Tag: Batik

  • LPEI Adakan FGD Pelaku UKM untuk Tingkatkan Ekspor Batik

    peloporberita.com/ | Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus memperluas kerja sama dalam pengembangan industri yang berorientasi ekspor, salah satunya di bidang industri batik yang merupakan salah satu industri penyerap tenaga kerja tertinggi di Indonesia.

    Tercatat, 47 unit usaha batik dari 101 sentra wilayah Indonesia mampu menyerap hingga 200 ribu tenaga kerja. Apalagi, UNESCO juga telah menobatkan Batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya di bidang Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

    Terkait hal itu, LPEI bersama Deskranasda Surakarta, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II dan pelaku usaha ekspor Batik wilayah Solo dan sekitarnya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Industri Fashion Batik Menuju Pasar Dunia di Rumah Ekspor Solo, Jawa Tengah.

    “FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi UKM menjadi mahir ekspor khususnya di Provinsi Jawa Tengah, mengorkestrasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor batik, serta meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing tinggi,” kata Corporate Secretary LPEI Chesna F. Anwar seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan.

    FGD ini berisikan sejumlah materi, seperti potensi ekspor fashion batik, pengalaman ekspor batik, perkembangan fashion batik di dunia, serta sharing session pelaku UKM ekspor batik di wilayah Jawa Tengah.

    Kepala Bagian Perekonomian Kota Solo Yanti mengaku sangat mendukung industri batik Kota Solo dengan adanya karnaval dan kampoeng batik. Ia juga mengapresiasi kegiatan tersebut yang merupakan wujud nyata pengembangan ekspor nasional.

    “Sinergi dan kolaborasi seperti ini tentu sangat dibutuhkan untuk membawa industri batik melompat bersama menuju kancah internasional,” pungkasnya.[]

  • Pesan Sandiaga Uno Pada Hari Batik Nasional

    peloporberita.com/ | Jakarta – Hari Batik Nasaional diperingati setiap tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Dalam peringatan tahun ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa selain melestarikan, kita juga harus mengembangkan batik secara bersama-sama agar nilai ekonomi nya juga meningkat.

    “Batik merupakan hasil kerajinan dengan nilai seni tinggi yang menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama, yaitu sekitar abad ke-4, terutama di Pulau Jawa.”

    “Batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of The Oral and Intagible Heritage of the Humanity),” tutur Sandiaga Uno dalam kegiatan virtual dengan bertema “Batik Sekitar Kita” yang diinisiasi Mitra Seni Indonesia (MSI) pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

    Keputusan UNESCO tersebut, jelas Sandi, dilatarbelakangi bahwa Batik Indonesia terkait erat dengan banyak symbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan, lokal, alam dan sejarah.

    “Batik merupakan hasil kerajinan dengan nilai seni tinggi yang menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama, yaitu sekitar abad ke-4, terutama di Pulau Jawa. Batik sendiri juga mempunyai sejarah panjang, dimana setiap corak atau motifnya mengandung filosofi atau makna yang begitu erat dengan nilai-nilai kehidupan,” ungkap Bapak Oke Oce ini.

    Sejak ditetapkannya Batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, maka Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Penetapan Hari Batik Nasional tersebut merupakan usaha Pemerintah dalam meningkatkan Martabat Bangsa Indonesia.

    Serta meningkatkan citra Positif Indonesia di Forum Internasional, juga untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap kebudayaan bangsanya. []