Tag: Beijing

  • 10 Hari Buka Lockdown, Kasus Covid di Shanghai Melonjak Kembali

    Jakarta | Shanghai memulai putaran tes Covid-19 massal untuk hampir seluruh 25 juta penduduknya pada Sabtu (11/06/2022), ketika pihak berwenang berusaha menahan wabah yang terkait dengan salon kecantikan.

    Tes baru dilakukan hanya 10 hari setelah Shanghai mencabut aturan penguncian atau lockdown dua bulan yang melelahkan dan penuh gejolak, yang bertujuan menghilangkan penyebaran Covid-19. Kini, lima distrik di Shanghai kembali melarang penduduknya meninggalkan rumah mereka selama periode pengujian.

    Pada Sabtu, Shanghai melaporkan tujuh kasus gejala lokal baru untuk hari sebelumnya, yang enam di antaranya terdeteksi di luar area karantina. Kota ini juga mencatat sembilan kasus asimtomatik lokal baru, naik dari enam hari sebelumnya.

    Tak hanya Shanghai, Beijing juga melaporkan lonjakan kasus. Mengutip Reuters, Beijing melaporkan 36 kasus gejala lokal baru, naik dari tujuh hari sebelumnya, dan 25 kasus asimptomatik lokal baru, naik dari hanya satu hari sebelumnya.

    Ibu kota Tiongkok mulai memperketat kembali sejumlah pembatasan Covid, dengan setidaknya dua distrik menutup tempat hiburan tertentu, setelah gejolak di lingkungan sibuk yang dikenal dengan kehidupan malam, perbelanjaan dan jalan-jalan kedutaan.

    Kasus-kasus itu terkait dengan tempat minum yang dikenal sebagai Heaven Supermarket Bar. Beijing mengatakan pada Sabtu bahwa 61 kasus baru yang ditemukan di kota itu telah mengunjungi bar atau tempat yang terkait.

    Dengan melonjaknya Covid, Universal Beijing Resort pada Jumat malam membatalkan rencana pembukaan kembali sampai pemberitahuan lebih lanjut. Menurut pihak berwenang Beijing, tiga pekerja Universal Beijing Resort juga telah mengunjungi bar.

    Data Komisi Kesehatan Nasional menunjukkan, Tiongkok daratan secara total melaporkan 210 kasus Covid baru untuk 10 Juni, di mana 79 di antaranya bergejala dan 131 tidak menunjukkan gejala. Angka itu naik dari 151 kasus baru sehari sebelumnya.[]

  • Laba Adidas Merosot Dua Digit Akibat Lockdown Covid di Tiongkok

    Jakarta | Produsen peralatan olahraga asal Jerman, Adidas mengalami penurunan laba bersih sebesar 38% pada kuartal I tahun ini, menjadi USD 327 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun.

    Pemicu utama penurunan itu adalah anjloknya penjualan Adidas di Tiongkok, seiring dengan adanya kebijakan penguncian atau lockdown akibat Covid-19. Tiongkok memang termasuk salah satu penyumbang terbesar untuk penjualan Adidas. Tahun lalu, negara itu berkontribusi sekitar 20% terhadap total penjualan Adidas.

    “Lingkungan pasar yang menantang di China, di mana penjualan turun 35% serta adanya gangguan rantai pasokan,” jelas pihak Adidas yang dilansir dari CNN.

    Adidas pun memprediksi pendapatan di Tiongkok akan menurun secara signifikan pada 2022.

    Seperti diketahui, Tiongkok menerapkan lockdown sangat ketat di Shanghai sejak akhir Maret lalu, akibat melonjaknya kasus Covid. Pihak berwenang memang telah menghapus sejumlah pembatasan pada bulan lalu, namun lebih dari 8 juta penduduk masih dilarang meninggalkan tempat tinggal mereka.

    Tak hanya Shanghai, pembatasan di Beijing juga telah diperketat dalam beberapa hari terakhir, dan diprediksi akan sangat mempengaruhi penjualan merek-merek Barat.

    Selain Adidas, kompetitor utamanya, Nike, juga mengalami penurunan pendapatan di Tiongkok sebesar 5%, selama periode Desember 2021-Februari 2022.[]

  • John Lee Ditunjuk Sebagai Pemimpin Baru Hong Kong

    Jakarta – John Lee ditunjuk sebagai pemimpin baru Hong Kong, setelah proses pemungutan suara dilakukan tertutup di mana ia adalah satu-satunya kandidat. Penunjukannya, dilihat sebagai langkah pemerintah Tiongkok memperkuat cengkeramannya di kota tersebut.

    Lee menggantikan kepala eksekutif Carrie Lam, yang telah menjabat sejak 2017. Lee juga dikenal sebagai pendukung setia Beijing yang kerap mengawasi demonstran pro-demokrasi pada tahun 2019.

    Pemimpin Hong Kong, dipilih oleh komite dalam lingkaran tertutup yang terdiri dari sekitar 1.500 anggota, yang hampir semuanya loyalis pro-Beijing, meskipun kali ini hanya ada satu kandidat bagi mereka untuk memilih.

    Lee sebelumnya merupakan mantan Kepala Sekretaris dan pejabat tertinggi kedua di Hong Kong. Ia selalu diperkirakan akan menjadi pengganti yang disukai untuk Lam yang sebelumnya mengumumkan bahwa dia tidak akan mencari masa jabatan kedua.

    Meskipun Lee mendapat dukungan Beijing, dia sangat tidak populer lantaran perannya dalam mengawasi tindakan keras terhadap para pemrotes selama demonstrasi atas RUU ekstradisi yang kontroversial pada tahun 2019.

    John Lee
    John Lee Pemimpin Baru Hong Kong. (Foto:AFP)

    Lee terus mendukung RUU itu meskipun ada kerusuhan, dan mendapat kecaman keras karena menyetujui penggunaan meriam air, peluru karet, gas air mata dan kadang-kadang amunisi hidup oleh polisi untuk membubarkan para pemrotes.

    Pada tahun 2020, ia juga mendukung pengenaan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial yang mengkriminalisasi sebagian besar bentuk protes politik dan perbedaan pendapat, dan mengurangi otonomi kota. Lee sendiri kala itu menyatakan bahwa undang-undang tersebut akan membantu memulihkan “stabilitas dari kekacauan”.

    Lee baru diangkat ke jajaran kepemimpinan tahun lalu, menurut para analis hal itu tanda niat Beijing untuk fokus pada keamanan di Hong Kong. Peran Lee dalam penerapan undang-undang tersebut menyebabkan dirinya serta selusin pejabat lainnya mendapat sanksi dari Amerika Serikat serta pemblokiran YouTube pada kampanye pemilihan 2022-nya. []

    [irp]

  • Aktivitas Pabrik Tiongkok Anjlok ke Level Terendah

    Jakarta | Aktivitas pabrik Tiongkok pada bulan April tercatat turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir. Hal itu terutama dipicu oleh kerusakan ekonomi akibat penguncian atau lockdown dan pembatasan ketat Covid-19 serta meningkatnya kekhawatiran tentang gangguan lebih lanjut pada rantai pasokan global.

    Berdasarkan data Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS), indeks manajer pembelian manufaktur resmi pada April turun menjadi 47,4 poin, dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,5. Angka itu hampir sesuai dengan prediksi rata-rata ekonom Bloomberg.

    Wabah virus corona yang terbaru memang memaksa sejumlah perusahaan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan produksi.

    Ahli statistik senior NBS Zhao Qinghe mengatakan bahwa aktivitas di industri jasa Tiongkok turun tajam akibat dampak parah dari wabah Covid. Melansir Bloomberg News, kegiatan usaha di 19 dari 21 sektor jasa yang disurvei, termasuk transportasi udara, akomodasi dan katering, mengalami kontraksi.

    Beijing berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mendorong pertumbuhan karena wabah Covid-19 dan pembatasan di banyak kota melumpuhkan sebagian besar ekonominya, yang terbesar kedua di dunia.

    Banyak pabrikan telah mencoba untuk tetap beroperasi dengan menggunakan apa yang disebut sistem loop tertutup, di mana para pekerja tinggal di lokasi dan diuji secara teratur. Namun aktivitas masih terhambat oleh pembatasan mobilitas yang panjang, termasuk di Shanghai, di mana sebagian besar penduduk telah dikunci selama sebulan.

    Kemacetan logistik telah menyebabkan kekurangan suku cadang dan membuat perpindahan orang dan barang di dalam negeri dan lintas batas menjadi sulit. Pengeluaran konsumen juga turun lantaran orang-orang tinggal di rumah, secara sukarela atau tidak.[]

  • Zongmu Technology Raih Investasi Baru 1 Miliar Yuan

    Jakarta | Startup sistem penggerak otonom, Zongmu Technology Shanghai Co mengumpulkan lebih dari 1 miliar yuan atau setara USD 157 juta dalam putaran pendanaan baru, ketika saat startup tersebut berupaya membangun pabrik produksi baru.

    Putaran pendanaan seri E Zongmu ini dipimpin oleh Dongyang State-Owned Assets Investment Co dan Zhejiang Caitong Capital Investment Co. Selain itu juga didukung oleh sejumlah investor lain seperti Sunic Capital, Zuoyu Capital, Cosco Shipping Development Co dan China Cinda Asset Management Co.

    Rencananya, Zongmu akan memanfaatkan investasi ini untuk mempercepat penelitian dan pengembangan. Selain itu juga akan mendirikan pangkalan di provinsi Zhejiang yang dapat menghasilkan 2 juta set sistem mengemudi otonom setahun, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Zongmu Technology berdiri sejak 2013 dan fokus pada teknologi dan produk sistem kemudi otonom serta asisten mengemudi. Startup itu juga menyediakan sistem parkir valet otomatis untuk produsen mobil.

    Pusat manufaktur Zongmu berada di Xiamen, sedangkan pusat penelitian dan pengembangannya tersebar di Xiamen, Beijing, Shanghai dan Stuttgart, Jerman.

    Saat ini, Zongmu juga tengah mempertimbangkan listing di papan STAR, seperti Nasdaq di Shanghai.[]

  • Antisipasi Omicron, Tiket Olimpiade Musim Dingin Tidak Dijual untuk Umum

    peloporberita.com/ | Olimpiade Musim Dingin akan dimulai pada 4 Februari 2022 di Beijing, Tiongkok. Namun, tiketnya tidak akan dijual kepada masyarakat umum, melainkan hanya kepada kelompok orang tertentu.

    Panitia pelaksana memastikan tidak akan ada penonton internasional di Olimpiade. Hal itu diputuskan sesuai kebijakan pencegahan Covid-19 yang telah menutup perbatasan Tiongkok untuk turis asing.

    Keputusan itu salah satunya dipicu oleh maraknya penyebaran Covid-19 varian Omicron, sehingga penyelenggara merasa berkewajiban mengutamakan keselamatan personel dan penonton Olimpiade.

    Panitia pelaksana juga telah memutuskan bahwa Olimpiade Musim Dingin akan digelar dalam putaran tertutup, yang memisahkan atlet dan personel Olimpiade dengan masyarakat umum di Tiongkok. Sebagian besar peserta juga akan tiba dengan pesawat sewaan khusus.

    Nantinya, penonton lokal yang menerima tiket harus mematuhi setiap langkah pencegahan Covid-19 sebelum, selama dan setelah menghadiri acara Olimpiade. Namun, tidak disebutkan secara detail mengenai pendistribusian tiket, seperti dilansir dari Reuters.

    Masyarakat Tiongkok yang sebagian besar telah berhasil mengatasi infeksi Covid-19, kini memang tengah berjuang keras mencegah penyebaran varian Omicron, tepat ketika periode perjalanan Tahun Baru Imlek baru dimulai. []

  • Pemerintah Tiongkok Lakukan Intervensi Terhadap Masalah Evergrande

    peloporberita.com/ | Perusahaan properti Tiongkok, Evergrande mengalami masalah gagal bayar utang, sehingga mendorong pemerintah melakukan intervensi.

    Salah satunya terlihat dari keputusan bank sentral yang akan mengalirkan dana sebesar USD 188 miliar atau sekitar Rp 2.688 triliun (kurs Rp 14.300/USD). Kebijakan itu diambil untuk mencegah terjadinya keruntuhan di sektor real estat Tiongkok.

    Selain itu, pemerintah daerah di Guangdong, yang merupakan markas Evergrande, telah menyatakan akan mengirim sejumlah petugas ke perusahaan tersebut, untuk mengawasi manajemen risiko dan memperkuat kendali internal.

    Sejatinya, sejumlah analis telah memperingati bahwa keruntuhan Evergrande tidak hanya memicu risiko untuk pasar properti Tiongkok, tapi juga sistem keuangan yang lebih luas. Mengingat besarnya pengaruh perusahaan Evergrande di Negeri Tirai Bambu.

    Melansir dari CNN, Evergrande memiliki sekitar 200.000 karyawan, meraup lebih dari USD 110 miliar atau sekitar Rp 1.573 triliun dalam penjualan tahun lalu, dan memiliki lebih dari 1.300 pengembangan di lebih dari 280 kota di Tiongkok.

    Pada awal pekan ini, Evergrande juga telah mengumumkan akan membentuk komite manajemen risiko, termasuk perwakilan pemerintah, untuk mengurangi dan menghilangkan risiko di masa depan.

    Dampak masalah Evergrande memang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, sektor real estat dan industri terkait adalah salah satu sektor terbesar di Tiongkok, menyumbang sebanyak 30% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu. []

    Baca juga: Susul Evergrande, Pengembang Sunshine 100 China Gagal Bayar Obligasi

  • Tiongkok Kecam AS atas Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing

    peloporberita.com/ – Pemerintah Tiongkok pada Selasa (7/12/2021) menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mendapat ganjaran atas upaya boikot diplomatiknya terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing. Kecaman tersebut disampaikan beberapa pekan usai menggelar pembicaraan yang bertujuan meredakan ketegangan hubungan antara kedua negara.

    “Tiongkok menentang boikot dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas. Amerika Serikat bakal membayar harga atas tindakan kelirunya. Mari kita semua menunggu dan melihat,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam jumpa pers rutin di Beijing kemarin dikutip dari Reuters.

    Amerika Serikat sendiri, akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles dan sedang mempersiapkan penawaran untuk menjadi tuan rumah ajang Olimpiade Musim Dingin 2030 di Salt Lake City.

    Zhao menegaskan, boikot AS telah merusak fondasi dan suasana pertukaran olahraga serta kerja sama di Olimpiade diibaratkan mengangkat batu untuk menghancurkan kakinya sendiri. Ia pun meminta AS untuk menjauhkan politik dari kegiatan olahraga, dan langkah boikot itu bertentangan dengan prinsip-prinsip Olimpiade. Kalangan media dan cendekiawan Tiongkok pun turut mengkritik tindakan boikot AS.

    “Ini kebodohan dan kekonyolan Amerika Serikat melakukan ini,” tegas profesor di Universitas Renmin di Beijing, Wang Wen.

    Baca juga :

    Di sisi lain pemerintahan Biden menegaskan alasan boikot AS, lantaran tindakan genosida terhadap minoritas Muslim di wilayah Xinjiang di barat jauh Tiongkok. Namun Tiongkok menyangkal adanya pelanggaran atas semua hak asasi.

    “Perwakilan diplomatik atau resmi AS akan memperlakukan permainan ini sebagai hal biasa dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman RRT di Xinjiang, dan kami tidak bisa melakukan itu,” jelas Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki pada Senin.

    Meski demikian, para atlet AS bebas bepergian ke Negeri Tirai Bambu untuk bertanding dan menurut Psaki, para atlet di tim AS mendapat dukungan penuh.

    “Kami akan mendukung mereka 100%, seperti kami mendukung mereka dari rumah,” tandasnya. []