Tag: Betawi

  • Resep Semur Jengkol Pedas

    peloporberita.com/ | Semur jengkol adalah masakan khas Betawi yang biasanya menjadi menu pendamping nasi uduk, namun tidak semua pedagang nasi uduk menyediakannya. Umumnya, semur jengkol Betawi tidak berkuah encer, melainkan agak kental, ada yang manis dan ada yang sedikit pedas.

    Selain menu pendamping nasi uduk, hidangan semur jengkol juga kerap hadir dalam acara adat masyarakat Betawi. Dalam rangkaian prosesi pernikahan Betawi misalnya, semur jengkol pun menjadi salah satu makanan hantaran balikan dari pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga laki-laki, setelah akad nikah.

    Meski aromanya menyengat hingga sebagian orang tidak menyukai hidangan ini, jengkol disebut kaya akan nutrisi. Jika tertarik ingin menghidangkannya, Anda bisa mencoba resep semur jengkol pedas dari Umi Hanna Hani.

    Baca juga: Resep Kari Ayam Molokhia

    Bahan-bahan:

    • Jengkol 1 kg
    • Santan instan 2 bungkus (@65ml)
    • Gula merah 1 keping
    • Kecap manis secukupnya
    • Penyedap rasa ayam 2 sachet
    • Garam secukupnya
    • Minyak goreng untuk tumis bumbu 170 ml
    • Air 300-400 ml
    • Asam jawa 1 bungkus (dicairkan)

    Rempah untuk rebusan jengkol sebelum diolah:

    • Daun salam 5 lembar
    • Sereh 2 buah (digeprek)
    • Daun jeruk 3 lembar
    • Cengkeh 5 buah
    • Kayu manis 1 ruas

    Bumbu dihaluskan:

    • Cabe merah keriting 11 atau sesuai selera
    • Cabe merah rawit 11 atau sesuai selera
    • Bawang putih 5 siung
    • Bawang merah 8 siung
    • Kunyit 1/2 ruas
    • Jahe 1 ruas
    • Lengkuas 1 ruas
    • Sereh 2 batang
    • Kemiri 5 buah
    • Lada bubuk 1/2 Sachet (kasar 1 sdt)
    • Ketumbar kasar 2 sdm (halus 1/2 Sachet)
    • Daun salam (utuh) 5 lembar
    • Cengkeh (utuh) 3 biji
    • Daun jeruk (utuh) 5 lembar

    Baca juga: Resep Bakwan Jagung dan Jamur Sawit

    Langkah membuatnya:

    • Siapkan semua bahan. Rendam jengkol dari pagi hingga sore atau bisa juga direndam sampai keesokan hari dengan cara air rendaman diganti secara berkala. Kemudian rebus bersama rempah untuk rebusan jengkol selama 35 menit dari air mendidih. Lalu biarkan tetap berada dalam panci hingga esok paginya untuk mendapatkan tekstur yang empuk.
    • Buang air rebusan dan bilas dengan air bersih. Kupas kulit jengkolnya lalu geprek semua jengkol hingga gepeng retak.
    • Siapkan semua bumbu halus dan utuh. Untuk bumbu halus sebaiknya diblender agak lama supaya yang menggunakan ketumbar atau lada kasar bisa halus secara merata. Ketika blender, Anda cukup memberi air setengah gelas kecil saja.
    • Panaskan minyak, lalu tumis bumbu hingga harum, masukkan daun salam, daun jeruk, biji cengkih, gula jawa, penyedap ayam dan garam.
    • Kemudian masukkan jengkol, aduk rata dengan air asam jawa dan kecap manis secukupnya. Lalu tambahkan air dan tutup masakan hingga 20 menit. Anda bisa mengaduknya sesekali.
    • Setelah 20 menit, kadar air akan meningkat jadi lebih banyak. Buka tutupnya, biarkan air menyusut dan jengkol empuk hingga sesuai yang Anda inginkan.
    • Ketika air sudah menyusut, tambahkan santan instan (jangan ditambah air). Lalu koreksi rasa dan akhirnya semur jengkol pedas siap untuk disajikan. []

    Baca juga: Resep Smoked Beef Mac and Cheese

  • Sandiaga Uno Apresiasi Bank Sampah Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Bank Sampah Pemuda Mandiri yang sedang dikembangkan pengelola Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan.

    “Jadi bukan lagi kita yang membangun desa, tapi justru desa wisata yang membangun Indonesia.”

    Menurut Sandiaga, Bank Sampah Pemuda Mandiri sesuai dengan konsep pariwisata ke depan yaitu sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Dalam program ini, pengelola Bank Sampah Pemuda Mandiri mengumpulkan sampah yang masih layak pakai untuk diolah menjadi produk ekonomi kreatif.

    “Tadi kita melihat ada Bank Sampah yang sedang dikembangkan, ini merupakan bagian dari pariwisata berkelanjutan dan juga membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif masyarakat Betawi,” tutur Menparekraf saat visitasi ke Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, Jumat, 3 September 2021.

    “Untuk itu, saya imbau kepada seluruh masyarakat untuk menabung sampah dan menyetornya ke Bank Sampah,” sambungnya.

    Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi ini menjadi salah desa wisata yang masuk ke dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sandiaga menjelaskan, ADWI merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    “Jadi bukan lagi kita yang membangun desa, tapi justru desa wisata yang membangun Indonesia,” tegasnya.

    Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi ke Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi
    Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi ke Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, Jumat, 3 September 2021. (Foto: peloporberita.com/Kemenparekraf)

    Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administratif Jakarta Selatan. Sesuai dengan namanya, desa wisata ini merupakan kawasan yang difungsikan sebagai tempat pelestarian budaya Betawi.

    Keseharian serta adat istiadat masyarakat Betawi pun, dapat dijumpai disini. Seperti latihan pencak silat, palang pintu, aqiqah, injak tanah, hingga ngarak penganten sunat.

    Desa seluas 289 hektare ini juga memiliki dua setu, yaitu Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong yang dimanfaatkan untuk wisata air, seperti sepeda air, olahraga kano, dan memancing. Suasananya pun asri dan sejuk karena dikelilingi rindangnya pepohonan khas Betawi seperti kecapi, rambutan, sawo, nangka, melinjo dan pisang.

    Selain adat istiadat yang masih kental, ada pula kuliner khas dari Betawi yang sangat menggugah selera dan memanjakan lidah diantaranya kerak telor, laksa, es selendang mayang, toge goreng dan juga bir pletok.

    Desa ini juga menghadirkan wisata agro yang mampu menjadi daya tarik wisata, yaitu kampung alpukat, di mana para pengunjung mendapatkan pengalaman untuk memetik buah alpukat.

    Selain itu, desa wisata ini memiliki Museum Betawi yang sudah tersertifikasi “Indonesia Care” berbasis CHSE. Tidak hanya itu saja, penerapan protokol kesehatan di kawasan ini pun sudah sangat baik, terlihat dari tersedianya tempat cuci tangan serta hand sanitizer, sign untuk jaga jarak, dan dilakukannya disinfektan secara berkala.

    Hal tersebut yang kemudian menjadikan Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi sebagai salah satu desa wisata yang paling lengkap, menarik serta menjadi pilihan bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. []

  • Resep dan Cara Membuat Putu Mayang, Legit Banget

    peloporberita.com/ |Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Putu Mayang? kue tradisional Betawi yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras yang berbentuk seperti mie, dengan campuran santan kelapa, dan disajikan dengan kinca atau gula jawa cair.

    Asal mula kue ini, disebut terkait dengan kue putu mayam yang berasal dari India Selatan. Keduanya berbentuk adonan tepung kanji atau tepung beras yang dicetak menyerupai gumpalan mie.

    Putu Mayang
    Putu Mayang. (Foto:Pelopor.id/Fb resep aneka jajanan pasar)

    Tetapi, putu mayang Indonesia berbeda dibandingkan putu mayam India yang juga ditemukan di Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura. Putu mayang Indonesia gumpalannya lebih menyatu dan tebal dengan ukuran gumpalan yang kecil. Sedangkan putu mayam India bentuknya seperti mi halus dengan ukuran gumpalan yang lebih lebar.

    Berikut resep Putu Mayang ala Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber:

    Bahan Utama:

    • 200 gr tepung beras
    • 50 gr tapioka
    • 400 ml santan
    • 1 sdm gula pasir
    • 1/2 sdt garam
    • Pasta pandan secukupnya
    • Pasta merah/pink secukupnya

    Bahan kuah gula jawa cair (kinca):

    • 50 gr gula pasir
    • 50 gr gula aren
    • 400 ml santan
    • 1/4 sdt garam
    • 2 lembar daun pandan
    • 1 sdt maizena + 3 sdm air (larutkan)
    Putu Mayang
    Putu Mayang. (Foto:Pelopor.id/Fb resep aneka jajanan pasar)

    Cara Membuat Kinca

    1. Campur semua bahan utama kecuali larutan maizena. Masak sampai hangat. Lalu masukkan larutan maizena, aduk terus sampai matang dan mengental kemudian angkat

    Cara Membuat Putu Mayang

    1. Masak santan, tepung beras, gula dan garam. Setelah kental matikan kompor diamkan sampai panasnya berkurang.
    2. Setelah panasnya berkurang masukkan tapioka, Aduk rata.
    3. Lalu bagi adonan menjadi 2 atau 3 bagian dan beri pewarna makanan.
    4. Masukkan adonan yang telah diberi warna tersebut ke dalam piping bag (Plastik segitiga) atau cetakan Putu Mayang dan mulailah membentuknya.
    5. Tata Putu Mayang yang telah dibentuk di atas daun pisang. kemudian kukus 20 menit.
    6. Angkat dan siap disajikan dengan siraman kuah Kinca.

    Demikian resep dan cara membuat Kue Putu Mayang Khas Indonesia, selamat mencoba.