peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Bandung Oded M. Danial, terus berupaya menambah bed atau tempat tidur di rumah sakit untuk para pasien Covid-19. Menurut Oded, kini pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk menambah 400 tempat tidur baru khusus untuk perawatan pasien Covid-19.
“Kami juga akan terus berupaya menambah tempat tidur, yang masih memungkinkan di antaranya Rumah Sakit Kebon Jati di Kawaluyaan ada 300 tempat tidur. Saya sudah ngobrol dengan yang punyanya langsung. Alhamdulillah sudah ada tanda dan akan segera kita proses,” tutur Oded, Rabu (23/6/2021).
“Pekan lalu saya sudah keluarkan surat edaran untuk penambahan kapasitas tempat tidur. Alhamdulillah, ada penambahan 36 persen. Tapi itu memang kejar-kejaran ketika tempat tidur ditambah yang memakai juga bertambah.”
Oded menjelaskan, bahwa Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) yang lama di Jalan Astanaanyar juga berpotensi untuk menambah tempat tidur khusus perawatan pasien Covid-19.
“Ada juga di RSKIA yang lama ada 100 (tempat tidur) lebih di sana,” sebutnya.
Selain dua lokasi itu, sebelumnya Oded sudah meminta rumah sakit di Kota Bandung untuk menambah kapasitas tempat tidur. Namun kondisinya masih sangat waspada sebab penambahan tempat tidur juga dibayangi meningkatnya jumlah pasien yang masuk dalam perawatan di rumah sakit. Terlebih di Kota Bandung juga turut menampung pasien dari luar daerah yang jumlahnya bisa mencapai 50 persen.
“Pekan lalu saya sudah keluarkan surat edaran untuk penambahan kapasitas tempat tidur. Alhamdulillah, ada penambahan 36 persen. Tapi itu memang kejar-kejaran ketika tempat tidur ditambah yang memakai juga bertambah,” tandasnya.
Oleh sebab itu, Oded terus mendorong agar kelurahan memiliki tempat isolasi mandiri. Sehingga jika ada yang terpapar tanpa gejala ataupun dengan gejala ringan bisa ditangani secara kewilayahan.
“Isolasi di kecamatan dari 151 kelurahan ada sekitar 130 kelurahan yang mereka punya isolasi tinggal 21 kelurahan lagi. Waktu ratas (rapat terbatas) terakhir saya perintahkan agar mereka bersama-sama menyiapkan isolasi di masing-masing kelurahan,” ujarnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Yunimar Mulyana mengunjungi sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Astanaanyar Gang Entit RT 04 RW 04 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin 21 Juni 2021.
Sebelumnya pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam lalu, puluhan rumah semi permanen di lokasi tersebut hangus dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
Sejumlah warga yang terdampak, saat ini mengungsi bersama kerabat dan keluarganya. Namun, ada juga ada yang mengungsi di Masjid At-Taubah dan rumah warga yang dijadikan posko di sekitar lokasi kebakaran.
“Nanti ke depan, kita akan selalu berkoordinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bekerja sama dengan PLN untuk bisa mengedukasi bagaimana menggunakan listrik secara aman.”
Di lokasi, Yunimar melihat sisa-sisa rumah warga yang terbakar. Selain itu, ia juga berbincang dengan para warga yang ada di tempat pengungsian sementara. Serta menyempatkan diri meninjau Dapur Umum yang berada di Kantor Kelurahan Nyengseret.
Yunimar mengungkapkan, kedatangannya atas arahan Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah yang ingin mengetahui kondisi dan keadaan para warga yang menjadi korban karena terdampak kebakaran tersebut.
“Umi (Siti Muntamah) berhalangan untuk hadir. Untuk itu secara pribadi dari Umi dan saya, menyerahkan bantuan untuk korban yang terdampak kebakaran ini,” tuturnya usai peninjauan.
Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Yunimar Mulyana mengunjungi dapur umum untuk warga korban kebakaran di Jalan Astanaanyar Gang Entit RT 04 RW 04 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin 21 Juni 2021. (Foto: Pelopor/ Pemkot Bandung)
“Saat ini ada yang sudah ditempatkan di posko-posko untuk sementara,” sambung istri Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tersebut.
Yunimar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima, penyebab kebakaran tersebut bersumber dari arus listrik. Oleh sebab itu, ia berencana mengedukasi kepada masyarakat tentang penggunaan listrik agar tidak terjadi hal serupa.
“Nanti ke depan, kita akan selalu berkoordinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bekerja sama dengan PLN untuk bisa mengedukasi bagaimana menggunakan listrik secara aman,” tegasnya.
“Karena sebelumnya juga masih di satu Kelurahan berbeda RW ada kejadian yang sama dari listrik juga. Pak Camat pun tadi menyampaikan akan bekerja sama dengan LPM,” tambahnya.
Baca juga : Tragedi Kemanusiaan Palestina Buat Oded Sedih
Sementaara Camat Astana Anyar, Syukur Sabar mengaku pada saat malam kejadian, pihaknya membantu para warga yang terdampak agar dapat mengungsi di aula Kantor Kelurahan.
“Sekarang ini, ada 70 jiwa yang ditampung di rumah warga dan di masjid. Juga masih ada yang di Aula. Banyak pihak yang membantu dari Kewilayahan, Dinsos, dan pihak lainnya,” sebut Syukur.
“Ada berupa natura dan lain-lain, bahkan Rumah Zakat membantu dapur umum dengan truk warteg mobile. Untuk selimut dari Diskar PB sudah dari awal, kemarin juga ada tambahan,” tambahnya.
Syukur juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memeriksa kesehatan dari para korban. Bahkan ada juga trauma healing pascakebakaran untuk membangkitkan semangat para warga yang terdampak.
“Upaya kita menyesuaikan pada saat malam kejadian. Kita tidak Membiarkan mereka menahan perasaan kecewa, kesal, dan sebagainya. Kita sekarang dengan Puskesmas mencoba untuk mengatasi healing crisis itu,” tegasnya.
“Agar ada di kondisi membangkitkan lagi mentalnya, semangatnya. Dari pengalaman yang lalu, kita coba agar jangan telalu lama, membangun kembali semangat beraktivitas lagi seperti sedia kala. Walau pun rumahnya belum bisa ditempati,” lanjut Syukur.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Nyengeseret, Mariawati mengatakan, saat ini para warga yang terdampak sangat memerlukan bantuan berupa peralatan mandi dan keperluan bayi.
“Saat ini yang ‘urgent’, alat mandi, keperluan peralatan bayi, juga pakaian dalam bagi para korban. Itu belum bisa memenuhi kebutuhan untuk semua warga,” ucapnya.
“Untuk sembako, alhamdulillah sampai saat ini masih terus berdatangan. Sehari itu tiga kali masak, sekali masak untuk 70 porsi. Sarapan, makan siang, dan makan malam. Untuk masak dari TP PKK Kelurahan membantu menyediakan makanan,” tambahnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial merasa sedih dan geram jika mengingat penderitaan rakyat Palestina. Rasa geram lantaran ia mendengar dan melihat perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina.
Sekaligus itu juga yang membuatnya merasa sedih. Terlebih melihat kekerasan Israel terhadap bayi, anak-anak bahkan kepada ibu hamil membuat Oded sangat terpukul.
“Dari mulai orang tua, anak-anak, bahkan bayi yang tidak berdosa pun mereka harus menghadapi cobaan seperti itu.”
“Saya melihat di Youtube. Saudara-saudara kita di Palestina itu sedang mendapatkan perlakuan penistaan yang sangat luar biasa,” tutur Oded usai menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana Bandung Peduli Palestina kepada Baznas Kota Bandung di Pendopo, Kamis, 17 Juni 2021.
“Dari mulai orang tua, anak-anak, bahkan bayi yang tidak berdosa pun mereka harus menghadapi cobaan seperti itu,” sambung Oded dengan mata berkaca-kaca.
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. (Foto:Pelopor/Pemkot Bandung)
Melihat situasi di Palestina, Oded meminta warga Kota Bandung agar senantiasa bersyukur. Sebab, meski saat ini Indonesia sedang dilanda wabah covid-19, namun kondisi tersebut tidak separah yang dirasakan oleh warga Palestina.
“Walaupun kita mempunyai permasalahan masih bisa makan, tapi mereka di sana mencari untuk makan aja susah,” ucapnya.
Tak lupa, Oded berterima kasih kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung yang mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu rakyat Palestina.
Adapun dalam penggalangan dana “Bandung Peduli Palestina” yang dimulai tanggal 1 Juni – 15 Juni 2021 berhasil terkumpul Rp416 juta. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada warga Palestina oleh Baznas Kota Bandung melalui Baznas RI.
“Mudah-mudahan apa yang disisihkan oleh ASN Kota Bandung ini menjadi pintu keberkahan dan ini sebagai bukti bahwa Kota Bandung Peduli Kemanusiaan. Semoga ini bisa mengurangi penderitaan mereka,” harapnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan status siaga 1 (satu) waspada Covid-19 untuk wilayah Bandung Raya. Menyusul lonjakan kasus aktif Covid-19 terutama di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
Berdasarkan pemetaan data Covid-19 wilayah Bandung, total kasus terkonfirmasi per-15 Juni 2021 sebanyak 21.021 dengan kasus konfirmasi aktif 1.272, sembuh 19.382 dan meninggal 367. Sedangkan, suspect dipantau 2.248 dan kontak erat dipantau 972.
Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa Covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga.
Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat Jabar, khususnya yang berada di wilayah Bandung Raya, untuk lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) 3M.
“Ini harus menjadi perhatian semuanya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, terutama yang bekerja di luar. Taruhan kita saat ini hanya tinggal disiplin atau tidak. Kalau tidak disiplin perkembangan Covid-19 akan tidak terkendali,” tuturnya usai meninjau fasilitas dan pelayanan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Jabar, Rabu (16/6/2021).
Apalagi, Menteri Kesehatan telah mengumumkan adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari India dan masuk ke Indonesia. Hal itu agar dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya mengantisipasi terjadinya penularan.
Menko PMK mengakui, telah terjadi lonjakan kasus di beberapa daerah, terutama empat provinsi di Pulau Jawa termasuk salah satunya yaitu Jabar. Presiden pun meminta perhatian khusus, mengingat hal itu terjadi disinyalir dampak dari arus mudik lebaran lalu.
“Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa Covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga. Ada juga kluster acara keluarga termasuk pesta pengantin dan kluster ziarah. Ini wilayah-wilayah yang sekarang menjadi pusat penyebaran Covid-19 akibat kluster ziarah,” ungkapnya. []