Tag: Blockchain

  • India Bakal Kenakan Pajak 30% untuk Kripto Sebelum Perkenalkan Rupee Digital

    peloporberita.com/ – Pemerintah India akan memperkenalkan Rupee digital yang menggunakan teknologi blockchain pada akhir Maret 2023 mendatang. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman saat mengemukakan rancangan anggaran 2022 kepada parlemen setempat, Selasa (1/2/2022).

    “Pengenalan mata uang digital oleh bank sentral akan memberikan dorongan besar bagi ekonomi digital. Mata uang digital juga akan mengarah pada sistem pengelolaan mata uang yang lebih efisien dan lebih murah,” tuturnya.

    Sitharaman juga mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari perdagangan mata uang kripto dan aset digital lainnya akan dikenakan pajak sebesar 30% mulai April 2022. Namun kerugian dari transaksi digital, tidak akan dikompensasikan dengan pendapatan lain.

    Kemudian pajak 1% akan dipotong pada sumbernya untuk semua transaksi aset digital, termasuk mata uang kripto dan NFT. Sitharaman menilai, langkah ini akan membantu pemerintah India melacak setiap perdagangan.

    Rencana yang disampaikan Sitharaman ini, merupakan pukulan bagi India yang merupakan salah satu pasar mata uang kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Meski tidak ada regulasi terkait hal ini, perdagangan kripto di India berkembang dan mendapat dukungan dari banyak selebritas menjadikan negara tersebut ikut mengendalikan sektor ini.

    Sejatinya, perdagangan kripto sudah ada di bawah pengawasan regulator India sejak pertama kali memasuki pasar dalam negeri, hampir satu dekade lalu. Tetapi lonjakan jumlah transaksi penipuan, membuat bank sentral membuat aturan pada 2018 untuk melarang perdagangan aset kripto.

    Mahkamah Agung India, mencabut pembatasan tersebut dua tahun kemudian dan pasar kripto melonjak sejak itu. Nilai perdagangannya tumbuh hampir 650% pada 2020 hingga Juni 2021 atau terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, menurut penelitian oleh Chainalysis.

    Sementara sebelumnya, pemerintah Tiongkok melangkah lebih jauh dengan melarang semua transaksi kripto pada September 2021. []

  • Jaringan Blockchain Solana Terkena Masalah Duplikat Transaksi

    peloporberita.com/ | Platfom penyedia mata uang kripto, Solana, mengalami ketidakstabilan selama seminggu terakhir. Melansir Bloomberg, salah satu jaringan blockchain terbesar ini menghadapi masalah transaksi duplikat yang berlebihan.

    Solana menyatakan telah merilis versi 1.8.14 yang akan berupaya mengurangi dampak terburuk dari masalah ini. Seiring dengan hal itu, Solona akan merilis sejumlah fitur dan layanan dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan.

    Melalui situs resminya, pihak manajemen menyatakan bahwa Solana Mainnet Beta mengalami tingkat kemacetan jaringan yang tinggi.

    “Dalam 24 jam terakhir telah menunjukkan bahwa sistem ini perlu ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pengguna, dan mendukung transaksi yang lebih kompleks yang sekarang umum di jaringan,” tulis Solana dalam pemberitahuan pada websitenya.

    Masalah ini muncul di tengah kemunduran Solana dalam token dari Bitcoin dan Ether ke Polkadot. Begitu juga dengan Solana yang telah anjlok lebih dari 30% selama sepekan terakhir, berdasarkan harga dari CoinGecko.

    Pasar mata uang kripto telah kehilangan sekitar USD 1 triliun dari level tertingginya, dan Bitcoin turun hampir 50% dari rekor November.

    Sebenarnya, ini bukan masalah pertama yang dialami Solana dengan ketidakstabilan. Pada bulan September lalu, paltform i i mengalami pemadaman selama 17 jam yang menurut pihak manajemen dipicu oleh “kehabisan sumber daya”. []

    Baca juga: Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

  • Menang Lelang, Taipan Kripto Justin Sun Akan Plesiran ke Luar Angkasa

    peloporberita.com/ | Pendiri platform blockchain TRON, Justin Sun, akan plesiran ke luar angkasa pada tahun depan, menggunakan penerbangan Blue Origin milik miliarder Jeff Bezos. Dengan demikian, Sun akan bergabung dengan sejumlah taipan yang terlibat dalam perjalanan ruang angkasa.

    Baru-baru ini, miliarder asal Jepang Yusaku Maezawa kembali ke Bumi, setelah melakukan perjalanan ke luar angkasa selama 12 hari. Pengalaman ini sekaligus menjadikannya sebagai konglomerat terbaru yang bepergian ke luar angkasa.

    Sun yang merupakan jutawan cryptocurrency, juga mengungkapkan dirinya sebagai penawar anonim yang membayar USD 28 juta dalam lelang untuk bergabung dengan Bezos dalam misi kru pertama Blue Origin.

    “Saya memenangkan pelelangan enam bulan lalu, tetapi melewatkan peluncurannya. Namun, ini tidak menghentikan kecintaan saya pada ruang angkasa,” cuit Sun dalam jejaring sosial Twitter, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (23/12/2021).

    Sebelumnya, Sun mengatakan, ia ditunjuk sebagai perwakilan Grenada untuk Organisasi Perdagangan Dunia di Jenewa, Swiss. Rencananya, ia akan membawa bendera negara Karibia bersamanya dalam perjalanan luar angkasa.

    Sun dikenal publik setelah mengemukakan pandangannya tentang cryptocurrency dan ketika ia memenangkan lelang untuk makan siang dengan Warren Buffett, dengan harga sekitar USD 4,6 juta pada tahun 2019. []

    Baca juga: Jeff Bezos Sumbang Ratusan Juta Dolar Untuk Atasi Perubahan Iklim

  • Binance dan Grup Telkom Kembangkan Platform Pertukaran Aset Kripto

    peloporberita.com/ – Binance Holdings Ltd, Penyedia infrastruktur blockchain dan cryptocurrency terbesar di dunia, membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kolaborasi ini, dalam rangka mengembangkan platform pertukaran aset kripto, juga kedepannya bisa untuk membentuk bursa kripto.

    Pendiri dan CEO Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao mengatakan, Binance berambisi menumbuhkan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara global. Hal ini mendorong Binance dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures membentuk inisiasi pengembangan cryptocurrency di Indonesia.

    “Dengan adopsi teknologi yang cepat dan potensi ekonomi yang kuat, Indonesia dapat menjadi pusat terkemuka ekosistem blockchain dan kripto di Asia Tenggara,” tuturnya belum lama ini.

    Sementara CEO MDI Donald Wihardja mengatakan, cryptocurrency, crypto assets, dan blockchain menghadirkan bagian penting yang tidak dapat disangkal dari infrastruktur keuangan dan digital lainnya di masa depan. MDI sendiri sebagai lengan investasi teknologi dan pemandu teknologi Telkom, sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam proyek ini.

    Baca juga :

    “Kami berharap dapat bertumbuh bersama Binance dan mitra investasi kami dan menjembatani peluang dan teknologi dengan Telkom untuk membantu peningkatan kemampuan Indonesia dalam infrastruktur digital ini,” sebutnya.

    Pembentukan joint venture, adalah bagian dari strategi Binance yang lebih luas untuk menumbuhkan ekosistem blockchain global. Pengumuman tersebut juga sejalan dengan pengumuman terbaru tentang inisiatif 100M EUR Binance untuk mendukung pengembangan ekosistem blockchain Prancis dan Eropa, serta investasi Binance Asia Services di Hg Exchange (HGX) yang berbasis di Singapura.

    Terkait hal yang sama, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengatakan, selain prinsip GCG, kemitraan dilakukan setelah regulasi bursa kripto sudah memadai baik dari sisi keamanan, transparansi, dan perlindungan investor.

    “Kami harus kerja sama dengan pemain top di bidang kripto dan yang regulasinya sudah memadai,” tandasnya.

    Adapun keseriusan Grup Telkom ke bisnis mata uang digital menurut Ahmad Reza lantaran didukung masih besarnya ceruk dan karakter pasar yang sesuai untuk bisnis kripto di Indonesia. []

  • Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

    peloporberita.com/ | Solana Ventures, unit perusahaan teknologi Solana Labs, menganggarkan investasi senilai USD 150 juta untuk game blockchain. Dalam hal ini, Solana menggandeng Forte dan Griffin Gaming Partners, yang merupakan dua pemain utama di sektor tersebut.

    Melansir Reuters, Forte membangun teknologi untuk aplikasi game berbasis blockchain, sedangkan Griffin adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di pasar game global.

    “Pengembang game harus terus membuat konten baru untuk dikonsumsi pemain sebagai pembelian satu kali,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Forte Josh Williams.

    Dalam permainan yang mendukung blockchain, pemain di seluruh dunia dapat memiliki barang serta bebas memperdagangkan barang dan jasa satu sama lain. Selain itu, para pemain juga dapat berpartisipasi dalam ekonomi komunitas. Bahkan, beberapa game blockchain memungkinkan pemain mendapatkan hadiah berupa mata uang kripto.

    Laporan ResearchAndMarkets.com menyebutkan, pada tahun 2020, nilai pasar game global mencapai USD 173,7 miliar.

    Angka itu pun diprediksi naik menjadi USD 314,40 miliar pada tahun 2026, yang salah satunya didorong oleh lockdown selama pandemi membuat pengguna internet menghabiskan waktu ke platform game. []