Tag: Blackpink

  • Lisa Blackpink Jadi Duta Merek Scotch Tuai Kontroversi di Thailand

    Jakarta | ‘Lisa’ Manoban, anggota grup K-pop Blackpink, telah menjadi duta merek perusahaan wiski Scotch yang terkenal. Hal ini menghidupkan kembali diskusi tentang Undang-Undang Pengendalian Minuman Beralkohol yang kontroversial di Thailand, mengingat Lisa berasal dari Thailand.

    Gambar dan video yang menunjukkan Lisa mempromosikan merek tersebut telah beredar luas di media sosial, mendorong pihak berwenang mengeluarkan peringatan singkat bahwa mereka sedang mempertimbangkan tindakan terhadap orang-orang yang mengunggah dan membagikan gambar Lisa dengan wiski.

    Thailand pun melarang semua iklan dan penggambaran alkohol di semua media. Melansir Bangkok Post, Jumat (15/04/2022), pelanggar dapat didenda hingga 500.000 baht (Rp 213,5 juta) atau dihukum satu tahun penjara, atau keduanya.

    Kontroversi Lisa Blackpink dapat menyolek negara untuk meninjau kebijakan anti-alkohol kuno ini, setelah anggota parlemen Partai Maju untuk Bangkok Thaopipob Limjirakorn, pada awal Februari mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) tentang pajak cukai, secara luas dijuluki “Tagihan Minuman Keras Progresif”, untuk merevolusi industri alkohol Thailand.

    Dalam perkembangan terakhir, kabinet pada 29 Maret malah memutuskan menginstruksikan Kementerian Keuangan untuk mengubah peraturan tertentu mengenai produksi minuman keras, dengan cara yang tidak membatasi hak masyarakat memproduksi minuman keras untuk tujuan non-komersial, mengabaikan draft RUU Minuman Keras Progresif.

    Menurut wakil juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek, produksi minuman keras untuk tujuan non-komersial sudah dimungkinkan, asalkan produksinya sesuai dengan kontrol kualitas dan lingkungan, untuk memastikan keselamatan orang yang mengkonsumsinya. Sedangkan kontrol pada standar keamanan minuman keras dan dampak lingkungan dari proses produksi masih diwajibkan.[]

  • Penggemar K-Pop Bersedih, Akun Fans BTS hingga Blackpink Diblokir Pemerintah China

    peloporberita.com/ | Jakarta – Penggemar K-Pop bersedih lantaran pemerintah China memblokir sementara 21 akun fans idola mereka di platform Weibo, Twitter versi negara tersebut.

    Alasannya, puluhan akun tersebut dianggap memiliki “perilaku mengejar idola yang tidak rasional”. Akun-akun yang ditangguhkan selama 30 hari itu, merupakan milik penggemar artis K-Pop terkenal, mulai dari EXO, BTS dan Blackpink, juga NCT, Red Velvet, SNSD hingga penyanyi solo IU.

    “Weibo menyebutnya penggalangan dana secara illegal.”

    Dalam pernyataannya, Weibo akan menentang perilaku mengejar idola yang tidak rasional dan akan menanganinya dengan serius. Weibo juga berjanji mempromosikan kegiatan itu secara rasional serta mengatur ketertiban masyarakat.

    Akun tersebut ‘ditempeli’ pernyataan, “Akun ini untuk sementara dilarang mengunggah karena melanggar peraturan komunitas Weibo.” Tidak hanya akun yang di-suspend, Weibo juga menghapus konten yang menyebabkan penangguhan. Misalnya, akun milik fans personil BTS Jimin yang ditangguhkan selama 60 hari.

    Penyebabnya, lantaran foto-foto gambar wajah Jimin terpampang secara online di badan pesawat pada minggu lalu. Kejadian ini, terkait perayaan ulang tahun sang penyanyi. Untuk itu, Fans Tiongkok beramai-ramai menggalang dana untuk merayakan hari kelahiran sang bintang.

    “Weibo menyebutnya penggalangan dana secara illegal,” sebut Yonhap.

    Pemerintah china, memang telah mengumumkan langkah-langkah khusus sebelumnya untuk mengendalikan pemujaan selebriti dan budaya klub penggemar. Termasuk, melarang anak di bawah umur membelanjakan uang untuk mendukung idola mereka.

    Hal serupa sebelumnya juga menimpa artis China Zhao Wei. Seluruh informasi serta hal-hal yang berhubungan dengan aktris senior Zhao Wei atau Vicki Zhao menghilang dari internet sejak Kamis pekan lalu tanpa alasan yang jelas.

    Nama Vicki Zhao dari serial, film, video pendek layanan streaming China,seperti Tencent Video, iQIYI, dan Youku juga menghilang begitu saja. Acara-acaranya memang masih bisa disaksikan, tetapi keterangan keterlibatan Zhao dihilangkan. []