Tag: BNPB

  • Menko Airlangga Apresiasi BNPB dalam Penanggulangan Bencana

    peloporberita.com/ – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen, kerja sama, dan kerja keras Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang selama ini fokus dalam melakukan penanggulangan bencana. Baik bencana alam, maupun non alam, serta dalam semua tahapan.

    “Termasuk upaya mitigasi pra bencana, tanggap darurat saat bencana, sampai dengan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemulihan ekonomi pasca bencana,” tuturnya saat memberikan sambutannya secara virtual pada Rakornas BNPB berdasarkan keterangan yang dikutip Rabu, (23/02/2022)

    Menko Airlangga menjelaskan, dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi, pada tahun 2022 telah dialokasikan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,62 triliun untuk penanganan pandemi bidang kesehatan, perlindungan kepada masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi.

    Selain itu, Pemerintah juga mendorong front loading belanja negara termasuk dana PEN di awal tahun 2022 dan ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Q1-2022, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

    Untuk itu, dilakukan percepatan pencairan Perlinsos mulai bulan Februari, antara lain PKH, Sembako, BLT Desa, kartu Pra Kerja, serta Bantuan Tunai PKL & Warung (BT-PKLW) yang diperluas untuk nelayan di 212 kabupaten/kota prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem.

    Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah memberikan berbagai kemudahan dan relaksasi dalam Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa pandemi ini, mulai dari peningkatan KUR tanpa agunan tambahan, perpanjangan subsidi bunga, dan kemudahan syarat administrasi.

    Guna membangun ketangguhan ekonomi, penguatan usaha/bisnis khususnya pada sektor kritis, termasuk UMKM, terus didorong dengan implementasi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha untuk meminimalisir potensi kerugian ekonomi akibat berbagai gangguan, termasuk dari bencana, agar pemulihan usaha pasca bencana dapat lebih cepat.

    Anggaran merupakan salah satu faktor kunci dalam pelaksanaan berbagai program terkait penanggulangan bencana. Saat ini, anggaran untuk respon, tanggap darurat dan rehabilitasi jauh lebih besar dibandingkan anggaran untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

    Pengurangan risiko bencana merupakan investasi yang dibutuhkan untuk melindungi seluruh masyarakat dan aset-aset pembangunan yang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, anggaran PRB perlu ditingkatkan baik pada APBN maupun APBD, melalui berbagai alternatif inovasi pembiayaan kebencanaan lainnya untuk mencapai target pengurangan potensi kehilangan PDB akibat bencana sebesar 0,1 % di tahun 2024.

    Pemerintah juga telah mendorong pengembangan skema Inovative Disaster Financing, antara lain melalui asuransi bencana dan pooling fund. Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2021 tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana telah ditetapkan dan akan dilengkapi dengan peraturan pelaksanaannya pada tahun ini agar dapat segera dimanfaatkan.

    Menurutnya, stimulus ekonomi bagi masyarakat di daerah rawan bencana juga perlu direncanakan secara baik dengan perspektif untuk membangun ketangguhan, dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana. Dalam hal ini, Dana Desa dapat diberdayakan, tidak hanya untuk aspek mitigasi dan penanganan, tetapi juga untuk pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat.

    “Kolaborasi dan sinergi semua pemangku kepentingan merupakan kunci dalam penanggulangan bencana dan pemulihan ekonomi pasca bencana. Pendekatan kewilayahan dalam perencanaan pola penguatan ekonomi juga perlu dilakukan, mengingat setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi risiko bencana, juga karakteristik sosial masyarakat,” tandas Menko Airlangga. []

  • BNPB: 230 Rumah Rusak Berat Paska Gempabumi di Flores Timur

    peloporberita.com/ – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa 230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan usai terjadi gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/12).

    Selain itu, satu unit gedung sekolah, dua bangunan tempat ibadah dan satu rumah jabatan kepala desa juga terdampak gempabumi yang berpusat di 7.95 LS dan 122.24 BT itu. Laporan visual yang didapatkan dari BPBD Kabupaten Selayar, kerusakan terpantau mulai dari bangunan pagar beton, dinding hingga atap rumah warga.

    Baca juga : Berpotensi Tsunami, BNPB Terima Laporan Kerusakan Akibat Gempa Larantuka

    Berdasarkan data yang dihimpung per Selasa (16.04), gempabumi M7,4 tersebut dirasakan dan berdampak di tiga provinsi yang meliputi Provinsi NTT adalah Kabupaten, Flores Timur, Sikka, Lembata, Manggarai, Nagekeo, Kepulauan Selayar, Buton, Wakatobi, Sabu Raijua, Kota Bau Bau dan Kabupaten Manggarai Barat. Kemudian Kota Makassar dan Kabupaten Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan serta Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini tsunami dari gempabumi M7.4 tersebut, kemudian peringatan itu dinyatakan telah berakhir. Di samping itu, BMKG juga mencatat setidaknya sudah terjadi lima kali gempabumi susulan (aftershock) yang terjadi setelah gempabumi M 7.4. []

  • Berpotensi Tsunami, BNPB Terima Laporan Kerusakan Akibat Gempa Larantuka

    peloporberita.com/ – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan kerusakan akibat gempa Larantuka bermagnitudo 7,4 pada Selasa, (14/12/2021) pukul 10.20 WIB di Selayar dan Takabonerate, Sulawesi Selatan.

    “Kami menerima kiriman visual kerusakan akibat gempa di Selayar dan Takabonerate,” tutur Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

    Menurut Abdul, saat ini tim BPBD sedang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pendataan dampak.

    Sebelumnya, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tsunami terdeteksi di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian 0,07 meter atau 7 sentimeter setelah Laut Flores diguncang gempa magnitudo 7,4.

    BMKG menjelaskan, tsunami telah terdeteksi di Marapokot, Kabupaten Nagekeo di NTT pada pukul 10.36 WIB, serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 10.39 WIB.

    Berdasarkan pengamatan BMKG, tinggi tsunami di kedua lokasi itu adalah 0,07 meter atau sekitar 7 sentimeter. Gempa magnitudo 7,4 terjadi di Laur Flores dengan kedalaman 10 kilometer pada Selasa, pukul 10.20 WIB. Lokasi gempa adalah 112 kilometer barat laut Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.

    BMKG pun telah mengeluarkan status siaga tsunami untuk wilayah Pulau Ende, Flores Timur bagian utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara, Ende bagian utara, Pulau Lembata, Pulau Adonara, Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, dan Alor bagian utara di NTT.

    Status siaga juga berlaku Buton dan Bombana di Sulawesi Tenggara.
    Sementara status waspada berlaku untuk Manggarai Barat di NTB, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bima dan Dompu bagian utara di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Wetar di Maluku.

    Kemdian, Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 terjadi di titik 129 kilometer barat laut Maumere pada pukul 10.47 WIB. BMKG memastikan, gempa susulan itu tidak berpotensi tsunami. []

  • Sah, Jokowi Lantik Suharyanto Jadi Kepala BNPB

    peloporberita.com/ – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelantikan ini dilakukan setelah sebelumnya Kepala Negara juga melantik Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

    Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 140/P Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang ditetapkan di Jakarta pada 16 November 2021.

    Suharyanto diangkat menjadi Kepala BNPB, menggantikan Ganip Warsito yang akan memasuki masa pensiun. Acara yang dilaksanakan di Istana Negara ini, diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh pembacaan Keppres oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden.

    Baca juga :

    “Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” tutur Jokowi mendiktekan sumpah jabatannya.

    Acara ini, turut diikuti oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.[]

  • Pemerintah Gelar Vaksinasi bagi Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul

    peloporberita.com/ | Pemerintah melakukan vaksinasi bagi Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul yang berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (30/10/2021). Vaksinasi ini akan diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut kebudayaan di masa pandemi.

    Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi mengatakan, koordinasi dan kolaborasi yang kuat sangat diperlukan, terutama sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan COVID-19.

    “Ini menjadi syarat mutlak agar bersama-sama kita dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, serta membangkitkan kembali kegiatan masyarakat, terutama kegiatan budaya dan ekonomi,” ujarnya.

    Didik menyatakan, kegiatan vaksinasi sampai masyarakat adat merupakan cerminan nyata koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik. Ia pun berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga dan terpelihara dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

    Sebagai informasi, ini adalah kegiatan vaksinasi masyarakat adat, setelah sebelumnya dilaksanakan di Masyarakat Adat Baduy pada 14 Oktober 2021.

    Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Tim Koordinasi Layanan Advokasi terhadap Penganut Kepercayaan dan Masyarakat Adat, yang anggotanya terdiri dari Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), dan  bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mandalawangi Bergerak, pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat.

    Kegiatan ini juga didukung oleh Gerakan Solidaritas dan Kedermawanan Penanganan Covid-19 dan Bencana Lainnya, Gerakan Nasional Revolusi Mental, Humanitarian Forum Indonesia, Klik Dokter, Rumah Zakat, AMCF, dan sponsor lainnya.

    Tidak hanya vaksinasi, kegiatan ini juga menghadirkan dialog dengan masyarakat adat dan Bhakti Sosial, seperti pemberian 1.000 paket sembako, 380 paket sekolah, 500 hand sanitizer, paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pemberian 2.000 bibit tanaman. []

  • Dukung Pelaksanaan PON XX, BNPB Kirim Tiga Juta Masker ke Papua

    peloporberita.com/ | Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua akan digelar pada Oktober mendatang. Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan pada ajang olahraga nasional tersebut, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tiga juta masker ke Papua. 

    Kepala BNPB yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menekankan, tujuan pengiriman bantuan itu adalah untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan PON XX di Papua. “Meningkatkan kesiapan dalam pencegahan dan mitigasi penyebaran Covid-19 melalui perubahan perilaku dan dukungan penanganan kesehatan,” ujar Ganip, seperti dikutip dari laman resmi BNPB, Rabu (22/09/2021). 

    Baca juga: TNI-Polri Pastikan PON XX Papua Tanpa Gangguan KKB

    Bantuan yang diangkut dengan pesawat Hercules TNI ini akan didistribusikan di sejumlah tempat penyelenggaraan PON XX, yang diperuntukkan bagi masyarakat maupun mereka yang akan menyaksikan pertandingan secara langsung. Selain masker, BNPB juga mengirimkan alat tes antigen sebanyak 3.000 boks dan hand sanitizer sebanyak 500 ribu botol, serta tenda keluarga, velbed, tenda gerai, dan beberapa bantuan logistik pendukung lainnya. 

    Pendistribusian bantuan akan diberikan kepada wilayah-wilayah tempat penyelenggaraan PON XX, seperti di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Pada pelaksanaan di lapangan, BNPB bersama Satgas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah, serta mitra terkait lain di wilayah Papua, turut membantu dalam pendistribusian logistik tersebut. BNPB juga mengoperasionalkan mobil masker untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.  

    Baca juga: Jelang PON XX, Mendagri Tito Karnavian Cek Kesiapan Venue di Jayapura

    Tak hanya itu, BNPB dan Satgas juga menyiapkan dan melatih para relawan daerah untuk mengedukasi maupun memonitor masyarakat untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Ganip menambahkan, sejumlah dukungan yang diberikan jelang PON Papua ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan setiap individu yang terlibat dalam menghadapi ancaman bencana selama penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

    PON XX Papua akan menggelar kompetisi di 37 cabang olahraga dengan melibatkan lebih dari 6.000 atlet dan 3.000 orang dari tim pelatih. Tempat penyelenggaraan utama akan berlangsung di Stadion Lukas Enembe di Sentani Timur di Jayapura. Ajang olahraga ini akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. []

  • Kematian Harian Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Dunia

    peloporberita.com/ |Jakarta – Berdasarkan situs Worldometers pada Senin, 19 Juli 2021 pukul 08.30 WIB, terjadi penambahan angka kematian akibat Covid-19  di indonesia sebanyak 1.093 jiwa. Angka kematian harian ini, menduduki peringkat tertinggi di dunia.

    Sementara posisi kedua ditempati Brasil dengan angka kematian harian akibat Covid-19 sebanyak 939 korban jiwa. Selanjutnya Rusia berada di peringkat tiga dengan 764 korban jiwa. Menyusul India di peringkat keempat dengan 501 korban jiwa dan Kolumbia di posisi kelima dengan 476 jiwa meninggal akibat Covid-19 dalam satu hari.

    Sementara untuk kasus harian sembuh dari Covid-19, Brasil menempati posisi pertama dengan angka 40.237 orang. Posisi kedua ditempati India sebanyak 38.529 kasus sembuh. Kemudian, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan kasus harian sembuh sebanyak 29.264, diikuti Afrika Selatan sebanyak 21.283 orang sembuh dari Covid-19.

    Adapun berdasarkan data BNPB, Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia hingga Minggu, 19 Juli 2021 mencapai 2 juta 877 ribu 476 kasus. Yang berarti, berdasarkan data pemerintah pusat mengenai perkembangan harian virus corona, ada penambahan 44 ribu 721 kasus baru Covid-19 di Tanah Air.

    Sedangkan pasien yang meninggal mencapai 73 ribu 582 orang, atau bertambah seribu 93 orang. Sedangkan pasien yang sembuh, mencapai 2 juta 261 ribu 658 orang, bertambah 29 ribu 264 pasien dari hari sebelumnya. []