Tag: Beasiswa

  • Kementerian Kominfo Sediakan 200 Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri

    Jakarta | Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali membuka Program Beasiswa Pascasarjana S2 dalam dan luar negeri Tahun 2022.

    “Program Beasiswa Kominfo terbuka bagi masyarakat umum dari instansi swasta dengan latar belakang pekerjaan terkait sektor TIK, pelaku start-up lokal, hingga aparatur pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda(, serta TNI dan Polri,” ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dikutip dari laman Kementerian Kominfo, Selasa (22/03/2022).

    Dedi menerangkan, pendaftaran untuk program beasiswa S2 luar negeri dibuka sampai tanggal 31 Maret 2022 untuk lima negara tujuan studi, yaitu:

    1. Tsinghua University di Tiongkok untuk program studi Master of Public Administration in International Development (MID);

    2. International Institute of Information Technology Bangalore di India untuk program MSc in Digital Society dan Master of Technology in Computer Science and Engineering;

    3. Eötvös Loránd University di Hungaria untuk program MSc in Computer Science – Financial Technology, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Data Science, Software and Service Architecture Specialization, dan Msc in Computer Science -Autonomous Systems;

    4. University of Twente di Belanda untuk program MSc in Computer Science, MSc in Interaction Technology, MSc in Philosophy of Science, Technology and Society; dan

    5. University of Electro Communications di Jepang untuk program Master in ICT – related field.

    Sedangkan untuk program beasiswa S2 dalam negeri disediakan beasiswa dalam negeri yang dibuka hingga batas akhir admisi pada setiap Universitas dengan program studi, antara lain:

    1. Beasiswa S2 Informatika pada empat perguruan tinggi, yaitu:

    – Magister Teknologi Informasi (MTI) dan Magister Manajemen Keamanan Jaringan Informasi (MKJI) Universitas Indonesia;

    – Magister Teknik Elektronik Opsi Layanan Teknologi Informasi (LTI) dan Rekayasa dan Manajemen Keamanan Informasi (RMKI) STEI ITB;

    – Magister Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada; dan

    – Magister Teknik Elektro konsentrasi Telematika (Pengelola TIK Pemerintahan), Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

    2. Beasiswa S2 Ilmu Komunikasi pada tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Hasanuddin.

    3. Beasiswa S2 Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan minat Studi Transformasi Digital Sektor Publik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

    Pendaftaran beasiswa ini dapat dilakukan melalui laman https://beasiswa.kominfo.go.id.

    Sedangkan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi helpdesk 0857-6000-8994, surat elektronik beasiswadn@mail.kominfo.go.id untuk beasiswa dalam negeri dan beasiswaln@mail.kominfo.go.id untuk beasiswa luar negeri, serta mengakses tautan https://komin.fo/infobeasiswakominfo2022 terkait Informasi Pembukaan Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Tahun Anggaran 2022. []

  • Kominfo Perpanjang Batas Waktu Pendaftaran Program Beasiswa S2 Luar Negeri

    peloporberita.com/ | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperpanjang batas waktu pendaftaran program Beasiswa S2 dari Tsinghua University, Tiongkok, dari semula 28 Februari menjadi 31 Maret 2022.

    Selain itu, terdapat perubahan cara pendaftaran yang semula seluruh prosesnya dilakukan secara manual melalui email, berubah prosesnya dan tersentralisasi pada website beasiswa Kominfo.

    Mengutip laman resmi kominfo, informasi terkait persyaratan, jadwal dan berkas pendaftaran serta jadwal tes di perguruan tinggi lebih lanjut dapat dilihat di https://k-cloud.kominfo.go.id/index.php/s/HgY9fnrjYAXSk3x dan juga pada website resmi masing-masing perguruan tinggi.

    Kementerian Kominfo melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia juga kembali membuka Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Tahun 2022.

    Program tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

    Program Beasiswa S2 Dalam Negeri terbuka bagi aparatur pemerintah pusat maupun daerah, termasuk anggota TNI dan POLRI, serta masyarakat umum dari instansi swasta yang memiliki latar belakang pekerjaan di sektor TIK atau pelaku start-up lokal yang berminat melanjutkan studi Magister bidang Komunikasi, bidang Informatika, dan juga Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Keamanan Informasi.

    Program Beasiswa ini telah berlangsung sejak 2007, bekerja sama dengan sejumlah mitra perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November.

    Informasi lengkap terkait prosedur pendaftaran, persyaratan, mitra perguruan tinggi, program studi dan keterangan lebih lanjut terkait penyelenggaraan Program Beasiswa S2 Dalam Negeri dapat dilihat di https://k-cloud.kominfo.go.id/index.php/s/HgY9fnrjYAXSk3x.

    Sedangkan pendaftaran dapat dilakukan melalui website: https://beasiswa.kominfo.go.id []

  • 400 Mahasiswa Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Ketua DPD RI Minta ini

    peloporberita.com/ – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengaku sangat prihatin terhadap kasus korupsi beasiswa yang berpotensi melibatkan 400 mahasiswa di wilayah hukum Polda Aceh. Ia pun meminta penyelidik melihat kasus ini dari perspektif yang lengkap, termasuk melihat unsur mens rea atau niatan yang ada di benak para mahasiswa tersebut.

    “Saya sangat menyesalkan munculnya kasus korupsi beasiswa yang berpotensi melibatkan 400 mahasiswa. Perlu penyelidikan mendalam untuk mengungkap permasalahan ini,” tutur LaNyalla, berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Selasa, (08/03/2022).

    Senator asal Jawa Timur itu, juga menyampaikan bahwa penyidik perlu memeriksa dasar kelengkapan persyaratan administrasi yang kurang memenuhi syarat, sehingga 400 mahasiswa tersebut memaksakan diri mengajukan sebagai penerima beasiswa.

    “Mungkin saja para mahasiswa tersebut memang memerlukan uang beasiswa. Namun, mereka tidak memiliki berkas administrasi lengkap, karena terkendala berbagai hal. Untuk kondisi seperti ini, kita juga tidak boleh tutup mata. Oleh karena itu, penyidikan perkara ini harus melihat semua aspek,” ungkap LaNyalla.

    Ia pun mengaku, sering mendapatkan pengaduan mengenai pengajuan dana beasiswa. Tetapi, syarat yang harus dipenuhi sulit sekali.

    “Akibatnya, mahasiswa yang sebenarnya sangat membutuhkan tidak dapat mengakses dana beasiswa yang dipersiapkan pemerintah. Apakah kondisi ini juga yang terjadi di Aceh? Kita belum bisa pastikan. Tugas kita adalah mencari tahu hal itu,” tandas LaNyalla.

    Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga sangat menyayangkan jika beasiswa yang telah disiapkan pemerintah tidak dapat diakses lantaran terdapat variabel persyaratan yang sulit sehingga tidak dapat dipenuhi.

    LaNyalla berharap, hal tersebut menjadi pertimbangan. Sebab, jumlah mahasiswa yang terduga sebagai pelaku korupsi dana beasiswa di Aceh sangat besar, mencapai 400 orang.

    “Meskipun tindakan ke 400 mahasiswa tidak dapat dibenarkan, tetapi penyelidik perlu melihat kasus ini dari perspektif yang lain. Karena bukan rahasia, banyak beasiswa yang syaratnya sangat sulit dipenuhi secara administrasi, tetapi secara fakta mahasiswa tersebut layak sebagai penerima,” tandasnya. []