Tag: Bendera Merah Putih

  • Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    peloporberita.com/ | Kerajaan Majapahit pada masanya mempunyai dua bendera, yaitu sang Saka Merah Putih yang dipakai menjadi bendera Indonesia sampai saat ini, dan bendera kedua adalah Sang Saka Gula Kelapa yang menjadi lambang kebesaran Kerajaan Majapahit di seluruh Nusantara.

    Seperti diketahui, kekuasaan Kerajaan Majapahit sangat luas dan memiliki pengaruh besar, bahkan sampai ke negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.

    Pengamat Politik dan Ekonomi Luar Negeri dari Rumah Politik Indonesia Gerry Hukubun mengatakan, garis merah putih pada bendera Amerika Serikat meniru bendera perusahaan Hindia Timur Britania yang dulunya sering berurusan di wilayah Nusantara, di bawah kepemimpinan Kerajaan Majapahit.

    Untuk memudahkan kepentingan mereka dalam wilayah maritim Nusantara, perusahaan ini memakai bendera Sang Saka Gula Kelapa dengan menambahkan bendera Union Jack di sebelah kiri atasnya.

    Baca juga: Profil Moeldoko dan Kronologi Kisruh Partai Demokrat

    Di masa kini, kita juga tahu China telah menjalankan program One Belt One Road (OBOR), namun ternyata Kerajaan Majapahit sudah lebih dahulu menguasai jalur perdagangan maritim yang membuat Kerajaan Majapahit sangat dihormati pada masa itu.

    Gerry menjelaskan lebih rinci, nama lain bendera Sang Saka Gula Kelapa adalah Sang Saka Getih Getah Samudera. Bendera ini memiliki corak lima garis merah dan empat garis putih horizontal yang sama lebar. Bermula dengan garis merah dan berakhir dengan garis merah yang melambangkan wilayah Nusantara dalam Sumpah Amukti Palapa.

    Baca juga: Mengenal Moeldoko Center dan Visi Misinya

    Sang Saka Gula Kelapa dikibarkan pertama kali sebagai panji kemenangan pasukan Raden Wijaya, raja pertama Majapahit dalam pertempuran pertama melawan Dinasti Yuan dari China. Pasukan Raden Wijaya berhasil mengalahkan dan memukul mundur 3.000 pasukan Dinasti Yuan dan menewaskan pimpinan pasukan Mongol yaitu TarTar. Setahun kemudian, Kerajaan Majapahit berhasil mengusir pasukan Mongol dari tanah Jawa.

    Setelah membagikan informasi sejarah ini, Gerry berharap kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) wajib mengetahui bahwa bendera panji kebesaran Kerajaan Majapahit yaitu Sang Saka Gula Kelapa adalah lambang dan simbol kejayaan Nusantara saat itu. Ia juga berharap semoga informasi ini dapat menjadi penyemangat bangsa untuk bangkit dan sebagai lambang kebangkitan Nusantara. []

  • Bendera Merah Putih Tak Berkibar Saat Indonesia Juara Piala Thomas, Taufik Hidayat: Menpora Ngapain Aja?

    peloporberita.com/ – Indonesia berhasil menjadi juara Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0 di partai puncak. Namun, momen sakral kemenangan Indonesia tercoreng karena tidak ada bendera merah putih saat momen penganugerahan medali.

    “Ada apa dengan LADI dan pemerintah kita? Khususnya Menpora Koni dan Koi? Kerjamu selama ini ngapain aja?”

    Mantan pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat pun mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial.

    “Tapi ada yg aneh bendera merah putih gak ada? Di ganti dengan bendera PBSI. Ada apa dengan LADI dan pemerintah kita? Khususnya Menpora Koni dan Koi? Kerjamu selama ini ngapain aja?” tulis Taufik Hidayat di akun Instagramnya Senin, 17 Oktober 2021.

    Cuitan Taufik Hidayat di Instagram
    Cuitan Taufik Hidayat di Instagram

    Taufik Hidayat juga menyebut, kejadian ini adalah hal yang memalukan bagi Indonesia dan mengacaukan dunia olah raga Tanah Air.

    “Bikin malu negara indonesia aja, Jangan ngarep jadi Tuan rumah olympic or piala dunia, urusan kecil aja gak bisa beres, Kacau dunia olahraga ini,” ujarnya.

    Meski demikian Taufik merasa bangga dengan para pebulutangkis Indonesia yang telah berhasil memboyong Piala Thomas Cup. Kemenangan ini, menjadi spesial lantaran sudah 19 tahun lamanya Indonesia belum meraih kembali piala kejuaraan beregu putra terbaik dunia.

    “Selamat piala thomas cup kembali ke INDONESIA. Terimakasih atas kerja kerasnya team Bulutangkis indonesia 🙏🙏🙏🥂🥂🥂,” kata Taufik Hidayat. []

  • Profil Olivia Jensen yang Dianggap Melecehkan Bendera Merah Putih

    peloporberita.com/ | Jakarta – Nama Olivia Jensen tengah disorot publik akibat membuat video melempar bendera Merah Putih Indonesia ke tanah. Publik menganggap konten itu telah melecehkan bendera Merah Putih. Meski Olivia sudah meminta maaf secara terbuka pada Kamis (19/08/2021), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) tetap melaporkan Olivia Jensen ke Bareskrim Polri pada Jumat (20/08/2021).

    Dikutip dari rri.co.id, ada sejumlah larangan terhadap bendera Merah Putih. Setiap orang dilarang:

    1. Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara
    2. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
    3. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
    4. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
    5. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.
    6. Selain itu, saat menaikan dan menurunkan, Bendera Negara tidak boleh menyentuh tanah.

    Baca juga: Profil Ricky Harun, Banting Setir dari Selebriti jadi Komisaris

    Profil Olivia Jensen 

    Olivia Jensen adalah aktris kelahiran Denmark, 11 April 1993. Ia mengawali kariernya sebagai pemeran utama film Bukan Cinta Biasa pada 2009. Dalam film itu, Olivia beradu akting dengan sejumlah aktor ternama, seperti Wulan Guritno, Tike Priatnakusumah, dan Afgansyah Reza.

    Di tahun yang sama, Olivia Jensen menjadi pemeran utama dalam sinetron ‘Hafizah’ yang diproduksi oleh MD Entertainment. Tahun berikutnya ia kembali bermain di film Cinta 2 Hati, dan kembali beradu akting dengan Afgansyah Reza. Olivia juga membintangi sejumlah film lainnya, seperti Milli & Nathan pada 2011, Potong Bebek Angsa pada 2012, dan Slank Nggak Ada Matinya pada tahun 2013.

    Baca juga: Profil Vitalia Shesya yang Murka Disebut Cewek Simpanan

    Kemudian pada 2014, Olivia menikah dengan Arief Purnama dan sejak itu ia cukup jarang tampil di layar kaca. Hingga pada 2018, aktris keturunan Denmark-Indonesia ini kembali ke dunia hiburan lewat sinetron Cinta yang Hilang. Disusul film layar lebar berjudul Temen Kondangan produksi MNC Pictures yang rilis pada Januari 2021. 

    Tidak hanya film dan sinetron, Olivia Jensen juga sering menjadi model di berbagai majalah remaja dan tabloid, hingga menjadi presenter dalam berbagai acara televisi nasional. []

  • Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari, Kepala Suku Pegaf: Sampai Kapanpun Kami Tetap NKRI

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyerahkan bendera merah putih kepada kepala-kepala Suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) untuk dikibarkan di Rumah Kaki seribu Distrik Hink Pegaf, Papua Barat pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Penerangan Kodam XVIII/Kasuari pada Minggu, 15 Agustus 2021 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian touring merah putih ke Pegaf yang dilaksanakan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke-76 Republik Indonesia bersama Komunitas Trail Manokwari (KTM) .

    “Kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI.”

    Saat penyerahan bendera, Pangdam di sambut oleh tujuh kepala suku yang mewakili suku-suku di Pegaf dan berpesan untuk terus mengibarkan bendera merah putih di Pegaf karena merupakan bagian NKRI.

    “Bapak Kepala Suku, saya menyerahkan bendera merah putih ini untuk terus dikibarkan di tanah Pegaf, pegunungan Arfak harus terus sejahtera dan damai, sehingga anak cucu kita ke depannya dapat mencapai cita-cita dan masadepannya dengan baik,” tutur Pangdam XVIII/Kasuari.

    Kepala Suku Pegaf Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari. (Foto: peloporberita.com/TNI)

    Apri Indou, Kepala Suku Distrik Anggi, mengucapkan rasa terima kasih kepada Pangdam, untuk bersama-sama melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih.

    "Dengan ini kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI," ungkapnya.

    Prosesi penyerahan dan pengibaran bendera merah putih ini merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan Kodam XVIII/Kasuari kepada para kepala suku yang ada di Pegaf.

    Setelah menerima bendera, tiga kepala suku tersebut langsung mengibarkan bendera melalui upacara yang dipimpin Pangdam dan diikuti oleh warga sekitar dan rombongan dari Kodam XVIII/Kasuari.

    Usai upacara pengibaran bendera merah putih, Pangdam berkesempatan memasuki rumah adat dan menerima penjelasan tentang rumah adat kaki seribu yang merupakan budaya masyarakat Pegaf.

    Selanjutnya, Pangdam diperkenalkan dan mencoba panah milik masyarakat yang digunakan untuk berburu, sasaranpun berhasil dipanah oleh Pangdam.

    Acara ditutup dengan dengan pembagian bantuan bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan dengan harapan dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari. []