Tag: BCA

  • Forbes: Hartono Bersaudara Masih Jadi Orang Terkaya di Indonesia

    peloporberita.com/ | Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia dan Hartono bersaudara masih menempati posisi pertama, dengan nilai harta USD 42,6 miliar atau sekitar Rp 604,9 triliun (nilai kurs Rp 14.300).

    Kekayaan Robert Budi Hartono dan Michael Hartono bertambah USD 3,8 miliar karena kenaikan saham BCA. Selain BCA, mereka juga pemilik Grup Djarum dan sejumlah perusahaan lain. Mereka menempati posisi orang terkaya di Indonesia sejak tahun 2008.

    Sementara posisi kedua diduduki oleh Keluarga Widjaja atau Sinar Mas Group, dengan nilai harta USD 9,7 miliar, atau setara Rp 137 triliun. Namun, menurut catatan Forbes, Keluarga Widjaja mengalami penurunan kekayaan sebesar USD 2,2 miliar.

    Adapun peringkat ketiga ditempati Anthoni Salim, dengan nilai USD 8,5 miliar, dan disusul Sri Prakash Lohia diposisi empat dengan nilai harta USD 6,2 miliar. Selanjutnya ada Prajogo Pangestu dengan total kekayaan USD 6,1 miliar dan Chairul Tanjung dengan USD 5,5 miliar, menurut data Forbes.

    Sedangkan peringkat ketujuh hingga sepuluh secara berurutan ditempati oleh Susilo Wonowidjojo dengan nilai kekayaan USD 4,8 miliar, Boenjamin Setiawan dengan harta USD 4,2 miliar, Jogi Hendra Atmadja USD 4,1 miliar dan Bachtiar Karim dengan nilai harta USD 3,5 miliar atau setara Rp 49,7 triliun. []

    Baca juga: Forbes Nobatkan Rihanna Sebagai Musisi Wanita Terkaya di Dunia

  • BCA Wajibkan Nasabah Tukar Kartu Chip Sebelum 1 Desember 2021

    peloporberita.com/ | PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengumumkan bahwa kartu debit BCA non chip tidak akan bisa digunakan lagi efektif per 1 Desember 2021.

    Langkah ini juga dilakukan untuk mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan penggunaan kartu debit berbasis chip untuk semua kartu yang diterbitkan di Indonesia, mulai 1 Desember 2021.

    Terkait hal itu, BCA meminta para nasabah untuk segera menukarkan kartu debit atau kartu ATM paling lambat 30 November 2021. "Sebagai gantinya, BCA menyiapkan kartu debit chip yang bisa didapatkan melalui BCA mobile, kantor cabang BCA, CS digital dan Halo BCA," demikian pengumuman dari bca.co.id yang dikutip peloporberita.com/ pada Rabu (17/11/2021).

    Baca juga: BCA Bakal Setor Dividen Rp 1,69 Triliun ke Group Djarum

    Penggantian kartu debit ke chip tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, khusus penggantian kartu melalui Halo BCA, nasabah akan dikenai biaya pengiriman kartu senilai Rp 20.000 atau US$1 atau S$2 per kartu, sesuai jenis mata uang dari rekening nasabah yang terhubung dengan kartu tersebut.

    Perlu diketahui, kartu debit non chip meliputi Kartu ATM BCA dan Paspor BCA lama yang menggunakan teknologi magnetic stripe. BCA memastikan kartu debit berteknologi chip lebih aman, sehingga bisa mengurangi risiko pencurian data kartu.

    Selain itu, dengan menukar kartu debit menjadi chip, nasabah bisa melakukan transaksi debit online untuk berbelanja daring, membeli voucer game, dan juga berlangganan aplikasi musik dan film. []

  • BCA Bakal Setor Dividen Rp 1,69 Triliun ke Group Djarum

    peloporberita.com/ – Bank Central Asia akan menyetorkan dividen senilai 1 koma 69 triliun rupiah kepada Group Djarum sebelum akhir tahun ini. Tercatat, Group Djarum melalui entitasnya Dwimuria Investama Andalan adalah pemegang saham mayoritas BCA, dengan kepemilikan mencapai 54 koma 9 persen saham.

    Sebelumnya, BCA akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai senilai total lebih dari 3 triliun rupiah untuk tahun buku 2021. Adapun hari Selasa, (16/11/2021) ini, merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.

    Di sebutkan, jumlah dividen interim yang akan dibayarkan BCA kali ini meningkat 27 setengah persen dibanding dividen interim tahun buku 2020. []

  • Taufan Rahmadi Ungkap Sosok Dibalik Suksesnya Billebante jadi Juara Desa Wisata BCA Award 2021

    peloporberita.com/ | Jakarta – Bilebante berhasil keluar sebagai juara kedua kategori wisata alam dalam lomba BCA Award 2021. Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi menyebut, dibalik kesuksesan ini ada sosok Pahrul Azim atau biasa dipanggil Pahrul yang saat ini menjabat sebagai direktur desa wisata hijau Bilebante.

    “Berbicara tentang desa wisata kepadanya kita akan disuguhkan dengan langkah-langkah jitu yang sudah terbukti keberhasilannya.”

    “Sejak pertama saya mengenalnya ditahun 2016, saya sudah bisa merasakan getaran semangatnya disaat memperkenalkan desa billebante dan meyakinkan saya yang saat itu masih menjabat sebagai PIC Mandalika Tim 10 Kemenpar RI, bahwa desa ini memiliki banyak potensi dan patut untuk diperjuangkan di kancah internasional,” tutur Taufan berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu, 5 September 2021.

    “Saya menyambut semangat itu, saya katakan kepada Pahrul saat itu untuk segera mempersiapkan segala sesuatu terkait billebante untuk bersama kita gedor pusat,” sambungnya.

    Menurut Taufan, Pahrul adalah sosok muda pekerja keras, cerdas, komunikatif, santun, taat dan jago melobby.

    “Berbicara tentang desa wisata kepadanya kita akan disuguhkan dengan langkah-langkah jitu yang sudah terbukti keberhasilannya,” ungkap Penulis buku Protokol Destinasi itu.

    Selain itu, Taufan juga menyebut ketekunan dan kerja keras Pahrul yang saat ini menjabat sebagai direktur desa wisata hijau bilebante telah mampu menarik perhatian Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya kala itu dan Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno untuk berkenan berkunjung ke desa ini.

    Tak hanya itu, berkat tangan dingin Pahrul sederet penghargaan nasional telah berhasil diraih Bilebante, salah satunya adalah Juara 2 Nasional BCA Desa Wisata Award 2021. Ini, adalah sebuah penghargaan prestisius yang tidak mudah untuk diraih.

    Secara khusus, Bilebante telah berhasil mengharumkan nama NTB dan Lombok Tengah sebagai sebuah desa yang maju karena inovasi pariwisatanya.

    “Semoga ini mampu menginspirasi desa-desa lain di NTB dan Indonesia untuk bisa terus berprestasi, semoga pula akan lahir sosok Pahrul-Pahrul lain yang menginspirasikan para pemuda di desa untuk menjadi agent of change di dalam berjuang membangun pariwisata di desanya. Selamat Bilebante , Selamat Pahrul, Terus Maju Pariwisata Lombok Tengah , Semakin Gemilang Pariwisata NTB, Salam Pesona Indonesia,” tutupnya.

    Ucapan penuh suka cita juga datang dari Kadis Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi.

    “Selamat dan sukses atas prestasi yang telah diraih oleh desa wisata Bilebante sebagai juara 2 kategori wisata alam dalam lomba BCA Award 2021,” kata Yusron.

    Yusron Hadi
    Kadispar NTB Yusron Hadi. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Menurutnya, prestasi ini harus disyukuri sebab dalam masa pandemi seperti ini, Bilebante masih menunjukkan presitasinya. Bentuk kesyukuran itu diwujudkan dengan meningkatkan terus kualitas daripada destinasi wisata dan memperkaya dengan atraksi seni budaya yang ada.

    Lebih lanjut, Yusron mengungkapkan bahwa prestasi ini bisa membangun optimisme para pengelola desa wisata Bilebante untuk menghadirkan tempat berwisata yg lebih menarik.

    “Tentu saja prestasi ini harus dicontoh oleh desa wisata lainnya. Ini tentunya dapat menginspirasi dan menguatkan semangat kawan-kawan pengelola desa wisata lainnya bahwa ini contoh, meski dalam pandemi desa wisata masih bisa berprestasi,” tandasnya.

    Terakhir, Yusron meminta agar kesempatan ini digunakan untuk terus berbenah dan melakukan penguatan di aspek destinasi, lingkungan, dampak sosial dan ekonomi positif yang dapat timbul nantinya. []

  • BCA dan LPEI Jalin Kerja Sama Pendanaan Ekspor Rp 3 Triliun

    peloporberita.com/ | Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali mendapatkan dukungan pendanaan dari perbankan dalam negeri. Kali ini dukungan diberikan oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) dalam bentuk time loan facility senilai Rp3 triliun dengan tenor 2 tahun.

    Fasilitas tersebut, terdiri dari time loan non-revolving 1 Rp1,5 triliun dan time loan non-revolving 2 Rp500 miliar dengan tenor 2 tahun dan tambahan time loan non-revolving 3 senilai Rp1 triliun dengan tenor 2 tahun. Dukungan pendanaan ini diharapkan akan memperkuat strategi bisnis LPEI dalam melaksanakan mandat undang-undang untuk mengakselerasi ekspor.

    “BCA kembali meneruskan kerja sama dengan memberikan penambahan fasilitas time loan senilai Rp1 Triliun. Kita sama-sama berharap fasilitas ini dapat mendukung pertumbuhan ekspor nasional.”

    Penandatanganan dilaksanakan secara virtual oleh Direktur Pelaksana III LPEI Agus Windiarto, Direktur Pelaksana I LPEI Dikdik Yustandi, Direktur BCA Subur Tan, Direktur BCA Rudy Susanto, serta disaksikan oleh Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pada Selasa (22/6/2021).

    Agus Windiarto menyampaikan, dukungan pembiayaan dari BCA tersebut akan digunakan untuk mendukung keperluan pembiayaan dan kegiatan bisnis LPEI seperti pembiayaan, penjaminan dan asuransi.

    “Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi LPEI terus bersinergi dengan perbankan di dalam negeri. Penandatanganan kerja sama ini juga membuktikan bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan penuh dari lembaga keuangan di dalam negeri untuk menjalankan mandat guna mendorong kinerja ekspor nasional,” ungkapnya.

    LPEI dan BCA
    LPEI kembali mendapatkan dukungan pendanaan dari BCA dalam bentuk time loan facility senilai Rp3 triliun dengan tenor 2 tahun. (Foto:Pelopor/Kemenkeu)

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik perpanjangan kerjasama ini.

    “Kebersamaan yang telah terjalin sejak tahun 2016 antara BCA dengan LPEI merupakan kesempatan yang istimewa. Sepanjang perjalanan tersebut, kami mencermati adanya dampak positif yang dirasakan. Hari ini, BCA kembali meneruskan kerja sama dengan memberikan penambahan fasilitas time loan senilai Rp1 Triliun. Kita sama-sama berharap fasilitas ini dapat mendukung pertumbuhan ekspor nasional dan percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional,” tegas Jahja.

    Kerja sama pendanaan LPEI dan BCA diharapkan akan membantu percepatan pertumbuhan ekspor nasional melalui penyaluran pembiayaan, penjaminan dan asuransi kepada pelaku usaha berorientasi ekspor.

    Dukungan likuiditas dari BCA juga diyakini akan memberikan ruang bagi LPEI untuk menyalurkan pembiayaan dengan lebih baik kepada para pengusaha di dalam negeri ditengah pandemi Covid-19. []