaran, baru penegakkan hukum dilakukan. []

  • Akhirnya, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

    peloporberita.com/ | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin vaksin Covid-19 merek Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, izin tersebut berdasarkan penggunaan vaksin sebelumnya terhadap anak usia 12-17 tahun.

    Penny juga menegaskan bahwa vaksinasi untuk anak 6-11 tahun saat ini sangat penting dilakukan. “Saya kira ini suatu berita yang menggembirakan, karena kami yakin sekali bahwa vaksinasi anak sangat menjadi suatu yang urgent sekarang,” ujarnya pada Senin (01/11/2021).

    Baca juga: Nadiem Makarim: PTM Terbatas Jaga Kesehatan Jiwa Anak

    Seperti diketahui, pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai berlangsung di beberapa daerah, dan hal ini yang menjadi dasar prioritas dan urgensi anak 6-11 tahun untuk segera divaksin.

    “Para ahlinya nanti akan menyampaikan urgensi dan prioritas yang komprehensif dan tentunya dikaitkan kenapa anak-anak harus segera divaksinasi COVID-19,” ungkapnya.

    Penny menambahkan, Sinovac adalah vaksin yang primer dengan jumlah yang paling dominan di Indonesia. Keputusan penyuntikannya ada di tangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dikaitkan dengan program vaksinasi ke depan.

    Baca juga: BPOM AS Izinkan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Usia 5-11 Tahun

    Sebelumnya, BPOM juga telah menyetujui vaksin untuk anak usia 12-17 tahun dengan vaksin produksi PT Bio Farma yang didasari sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah hasil uji klinis Fase I dan II vaksin Sinovac rentang usia anak.

    Dari data keamanan uji klinik fase I dan fase II, profil AE Sistemik berupa fever pada populasi 12-17 tahun tidak dilaporkan dibandingkan dengan usia 3-5 tahun dan 6-11 tahun,” jelas BPOM, dikutip dari edaran hasil evaluasi uji klinis yang diterima detikcom, Minggu (27/6).

    Selain hasil uji klinis, BPOM juga melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 pada anak. Bahkan, angka kematian Covid-19 pada anak usia 10-18 tahun disebut mencapai 30 persen. []

  • MUI Pastikan Vaksin Zifivax Halal dan Suci

    peloporberita.com/ | Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan vaksin Zifivax yang diproduksi oleh perusahaan China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical halal dan suci lantaran telah melewati berbagai rangkaian proses pengkajian vaksin.

    “Bila berbincang terkait dengan aspek kehalalan dan juga kesucian yang dalam proses pemeriksaan yang dilakukan MUI, komposisi dan proses produksi dari vaksin ini memenuhi standar halal, dan karenanya MUI menetapkan produknya adalah halal dan suci,” tutur Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Kehalalan vaksin Zifivax sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 53/2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Anhui China. Asrorun menerangkan, selama melakukan pengkajian dari aspek teknis dan syar’i, dalam vaksin yang diproduksi Anhui tersebut tidak ditemukan penggunaan material yang bersifat haram atau najis.

    Namun, meski vaksin Zifivax telah dinyatakan halal, Asrorun menegaskan bahwa pemakaiannya tetap harus disesuaikan dengan keyakinan keagamaan dan aspek keamanan sesuai dengan keputusan dari ahli ataupun lembaga yang berkompeten.

    “Komposisi dan proses produksi dari vaksin ini memenuhi standar halal, dan karenanya MUI menetapkan produknya adalah halal dan suci,”

    “Tetapi tidak serta merta dapat digunakan. Maka, kemudian kebolehannya sangat terkait dengan jaminan keamanan menurut ahli atau lembaga yang kredibel,” ungkapnya.

    Sebelumnya pada Kamis, 7 Oktober 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin tersebut.

    “Pada hari ini Badan POM kembali menginformasikan, telah diberikannya persetujuan terhadap satu produk vaksin Covid-19 yang baru dengan nama dagangnya adalah Zifivax,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

    Menurutnya, efikasi vaksin Zifivax dapat mencapai 81,71 persen bila dihitung mulai tujuh hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap, dan dapat 81,4 persen apabila dihitung sejak 14 hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap tiga dosis. Dosis vaksin itu, akan diberikan pada setiap kali suntikan sebanyak 25 mcg (0,5 mL).

    Penny menyebut, efek samping lokal yang paling sering terjadi adalah timbul nyeri pada tempat suntikan, sedangkan efek sistemik yang paling sering terjadi adalah sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual (nausea), dan diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2.

    Zifivax lanjutnya, belum diindikasikan untuk penggunaan booster. Namun, apabila akan digunakan sebagai vaksin booster, baik vaksin Zifivax maupun vaksin lainnya harus melalui uji klinik booster yang dilakukan setelah diketahui data respons imun persisten dari uji klinik primer.

    “Penggunaan vaksin dengan indikasi booster dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Badan POM,” tandas Penny. []

  • Dukung Pengembangan Vaksin, Luhut Pandjaitan Tinjau PT Etana Biotechnologies Indonesia

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito melakukan kunjungan ke PT Etana Biotechnologies Indonesia di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Selasa (07/09/2021).

    Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan peninjauan dan berdiskusi terkait rencana PT Etana Biotechnologies Indonesia memproduksi Vaksin Covid-19 mRNA, yang juga bekerja sama dengan perusahaan Walvax. “Kami, pemerintah, mendukung kerja sama strategis ini dan saya yakin BPOM dan Kemenkes juga akan mendukung penuh,” kata Menko Luhut. 

    Baca juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo

    Menurutnya, kerja sama di bidang kesehatan menjadi poin penting, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Luhut berharap kerja sama ini bisa menumbuhkan transfer pengetahuan, sehingga pengembangan dan produksi pun bisa dilakukan di dalam negeri.

    “Kami juga mendukung Uji Klinis tahap 3 yang akan segera dilaksanakan oleh PT Etana, proses Emergency Used Authorization, serta jaminan pasar untuk vaksin yang memiliki TKDN tinggi,” ujar Luhut.

    Baca juga: Pantau Implementasi Prokes, Pemerintah Manfaatkan Aplikasi PeduliLindungi

    Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana juga menyatakan komitmennya untuk produksi RnD Vaksin Covid-19 berbasis teknologi next generation mRNA di Indonesia yang bisa disimpan di suhu 2-8 derajat celcius. Tim Pakar dari Walvax juga akan datang ke Indonesia pekan depan untuk memulai transfer teknologi. 

    Selain produksi vaksin, Nathan menyebutkan bahwa perusahaannya juga sedang mengembangkan produk onkologi dan mulai memproduksi produk epoetin alfa pada tahun 2022, yaitu obat yang digunakan untuk terapi anemia pasien ginjal kronis. []

  • BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Sputnik-V

    peloporberita.com/ | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization terhadap Vaksin Covid-19 Sputnik-V, pada Selasa (24/08/2021). Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan, pemberian izin itu telah melalui pengkajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

    Baca juga: Polda Metro Jaya Klaim 99 Persen Warga DKI Jakarta Sudah Divaksin

    Penilaian terhadap data mutu vaksin ini juga mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional. “Data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin Covid-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6 persen (dengan rentang confidence interval 85,6-95,2 persen),” kata Penny, seperti dikutip dari laman resmi BPOM, Kamis (26/08/2021). 

    Berdasarkan hasil kajian terkait keamanannya, efek samping penggunaan vaksin Sputnik-V memiliki tingkat keparahan ringan atau sedang. “Efek samping paling umum yang dirasakan adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi,” jelas Penny.

    Baca juga: Jepang Setop Sementara Vaksin Moderna, Kenapa?

    Dengan demikian, BPOM hingga kini telah mengeluarkan tujuh EUA untuk vaksin Covid-19. Enam vaksin lainnya adalah Sinovac (CoronaVac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca,  Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer). 

    Kepala BPOM berharap, tambahan jenis vaksin ini dapat membantu percepatan program vaksinasi yang dijalankan pemerintah, untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. “BPOM akan terus mendukung pemerintah sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam pengawasan obat, agar masyarakat dapat mengakses vaksin Covid-19 yang telah memenuhi kualifikasi standar yang dipersyaratkan dengan segera,” kata Penny. []

  • Lima Juta Dosis Vaksin Jadi CoronaVac Tiba di Tanah Air

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sebanyak 5 Juta vaksin siap pakai CoronaVak tiba di Tanah Air, Jumat, 13 Agustus 2021 siang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor GA-891. Kedatangan vaksin kali ini, disambut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito.

    “Kedatangan vaksin ini tentunya menambah lagi jumlah vaksin yang tersedia untuk program pemerintah, dan ini juga sudah lebih dari 185 juta atau mendekati 200 juta dosis yang sudah ada di Indonesia.” 

    “Alhamdulillah kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada siang ini Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 yang kesekian kalinya tentunya. Hari ini tiba sejumlah lima juta dosis vaksin CoronaVac produksi Sinovac dalam bentuk dalam vaksin jadi dalam kemasan vial 1 ml telah hadir,” tuturnya.

    Kedatangan vaksin pada hari ini merupakan kedatangan tahap ke-36 sejak 6 Desember 2020. Penny juga menyebutkan bahwa ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus memenuhi kebutuhan ketersediaan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional.

    “Kedatangan vaksin ini tentunya menambah lagi jumlah vaksin yang tersedia untuk program pemerintah, dan ini juga sudah lebih dari 185 juta atau mendekati 200 juta dosis yang sudah ada di Indonesia,” ungkapnya.

    Lebih lanjut menurut Penny, BPOM terus mengawal jalannya program vaksinasi di Indonesia, baik dalam pengembangan, kerja sama, maupun pendistribusiannya.

    Sementara memasuki bulan Agustus 2021, pemerintah terus memperluas dan mempercepat program vaksinasi untuk mencapai target dua juta dosis vaksin per hari demi tercapainya kekebalan komunal.

    “Hingga hari ini lebih dari 50 juta orang telah mendapatkan vaksinasi. Jadi, semakin luas lagi capaian dari program vaksinasi ini. Semoga segera mencapai target sasaran herd immunity yang berjumlah 280 juta penduduk Indonesia bisa tervaksin dalam waktu secepatnya,” ucap Kepala BPOM.

    Dalam keterangan persnya, Penny juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan percepatan program vaksinasi nasional.

    “Apresiasi untuk seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi, khususnya Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan kemudian lembaga lainnya tentunya yang terlibat,” pungkas Penny.

    “Dan juga utamanya adalah para tenaga kesehatan dan para relawan, tentunya masyarakat juga kita semua yang ikut mendukung percepatan vaksinasi di Indonesia,” sambungnya. []

  • BPOM Restui Kalbe Farma Uji Klinis Vaksin GX-19N

    peloporberita.com/ | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merestui pelaksanaan uji klinik tahap 2b/3 untuk vaksin GX-19N di Indonesia, yang akan dilakukan oleh PT Kalbe Farma Tbk. Hal ini disampaikan oleh Ketua BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers Jumat (9/7/2021). 

    Pelaksanaan uji klinik dimulai Juli 2021 dan diharapkan dapat melakukan analisa interim untuk keamanan dan efikasi, yaitu kemampuan vaksin dalam memicu kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19, pada akhir tahun 2021. “Badan POM mendukung berbagai upaya pengembangan dan penelitian vaksin dan obat untuk mendukung upaya keluar dari Covid-19, termasuk vaksin GX-19N,” kata Penny.

    Baca juga: Menteri Kesehatan: Moderna untuk Vaksinasi Ketiga Tenaga Kesehatan

    Tidak hanya BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga turut andil menyambut uji klinik vaksin GX-19N yang akan dilakukan Kalbe Farma. 

    Diketahui, Ketua Tim Peneliti Uji Klinik Vaksin Covid-19 GX-19N adalah Prof. Dr. dr. Iris Rengganis So. PDKAI. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Iris menyampaikan bahwa ia dan timnya sudah mempelajari DNA vaksin GX-19N dari Genexine, pengembang vaksin Covid-19 asal Korea Selatan ini.

    Baca juga: Kementerian Kesehatan Hapus Syarat KTP Domisili Demi Percepat Vaksinasi Covid-19

    Rencananya, uji klinik vaksin GX-19N di Indonesia akan merekrut 1000 subyek (usia 18 tahun ke atas) dengan lokasi pusat penelitian berada di FKUI, RSCM sebagai rumah sakit rujukan dan beberapa satelit yang tersebar di Jakarta, Depok, Bekasi, Yogyakarta, Solo, dan Klaten.

    Dalam uji klinik vaksin GX-19N ini, Kalbe Farma menggandeng sejumlah lembaga dan instansi, seperti Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Krida Wacana, serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. []