Tag: BMKG

  • Breaking News: Gempa Goyang Jakarta

    peloporberita.com/ – Gempa besar terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Guncangannya terasa kencang di gedung-gedung tinggi.

    Data BMKG menyebut  gempa terjadi dengan kekuatan M 6,7 pada Jumat 14 Januari 2022 Lok:7.01 LS,105.26 BT (52 km BaratDaya SUMUR-BANTEN). Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami. []

  • Berpotensi Tsunami, BNPB Terima Laporan Kerusakan Akibat Gempa Larantuka

    peloporberita.com/ – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan kerusakan akibat gempa Larantuka bermagnitudo 7,4 pada Selasa, (14/12/2021) pukul 10.20 WIB di Selayar dan Takabonerate, Sulawesi Selatan.

    “Kami menerima kiriman visual kerusakan akibat gempa di Selayar dan Takabonerate,” tutur Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

    Menurut Abdul, saat ini tim BPBD sedang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pendataan dampak.

    Sebelumnya, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tsunami terdeteksi di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian 0,07 meter atau 7 sentimeter setelah Laut Flores diguncang gempa magnitudo 7,4.

    BMKG menjelaskan, tsunami telah terdeteksi di Marapokot, Kabupaten Nagekeo di NTT pada pukul 10.36 WIB, serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 10.39 WIB.

    Berdasarkan pengamatan BMKG, tinggi tsunami di kedua lokasi itu adalah 0,07 meter atau sekitar 7 sentimeter. Gempa magnitudo 7,4 terjadi di Laur Flores dengan kedalaman 10 kilometer pada Selasa, pukul 10.20 WIB. Lokasi gempa adalah 112 kilometer barat laut Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.

    BMKG pun telah mengeluarkan status siaga tsunami untuk wilayah Pulau Ende, Flores Timur bagian utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara, Ende bagian utara, Pulau Lembata, Pulau Adonara, Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, dan Alor bagian utara di NTT.

    Status siaga juga berlaku Buton dan Bombana di Sulawesi Tenggara.
    Sementara status waspada berlaku untuk Manggarai Barat di NTB, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bima dan Dompu bagian utara di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Wetar di Maluku.

    Kemdian, Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 terjadi di titik 129 kilometer barat laut Maumere pada pukul 10.47 WIB. BMKG memastikan, gempa susulan itu tidak berpotensi tsunami. []

  • BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

    peloporberita.com/ – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi dan banjir rob yang berada di kawasan pesisir atau pinggir pantai. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, masyarakat perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 4 hingga 6 meter dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia periode 8-10 Desember 2021. Banjir rob, terjadi akibat naiknya permukaan air laut menuju daratan di sekitarnya.

    “Dampak gelombang tinggi ini terutama terjadi di laut dan di pesisir. Kota-kota besar yang ada di pesisir misalnya Jakarta, Semarang, kemudian juga Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya di sekitar pesisir,” tutur Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Rabu (8/12/2021).

    Menurutnya kota-kota besar itu, terutama yang wilayahnya menghadap langsung ke Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan juga di beberapa titik di laut Jawa. Dwikorita juga menjelaskan, kondisi cuaca di musim hujan saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti angin La Nina, angin Muson, serta sirkulasi siklonik.

    Baca juga :

    Kecepatan angin di laut, lanjut Dwikorita akan bertambah menjadi 25 hingga 30 knot (46 hingga 56 km per jam). Hal ini, juga akan meningkatkan tinggi gelombang laut menjadi 4-6 meter. Selain itu, posisi bulan saat ini sedang berada dekat dengan bumi, dan akan mempengaruhi pasang surut air laut.

    Dwikorita menegaskan, sejumlah wilayah Indonesia yang akan terdampak pada periode 8-10 Desember 2021. Di antaranya, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Provinsi Banten, Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate dan Halmahera, serta Papua Barat dan Papua. []

  • Tsunami Akibat Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Sampai Jakarta dalam 3 Jam

    peloporberita.com/ | Jakarta – Tsunami di Selat Sunda dapat dipicu oleh erupsi gunung api dan gempa tektonik yang bersumber di zona megathrust. Hal ini, disampaikan Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu, 21 Agustus 2021.

    Daryono menjelaskan, berdasarkan catatan sejarah, tsunami akibat erupsi Gunung Krakatau pada 1883 mampu menjangkau Pantai Jakarta karena tinggi tsunami di sumbernya lebih dari 30 meter. Sedangkan tsunami akibat runtuhnya lereng Gunung Anak Krakatau pada 2018 lalu lebih kecil sehingga tidak sampai di Pantai Jakarta.

    “Waktunya sekitar 3 jam setelah gempa, dengan tinggi 0,5 meter di Kapuk Muara-Kamal Muara dan 0,6 meter di Ancol-Tanjung Priok.”

    Untuk mengetahui apakah tsunami akibat gempa megathrust Selat Sunda dapat mencapai Jakarta, maka diperlukan pemodelan tsunami. Pemodelan tsunami akibat gempa magnitudo 8,7 yang bersumber di zona megathrust Selat Sunda yang dilakukan BMKG menujukkan bahwa tsunami dapat sampai di Pantai Jakarta.

    “Waktunya sekitar 3 jam setelah gempa, dengan tinggi 0,5 meter di Kapuk Muara-Kamal Muara dan 0,6 meter di Ancol-Tanjung Priok,” tuturnya.

    Gunung Api di Pulau Krakatau
    Ilustrasi letusan Gunung Api di Pulau Krakatau, Agustus 1883. (Foto:Pelopor.id/Deagostini/Getty Images/Dea Picture Library)

    Pemodelan tsunami diukur dari muka air laut rata-rata (mean sea level). Dalam kasus terburuk, jika tsunami terjadi saat pasang, maka tinggi tsunami dapat bertambah. Selain itu, ketinggian tsunami juga dapat bertambah jika pesisir Jakarta sudah mengalami penurunan permukaan (subsiden).

    Pemodelan tsunami memang memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena persamaan pemodelan sangat sensitif dengan data dan sumber pembangkit gempa yang digunakan.

    Beda data yang digunakan maka akan beda hasilnya, bahkan jika sumber tsunaminya digeser sedikit saja, maka hasilnya juga akan berbeda. Inilah sebabnya maka selalu ada perbedaan hasil di antara pembuat model tsunami.

    Dalam mendukung upaya mitigasi konkret, BMKG menyusun peta bahaya tsunami di seluruh pantai rawan tsunami di Indonesia. Untuk Pulau Jawa, peta bahaya tsunami yang sudah dibuat sebanyak 41 peta, dengan rincian: 5 peta di Banten, 5 peta di Jawa Barat, 17 peta di Jawa Tengah, 3 peta di Yogyakarta, dan 11 peta di Jawa Timur. Pembuatan peta bahaya tsunami ini masih terus berjalan untuk wilayah lain di Indonesia.

    Peta bahaya tsunami memberi informasi tinggi tsunami, jauhnya landaan, dan waktu tiba tsunami di pantai. Peta ini juga bermanfaat untuk perencanaan tata ruang pantai yang aman tsunami, acuan membuat jalur evakuasi, menentukan lokasi titik kumpul, lokasi tempat evakuasi sementara, serta acuan dalam berlatih evakuasi (tsunami drill).

    Atas dasar beberapa hal tersebut maka BMKG membuat skenario model terburuk untuk acuan mitigasi tsunami bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan kebencanaan. []