Tag: Australia Terbuka

  • Petenis Australia Ashleigh Barty Pensiun di Usia 25 Tahun

    Jakarta | Petenis nomor satu dunia asal Australia, Ashleigh Barty, mengumumkan pensiun dini dari olahraga tenis yang saat ini usianya baru menginjak 25 tahun.

    Barty mengumumkan kabar kejutan ini hanya beberapa minggu setelah menjadi juara Australia Terbuka pertama di dalam negeri dalam 44 tahun terakhir, dan memenangkan mahkota Grand Slam di tiga permukaan yang berbeda.

    “Hari ini sulit dan penuh dengan emosi bagi saya ketika saya mengumumkan pengunduran diri saya dari tenis,” katanya dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.

    Dalam pesan video penuh air mata dengan teman dekatnya dan mantan pasangan ganda Casey Dellacqua, Barty bersyukur atas semua yang telah diberikan olahraga tenis kepadanya.

    “Tapi saya tahu sekarang waktunya tepat bagi saya untuk melangkah pergi dan mengejar mimpi lain dan meletakkan raket,” kata Barty.

    Mengutip AFP, Barty mulai bermain tenis di ibu kota negara bagian Queensland, Brisbane, dan memenangkan gelar junior Wimbledon saat berusia 15 tahun pada 2011.

    Lalu ia membuat keputusan mengejutkan tiga tahun kemudian dengan meninggalkan tenis untuk kriket, dan menandatangani kontrak dengan Brisbane Heat di Liga Big Bash Wanita perdana.

    Tetapi daya tarik tenis tidak pernah jauh dan Barty kembali setelah satu musim absen, menerobos untuk kemenangan Grand Slam perdananya di Prancis Terbuka pada 2019 dan menjadi petenis wanita nomor satu dunia pertama Australia, sejak Evonne Goolagong-Cawley 50 tahun lalu.

    Barty akhirnya memenangkan mahkota Wimbledon tahun lalu sebelum kemenangannya di Australia Terbuka di Melbourne Park pada Januari.

    Asosiasi Tenis Wanita atau The Women’s Tennis Association memuji Barty sebagai duta olahraga yang luar biasa. Selain itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga memberikan penghormatan.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih, Ash, karena telah menginspirasi sebuah negara, menginspirasi sebuah bangsa, pada saat negara ini benar-benar membutuhkan pukulan yang bagus,” katanya.[]

  • Petenis Legendaris Boris Becker Jalani Persidangan di London

    Jakarta | Petenis legendaris asal Jerman, Boris Becker menjalani persidangan di London, Inggris, atas tuduhan yang berkaitan dengan kebangkrutannya.

    Becker diadili di Southwark Crown Court dengan tuduhan menyembunyikan trofi Wimbledon dan Australia Terbukanya, sejumlah properti dan sekitar 1,8 juta poundsterling atau setara USD 2,3 juta.

    Jika terbukti bersalah, Becker terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

    Saat kebangkrutannya pada Juni 2017, otoritas Jerman memperkirakan utang Becker mencapai 50 juta poundsterling.

    Pengadilan diberitahu dalam sidang pendahuluan bahwa Becker memiliki sebuah flat di Chelsea, London, serta dua properti di Jerman, yang tidak diumumkan antara Juni dan Oktober 2017.

    Becker dituduh menghapus ratusan ribu poundsterling dengan memindahkannya ke akun lain, termasuk ke mantan istrinya, Barbara Becker dan istri terasing, Sharlely Becker.

    Pengadilan juga menyebut Becker menyembunyikan 75.000 saham di perusahaan AI Breaking Data Corp, seperti dilansir dari AFP.

    Becker pun menyangkal tujuh tuduhan menyembunyikan properti, dua tuduhan menghilangkan properti yang diminta oleh penerima, lima tuduhan tidak mengungkapkan rincian hartanya dan satu tuduhan menyembunyikan hutang. Ia juga menyangkal sembilan tuduhan gagal mengungkapkan trofi.

    Sebelumnya pada 2002, pengadilan di Munich telah memvonis Becker hukuman penjara dua tahun yang ditangguhkan dan denda 300.000 euro untuk penghindaran pajak sekitar 1,7 juta euro.[]