Tag: Austria

  • Ngebolang ke Negeri Sound of Music

    Jakarta | Austria adalah negara yang terkenal dengan musik klasiknya. Bagi penggemar berat musik, perlu disiapkan tabungan khusus ke Austria, sekadar menikmati kampungnya Mozart, Strauss, Beethoven (meski kelahiran Jerman, namun ia berkarir musik dan menetap di Austria), serta komposser musik klasik kenamaan dunia lainnya, dan tentunya film sepanjang masa, The Sound of Music. Kita kunjungi tempat yang paling terkenal bagi turis saja dulu, ya!

    Vienna atau Wina yang menyajikan bangunan-bangunan mengagumkan sehingga menjadi warisan budaya UNESCO, termasuk istana dan kastilnya, Opera House, katedral-katedral berarsitektur spektakuler, museum-museum sarat sejarah kental kejayaan Eropa dan Austria, serta taman indah maupun taman bermain tematik. Semua itu juga dengan latar belakang alam elok Wina yang dikelilingi bukit dan gunung berpuncak salju.

    Untuk memanjakan yang berselera musik, kita ulas singkat tempat konser musik klasik kelas dunianya. Sebagai salah satu gedung opera terbaik di dunia, Wiener Staatsoper atau Gedung Opera Negara memiliki kapasitas 1.560 kursi. Kabarnya, setiap malam ada pertunjukan seniman kelas dunia bersama anggota tetap diiringi oleh orkestra Wiener Staatsoper. Selain konser musik, sepanjang tahun juga diadakan berbagai acara maupun pertunjukan opera, balet dan lainnya.

    Satu lagi yang wajib untuk music addict adalah Mozarthaus atau Rumah Mozart, berasal dari abad 18 yang kala itu memang tempat tinggal Mozart, dan saat ini menjadi museum karyanya maupun tempat konser musik yang ramai dikunjungi turis seantero dunia.

    Setelah musik, kita ke Salzburg yang berarti kastil garam, karena dulu mata pencaharian utama di sana adalah pengkristalan garam. Kita dapat mengunjungi Benteng Hohensalzburg, salah satu benteng abad pertengahan terbesar di Eropa, berasal dari abad ke-11. Di abad ke-17, Salzburg menjadi pusat religi dengan biara-biara dan banyak gereja dibangun, sehingga meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah berarsitektur Barok. Umumnya, turis ke Salzburg untuk mengunjungi pusat sejarah dan pemandangan Alpen yang indah.

    Salzburg. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/anikinearthwalker)

    Salzburg juga merupakan tempat kelahiran komposer Mozart yang kemudian hijrah ke Wina meniti karir sebagai maestro musik. Hanya sekitar 1-2 jam berkendara dari Salzburg, kita akan tiba di Hallstatt. Kota ini sangat terkenal dengan spot tepi danau dengan rumah-rumah tua beberapa lantainya, jam menara gereja dan dikelilingi bukit hijau atau kala musim salju jadi bukit putih. Nah, sangat wajib ya berfoto di spot ini kalau ke Hallstatt.

    Selanjutnya, Innsbruck, kota kecil dengan deretan bangunan tua yang dikelilingi pegunungan bersalju Alpen yang menjulang tinggi dan dijalan-jalannya dapat kita temui rel tramp. Sungguh apik! Olahraga di salju, bersepeda maupun trekking akan melengkapi aktivitas sambil menikmati alamnya.

    Di sini juga dapat dijumpai istana dan kastil jaman kejayaan kekaisaran tempo dulu. Yang khas dari Innsbruck adalah bangunan Golden Roof, terdiri dari sekitar 5 lantai dengan balkon bagian atas serta atapnya berlapis dari emas yang merupakan peninggalan dari kekaisaran Maximilian yang digunakan sebagai balkon untuk memandang keindahan kota dan alam.

    Berdekatan dengan Golden Roof, sempatkan mampir ke Swarovski Crystal World, untuk melihat berbagai produk Swarovski yang super bling-bling! Sekitar area ini juga banyak restoran dan kafe yang cocok untuk tempat kongkow dan ngopi. Nikmatnya! []

  • Ekspansi di Austria, Central Group Gandeng Afiliasi Hyatt

    Jakarta | Central Group dan perusahaan real estate Signa menandatangani perjanjian manajemen dengan afiliasi Hyatt Corporation untuk hotel gaya hidup kelas atas baru di Wina, Austria, yaitu Thompson Hotel.

    Kemitraan ini menandai langkah maju baru untuk Central Group lantaran memperluas portofolio mewahnya di Eropa, sejalan dengan visi perusahaan asal Thailand itu untuk menjadi pemimpin dunia dalam gaya hidup dan layanan.

    Managing Director Central Group Europe Sean Hill mengatakan, Thompson Vienna yang ditargetkan mulai dibuka tahun 2024 akan menciptakan destinasi baru, unik dan imersif bagi turis dan penduduk lokal, menawarkan pengalaman menyeluruh termasuk berbelanja, bersantap, hiburan dan akomodasi.

    “Kemitraan bersama merupakan tonggak penting bagi Central Group dan Signa, setelah bergabung dengan Hyatt, dan merupakan tambahan unik untuk gaya hidup dan portofolio mewah kami di Eropa,” kata Hill seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (22/04/2022).

    Pada tahun 2015, Central Group bermitra dengan Signa untuk bersama-sama berinvestasi dan mengembangkan The KaDeWe Group, diikuti oleh Globus pada tahun 2020. Hal itu membuat Eropa menjadi pasar utama dan fokus strategis untuk Central Group.

    Arsitek OMA dan desainer interior Tara Bernerd & Partners akan mendesain Thompson Hotel, menciptakan desain modern yang terinspirasi oleh arsitektur dan karakteristik khas ibu kota Austria.

    “Kami sangat senang dapat memperluas hubungan kami dengan Signa dan Central Group dengan memperkenalkan rencana Thompson Vienna, properti Hyatt ketiga di kota ini, yang menawarkan nuansa hunian yang mewah,” kata Wakil Presiden Pengembangan Hyatt di Eropa Felicity Black-Roberts.[]

  • Bertambah Lagi negara Eropa yang Cabut Pembatasan Covid-19, Indonesia Kapan?

    peloporberita.com/ | Bertambah lagi negara Eropa yang mencabut aturan pembatasan Covid-19 di tengah masih tingginya kasus varian Omicron. Kali ini, giliran Austria, Jerman dan Swiss yang menempuh kebijakan itu.

    Sebelumnya, Inggris, Belanda, Denmark dan Norwegia sudah lebih dulu mencabut aturan pembatasan Covid-19.

    Kanselir Austria Karl Nehammer menyebutkan, pemerintah akan menghapus sebagian besar aturan pembatasan Covid mulai 5 Maret mendatang, seperti dikutip dari AFP.

    Namun, pemerintah Austria tetap mewajibkan pemakaian masker di fasilitas umum, termasuk transportasi umum. Selain itu, pembatasan juga tetap diberlakukan di rumah sakit dan tempat lain dengan kelompok rentan.

    Meski demikian, Nehammer tetap memperingatkan penduduk Austria bahwa pandemi belum berakhir.

    Sedangkan Jerman akan menjalani tiga tahap pembukaan hingga 20 Maret nanti. Dalam tahap pertama, Jerman akan membuka kembali akses ke toko-toko tanpa pemeriksaan apakah pengunjung sudah divaksinasi atau tidak. Namun, pemakaian masker masih tetap diwajibkan.

    Mulai 4 Maret, restoran dan hotel juga diizinkan mulai menyambut kembali warga yang tidak divaksinasi, selama dapat memberikan hasil tes negatif Covid-19 dalam waktu dekat.

    Klub malam juga akan dibuka kembali, namun tidak berlaku bagi yang belum divaksinasi. Untuk bisa masuk klub malam, pengunjung maupun pekerja klub harus sudah vaksin booster atau memberikan tes negatif Covid-19.

    Tahap terakhir, bila memungkinkan, Jerman akan menghilangkan persyaratan bagi karyawan bekerja dari rumah.

    Senada dengan Kanselir Austria, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menegaskan bahwa pandemi belum berakhir. Ia pun meminta warganya tetap berhati-hati dan harus tetap memakai masker.

    Sementara itu, pemerintah Swiss menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

    Mulai Kamis (17/02/2020), persyaratan yang tersisa di Swiss adalah wajib memakai masker di transportasi umum dan fasilitas kesehatan, serta wajib isolasi selama lima hari jika dinyatakan positif Covid.

    Swiss akan terus melonggarkan aturan pembatasan Covid hingga akhir Maret mendatang.

    “Berkat tingkat kekebalan yang tinggi di antara penduduk, kecil kemungkinan sistem perawatan kesehatan akan terbebani meskipun tingkat sirkulasi virus terus berlanjut,” ujar pemerintah Swiss.

    Untuk masuk ke Swiss, tidak perlu lagi memberikan bukti vaksinasi, pemulihan atau tes negatif, atau mengisi formulir pendaftaran.[]

  • Austria Negara Eropa Pertama yang Terbitkan UU Wajib Vaksinasi Covid

    peloporberita.com/ | Austria menjadi negara pertama di Eropa yang mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi orang dewasa. Hal ini semakin diperkuat dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen menandatangani aturan itu sebagai undang-undang (UU) pada Jumat (04/02/2022).

    Jika ada yang menolak vaksin, maka akan dijatuhi denda senilai € 600 atau sekitar Rp 9,7 juta. Namun, ada pengecualian bagi wanita hamil dan orang-orang yang tidak dapat divaksin dengan alasan kesehatan, dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Austria.

    Selain itu, pengecualian juga berlaku untuk orang yang baru tertular Covid-19, dan berlaku selama enam bulan sejak mereka menerima tes PCR Covid-19 positif pertamanya.

    Pemerintah Austria akan memastikan aturan ini dipatuhi oleh warganya dan juga melakukan razia atau pemeriksaan mulai 15 Maret 2022. Adapun UU ini akan berlaku hingga 31 Januari 2024, seperti dikutip dari CNN.

    Data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menunjukkan, Austria memiliki tingkat vaksinasi yang lebih tinggi daripada rata-rata Uni Eropa sebesar 70,4 persen dengan dua dosis. Meski demikian, hal ini belum meredakan kekhawatiran pejabat kesehatan setempat. []